LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
Festival


__ADS_3

Bunyi bib dari mesin kopi memecah keheningan apartemen dimana Nayla tinggal.Perlahan,Nayla mematikan mesin kopinya dan menuang kedalam cangkir yang dia siapkan.Saat kopi telah siap,dia membawanya ke ruang kerjanya.


Uap kopi yang masih mengepul,dan aroma yang kuat dari kopi menyeruak kedalam hidungnya.Dia pun memejamkan matanya menikmati aroma kopi kesukaannya dan menyeruputnya perlahan.


Setelah meletakkan cangkir kopinya dengan hati hati,dia pun mulai menyibukkan diri dengan komputernya.


Memulai kembali untuk mengerjakan naskah baru.


Suara pada keyboard komputer mengisi keheningan ruangan.Waktu terus berjalan,


Detik...


Menit...


Jam...


Jari jari tangannya menari dengan cepat pada keyboard.Mata indahnya yang terbingkai kacamata menatap fokus layar komputer.Namun tiba tiba jari jari itu berhenti,Nayla menegakkan duduknya dan menarik tangannya keatas.


"Hahhh...tiba tiba jadi buntu begini."Nayla bergumam.Wajahnya terlihat memikirkan sesuatu.Dia pun menyandarkan punggungnya dan melipat tangannya,matanya menerawang


"Akhir pekan ya,,,kurasa tak akan buruk jika aku pergi dengannya,lagi pula aku juga ingin mencari buku,aku hanya perlu menemaninya setelah berhasil mendapatkan buku yang kuinginkan.Anehnya aku tak keberatan sama sekali dan entah kenapa aku merasa santai ketika berbicara dengannya,padahal aku belum lama mengenalnya,"gumamnya heran.


"Dia juga baik,kurasa."gumamnya lagi.matanya melirik kearah jam yang ada dimeja kerjanya.


"Sudah sesiang ini rupanya."Nayla berkata pada dirinya sendiri sembari meraih kopinya lagi.Bunyi ponsel menarik perhatian Nayla,sedikit heran siapa yang mengirim pesan padanya karena dalam pikirannya Rose tak mungkin menganggunya ketika dia baru pulang dari rumah sakit tadi malam.Rose lebih ke menunggu dirinya yang menghubunginya terlebih dulu.di dorong rasa penasaran,Nayla meraih ponselnya.


"Roy...?"gumam Nayla ketika melihat layar ponselnya dan segera membukanya.


🗨Siang Nay,,,Semoa harimu menyenangkan....🗨


Nayla tersenyum setelah membaca pesan dari Rory.


"Dasar,,"gumamnya pelan,lalu membalas pesan Rory.


💬Hai Roy,,Semoga harimu pun tak kalah menyenangkan dariku.💬


Awalnya Nayla berniat meletakkan ponselnya dan pergi untuk membuat makan siang untuk dirinya sendiri,namun niat itu tertunda ketika Rory membalas cepat pesannya,dan berakhir dengan saling berkirim pesan satu sama lain.


🗨Woww,,aku sempat berfikir kamu tak membalas pesanku.🗨


💬Itu kasar.. :( kelihatannya aku mendapatkan satu poin buruk💬


🗨Maafkan aku,,aku hanya bercanda.Aku tak bermaksud begitu.🗨


💬Dan aku tau itu. :D💬


🗨Kau sangat tau cara membuat seseorang terkena serangan jantung tiba tiba Nay..🗨


💬Percayalah..kau bukan orang pertama yang mengatakan itu padaku.💬


🗨Hahaha...Benarkah??Entah kenapa aku tak terkejut..🗨


🗨Omong omong..Apa yang sedang kau lakukan Nay?🗨


💬Bekerja tentu saja,apa lagi yang bisa kulakukan?Bagaimana dengan mu Roy?💬


🗨Oh,,benar juga,apakah aku menganggumu?..aku akan memberikan jawaban yang sama untukmu🗨


💬Tidak sama sekali.jika ingatanku benar,kau belum memberitauku apa pekerjaanmu💬


🗨Woww..ingatanmu bekerja dengan sangat baik,aku memang belum mengatakannya.Aku akan menjawabnya saat pertemuan kita nanti🗨

__ADS_1


💬Oh ayolah,,kau hanya ingin membalasku bukan?💬


🗨Benar,,haha.🗨


💬Oke,,Deal💬


Dan begitulah awal kedekatan mereka dimana hal itu terus berlanjut....


Saling sapa melaui pesanpun beberapa kali terjadi diantara mereka.Saling bertanya tentang keseharian mereka,dan apa yang sedang mereka kerjakan seoalah menjadi rutinitas yang terjadi begitu saja.Tak jarang Rory menelepon Nayla pada malam hari ketika berhasil muncuri waktu diantara kesibukannya.Hal yang sama pun dilakukan Nayla menanggapi Rory dengan cepat disela kesibukannya.


Hingga tanpa terasa,hari Festival pun tiba.Drama panjang bahkan terjadi tepat sebelum Nayla berangkat ketempat Festival diadakan.Ketika Nayla harus kekantor karena beberapa pekerjaan sekaligus


Rose dengan jahil dan senyum puasnya memberikan beberapa tiket yang berbeda.


"Apa apaan ini???protes Nayla saat Rose menyodorkan lembaran tiket padanya.


"Aku ingin kamu bersenang senang,setidaknya sebelum aku berangkat."jawab Rose santai.


"Dan kau menyuruhku bersenang senang dengan tiket tiket itu sendirian?kau gila."protesnya lagi.


"Ahh..ayolah.kapan terakhir kali kamu bersenang senang?Adrian bahkan membantuku untuk mendapatkan tiket tiket itu."Rose tersenyum lebar sementara Adrian terkekeh melihat apa yang dilakukan Rose.


"Dann...kau tau,dia juga bertanya pada temannya yang menjaga stand buku disana.Dia bilang disana akan ada buku keluaran pertama dari penulis idolamu."seringai kecil muncul dari sudut bibir Rose.


Nayla praktis berdiri dengan antusis di wajahnya.


"kau yakin?"tanya Nayla.


"Sangat yakin."jawab Rose enteng.


"Oke..jika aku tak mendapatkan bukunya,entah bagaimana caranya kau yang harus mendapatkannya untukku."kata Nayla menuntut.


'Laksanakan."Rose mengedipkan mata ."Sekarang pergilah.pekerjaanmu,aku yang akan menyelesaikannya."kata Rose penuh perhatian.


"Hei...."Rose berseru


Sebelum Rose sempat protes,Nayla meyambar semua tiket yang diberikan Rose dan pergi begitu saja sambil melambaikan tangan.


BLAAMM....


Pintu tertutup dibelakang Nayla.Terenyum dan mengelengkan kepalanya,Rose kemudian duduk disofa dan bersandar.


"Aku penasaran,sebenarnya buku apa yang ingin dicari nona Nayla sampai seperti itu?padahal nona sendiri menciptakan buku yang luar biasa."kata Adrian memecah keheningan.


"Bukankah kamu menanyakan buku itu pada temanmu?dan tadi kau juga mendengar aku mengatakan padanya bukan?"tanya Rose menaikan aisnya.


"J-j-jadi maksudmu buku karya Sir Arthur Conan Doyle????"Adrian membelalakan matanya tak percaya.


"Binggo..."Rose terkekeh dengan reaksi Adrian."Terkejut?"tanya Rose.


"SANGGAT"Adrian menjawab tanpa sadar sedikit menekannkan suaranya.


Rose tidak bisa menahan tawa.Sangatlah disa dimengerti jika Adrian terkejut.Karya Nayla tak ada satupun yang berisi tentang misteri,tapi Nayla justru mengilai buku itu.Tersadar akan reaksinya saat Rose tertawa,Adrian berkata dengan gugup.


"M-m-maaf..aku tak bermaksud..."Adrian mengantung kalimatnya tak tau apa yang harus dikatakan.


"Tenang..reaksimu masih normal.jangan tegang begitu.Dia juga tidak akan mengigitmu."kata Rose disela tawanya.


"Rose...."Adrian megeluh,wajahnya meringis seperti menahan sakit.


"Oke oke,,,aku serius,santai saja.kenapa kau masih kaku sekali dengannya?kau bahkan tak melakukan kesalahan padanya,tapi sudah sepeti baru saja keluar dari ruang operasi."kata Rose berusaha menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Aku hanya masih canggung pada nona"bela Adrian.


"Sejujurnya aku juga SANGAT terkejut saat mengetahui ini.Terasa seperti bukan DIA."ungkap Rose.


Adrian tersenyum terpaksa,sedangkan Rose tersenyum geli melihat Adrian.


Sementara itu,Nayla berjalan santai menuju tempat parkirnya untuk menuju mobilnya.Dalam benaknya,dia akan segera pulang dan bersiap untuk pergi ke acara festival bersama Rory dan mendapatkan buku yang dia cari selama ini.


Dengan senandung ringan,nayla menjalankan mobilnya menuju apartemennya.Dann disini dia berada saat ini


Nayla mematut dirinya didepan cermin.Matanya menelusuri wajah dan rambutnya.Riasan tipis terpoles diwajahnya yang putih mulus.Warna peach membingkai bibirnya memberikan kesan segar.Rambut coklat lurusnya yang dia ikat menjadi satu dibelakang menyisakan poni panjang yang menjutai disudut pipinya menambah kesan manis dan elegan dari wajahnya.


Matanya pun beralih pada pakaiannya.Dress selutut lengan panjang ditambah dengan lapisan long coat coklat dan boots selutut yang membungkus kakinya.Tak lupa,dia menyampirkan tas dibahu kirinya.Dia pun meninggalkan apartemennya untuk menuju ketempat festival.


Nayla tertegun melihat sopir yang telah siap dengan mobilnya tengah menunggu dirinya.tak menyangka Rory benar benar menjalankan niatnya.Ingatannya pun kembali dimana saat dia dan Rory berdebat.


...


"Aku akan menjemputmu besok jam 5 sore."kata Rory ditelepon malam itu.


"Aku menolak.lagi pula aku bisa membawa mobil sendiri Roy."kata Nayla.


"Tidak bisa,,aku tidak bisa membiarkanmu mengendarai mobil sendiri."jawab Rory.


"Oh..ayolah...tangan dan kakiku baik baik saja."kata Nayla bersikeras.


"Aku sangat tau hal itu.Tapi apa yang salah dengan aku menjemputmu?"tanya Rory ingin tau.


"Tak ada yang salah sebenarnya,,hanya saja aku..."kalimat Nayla terpotong oleh keputusan Rory yang tak bisa dibantah lagi.


"Kalau begitu,,beri aku kehormatan untuk mengirim sopir untukmu.Dia akan disana saat kau keluar dari apartemenmu.dan aku tak meerima penolakan lagi.Sampai bertemu lagi Nay."Rory memutuskan teleponya setelah berkata tanpa memberi Nayla kesempatan menjawab.


Nayla menghela nafas panjang mengingat kejadian itu lalu mengamati sopir yang menghampirinya dengan senyum ramah dibibirnya.


"Selamat sore nona,saya sopir yang dikirim tuan Rory untuk menjemput nona."katanya sopan sambil sedikit membungkukan badannya."mari nona"ujarnya sopan


"Terima kasih"balas Nayla ramah.sopir itu tersenyum dengan anggukan kepala.


Sopir itu berjalan memimpin didepan Nayla dan membukakan pintu mobil untuknya begitu tiba didekat mobil.Nayla tersenyum ramah lalu masuk kedalam mobil yang segera ditutup dengan hati hati setelah memastikan Nayla duduk.Sopir itu segera mengitari mobil dan duduk dibelakang kemudi.


Mobil meluncur dengan perlahan menembus kesibukan kota.


Beberapa menit kemudian,laju mobil melambat dan memasuki kawasan festival yang masih cukup lenggang.Mobilpun berhenti.


"Mohon tunggu sebentar nona"pinta sang sopir ramah saat Nayla berniat keluar.


"Ada apa?"tanya Nayla heran.


Alih alih menjawab,sang sopir turun dan dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Nayla.


"Silahkan nona"kata sopir itu pelan.


"Anda tidak seharusnya melakukan ini pak,"kata Nayla setelah keluar.


"Saya hanya menjalankan perintah nona"jawabnya ramah.


"Terima kasih."kata Nayla pada akhirnya.


'Awas saja kamu Roy,kau harus menjelaskan ini'pikir Nayla.


Sopir itu mengangguk lalu pamit dan pergi meninggalkan Nayla.

__ADS_1


Setelah mobil itu hilang dari pandangannya,Nayla berbalik dan menyadari Rory tengah berdiri tak jauh dari gerbang masuk melambai padanya.


__ADS_2