
Rory mengetuk-ngetuk kemudi mobilnya,menunggu Nayla yang tidak kunjung datang.
Matanya melihat sekeliling, dimana sebuah tempat parkir yang cukup luas, namun hanya ada tiga mobil dan empat sepeda motor.Menyisakan ruang kosong yang cukup luas.Letak tempat parkir yang sedikit ke bawah memberi kesan seperti ruang bawah tanah, namun aman.Di dekat pintu masuk terdapat satu pos jaga dimana seorang pria paruh baya berjaga di sana, yang sebelumnya menyapa Rory dengan ramah dan menyarankan agar memasukkan mobilnya ketika Rory mengatakan menunggu Nayla untuk menyampaikan pesan.
TOK,,,TOK,,,!
Suara ketukan kaca mobil mengalihkkan perhatian Rory.
Rory tersenyum dan segera membuka pintu mobil.Nayla masuk dan segera menutup pintu setelah berhasil duduk.
"Aku sempat berpikir salah mobil karena kamu menggunakan mobil yang berbeda.Mobil siapa yang kamu gunakan ini, Roy?" tanya Nayla.
"Tentu saja milikku," jawab Rory cepat.
"Milikmu?" Nayla menaikkan alisnya.
Rory tersenyum lalu mengangguk.
"Lalu, mobil yang biasa kamu gunakan sebelumnya?" tanya Nayla lagi.
"Itu milik sopir pribadi kami," ungkap Rory.
"Sopir,,,?"
KLIK,,,
Nayla menoleh cepat dan menyadari Rory mengunci pintu mobilnya, menumbuhkan seringai nakal di wajahnya.
"Apa maksudnya itu?" protes Nayla menaikkan alisnya.
"Sederhana, agar kau tidak kabur," terang Rory.
"Apa yang membuatmu berpikir aku akan kabur?" keluh Nayla menepuk dahinya.
"Hanya mengantisipasi," sanggah Rory.
"Baiklah,,sekarang katakan ada apa?" tanya Nayla.
"Aku ingin memberitahukan sesuatu padamu.Sebelumnya, aku ingin mengatakan ini saat kita di Paris, tapi justru terjadi hal di luar dugaanku," terang Rory.
"Kamu kan bisa menghubungiku, kenapa mengambil resiko untuk datang kesini?" tanya Nayla.
"Karena aku ingin mengatakan itu dengan menatapmu. Setidaknya aku bisa menikmati sedikit hiburan dari reaksimu," kelakar Rory yang segera mendapat pukulan di lengannya.
"Sekarang, siapa yang suka menggoda?" sungut Nayla.
"Aku hanya bercanda," jawab Rory lalu tertawa pelan. " Tapi, aku tidak bercanda tentang ingin mengatakan dengan melihatmu," imbuhnya.
"Kalau begitu, katakan apa yang ingin kamu bicarakan!" pinta Nayla.
"Aku membuat satu lagu, lagu ini ku buat setelah hubungan kita terjalin," Rory berhenti sesaat dan mengamati reaksi Nayla yang masih sabar menunggu Rory melanjutkan.
"Lagu tentangmu, berisi tentang sosok dirimu bagiku," ungkap Rory.
"Tunggu,,,Tunggu,,,Tunggu,,, Sepertinya telingaku tengah bermasalah entah bagaimana," sambut Nayla sembari mengosok telinganya.
"Eerhh,,, " Rory mengeram gemas lalu mengacak-acak rambut Nayla. "Yang kau dengar itu benar, Ma Chéri," sahut Rory.
"Aaahhh,, Hentikan!" pekik Nayla menyingkirkan tangan Rory.
"Jadi, kamu serius membuat lagu?" tanya Nayla, " Tentangku?" imbuhnya sembari menunjuk wajahnya sendiri.
"Lebih tepatnya, lagu untukmu," jelas Rory.
"Kenapa?" celetuk Nayla tanpa sadar.
"Apakah aku harus mengatakan padamu alasanku membuat lagu itu?" tanya Rory.
"Jika kamu tidak keberatan tentang itu," sambut Nayla.
"Karena aku ingin semua orang tau tentangmu, aku berencana untuk mengenalkanmu pada semua orang," terang Rory.
"APA,,,???" pekik Nayla dengan mata melebar.
"Kenapa kamu seterkejut itu?" tanya Rory heran.
"Jangan melakukan hal gila," seru Nayla.
"Apa maksudmu? Apakah kamu tidak menginginkan hal itu?" terka Rory.
"Aku_,,," Nayla mengantung kalimatnya lalu menunduk.
__ADS_1
"Aku tau kau menghawatirkan posisiku,dan aku juga tau hal ini masih baru untukmu,kamu masih perlu waktu untuk memprosesnya, aku tidak akan melakukan itu dalam waktu dekat, oke?" hibur Rory mengusap lembut kepala Nayla.
"Aku masih belum selesai, Nay!" tutur Rory.
Rory mengangkat wajah Nayla agar menatapnya.
"Lagumu meledak di industri musik, dan mereka menginginkan lagu itu untuk di buat video klipnya, kami sedang mendiskusikan hal ini.Aku ingin sekali menyarankan agar kamu ikut dalam video kali ini,!" ungkap Rory.
"Aku hanya akan mengacaukan segalanya jika aku terlibat," sambut Nayla.
"Hal itu tidak akan terjadi," sanggah Rory.
"Tapi, aku tidak bisa melakukan itu, Roy," tolak Nayla.
"Jika kamu khawatir tentang Martin, aku akan meyakinkannya bagaimanapun caranya,!" tegas Rory.
"Bukan itu alasanku menolak ini, tapi aku sungguh tidak bisa melakukannya," ucap Nayla kekeh dengan jawabannya.
"Tidakkah kamu ingin bisa terus bersamaku," desah Rory kecewa.
"Tidak,,,Bukan begitu,,," bantah Nayla meraih tangan Rory. "Aku sangat ingin, sungguh! Tapi, aku ingin menggunakan cara selain itu, aku tidak ingin orang-orang menilaimu buruk karena adanya aku," jelas Nayla.
"Sekarang, kau bahkan bertindak seolah apa yang kau lakukan itu benar seperti Martin," dengus Rory menarik tangannya.
"Bukan begitu maksudku,!" sangkal Nayla. "Mungkin yang lain bisa menerimaku, termasuk kamu bisa meyakinkan Martin. Tapi,itu berbeda dengan pengemarmu, Roy," imbuhnya.
"Apakah benar itu alasannya atau kau memiliki alasan lain?" tuduh Rory. "Atau kau memang sengaja menghindariku dengan menggunakan hal itu sebagai alasan?" imbuhnya.
"Jangan menyimpulkan hal konyol, Roy,!" sergah Nayla.
"Lalu apa? Kenapa? Kau bahkan mengusirku saat masih di bandara dan tidak mengatakan alasannya," sanggah Rory meninggikan suaranya.
"Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku akan mengatakannya? aku tidak bisa mengatakannya di sana," jawab Nayla.
"Kalau begitu, katakan itu sekarang!" perintah Rory.
"Mengatakan dalam keadaan kamu yang sedang marah? Aku ragu itu akan berakhir baik," balas Nayla tenang.
"Dan kau lebih suka aku berasumsi bahwa kau menemui orang lain di belakangku?" tuduh Rory.
"Roy,,,!!!" sentak Nayla.
Nayla menatap Rory tak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan olehnya, lalu menghela nafas panjang.
Rory memalingkan wajahnya, mengepalkan kedua tangannya, dan mengatur nafasnya.
"Maaf," sesal Rory.
Nayla mengeleng pelan dan tersenyum lembut.Tangannya terulur untuk meraih tangan Rory, menyelipkan tangannya setelah membuka kepalan tangan Rory, dan meremas pelan tangannya yang segera di balas Rory.
"Aku merasakan seseorang mengawasi kita saat itu, seperti memotret kita diam-diam.Aku memintamu pergi karena aku khawatir firasatku benar," ungkap Nayla.
"Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal?" tanya Rory menoleh cepat menghadap Nayla.
"Dan memberinya kesempatan lebih banyak untuk memotretmu? Tidak akan!." tegas Nayla.
"Apakah itu juga alasan kamu menolak tawaranku?" tebak Rory.
"Itu salah satu alasannya," jawab Nayla.
"Lalu apa lagi alasannya?" tanya Rory.
"Untuk saat ini aku masih belum bisa mengatakannya, satu hal yang pasti adalah, hal ini tidak ada hubungannya dengan orang lain," terang Nayla. "Tapi, aku akan mengatakannya nanti, " janji Nayla.
"Baiklah, jika kamu sudah berkata begitu, tapi sekarang kamu ikut denganku!" ucap Rory.
"Kemana?" tanya Nayla.
"Ke tempat diamana aku tinggal selama ini, sekaligus tempat kami berlatih," jawab Rory.
"Sekarang?" tanya Nayla lagi dengan mata melebar.
"Sekarang," ulang Rory.
"Tidak,,,Tidak,,,Tidak,,," tolak Nayla mengelengkan kepalanya dan bersiap keluar.
"Ck,,," decak Nayla. "Buka pintunya, Roy!" perintah Nayla.
"Bukankah antisipasi ku tepat? Kau akan kabur," canda Rory.
"Ini tidak lucu,!" tukas Nayla.
__ADS_1
"Kau sendiri yang mengatakan mau datang ketika aku minta untuk datang," ulang Rory.
"Tapi, lihat aku sekarang.Dengan pakaian seperti ini?" kilah Nayla.
"Kenapa? Cantik kok. Kalau kamu tetap tidak percaya diri dengan itu, kita bisa ke salon sebentar," balas Rory.
"Aku perlu mengambil tas ku," ucap Nayla berdalih.
"Kamu tak memerlukannya, toh kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepersenpun selama aku yang menjadi sopir," jawab Rory menyeringai.
"Aku harus mengambil__,,,"
"Sebanyak apapun kau berdalih, percayalah, aku memiliki seribu jawabannya untukmu," potong Rory sebelum Nayla menyelesaikan kalimatnya.
"Itu hanya akan memicu keributan lain, Roy. Kita tidak harus terburu-buru tentang itu kan?" bujuk Nayla.
"Aku tidak akan membiarkannya, lagi pula aku hanya menyarankan pada mereka.Jika mereka menolak, aku tidak akan memaksa," sanggah Rory.
"Baiklah, apapun yang kamu inginkan," jawab Nayla mengalah.
Perlahan Rory mencondongkan tubuhnya pada Nayla, dan mendekatkan wajahnya.Ketika jarak wajah mereka semakin dekat, tangan Nayla menjauhkan wajah Rory darinya.
"Jangan mengodaku, aku bisa mengenakan seat belt sendiri," tutur Nayla.
"Ck,,," decak Rory lalu menarik tubuhnya kembali dan memasang seat belt untuk dirinya sendiri.
Rory menjalankan mobilnya meninggalkan apartemen Nayla.
Nayla terpaku ketika mereka berada di jalan yang tidak asing baginya.Hatinya tiba-tiba gelisah.
'Semoga tidak kesana,' harap Nayla dalam hati.
Hatinya menyusut saat Rory berbelok ke gedung yang tidak asing baginya.
"Nay,,,!" panggil Rory.
Nayla berusaha menenangkan hatinya ketika bayangan masa kecilnya kembali menari di depan matanya.
"Nay,,,!" panggil Rory lagi.
Bayangan di matanya saat gedung itu tengah di bangun, dimana kakaknya bekerja di sana, satu persatu muncul.Obrolan terakhir bersama kakaknya kembali terdengar.
"NAYA,,,!!!" Rory menguncang bahu Nayla.
Nayla tersentak, dan menyadari Rory menatapnya khawatir.
"Ada apa?" tanya Rory.
"Bukan apa-apa," kilah Nayla.
"Reaksi dan jawabanmu mengatakan hal berbeda, Nay," jawab Rory.
"Hanya teringat sesuatu," jawab Nayla.
"Apa itu?" selidik Rory.
"Bukan sesuatu yang penting kurasa," sangkal Nayla.
"Oh, Begitu,,, bukan sesuatu yang penting hingga aku tidak bisa mengetahuinya?" sanggah Rory.
Nayla memalingkan wajahnya, menghindari kontak mata dengan Rory.
Rory tertawa pelan dan meraih dagu Nayla, memintanya untuk menatap matanya.
"Aku tidak akan memaksamu untuk mengatakan semuanya sekarang, kamu bisa mengatakannya saat kamu siap, atau tidak sama sekali," hibur Rory.
"Jadi, kita akan kedalam atau kamu merasa tidak nyaman dan memilih untuk kembali pulang?" tanya Rory.
"Aku sudah sampai di sini dan kembali tanpa melakukan apapun akan terasa sia-sia bukan?" balas Nayla.
"Apa kau yakin?" tanya Rory.
"Harusnya kau menanyakan itu sebelum menculikku ke sini, Roy!" sindir Nayla.
'Rencanaku memang begitu, tapi melihatmu sedih seperti itu, bagaimana aku bisa melakukannya tanpa bertanya? Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan, Nay?' tanyanya dalam hati.
"Aku hanya berbasa-basi," kilah Rory.
'Akan lebih baik jika aku tidak mendesaknya,aku akan mencari tau itu nanti,' batinnya.
"Baiklah,,, kita bisa ke dalam," jawab Nayla.
__ADS_1
Rory mengangguk dan mereka keluar dari mobil, masuk kedalam gedung menuju tempat biasa Rory dan teman-temannya berkumpul.
...****************...