LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
35.Masa Lalu 2


__ADS_3

Louise mengeliat di pagi hari.Matanya mengerjap merasakan suasana berbeda ketika dia mulai tidur saat malam.Merasakan genggaman lembut dikedua tangannya,Louise menoleh dan melihat Nick juga Chris tertidur mengenggam kedua tangannya di sisi yang berbeda dengan posisi duduk sementara kepala mereka berada diatas ranjang tempat dirinya terbaring.Satu tangannya terpasang infus.


Dengan gerakan pelan,Louise bangun dan mencoba menarik tangan yang di gengam Chris sepelan mungkin tanpa membangunkan dia dari tidur.


Namun,gerakan halusnya justru membangunkan Chris.


"Louise kamu sudah bangu.."kalimat Chris terhenti saat tangan Louise menutup mulutnya.


"Sstt..nanti kak Nick bangun."bisik Louise.


"Jadi,kamu hati hati menarik tanganmu agar aku tak bangun?"tanya Chris berbisik.


"Iya..kak Chris kelihatannya capek."jawab Louise dengan suara pelan.


"Dasar.."kata Chris mengetuk pelan hidung Louise.


"Ini dimana kak?"tanya Louise masih berbisik.


"Jika kamu berfikir aku tak akan mendengarmu,maka jangan mengobrol di sini Louise."suara Nick menyala obrolan mereka.


Mereka berdua terkejut dan secara bersamaan menoleh kearah Nick yang membuka matanya.


"Kamu sudah tidak apa apa kan?"tanya Nick khawatir.


Tangannya terulur menyentuh dahi Louise dengan punggung tangannya,lalu mendesah lega.


"Kamu benar benar menakuti kakak."kata Nick memeluk adiknya pelan.


"Aku emang kenapa sih kak?terus ini dimana?Kok tangan Louise ada ini?agak sakit"tanya Louise mengangkat tangannya yang terpasang infus.


"Kalau nanya itu satu satu.jangan seperti kereta yang ngak ada rem nya."kata Chris menarik hidung Louise.


"Aahh...kak Chris kenapa sih suka banget ganggu hidungku."sungut Louise."Dan lagi,kata siapa kereta ngak punya rem.Kereta ada rem nya kok.Kalau ngak ada rem ngak ada yang namanya pemberhentian darurat dong."kata Louise membuat Chris menepuk dahinya.


"Aku kalah telak jika berhadapan dengan orang yang selalu makan buku diperpustakaan."kata Chris tertawa.


"Buku kan bagus,iya kan kak Nick?"tanya Louise mencari dukungan.


Sebelum Nick sempat menjawab,ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka.Seorang dokter dengan suster dibelakangnya melangkah masuk dengan senyum lembut mereka.


"Wah wah..sepertinya kamu di jaga sangat baik yaa?Kamu sudah terlihat ceria."sapa Dokter pada Louise.


"Kok aku bisa di rumah sakit sih kak?"tanya Louise pada Nick."Emang aku sakit?"tanya nya lagi.


"Jadi apa yang kamu ingat?"tanya Dokter.


"Emmm..Aku tadi malam tidur di pangkuan kak Nick kok.kapan aku sakit?"tanya Louise menatap Dokter.


"Sebelum itu,apakah kamu membolehkan Dokter ini memeriksa tubuhmu dulu manis?"tanya Dokter lembut.


"Boleh,tapi lepasin ini dulu."kata Louise menunjuk infusnya lagi.


"Akan dokter lepas setelah tau kondisimu dulu.gimana?"tanya Dokter tersenyum.


"Janji.?"Louise berkata dengan menyodorkan kelingkingnya dan disambut dengan ramah oleh Dokter.


Dokter pun memeriksa kondisi Louise dan mengatakan sesuatu kepada suster yang segera mencatatnya.Dokter itu kembali tersenyum setelah pemeriksaan selesai dan menepati janjinya melepaskan infus ditangan Louise.


"Dia sudah tidak apa apa,dan bisa pulang setelah meminum obat yang disiapkan."kata Dokter tersenyum pada Nick dan Chris bergantian.


"Terima kasih Dokter."kata Nick.


Dokter itu pergi meninggalkan mereka.Louise kembali menatap Nick meminta jawaban.Sedangkan Nick justru menatap Chris sebelum berlari keluar.


"Kakak..."panggil Louise hendak mengejar Nick namun ditahan Chris.


"Dia cuma ke toilet Louise."kata Chris.


"Itu yang selalu kak Chris katakan ketika kakak berbohong."jawab Louise.


"Oke,,oke.."Chris angkat tangan."akan kukatakan.Nick hanya menemui dokter tadi memastikan keadaanmu.kamu demam tinggi semalam,dan itu membuat kami sangat khawatir,terlebih Nick.Dia hampir tidak tidur menjagamu semalaman."kata Chris.


Louise menunduk merasa bersalah.Melihat hal itu,Chris mengangkat dagu Louise dengan lembut dan mengarahkan agar menatapnya.


"Alasan aku dan Nick berbohong karena kami tak mau melihatmu seperti ini.Jika kamu sedih seperti ini,itu juga membuatku sedih.Lalu kalau kakakmu yang melihat ini,menurut Louise apa yang akan dirasakan Nick?"kata Chris lembut.


"Kamu cerdas Louise.dan kamu juga pandai membaca perasaan orang yang ada disekitarmu.Kamu bisa memahami dengan cepat apa yang dikatakan orang lain dan apa yang tejadi disekitarmu.Jadi aku yakin kamu tau bagaimana reaksinya kalau kamu sepeti ini."kata Chris pelan dan mengusap kepala Louise lembut.

__ADS_1


"Lagi pula,kamu punya dua kakak hebat disini."kata Chris lagi tersenyum lebar.


Louise pun tertawa.Tak lama kemudian,Nick kembali diikuti perawat yang membawa makanan beserta obat untuk Louise.Setelah meletakkan makanan,perawat itu pergi.


"Sekarang kamu makan dulu."kata Nick.


"Kakak juga belum makan kan?"tanya Louise.


"Kakak akan makan setelah ini.Sekarang kamu dulu yang makan dan minum obatnya"kata Nick tersenyum.


"Terus kita bisa pulang?"tanya Louise.


Nick mengangguk meyakinkan dan mulai menyuapi Louise dengan penuh kasih sayang.Saat makanannya berkurang setengah,Louise meminta berhenti.


"Makanlah lebih banyak Louise."pinta Nick lembut.


"Aku beneran kenyak kakak."jawab Louise.


"Tapi kamu makan sedikit sekali."kata Nick lagi."Atau kamu mau makan yang lain?"tanya Nick.


"Tidak kakak,aku beneran kenyang."jawab Louise.


"Baiklah.."desah Nick."Minum obatnya ya"pinta Nick lagi yang segera dijawab dengan anggukan kepala.


Beberapa saat setelah minum obat,Louise tertidur.Chris menyelimuti Louise dan menarik Nick menjauh dari ranjang.


"Jadi...Apa yang dikatakkan dokter?"tanya Chris tidak sabar.


"Dia memiliki kondisi tubuh yang kapan saja bisa menurun sacara drastis tiba tiba.Demam tinggi semalm adalah salah satu gejalanya."jelas Nick.


"Tapi itu bisa disembuhkan bukan?"tanya Chris.


"Hal yang bisa dilahkukan adalah pencegahan.Ketika kondisinya menurun,dia hanya harus istirahat.Permasalahan di sini adalah Louise sangat keras kepala.Memaksanya juga bukan hal yang akan selalu berjalan baik."kata Nick.


"Jadi Dokter tadi sengaja melepaskan infus karena..."Chris menatap Nick yang mengangguk.


"Ya..karena kondisinya sudah membaik dan hanya perlu istirahat."jawab Nick.


"Aku hanya khawatir ketika aku tidak disisinya karena aku harus bekerja."desah Nick.


"Aku bisa menjaganya."jawab Chris.


Chris terdiam mengerti kemana arah kekhawatiran Nick.


"Bibi Goldie"seru mereka bersamaan


Mereka saling pandang lalu tertawa menyadari pikiran mereka sama.


"Louise tak akan bosan jika menunggu disana,dan bibi bisa mengawasinya."kata Chris.


"Ku harap bibi tak keberatan dengan ini."kata Nick.


"Tidak akan.Aku sangat yakin."jawab Chris.


Nick tersenyum dan mendesah pelan.


"Terima kasih banyak Chris,selain kamu menjadi sahabatku,kamu juga membantu ku menjaga adikku."kata Nick.


"Dia juga adikku.Jangan lupakan itu."kata Chris."dan satu lagi,aku akan berusaha keras agar menjadi dokter terbaik agar aku tidak hanya menjaganya tapi aku juga bisa merawatnya."kata Chris sungguh sungguh.


Mata nick berkaca kaca merasa terharu dengan ungkapan dan ketulusan Chris.


Merasa sudah waktunya pulang,Nick mengendong Louise yang masih tertidur pulas karena reaksi obat.


Chris meminta Nick untuk kembali menginap dirumahnya.Namun,Nick menolak dengan alasan harus menyelesaikan apa yang ada dirumah.


"Tidakkah lebih baik Louise kerumahku saja Nick?"bujuk Chris ketika mereka tiba di dekat jalan menuju rumah Nick.


"Terima kasih Chris.aku akan menemuimu setelah ini selesai."kata Nick meyakinkan.


"Baiklah."kata Chris mengalah lalu meminta sopir taksi untuk pergi meninggalkan Nick.


Tanpa sepengetahuan Nick,secara diam diam Chris mengikuti Nick setelah menyuruh sopir taksi berhenti dan pergi meninggalkannya.chris yang sangat mengkhawatirkan mereka berdua membuntuti mereka dengan menjaga jarak.


Ketika mereka mencapai rumah,pemandangan disana mengejutkan Chris.


Orang tua Nick bertengkar dan saling tunjuk.Ditangan mereka masing masig telah membawa koper besar.

__ADS_1


"Mereka anak anak mu.Sudah seharusnya mereka ikut denganmu."kata papa Nick.


"Mereka juga anakmu,jangan seenaknya melemparkan mereka padaku."jawab mama Nick.


"Aku sudah mengandung mereka,sekarang giliranmu yang merawat mereka."kata mama Nick lagi.


"Dan kau pikir aku tak ikut andil ketika kau mengandung mereka?"suara papa Nick meninggi.


Chris membelalakan mata melihat apa yang terjadi didepannya.Sementara Nick berdiri tak jauh dari orang tua mereka membelakangi Chris.


Chris ragu ragu untuk menghampiri Nick.Bukan karena takut,tapi lebih ke arah ingin menghargai Nick yang tadi sudah memintanya pergi.


"C U K U P..."suara Nick terdengar tegas dan menahan amarah.


Suara Nick menghentikan perdebatan mereka dan menoleh sesaat lalu membuang muka.


Chris yang tak pernah mendengar suara tegas yang baru saja dia dengar terus memperhatikan Nick yang masih mengendong Louise dipunggungnya.Tangannya mengepal dan bergetar.


"Tidakkah anda berdua malu telah membuat keributan disini?"tanya Nick dingin.


Orang tua Nick hanya diam dan mendengus kesal.


"Ohh,,Anda berdua tidak perlu khawatir.Saya tidak akan memilih untuk bersama salah satu dari anda TUAN DAN NYONYA."kata Nick menatap tajam pada mereka.


"Jaga sopan santun mu Nicholas."bentak papa Nick.


"Saya merasa telah menjaga sopan santun saya TUAN."balas Nick dingin.


"Dan saya akan mengatakan satu hal lagi,Louise juga tidak akan ikut siapapun selain saya."kata Nick lagi.


"Anda berdua bisa meninggalkan tempat ini tanpa suara."kata Nick.


"Berani sekali kau mengusirku."bentak mama Nick.


"Hanya menggusir anda saya mampu melakukannya.Jika anda tidak segera pergi,sayaakan lebih mampu lagi untuk melaporkan kalian atas tindakan kekerasan yang anda berdua lakukan pada kami."ancam Nick.


Ancaman Nick bekerja dan membuat mereka sedikit mengendurkan aaram mereka.


"Saya tidak akan mempermasalahkan jika kalian HANYA memukuli saya.Tapi anda sudah memukul adik saya."kata Nick.


"Bagii saya,kalian sekarang hanya orang asing TUAN,NYONYA. Jadi saya mohon tinggalkan tempat ini dengan tenang.Bukankah itu rencana yang akan Anda berdua lakukan?"tanya Nick tersenyum sinis.


Mereka berdua yang tidak pernah melihat amarah Nick beringsut mundur.Setelah menhentakkan kaki nya,mama Nick pergi meninggalkan tempat itu diikuti papa Nick yang juga pergi meninggalkan anak mereka begitu saja.


"Tempati saja rumah ini selama sebulan,setelah itu terserah padamu.dan jangan pernah mencariku."kata papa Nick.


"Ha,,ha,, Aahh saya lupa mengatakan satu hal"kata Nick membuat langkah mereka terhenti dan berbalik.Nick berbalik menghadapi mereka.dengan wajah tanpa ekspresi Nick bertaka


"Selamat atas perceraian kalian.TUAN ,,NYONYA.Akhirnya anda berdua bebas."kata Nick dingin.


Orang tuan Nick melebarkan mata mereka terkejut,lalu pergi tanpa membalas perkataan Nick.Ketika kedua orang tuamnya tak lagi terlihat,Nick merasakan tangan dibahunya bergetar.Hal itu membuat Nick melembut.


"Louise dengar semuanya ya?kakak sempat berfikir kamu tak akan bangun karena efek obatnya masih ada."kata Nick.


"Aku denger semuanya.Kenapa kak Nick ngak cerita kalau papa dan mama juga mukul kakak?"tanya Louise parau.


"Kakak kan lebih kuat dari kamu,jadi ngak terasa sakit."jawab Nick lembut.


"Tapi tetap aja mereka mukul kakak."kata Louise.


"Apa Louise ingin ikut papa dan mama?"tanya Nick.


"Ngak mau."Louise menggeleng kuat.


"Mereka bukan papa mama lagi."jawab Louise dengan suara bergetar.


"Kakak janji akan selalu jaga Louise.apa kamu percaya kakak bisa melakukannya?"tanya Nick seraya menurunkan adiknya dan berlutut didepan Louise mengusap kepalanya lembut.


Louise mengangguk dan mengusap air matanya,lalu memeluk Nick erat.


"Louise janji setelah ini ngak nangis lagi"kata Louise di telinga Nick.


"Louise benar benar cerdas ya."kata Nick menepuk punggung Louise pelan.


"Kita masuk sekarang?"tanya Nick.


"Iya."jawab Louise.

__ADS_1


Ketika mereka berdua masuk kedalam rumah,Chris memilih pergi dari sana untuk memberi ruang pada mereka berdua.


...****************...


__ADS_2