
Detik..
Menit..
Jam..
Tetesan hujan seolah mewakili kesedihan mendalam yang tengah di rasakan Louise.Waktu terus berlalu,hembusan angin dingin pun seolah tak lagi dirasakan olehnya.Louise tidak lagi meneteskan air mata,hanya diam memeluk tubuh kakak satu satunya yang tergletak tidak bernyawa dengan tatapan kosong.
Sorotan lampu sebuah mobi terlihat dari jauh mendekat setelah beberapa jam jalanan itu kosong.Mobil itu membunyikan klakson,namun Louis tetap bergeming.
Mobil itu pun berhenti,dan seorang wanita turun dari mobil.
"Ya Tuhan!!!"wanita itu menutup mulutnya terkejut saat melihat tubuh seseorang tergletak di jalan dan bergegas menghampiri mereka.
Wanita itu menghampiri Louise yang saat itu duduk bersimpuh membelakanginya dan ingin menolong.Namun,wanita itu justru menjadi lebih terkejut karena mengenali mereka berdua.
"Ya tuhan..Louise..."desisnya lalu mengitari Louise dan jongkok di depan Louise.Wanita itu terkejut melihat keadaan Louise dan Nick yang berada dipangkuannya.
Wanita itu ternyata adalah bibi Goldie yang baru saja kembali setelah urusannya selesai.
"Kita ke rumah sakit sekarang."kata Goldie cepat seraya menggulurkan tanggan untuk mengangkat tubuh Nick.Namun,Louise menepis tangan Goldie.
"Louise...biarkan bibi membantu,oke?Kita ke rumah sakit untuk mengobatinya."kata Goldie lembut dan tetap tak berhasil membuat Louise melepaskan Nick dari tangannya.
Satu tangannya dengan cepat menekan ponsel untuk menghubungi ambulance dan mengatakan lokasi mereka serta memerlukan bantuan medis segera ketika panggilannya terhubung.
"Louise,bibi sudah meghubungi ambulance.Mereka akan segera datang."kata Goldie mengusap kepala Louise dan menarik lengan Louise berniat menenangkannya.Namun,Louise tetap bergeming,tidak melepaskan Nick dari pelukannya.
Suara ambulance terdengar nyaring bersamaan dengan hujan yang mulai mereda.Bibi Goldie menarik lengan Louise agar memudahkan staf rumah sakit memindahkan tubuh Nick.Namun,Louise tetap tak mau melepaskan tangannya.
"Louise,,biarkan mereka membantu,mereka akan menolong kakakmu.Kamu bisa tetap ikut ke rumah sakit naik mobil bibi.Louise mau kan?"tanya Goldie lembut.
Hatinya teriris melihat wajah pucat Louise dan tubuhnya yang basah kuyup.Perlahan Louise menggeleng lemah.
Goldie membelalakan mata tidak percaya.Dengan memberi isyarat pada suster yang datang ke tempat itu untuk memeriksa keadaan Nick,suster itu mengangguk mengerti.
Suster itu memeriksa Nick lalu mendesah pelan dan berdiri menghampiri Goldie.Seolah tak ingin menambah kesedihan Louise,suster itu berbisik pada Goldie.
"Maaf nyonya,dia sudah...."suster itu meengantung kalimatnya dan menggeleng lemah."Perkiraan saya itu sudah 3jam yang lalu."tambah suster itu.
Tubuh Goldie merosot,menutup mulutnya dan jatuh terduduk dengan air mata berlinang.
"Tidak mungkin."gumamnya.
"Biarkan kami membantu nyonya.paling tidak,kami akan membersihkan luka lukanya."kata suster itu lembut."Tapi,sebelum itu kita harus membantu nona kecil ini untuk di obati.Kaki kanannya terluka.Saya khawatir lukanya akan memburuk jika tidak segera di atasi."kata suster itu dengan mata berkaca kaca.
Goldie mengganguk lemah dan membujuk Louise untuk melepaskan Nick.Namun,Louise tetap tak bergerak sedikitpun.Tak merespon semua orang orang yang berada di sekitarnya.
'Paksaan kecil pun tak akan menjadi baik untuk saat ini.Apa yang harus aku lakukan?'pikirnya.
Beberapa orang mulai berdatangan karena suara ambulance,bahkan polisi datang untuk menyelidiki apa yang telah terjadi.Orang orang yang melihat Louise merasa iba dan mencoba untuk membujuk agar melepaskan pelukannya.
Louise tak merespon apapun selain mengeratkan pelukannya pada kepala Nick yang berada di pangkuannya tanpa suara.
Suster itu mencoba untuk melepaskan tangan Louise dengan tangannya sendiri dibantu sopir ambulance.Namun,Louise bersikeras tak melepaskan tangannya.Seolah mengatakan siapapun tak ada yang boleh menyentuh kakaknya.
"Cukup,jangan di teruskan lagi."kata suster menyerah."Terlalu memaksanya akan berakibat tak baik.Kita harus cari cara lain."kata suster lagi.
"Aku tak bisa membayangkan anak sekecil ini harus mengalami hal mengerikan seperti ini."kata sopir itu pelan.
"Nyonya,apakah ada yang bisa membujuknya?Mungkin seseorang yang dekat dengannya?"tanya suster pada Goldie.
Goldie menenangkan dirinya dan berfikir keras.Goldie yang merasa gagal membujuk Louise menggeleng sedih.
"Satu satunya cara yang tersisa hanyalah memberinya obat penenang."kata suster.
"Tunggu."cegah Goldie tiba tiba teringat wajah Chris.
Tanpa pikir panjang dan tak perduli jam berapa saat itu,Goldie menghubungi rumah Chris.
__ADS_1
Perlu waktu beberapa saat hingga teleponnya diangkat.
"Hallo..."suara berat menjawab telepon Goldie.
"Ini aku,Goldie.Tolong bangunkan Chris,aku ingin bicara."kata Goldie parau.
"Ada apa?Apa yang terjadi?"tanyanya tegang.
"A-A-ada kecelakaan di jalan xx.Tolong bawa Chris kesini.Ku mohon cepat."Goldie berbicara tersendat,gagal mengendalikan kesedihannya.
Panggilan terputus begitu saja.Tapi,hal itu membuat Goldie lega karena tau Chris akan segera tiba.
Tak lama kemudian,sebuah mobil tiba.Chris keluar masih mengenakan piyama di ikuti kedua orang tuanya.Betapa terkejutnya mereka ketika tiba disana dan melihat apa yang ada di depan mereka.Tanpa bertanya pun mereka mengerti kenapa Chris harus datang.
Chris berusaha menenangkan hatinya sendiri lalu dengan hati hati mendekati Louise.Berlutut di depan Louise dan meletakkan tangannya di atas tangan Louise yang terasa dingin.Perlahan Chris mengusap kepalanya dengan lembut.
"Hei,,,Louise..."panggil Chris pelan."Aku di sini.Kamu tidak sendirian.Ingat kan?"Chris berkata dengan hati hati dan memaksakan diri tersenyum.
"Kita pindah dari sini ke tempat yang lebih hangat,ya?Bukankah jika terus seperti ini akan membuatnya kedinginan?"Chris berkata pelan tanpa melepaskan tangannya.
Perkataan Chris justru membuat Louise lebih erat memeluk Nick dan menunduk dalam.
"Louise...Kumohon..."pinta Chris.
Louise tetap bergeming dan tak bersuara sama sekali.Air mata mengalir dari mata Chris.
"Jangan seperti ini Louise.Dia tak akan menyukainya."kata Chris lembut.
Hening...
Chris menatap Goldie lalu menggeleng lemah.Orang tua Chris meneteskan air mata melihat kejadian itu.Bahkan orang orang yang berada di sana gagal menyembunyikan kesedihan mereka.
Merasa tak punya pilihan lain,Goldie mengijinkan suster itu untuk memberikan obat penenang.Namun,setelah obat penenang itu di suntikkan ke tubuh Louise,dia tidak kehilangan kesadarannya,hanya melonggarkan pelukannya untuk mempermudah memindahkan tubuh Nick.Bahkan saat tubuh Nick di angkat,Louise masih bisa berjalan mengikuti mereka yang membawa tubuh Nick.
Terkejut,binggung,iba,sedih.Semua orang yang melihat kejadian itu merasakan semua emosi yang ada dihati mereka tumpah menjadi satu.
'Bagaimana bisa obat penenang tak memiliki efek padanya?'suster berkata dalam hatinya.
"Aku akan menemaninya."kata Chris menyela dan mengenggam tangan Louise yang masih tetap diam.
Suster yang masih terheran heran hanya bisa mengganguk tanpa suara.Goldie dan kedua orang tua Chris mengikuti ambulance dari belakang,sementara Chris bersama Louise masuk ke mobil ambulance.
Ketika tiba di rumah sakit,Louise menurut saat diminta untuk mengobati lukanya.Tanpa mengeluh ataupun meringis kesakitan saat proses pengobatan berlangsung,Louise hanya menatap kosong tanpa ekspresi.Chris tak bisa mengatakan apapun kepada Louise selain menatap sedih.Sebanyak apapun Chris berbicara,sedikit pun respon dari Louise tak terlihat.
Hingga proses pemakaman berlangsung Louise menatap kakaknya untuk terakhir kali dan air mata mulai bergulir.Chris memeluk Louise dari belakang mencoba menenangkannya.Tubuh Louise terkulai bertepatan dengan berakhirnya proses pemakaman Nick.
"LOUISEE..."Chris berseru panik saat tubuh Louise lemas tak sadarkan diri dan segera membawanya ke rumah sakit.
Selama Louise dirawat,Chris selalu menemaninya.Perkataan dokter padanya membuat Chris bertekad dirinya harus menjadi dokter terbaik sesuai janjinya pada Nick.
"Dia pingsan karena efek obat penenang yang di berikan padanya.Kaki kanannya mengalami keretakan.Tapi dia akan baik baik saja asalkan kamu juga membantunya agar dia merasa baik.Itu akan lebih mempercepat proses penyembuhan."kata Dokter kala itu saat Chris menanyakan keadaan Louise.
Chris kembali menemani Louise yang masih belum sadar hingga tertidur dengan posisi duduk dan tangan menggengam tangan Louise.Ketika tiba tiba tangan Louise gemetar dan mengeratkan genggamannya pada tangan Chris hingga membuatnya terbangun.
"Louise.."panggil Chris seraya bangun dari duduknya.
"Hei..Louise.."panggil Chris lagi menepuk pelan pipi Louise.
Karena khawatir sesuatu terjadi,Chris berniat memanggil dokter.Namun,Louise tidak melepaskan tangan Chris.Air mata Louise kembali mengalir.Membuat Chris mengurungkan niatnya.
"Aku tidak kemana mana Louise."kata Chris pelan."Apakah kamu bermimpi buruk?"tanya Chris pelan."Aku tak akan meninggalkanmu.Kamu percaya padaku kan?"lanjutnya.
Chris sangat mengerti,Louise belum sadar sepenuhnya.Namun,Chris yakin Louise mendengarnya.Terbukti saat Chris selesai mengatakan itu,gemetarnya berangsur angsur berhenti dan Louise mulai tenang.
"Aku akan tetap di sini sampai kamu bangun.Oke?"kata Chris lagi.
Chris menghapus air mata yang mengalir,dan mengusap pelan kepalanya seperti yang biasa Nick lakukan ketika Louise bermimpi buruk.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang Nick?"gumam Chris pelan menahan air matanya.
__ADS_1
"Ini sudah tiga hari sajak dia pingsan.Katakan padaku apa yag harus kulakukan?"Chris bergumam lagi.
Menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan,Chris menenangkan hatinya.Tak ingin Louise lebih bersedih lagi jika melihatnya seperti ini.Hingga Chris akhirnya kembali tertidur karena kelelahan.
....keesokan harinya....
Chris terbangun pada pagi harinya tanpa melihat Louise di ranjang dimana seharusnya Louise berada.Sebuah selimut justru berada di bahu Chris,menutupi sebagian tubuhnya.
"Louise...!!!"Chris berseru seraya bangun dari duduknya dan mengecek kamar mandi.
"Louis,apa kamu di dalam?"tanya Chris lalu membuka pintu.Kosong...
Chris mulai khawatir saat menyadari infus yang semula terpasang di tangan Louise masih berada di samping ranjang.
"Kamu dimana Louise?"gumam Chris dan beranjak keluar dari kamar untuk mencari Louise.
"Bagaimana bisa aku tak sadar saat Louise bangun?"gerutunya pada diri sendiri.
Chris menyusuri koridor rumah sakit dengan mata terus mencari Louise hingga hampir menabrak seorang perawat yang baru saja keluar dari kamar rawat pasien lain.
"Maaf."kata Chris.
"Tidak apa apa.Tapi tolong hati hati.Ini rumah sakit."kata perawat itu.
"Mencari adikmu?"tanya perawat itu membuat Chris terkejut.
'Bodoh,seharusnya aku bertanya ke suster,kenapa aku justru panik sendiri?'gerutu Chris dalam hati.
"I-Iya.Suster tau dimana dia?"tanya Chris.
"Dia bilang mau jalan jalan di taman belakang,tapi dia juga bersikeras agar melepas infusnya dan tak ingin membangunkanmu.Tapi,kami diam diam tetap mengawasinya."jawab suster.
"Terima kasih suster."kata Chris lalu pergi ke taman.
"Hhaahh..Aku masih ingat dengan mereka karena saat itu aku juga yang merawat adik mereka.Kasihan sekali."desah suster itu pelan.
Chris berlari menuju taman dan melihat Louis duduk di bangku panjang membelakanginya.Dengan langkah pelan,Chris mendekati Louise.
"Kak Chris siang amat bangunnya?Dasar tukang tidur."kata Louise tanpa menoleh.
Chris meraih bahu Louis dan membaliknya agar menghadap padanya.Louise tersenyum melihat Chris yang melebarkan matanya.
"Apakah Louise terlihat semenakutkan itu?"tanya Louise terkikik pelan.
"Kak Chris duduk sini deh."kata Louise menepuk tempat kosong di sampingnya.
"Udaranya masih segar lho."kata Louise lagi.
'Apa ini?Kenapa Louise seperti ini?Aku tak mengenali senyuman itu.Apa yang harus aku lakukan?'bisik hatinya.
"Kenapa kamu di sini Louise?"tanya Chris duduk di samping Louise.
"Baca ini."jawab Louise menunjukkan buku di tangannya.
"Sherlock Holmes?"tanya Chris mengerutkan kening."Kamu baca itu?"tanya Chris heran.
"Iya.Bukunya bagus."jawab Louise.
"Kenapa tidak baca di dalam saja?"tanya Chris.
"Aku bosan di dalam.Apakah aku bisa pulang hari ini?"tanya Louise.
"Kita tanya dokter dulu apakah kamu boleh pulang hari ini atau tidak.Oke?"kata Chris.
Louise mengangguk tak banyak bicara dan mulai membaca lagi hingga seseorang memanggil mereka untuk kembali ke kamar.
Dokter yang merawat Louise pun mengijinkan Louise pulang setelah makan siang
Chris yang masih terus khawatir meminta Louise agar menginap di rumahnya.Namun,hal itu justru membuat Louise akhirnya tau bahwa Chris akan pindah karena ayah Chris mendapatkan tugas di tempat lain.
__ADS_1
...****************...