
Nayla kecil yang saat itu berusia 5tahun dan biasa di panggil Louise oleh sang kakak tengah berlari dengan mata sembab dan pipi yang membengkak.Beberapa kali tangan kecilnya mengusap air mata yang mengalir.Dia hanya memiliki satu tujuan di pikirannya 'Perpustakaan' untuk bersembunyi.
Berhasil menyelinap kedalam perpustakaan,Louise bersembunyi di antara rak buku yang memiliki sisa ruang kecil dan sangat cukup untuk tubuhnya.Memeluk lututnya sendiri lalu menutup telinganya,Louise menunduk dengan dahi yng menempel dilututnya.Menangis tanpa suara.
"Louise..."
"Louise.."
Sebuah suara dua anak laki laki memanggil namanya dengan rasa khawatir.Namun hal itu justu membuat tubuhnya gemetar dan tangisnya semakin menjadi.
"Kau cari disana.Aku akan ke sana."katanya memberi perintah.
"Ada apa ini.."suara wanita paruh baya yang baru saja keluar dari balik pintu menatap dua bocah yang membuat gaduh.
"Nicholas..Chris"wanita paruh baya itu berkacak pinggang.
"Maaf bibi Goldie..kami tak bermaksud membuat keributan."kata Nick."Kami mencari Louise."tambahnya.
"Louise pasti sembunyi disini"timpal Chris.
"Apa yang terjadi?"tanya Goldie.
"Mama dan papa bertengkar lagi,dan mereka melampiaskan kemarahan pada Louise.Masalahnya itu terjadi saat aku belum pulang sekolah."kata Nick.
"Ya Tuhan.."Goldie menutup mulutnya."Kalau begitu dia pasti sembunyi disini,bibi akan bantu cari."kata Goldie panik.
Nick dan Chris mengangguk dan mulai berpencar di perpustakaan.Nick dan Chris yang masih mengenakan pakaian sekolah tidak memperdulikan tentang pakaian kotor mereka.
"Louise.."panggil Nick."Ini kakak,kamu dimana?tolong keluarlah."Nick terus mencari sedikit menaikkan suara ketika memanggil dan matanya melihat mengelilingi tiap sudut perpustakaan.
Louise menutup telinganya dan terisak.Mengigit lidahnya agar tak menimbulkan suara dan menyembunyikan wajahnya.
Perlahan,sebuah tangan mencengkram pergelangan tangannya untuk menjauhkan dari telinga yang dia tutup sejak tadi.Louise bersiap memberontak ketika sebuah suara lembut membuatnya menoleh.
"Ini kakak Louise.Jangan takut,kakak disini."kata Nick lembut berusaha menarik adiknya dari ruang sempit yang dia gunakan untuk bersembunyi.
"Apa kamu juga akan takut pada kakak?"tanya Nick tersenyum.
Menggeleng pelan,Louise akhirnya menurut untuk keluar dan memeluk erat Nick dengan tubuh masih gemetar.
"Kita obati luka mu dulu ya?"bujuk Nick lembut mengusap kepala Louise yang mengangguk pelan.
"Ahh..Syukurlah Louise ketemu."desah Chris lega."Bibi..Louise di sini"seru Chris.
"Bawa kemari,bibi akan buatkan coklat hangat."bibi membalas seruan Chris dibalik deretan rak buku.
"Apa kita akan pulang kak?"tanya Louise mendongak menatap Nick.
Mengusap lembut kepala Louise,Nick menggeleng dan tersenyum.Sebelum Nick menjawab,Chris sudah lebih dulu membuka suara.
"Kamu menginap dirumah ku.Bagaimana menurutmu?"tanya Chris tersenyum lebar pada Louise mencoba mengurangi rasa takut yang masih tertinggal diwajahnya.
__ADS_1
Louise menoleh sesaat ke arah Chris,lalu beralih ke wajah Nick lagi meminta jawaban.Nick tersenyum lalu mengangguk.
"Kakak tau kamu belum ingin pulang."kata Nick lembut.
"Aku akan sedih jika kamu mengatakan tidak Louise."kata Chris memasang wajah memelas..
Louise terkikik pelan dan mengangguk yang membuat Chris bersorak dan mengendong tubuh Louise dengan hati hati menyadari ada luka ditubuhnya.
"Tapi sebelum itu,kita obati dulu lukamu.oke?"kata Chris.
'Aku ngak bisa terus seperti ini.Usiaku masih kurang jika aku ingin mengasuh Louise.Tapi jika aku bisa bekerja dan menghasilkan uang,aku bisa mengambilnya untuk ku jaga sendiri.Aku ngak peduli lagi jika papa dan mama bercerai,tapi aku ngak akan membiarkan Louise ikut salah satu dari mereka.' pikir Nick.
Bibi Goldie sudah menyiapkan wadah berisi air hangat dan haduk kecil serta beberapa obat di ruang pribadinya.
Dengan lembut Chris membersihkan tubuh Louise setelah berhasil merebut handuk kecil itu dari tangan Nick.Bersikeras ingin mengobati Louise.Sementara Nick hanya mengelengkan kepalanya melihat sahabatnya sangat menyayangi Louise.
"Bagaimana bisa mereka melakukan ini pada Louise?"tanya Goldie pelan pada Nick yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Aku hanya mendengar pertengkaran papa dan mama.Mereka mengatakan akan bercerai dan saling melempar tanggung jawab untuk merawat kami.Tapi setelah aku mendengar mereka berteriak dan saling melempar kesalahan kalau mereka memukuli Louise hingga Louise lari,Aku langsung mengejarnya."kata Nick.
"Dan Chris juga mendengar semua itu?"tanya Goldie.
"Ya..Kami berencana membawa Louise jalan jalan setelah sampai rumah,tapi kami justru mendengar pertengkaran itu."desah Nick.
"Apa kamu akan menjelaskan ini pada Louise?"tanya Goldie.
"Tidak akan.Dan aku juga tidak akan membiarkan Louise ikut mereka."kata Nick tegas.
"Terima kasih banyak Bibi.Aku akan bekerja keras untuk itu.Aku tak perlu melanjutkan sekolaku.Karena aku tak yakin mereka akan meninggalkan sesuatu untuk kami."kata Nick.
Goldie mengangguk mengerti posisi yang dialami Nick lalu mengarahkan pandangannya pada Louise yang sedang bercanda bersama Chris setelah proses mengobati selesai dan tersenyum sedih.
'Bagaimana bisa anak seusia mereka mengalami ini?Selama ini aku hanya bisa membantu sedikit untuk mereka.Tapi sekarang aku sudah tak bisa diam lagi.Mereka sudah terlalu sering melakukan kekerasan.Dan jika benar mereka bercerai,mereka tak pantas membawa Nick dan Louise.'Goldie bekata dalam hati.
"Baiklah..baiklah...Sekarang minum coklat hangat nya."kata Goldie menghentikan candaan Chris dan Louise.
"Bibi baik sekali."kata Louise menerima gelas dari Goldie lalu meminum perlahan.
"Kamu manis sekali.Apakah bibi lebih baik dari kakakmu?"tanya Goldie tersenyum membelai rambutnya.
"Kalau dibandingkan dengan kak Nick,coklat buatan bibi lebih enak dari buatan kakak"jawab Louise polos.
"Eehh...Begitu ya?Jadi kakak tidak perlu lagi membuat coklat panas untukmu?"kata Nick melipat tangannya pura pura marah.
"Kak Nick masih yang terbaik kok."ralat Louise tersenyum lalu berlari memeluk Nick.
"Ehh,,,Pengkhianat..tadi kamu bilang kalau aku yang terbaik."protes Chris.
"Kak Chris yang nomor dua."jawab Louise.
"Mana bisa begitu.Aku ngak mau nomor dua."kata Chris lagi mendekati Louise.
__ADS_1
"Ngak boleh dong.Kak Chris ngak akan bisa ngalahin kak Nick."jawab Louise lagi menjulurkan lidahnya.
"Ehhh..Ngledek yaa.?"kata Chris mengacak acak rambut Louise.
"Aaahhh...kak Chriss..."protes Louise memasang wajah cemberut.
Hal itu justru membuat mereka serentak tertawa,mau tak mau Louise ikut tertawa.Melupakan apa yang baru saja dia dialami.
Mereka pun berpamitan dangan bibi Golde untuk pulang kerumah Chris seperti yang dikatakan tadi.
Kedatangan Nick disambut hangat oleh orang tua Chris,bahkan diperlakukan seperti anak sendiri.Mereka yang sangat mengerti kondisi Nick dari cerita yang mereka dengar dari Chris,tidak menanyakan apapun untuk menjaga perasaannya.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan Nick?"tanya Chris.
Nick terdiam sesaat,tangannya mengusap kepala adiknya yang tertidur di pangkuannya dikamar Chris.
"Aku akan mencoba mencari pekerjaan yang bisa aku lakukan."jawab Nick.
"Tawaranku masih berlaku tentang kamu tinggal di sini."kata Chris."Lagi pula papa mama ku tak keberatan,aku sudah berbicara dengan mereka."kata Chris lagi.
"Terima kasih Chris,tapi aku tak bisa jika aku harus tinggal di sini."jawab Nick.
"Setidaknya pikirkan dia"kata Chris menatap Louise yang tertidur pulas."Dia masih terlalu kecil."tambahnya.
"Setidaknya itu lebih baik dari melihat pertengkaran setiap hari.Aku juga lebih bisa memastikan di tak lagi diperlakukan kasar."jawab Nick.
"Bukankah di sini justru lebih aman untuknya?papa mama ku bisa menjaganya."tanya Chris.
"Memang benar.Tapi apa kamu lupa bagaimana dia?Dia mungkin berusia 5tahun,tapi dia memiliki ketajaman perasaan melebihi anak anak seusianya.Aku bahkan tak bisa berbohong didepannya."kata Nick.
"Benar juga.Louise salalu tau ketika seseorang berbohong padanya.Dan dia akan bersikap pura pura percaya dengan kebohongan itu."kata Chris seraya menyelimuti Louise.
"Aku hanya perlu bertambah dua tahun lagi agar aku bisa sepenuhnya mendapatkan hak untuk mengasuhnya.Aku tidak mungkin mengirimnya ke panti asuhan.Jadi satu satunya cara adalah aku mencari pekerjaan apapun yang bisa kulakukan untuk menghasilkan uang."kata Nick.
"Aku akan berusaha membantumu Nick."kata Chris."Kamu bukan hanya sahabatku,tapi kamu saudaraku,dan Louise adikku."kata Chris tulus.
"Terima kasih banyak Chris."kata Nick.
Chris mengangguk dan tersenyum.Mereka pun membaringkan badan mereka.Nick dengan hati hati mengeser kepala Louise ke bantal,sementara Chris membetulkan posisi selimut yang menutupi Louise.
Mereka pun akhirnya terlelap dengan Louise berada diantara mereka.
Namun,tidur mereka tak bertahan lama.Ketika tengah malam,Nick dan Chris terbangun secara bersamaan.Mereka serentak menatap Louise yang entah bagaimana telah mengenggam jari tangan mereka dimasing masing tangannya.Mengenggam erat jari tangan mereka dengan gemetar.
"Sshhh..Sshh..Louise.."Nick menepuk lembut pipi adiknya.
Wajah Nick berubah panik dan segera menegakkan badannya.Merasakan badan Louise panas.
"Ya tuhan...Louise..Hei..Louise.."Nick mencoba membangunkan adiknya namun tak berhasil.Chris ikut meletakkan tangannya didahi Louise dan terkejut dengan panas tubuh Louise.
Nick menarik tubuh Louise agar bersandar dipunggungnya dan mulai mengendongnya untuk membawa Louise ke rumah sakit di ikuti Chris dibelakangnya.
__ADS_1
...****************...