LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
52.Petunjuk


__ADS_3

Dukung karyaku dengan komen,like dan vote yaaa..dukungan dari kalian sangatlah berarti


---------- 


"Aku sepertinya pernah melihat mereka di sebuah gang yang agak jauh dari sini, tapi bagaimana mereka bisa di sini dan melakukan ini? Siapa sebenarnya yang meminta mereka melakukan hal seperti ini?" gumam Nayla.


Nayla menyadari salah satu dari pria itu pernah di lihatnya di suatu tempat.


"Apakah ada kemungkinan mereka bersekongkol?" gumamnya lagi.


Nayla mengeser foto-foto yang ada di meja dan mulai menelusuri tempat yang dia ingat melalui komputernya.


Saat matanya terfokus pada komputer, tangannya meraih ponsel dan menghubungi seseorang.


"Maaf menghubungimu tiba-tiba. Tapi aku ingin minta tolong padamu," ucap Nayla saat panggilannya terhubung.


"Katakan, apa itu!" sambut suara seorang wanita.


"Di seberang minimarket yang tidak jauh dari tempat tinggalmu, ada sebuah gang sempit di mana beberapa orang sering berkumpul di sana. kalau tidak salah, minimarket itu memiliki CCTV yang mengarah ke gang itu, jadi_,,"


"Kau ingin aku meminta rekaman CCTV itu, dan memberikannya padamu?" potong wanita yang ada di telepon.


"Tepat, bisakah kamu melakukannya?" harap Nayla.


"Sebagai gantinya, apa yang bisa kau berikan padaku jika aku berhasil mendapatkannya?" tanya wanita itu santai.


"Apapun yang kamu inginkan," sambut Nayla.


"Termasuk, memintamu keluar dari tempat kerjamu?" tanyanya penuh selidik.


"Ya," tegas Nayla.


"Juga kekasihmu?" tanyanya lagi.


"Aku tidak bisa menjanjikan itu, itu berlaku jika dia juga bersedia menerimanya," sambut Nayla.


"Oke,,, ku pegang janjimu. Akan ku berikan hasilnya besok malam," jawab wanita itu.


"Terima kasih," sambut Nayla.


Nayla meletakkan ponselnya dan termenung untuk beberapa saat. Pikirannya melayang dan meningat kembali janji yang dia berikan pada wanita yang dia telepon.


"Jika harga yang harus ku bayar adalah kehilangan pekerjaanku, aku tidak keberatan melakuknnya. Asalkan situasi ini bisa berbalik dan aku juga bisa tau siapa yang melakukan semua ini," gumamnya.


Nayla kembali fokus pada komputernya, mencari informasi yang mungkin membantunya.


TIK


TOK,,,,


TIK


TOK,,,


Waktu terus berjalan, Nayla menelusuri semua tempat yang dimana irinya terfoto bersama pria yang berbeda melalui komputernya dan mencatat alamatnya.


Dalam hatinya, Nayla tidak bisa berhenti berpikir dan bertanya-tanya, sejak kapan dirinya di ikuti? Apakah sejak dirinya kembali dari paris waktu itu? Atau justru sebelum itu?


Nayla masih fokus dengan komputernya, tanpa sengaja, dirinya membaca artikel yang membahas tentang dirinya.


Hujatan yang ada di media sosial, sebagian besar menyalahkannya. Namun, Nayla berusaha tetap fokus.


Hingga, tanpa di duganya, mentari mulai menyapanya.


Sementara itu, pada waktu yang sama, Thomas menatap ponselnya dengan rasa khawatir yang kian membesar.


Tangannya menggulir ponsel dengan gusar. Wajahnya menahan amarah saat membaca tiap komentar yang menghakimi Nayla dalam foto yang telah tersebar luas.


Tidak tahan dengan semuanya, Thomas beranjak untuk menemui Rory yang mengurung diri di kamarnya sejak kepergian Nayla kemarin setelah menyendiri di atap sampai malam.


Sebelum ke kamar Rory, Thomas memastikan semua temannya masih berada di kamarnya masing-masing, menghindari perdebatan yang bisa saja terjadi.


TOK

__ADS_1


TOK


TOk


Thomas mengetuk pintu untuk kesekian kalinya namun tidak mendapatkan jawabannya.


"Rory, boleh aku masuk?" ijin Thomas saat tak kunjung mendapatkan respon dari Rory.


HENING_.....


CEKLEK,,,!


Suara kunci pintu yang di buka terdengar, Thomas segera mendorong pintu agar bisa masuk, dan segera mengunci pintunya lagi saat berada di dalam.


Thomas tertegun saat berada di dalam dan melihat keadaan Rory yang belum menganti pakaiannya saat terakhir kali melihatnya kemarin.


Matanya terlihat lelah dan kurang tidur, komputer yang menyala dan memperlihatkan hal yang di lihat Thomas melalui ponselnya.


"Kau terlihat mengerikan, Rory!" sindir Thomas.


"Bersihkan dirimu," perintah Thomas sembari mendorong Rory menuju kamar mandi.


Rory hanya menurut saat Thomas mendorngnya dalam diam. Namun tetap melakukan hal yang di minta Thomas.


Saat Rory di kamar mandi, Thomas duduk di depan komputer dan melihat semua hujatan yang di tujukan pada Nayla semakin menjadi.


########


*Siapa wanita ini, berani sekali dia merebut Ace-ku* @K_ _


*Apakah wanita itu menggunakan guna-guna? mustahil Ace mau bersama wanita seperti itu,* @G_ _


*Jal*ng sepertinya lebih pantas dengan para Napi,* @L_ _


*Ace-ku yang malang, terjebak bersama wanita tidak tau diri,* @D_ _


*Pergilah ke neraka! Jangan dekati Ace-kami!* @R_ _


*Aku penasaran dengan wajahnya,* @H_ _


*Tidak mungkin Ace menyukainya, pasti ja*l*ng itu yang mengejar-ngejar Ace, hingga mereka tertangkap kamera,* @V_ _


*Kenapa ja*l*ng sepertimu harus lahir sih,* @C*_ _


*Apakah tipe wanita Ace serendah itu?* @S_ _


.......


.......


BRAKK,,,,!!?!!


Thomas mengebrak meja, tangannya terkepal dengan amarah yang memenuhi wajahnya.


Thomas segera mematikan komputer saat dirinya mendengar pintu terbuka. Rory keluar dari kamar mandi dengan wajah sedikit lebih segar dari sebelumnya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan, Thomas?" tanya Rory lesu.


" Apa kau akan terus bertingkah seperti ini?" geram Thomas.


"Apakah kau tau? Nayla sedang berusaha mencari semua bukti untuk menghilangkan semua gosip miring tentangmu?" lanjut Thomas.


"Jika dia bisa berdiri tegak, kau juga harus bisa, Rory. Jangan perlihatkan sisi mengerikanmu ini pada Martin dan Kevin yang akan membuat mereka semakin membenci Nayla. Atau justru memang itu yang kamu mau?" cecar Thomas sedikit kesal.


"Mana mungkin aku menginginkan itu," sanggah Rory.


"Jika begitu, perbaiki sikapmu,!" tukas Thomas.


"Hapus semua asumsi burukmu dan cari tau kebenarannya,!" imbuh Thomas.


"Mau sampai kapan kau seperti ini? Aku tau, dan aku juga sadar, yang menjadi kakakmu bukanlah aku, tapi aku juga peduli padamu, kau sudah seperti adik bagiku, dan sudah semestinya aku mengingatkanmu," papat Thomas.


"Maafkan aku," ucap Rory lirih.

__ADS_1


"Bukan aku yang seharusnya mendapatkan permintaan maaf darimu," sambut Thomas.


"Aku tau, aku akan menemuinya," sambut Rory.


"Tidak sekarang," larang Thomas. "Untuk sekarang bersikaplah biasa. Keluar dari kamarmu, dan bersikaplah seperti biasanya. Kita tunggu kabar dari Nayla, oke?" saran Thomas.


Rory mengangguk lemah dan tersenyum tipis.


"Terima kasih, Thomas," ucap Rory.


"Aku akan menunggumu untuk sarapan, kau harus merapikan dirimu terlebih dulu, jangan perlihatkan wajah mengerikan ini pada mereka," harap Thomas.


"Aku mengerti," jawab Rory. " Aku akan segera menyusul," sambungnya.


"Kita pernah menghadapi hal seperti ini sebelumnya, Rory. Kamu tidak sendiri, aku juga akan mencari cara untuk meredam semua rumor yang telah beredar," tutur Thomas.


Rory mengangguk, dan membiarkan Thomas keluar dari kamarnya.


Diam-diam Rory mengeluarkan foto dari bawah bantalnya.


'Pria ini yang kami temui di festival, tapi siapa pria yang satu ini?' batin Rory melihat satu foto dimana seorang pria tengah merangkul bahu Nayla.


"Ah,, Cukup,, " sangkal Rory sembari mengelengkan kepalanya. " Jangan berpikir terlalu jauh, aku lebih baik keluar dan menemui mereka, bersikap seperti biasa, dan juga membantu Nayla tanpa sepengetahuan Kevi dan Martin," gumam Rory.


Rory pun keluar dari kamarnya setelah merapikan dirinya untuk menemui teman-temannya.


 


 


Nayla telah menganti pakaiannya dan bersiap pergi ketika bel pintu apartemnnya berbunyi.


Tanpa membuang waktu, Nayla membuka pintu, berpikir Adrian telah datang dan memberikan informasi untuk dirinya.


Namun, Nayla justru di kejutkan dengan sosok Chris yang berdiri di balik pintu, menatap khawatir padanya dan segera masuk.


"Kenapa kamu tidak menghubungiku,?" protes Chris.


"Aku minta maaf membuatmu terlibat, tapi aku akan memperbaiki ini, aku hanya perlu sedikit waktu," sesal Nayla.


"Aku datang bukan untuk mendengar permintaan maafmu," tukas Chris. "Tapi, aku ingin mendengar alasanmu kenapa kamu tidak menghubungiku, Louise," sambung Chris meninggikan suaranya.


"Kenapa aku harus mengubungimu?" tanya Nayla datar.


Raut wajah Nayla mulai berubah, tatapannya berubah tajam saat mentap Chris.


"Karena kamu adi_,," kalimat Chris terhenti. Ragu untuk meneruskan kata Adikku pada Nayla.


Matanya tertuju pada Nayla yang tengah menatapnya tajam dan dingin.


"Aku sudah pernah menghadapi ini dan bisa mengatasinya sendiiri, Chris. Jadi kau tidak perlu khawatir, aku hanya perlu waktu lebih banyak karena kamu dan beberapa orang lain ikut terlibat di dalamnya," terang Nayla.


"Tapi kamu tidak sendirian, Louise. Biarkan aku membantumu, aku di sini sekarang," keluh Chris.


"Kamu tidak perlu melakukannya, aku bisa mengatasinya sendiri, dan aku selalu sendiri," ucap Nayla sembari melangkah maju dan melewati Chris,.


"Tutup pintunya jika kamu sudah selesai disini," pesan Nayla.


"Kamu mau pergi kemana, Loui- ugkh,,Nay?" seru Chris.


"Mencari informasi tambahan yang bisa di gunakan untuk menghentikan rumor ini meluas," jawab Nayla santai.


"Jangan melakukan hal bodoh, Nay,!" larang Chris.


"Aku tau apa yang harus aku lakukan," sambut Nayla seraya membuka pintu.


"Tapi, Nay,_,,, Nay,,," seru Chris saat Nayla telah menutup pintu, mengabaikan teriakannya.


Chris bergegas mengejar Nayla keluar. Namun, langkahnya terhenti saat Nayla telah memasuki lift yang pintunya mulai menutup.


"Sejauh apa jarak yang kamu buat diantara kita, Nay?" keluh Chris menutup wajahnya dangan telapak tangannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2