LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
27.Salah Paham


__ADS_3

Adrian tiba dikantor di jam seperti biasanya.Suara Lucie menghentikan langkanya ketika dia menuju ruangan Nayla dan berbalik untuk melihat Lucie yang tengah menatapnya heran.


"Kau baru saja datang?"tanya Lucie.


"Iya.apa ada sesuatu yang terjadi?"tanya Adrian.


"Apakah Nayla tidak mengatakan apapun padamu kemarin sebelum pulang?"tanya Lucie.


"Ahh..itu...memangnya ada apa Lucie?"tanya Adrian.


"Nayla sudah ada disini pagi pagi sekali.Itu hanya terjadi ketika pekerjaannya lebih banyak dari biasanya.kupikir kau sudah datang,itu sebabnya aku tak masuk keruangannya."kata Lucie.


'Jadi kemarin ...oh tidak,,apa yang sudah aku lakukan'pikir Adrian.


"Apakah terjadi sesuatu?"tanya Lucie.


"Tidak.aku kedalam dulu."jawab Adrian lalu pergi begitu saja.


"Ada apa dengan mereka?"gumam Lucie.


Didalam ruangan Nayla tengah fokus dengan komputernya.Beberapa dokumen berada di kedua sisinya dimana beberapa telah selesai dikerjakan.Jurnal,data mentah,naskah telah tersusun rapi sebagian.


Tok..Tok..Suara ketukan pintu terdengar,


"Masuk.."kata Nayla.


Adrian mendorong pintu dan membungkukkan sedikit badannya menyapa Nayla.


Nayla hanya menoleh sekilas dan mengangguk.Tanpa mengatakan apapun dan kembali sibuk dengan pekerjaannya.


"Maafkan saya datang terlambat."kata Adrian gugup.


"Kau tak terlambat."jawab Nayla datar.


Suara ketukan pintu kembali terdengar mengalihkan perhatian Adrian.


"Masuk.."kata Nayla.


Seorang OB masuk dengan membawa nampan berisi secangkir kopi yang masih mengepul dan sandwich membuka pintu lalu tersenyum ramah.


"Permisi non,saya membawakan kopi anda.Saya juga membawakan anda sandwich."kata nya sopan.


"Lho,,Saya kan tidak minta sandwich."jawab Nayla.


"Anda datang pagi pagi sekali,jadi saya hanya berfikir mungkin nona belum makan.saya sudah menyesuaikan dengan selera anda,tapi anda tak perlu memakannya jika tidak menyukainya,"katanya lagi dengan senyum sopan.


"Waahh,,teima kasih sekali ya pak.mana mungkin saya tidak memakannya."jawab Nayla ramah.


"Silahkan non."ujarnya seraya meletakkan cangkir kopi dan sandwich.


"Saya undur diri"katanya.


Nayla mengangguk.


"Ahh apakan anda juga ingin sesuatu?"dia bertanya pada Adrian.


"Tidak.terima kasih."jawab Adrian.


OB itu mengangguk dan beranjak meninggalkan ruangan Nayla.


Adrian duduk dengan gelisah yang menumpuk dihatinya.Rasa bersalah bersarang dibenaknya mengingat kejadian kemarin sore.Perlahan Adrian melirik Nayla yang tengah menyeruput kopinya lalu kembali ke pekerjaannya.


Mata dibalik kacamatnya terlihat fokus.Sesekali tangannya meraih sandwich dan mengigitnya,lalu meletakkannya lagi.


"Adakah yang bisa saya bantu nona?"tanya Adrian.


"Tidak untuk saat ini.kau kerjakan saja pekerjaanmu"jawab Nayla tanpa menoleh.


Adrian terdiam.kata kata Nayla kamrin sore terngiang telingannya.Sikap yang dia tunjukan pun terputar lagi didepan matannya.


"Bisakah besok kau datang lebih


pagi Adrian?"tanya Nayla.


"Besok?apakah ada sesuatu yang mendesak?"tanya Adrian.


'Kenapa harus datang pagi?pekerjaan hari ini saja sudah melewati jam pulang.saat ada Rose ini kan tak pernah terjadi'pikirnya.


"Membantuku menyelesaikan beberapa data.dan itu harus selesai besok."jawab Nayla .


'Apa maksudnya?data kan sudah ku kerjakan hari ini.aku sudah termasuk lembur,'bisik hatinya.

__ADS_1


Tanpa Adrian sadari,Nayla sudah memperhatikan raut wajahnya dan mengerti bahwa Adrian keberatan memenuhi keinginannya.


"Kau bisa pulang sekarang"kata Nayla tiba tiba.


"Maaf..?maksud anda..?"tanya Adrian.


"Kau bisa pulang sekarang.Tingglkan saja hal terakhir yang aku minta kau untuk mengerjakannya,dan pulanglah."kata Nayla datar.


"Tidak nona,biarkan saya menyelesaikannya sebentar lagi."jawab Adrian.


'Apakah dia memang suka berubah ubah?apa alasannya tadi menahanku dan sekarang memintaku pulang?'keluh hatinya.


"Tidak perlu,ini juga sudah melewati jam pulangmu,pulanglah.aku ingin disini sendiri."kata Nayla lagi.


"Baik.saya undur diri"jawab Adrian.


Nayla menghela nafas panjang setelah Adrian menutup pintu.


"Kau terlalu menunjukan isi hatimu Adrian.Wajahmu terlalu menunjukan semua yang kau pikirkan."Nayla bergumam pelan.


Adrian sibuk dengan pikirannya dan kemungkinan beberapa hal yang bisa saja terjadi.


"Keluarlah untuk sementara waktu Adrian."kata kata Nayla membuyarkan lamunan Adrian.


"Maaf nona?"tanya Adrian tak mengerti.


"Jika kau segelisah itu diruangan ini.kau bisa di luar.aku tak mengharuskanmu untuk satu ruangan denganku."kata Nayla tanpa menoleh.


"Aku juga tau,kau tertekan jika hanya ada aku disini.jadi kau bisa memilih dimana kau ingin bekerja."kata Nayla lagi.


Adrian tertegun menatap Nayla.memang benar Nayla adalah sosok idolanya.Namun karena pekerjaan justru membuatnya menjadi egois dan merasa terbebani dengan pekerjaan,sedangkan Nayla tak pernah mempersulit dirinya.


"Tidak nona,tolong maafkan saya."kata Adrian.


"Kau tak melakukan kesalahan,kurasa justru akulah yang salah disini.siapapun akan salah mengerti ketika menghadapi orang yang suka berubah ubah."kata Nayla masih fokus dengan komputernya.


"Tidak nona,anda benar karena mengingatkan saya,namun saya justru mengabaikannya,"kata Adrian.


"Hei Adrian,,ada saat dimana kau tak harus mematuhi sesuatu yang bertentangan dengan hatimu,jika hatimu mengatakan tidak,maka katakanlah tidak.jangan mengatakan Ya hanya untuk menyenangkan seseorang."kata Nayla.


"Aku tak memandangmu sabagai asisten atau bawahan disini.Yang kutau hanyalah kita sejajar,kapanpun bisa berjalan beriringan.bukan bayangan yang hanya berjalan dibelakang pemiliknya."kata Nayla lagi.


"Saya..."Adrian tak tau respon apa yang harus dikeluarkan.Merasa bahwa diriya telah salah mengerti atas sikap Nayla yang ditunjukkan padanya.


Ponsel Nayla berdering,namun saat Nayla melihat layar ponselnya dan melihat yang tertera dilayar ponselnya,Nayla memilih mengabaikannya.


"Oh ya,,nanti bisakah kau temui orang yang telah membuat janji denganku?"tanya Nayla.


"Saya..?"tanya Adrian menunjuk dirinya sendiri.


"Ya.."jawab Nayla.


"Apakah tidak apa apa jika saya menemui orang yang membuat janji dengan anda?"tanya Adrian.


"Justru karena akan masalah jika aku yang mennemuinya,itu sebabnya aku minta tolong padamu.Tapi,kau bisa menolak jika tidak ingin.aku bisa meminta Lucie untuk melakukannya."kata Nayla.


"Baik..Ijinkan saya melakukannya.Siapa tepatnya yang harus saya temui?"tanya Adrian.


"Pengantar surat.Dan kau hanya perlu membelokkan arah jika dia bertanya tentangku.Pengantar surat yang kukenal sedang tidak bekerja jadi yang mengantar hari ini adalah pengganti sementara.Apa kau bisa melakukannya?"tanya Nayla.


"Tentu,,saya bisa melakukannya."jawab Adrian tersenyum.


"oke..terima kasih"kata Nayla.


"Mmmm..apa..apakah anda marah pada saya nona?"tanya Adrian.


Nayla mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya pada Adrian,mengerutkan kening dan mentap dengan pandangan bertanya.


"Kenapa aku harus marah padamu?"tanya Nayla.


"Karena saya tidak mengerjakan semuanya sebaik Rose."jawab Adrian lirih.


"Setiap orang harus memulai disuatu tempat untuk mencapai tujuannya,dan cara terbaik untuk belajar adalah dengan mencoba berbagai hal."kata Nayla seraya melepaskan kacamatanya.


"Kau tak sebaik Rose?siapa yang mengatakan hal itu?jangan menilai buruk dirimu sendiri ketika kau memiliki nilai lebih Adrian."kata Nayla lagi.


Adrian merenungi setiap kata yang dikeluarkan Nayla.Betapa dirinya telah salah menyangka Nayla hanya ingin menekannya.Nayla justru memikirkannya.


"Apakah sangat berat tekanan untuk orang yang akan segera bertunangan?"tanya Nayla lagi.Senyuman tumbuh dibibirnya.


Mata Adrian melebar saat mendengar pertanyaan yang tek pernah didugannya,spontan Adian bangun dari duduknya menatap Nayla yang tengah menatapnya ramah seperti biasa dengan menyatukan kedua tangannya untuk menopang dagunya.

__ADS_1


"Tu-tu-tunggu..Da-da-dari mana anda tau ini?"tanya Adrian tergagap.


"Rose bahkan tak tau tentang ini.Sa-Saya tak mengatakan ini pada siapapun."tanya Adrian lagi.


"Tentu saja aku tau darimu.baru saja kau mengatakannya kan?"tanya Nayla santai.


"Tidak..tidak..tidak mungkin anda hanya mengatakan ini hanya untuk memancing saya agar mengatakannya."jawab Adrian tak percaya.


"Aku mengatakan yang sejujurnya.aku tau darimu.dan aku tau saat kau datang keapartemenku."jawab Nayla.


"Bagaimana bisa.?"tanya Adrian kaku.


"Tenanglah..aku tak mengatakan ini pada siapapun,dan jika tentang bagaimana bisa,salahkan dirimu sendiri yang begitu menunjukkan isi hatimu sendiri bahkan didepanku."kata Nayla menahan tawa.


"Kenapa kau sekaget itu?"tanya Nayla pada akhirnya tertawa pelan.


"Apakah anda serius bertanya?"tanya Adrian menelan ludah,sedikit meresa ngeri dengan ketajaman perasaan Nayla."Saya bahkan tak tau kata apa yang harus digunakan,mengerikan atau menakutkan."kata Adrian yang langsung menutup.


"Akan kuanggap itu sebagai pujian."kata Nayla tertawa pelan."Dan kelihatannya suasana hatimu menjadi lebih baik."kata Nayla lagi.


"Berkat anda"jawab Adrian tersenyum tulus.


Ponsel Nayla berdering lagi,panggilan yang sama sejak beberapa menit yang lalu.Adrian menyadari rasa engan menerima panggilan itu dari wajah Nayla.


"Maaf sebelumnya nona,jika anda tidak keberatan,ijinkan saya yang menjawab."kata Adrian.


"Kau serius?"tanya Nayla tersenyum lega.


"Saya serius."jawab Adrian.


"Ohh aku tertolong.aku sudah mengatakan tidak,tapi masih saja menghubungiku"kata Nayla menyerahkan ponselnya.


"Apakah saya harus menegaskan jawaban anda?"tanya Adrian.


"Ya..tolonglah.."jawab Nayla.


Adrian mengangguk dan menjawab panggilan itu.Nayla memperhatikan Adrian dan untuk pertama kalinya melihat sisi tegas darinya.Beberapa menit berlalu,Adrian kembali menyerahkan ponsel Nayla.


"Jika anda tidak keberatan dan terganggu dengan hal ini,alihkan saja panggilan itu ke ponsel saya."kata Adrian.


"Apa kau yakin?tak khawatir jika itu akan membuatmu tak bisa tidur?"tanya Nayla memastikan.


"Saya tidak keberatan akan hal itu"jawab Adrian.


"Baiklah,,terima kasih Adrian"kata Nayla tersenyum.


"Anda tidak perlu berterima kasih hanya untuk hal ini nona."kata Adrian.


"Hahh...sampai kapan kau bersikap formal padaku?"keluh Nayla meletakkan telapak tangan didahinya.


"Saya....."


"Lakukan saja apa yang membuatmu nyaman,oke.?tak ada tekanan"potong Nayla.


"Terima kasih"jawab Adrian.


"Saya akan kembali melanjutkan pekerjaan saya."kata Adrian lagi membungkukkan sedikit badannya.


Nayla mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaannya.Disela pekerjannya,dia juga menulis poin poin penting untuk karya barunya.


Hingga tak terasa,sore pun tiba.Adrian mulai membereskan barang barangnya bersiap untuk pulang.Ketika melihat Nayla masih sibuk dengan komputernya,Adrian mendekatinya


"Apakah ada yang bisa saya bantu lagi nona?"tanya Adrian melirik komputenya.


"Tidak"jawab Nayla singkat.


"Anda sedang menulis judul baru?"tanya Adrian kaget saat melirik komputernya.


"Ya..karena pekerjaanku selesai lebih cepat berkatmu.jadi aku memilih menulis ini."jawab Nayla.


"Oh aku lupa mengatakan satu hal padamu.aku sudah menyelesaikan pekerjaanku,semua ada disini.besok kau hanya perlu cek dan kontrol ulang.aku tak kekantor besok."kata Nayla.


"Baik,,saya mengerti.Hubungi saya saat anda memerlukan sesuatu."kata Adrian.


"Oke..Bye Adrian"kata Nayla menoleh kearah Adrian sebentar lalu kembali ke layar komputer lagi.


'Nona Nayla tidak seburuk itu,aku akan berusaha lebih memahaminya alih alih protes atas apapun tindakannya,semua yang dilakukan nona Nayla selalu berdasar'pikir Adrian.


Dengan perlahan,Adrian menutup pintu ruangan Nayla,meninggalkannya sendiri yang tengah tengelam menuangkan apa yang ada dipikirannya.


Nayla pergi meninggalkan kantor ketika matahari hampir sepenuhnya tengelam dan dikejutkan dengan sebuah kotak yang menunggunya di apartemen miliknya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2