
Tringgg...Tringgg...Tringgg
Bel pertanda jam mata kuliah telah berakhir tiba merupakan waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh semua mahasiswa tanpa terkecuali. Hari-hari berjalan seperti biasanya bangun pagi dan pergi ke sekolah lalu kembali pulang ke rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya.
Itulah yang selalu di lalui oleh gadis remaja yang satu ini tak pernah ada kegiatan baru apapun yang datang menghampirinya bukan karena tidak ada tapi lebih tepatnya tidak ada yang dapat menarik perhatiannya untuk melakukan hal tersebut. Jennifer gadis cantik yang selalu mengurung diri di dalam kamar mungilnya itu dengan ukuran 6 cm x 6 cm cukup luas jika hanya untuk satu orang gadis mungil yang tinggal di dalamnya, di dalam nya begitu indah lengkap dengan segala macam kebutuhan yang diperlukan gadis itu mulai dari lemari, kasur, tv, laptop, meja rias, meja belajar, dan beberapa keperluan lainnya kamar Jennifer berada di lantai paling atas atau tepatnya di lantai 59 dengan lantai 60 sebagai lantai teratas atau biasa di sebut dengan loteng, dan tempat itu adalah tempat yang paling di sukai Jennifer jika ia bosan berada di dalam kamar lebib tepatnya apartemennya itu karena Jennifer semenjak masuk kuliah ia hanya tinggal sendiri di apartemen tanpa orang tua dan teman-temannya demi memasuki Universitas terbaik itu ia harus menjadi gadis yang mandiri ia yakin bahwa hidupnya akan menjadi lebih bermakna dari hari-hari sebelumnya. Itu juga karena ia tak pernah bisa melupakanbsbangan-kenangan saat ia bersama David dahulu.
"Huh!" keluh Jennifer,
"Apakah ada hari-hari yang menyenangkan di sini, kenapa begitu menyebalkan tinggal sendiri di dalam apartemen yang begitu luasnya, oh sungguh menyebalkan." Begitu kata hatinya
Brakkk
Seorang gadis remaja baru saja menabrak tubuh Jennifer hingga membuat mereka berdua jatuh tersungkur di lantai, dengan sigap si gadis meminta maaf karena kelalaian nya dalam berjalan.
"Oh so sory, aku tidak sengaja menabrakmu, sungguh aku tidak melihat saat berjalan, apakah kamu baik-baik saja? " Tanya sang gadis itu sedikit khawatir,
" Oh no problem, aku juga tidak hati-hati saat berjalan jadi itu bukan salahmu" balas Jennifer dengan senyum ramahnya
"Oh ya sepertinya aku baru melihatmu apakah kamu baru pindah?, tanya Jennifer kepada gadis itu
"Iya benar sekali, aku baru pindah ke sini aku akan tinggal di lantai 59 apartemen 205, apakah kamu juga tinggal di sini?, begitu ucapnya tak sungkan-sungkan
"Wah kebetulan sekali aku juga tinggal disini dan tepat tinggal di sebelah apartemenmu, oh aku lupa memperkenalkan diri, aku Jennifer Mackenzie dan kamu bisa memanggilku Jennifer!" Jennifer memperkenalkan dirinya kepada gadis yang akan menjadi tetangga nya itu, oh betapa bahagianya Jennifer setelah tau dirinya akan memiliki tetangga baru yang ramah dan lucu ini,
"Ah ternyata kita akan menjadi tetangga:), oh iya aku Malvia Naomi kamu bisa memanggilku Naomi!", dengan nada yang kegirangan karena dapat bertemu dengan tetangga yang ramah seperti jennifer.
__ADS_1
"Haha nama yang bagus Naomi", puji Jennifer
"Kamu terlalu memuji Jennifer, bahkan namamu lebih indah dari namaku",gurauan mulai terucap dari mulut mereka berdua
"Aku akan menemanimu ke apartemen mu Naomi, bolehkah?" tanya Jennifer
"Tentu saja boleh, ayo kita jalan", ajak Naomi
"Terima kasih, Naomi"
"Hah kamu, kita akan menjadi tetangga masih saja begitu sungkan"
tingg
Suara pintu lif terbuka dan mereka berdua masuk ke dalamnya dan menekan angka 59 di mana apartemen yang akan merwka tuhu berada.
" Yah betul sekali, aku akan tinggal sendiri di sini karena aku mulai kuliah di Universitas St Adwen jadi aku harus terbiasa tinggal sendiri, kamu sendiri apakah hanya ada kamu di apartemen?, Naomi kembali bertanya
"Jadi kamu juga kuliah di situ kebetukan sekali aku juga baru masuk di universitas itu, studi apa yang kamu ambil? Ya aku juga hanya tinggal sendiri orang tuaku di luar negeri mereka menyuruhku untuk hidup mandiri tapi ini juga merupakan pilihan ku karena setelah masuk kuliah aku harus menjadi anak yang mandiri"
"Waw amazing bahkan kita satu universitas, aku hanya mengambik study bagian desaign, akhirnya aku memiliki teman bahkan tetangga ku sendiri betapa senangnya aku, itu pilihan yang bijak Jennifer kamu pasti bisa menjadi mandiri dan menjadi anak yang hebat yang akan membanggakan orang tuamu, kelak aku akan menemanimu jadi kita akan bersama-sama mengahadapinya"
"Sayang sekali kita harus beda bidang study, tapi aku senang sekali bisa mendapatkan teman sepertimu yang bisa mengerti dengan keadaanku, aku sangat berterima kasih padamu Naomi karena sudah mau menemani hari-hariku kedepannya"
"Tuh kan kamu sungkan lagi, karena kelak kita adalah teman sudah pasti aku akan menemanimu Jenni"
__ADS_1
Jennifer terlihat sangat bahagia mendengar ucapan Naomi karena setelah hari ini dia tidak akan kesepian lagi seperti sebelumnya, mereka telah sampai di lantai 59 dan dengan segera menuju apartemen Naomi yang berada tepat disebelah apartemen Jennifer.
"Silahkan masuk Janni, apakah kamu tidak lelah hanya dengan memandang aku seperti itu" canda Naomi
"Haha tidak tidak aku senang memandangmu wajahmu lucu Naomi, dan matamu indah"
"Wah wah apakah kamu sedang merayuku Jenni, aku masih normal dan aku menyukai lawan jenis bukan sejenis" mereka tertawa dengan girang
"Bahkan sepertinya aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama padamu Naomi", kembali Jennifer membuat mereka tertawa
"Ah aku rasa kita akan menjadi musuh jika kamu seperti itu", balas Naomi
"Haha tidak tidak aku hanya bercanda",
"Kamu istirahatlah dengan baik Naomi kamu pasti capek diperjalanan karena baru pindah, aku akan pulang ke apaertemenku dan nanti kita akan bertemu lagi untuk melanjutkan hal yang belum tuntas", kedip mata Jennifer
"Kamu ya Jenni tidak habis-habisnya menggoda aku, baiklah aku akan istirahat dan kamu pulanglah dulu aku akan tidur sebentar, baiklah baiklah Jenni", ucap Naomi sambil merebahkan dirinya di atas kasur.
Jennifer meng iyakan perkataan Naomi dan pergi meninggalkannya agar Naomi dapat istirahat dengan tenang karena pasti sangat melelahkan di dalam perjalanannya.
Jennifer kembali ke apartemen nya dengan suasana hati yang baru dan dia benar-benar merasa bahagia hari ini karena dapat bertemu teman yang selera humornya sama bahkan dapat di ajak berdiskusi dengan baik, bahkan dia lupa bahwa satu jam sebelumnya dia mengeluh kesahkan hidupnya yang sepi tanpa teman dan terus teringan akan kenangan bersama David mantan pacarnya yang sangat ia sayangi bahkan Jennifer selalu menjaga hati dan tak pernah sekalipun berpikiran untuk mencari laki-laki lain lagi..
_________________🎉🎉🎉🎉________________
Terima kasih yang sudah mau membaca novel pertama author, dan jangan lupa tinggalkan komentar agar author tau dimana kesalahan agar authot dapat memperbaikinya ya...
__ADS_1
Next episode:)..