LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
Kejutan


__ADS_3

..SUPRISE...


Teriak semua orang yang berada di dalam ruangan ketika Nayla masuk.Tatapan binggung terlihat sangat jelas diwajah Nayla.Ruang rapat dihias dengan pita dan balon disetiap sudut ruangan,meja ditata rapi dengan makanan dan minuman diatasnya.


"Apa ini?"tanya Nayla binggung melihat teman temannya berkumpul di ruang rapat yag sudah diubah menjadi tempat untuk pesta sederhana dan hangat.


"Ucapan selamat untukmu Nay,karyamu menjadi best seller bulan ini."jawab Rose sembari melangkah mendekati lalu memeluknya erat.


"Selamat ya Nay.."kata Lucie yang juga memeluk erat Nayla.


"Kalian cari mati ya?"tanya Nayla khawatir."Apa yang akan terjadi jika pak Darwin mengetahui ini?" tanya Nayla dengan tangan menunjuk isi ruangan.


"Aku yang mengijinkan mereka Nayla."kata Darwin tiba tiba berada dibelakang Nayla mengagetkannya.


"Hahahha...apa kau seterkejut itu Nay?"tanya Darwin.


"Pak..ini..ini..apa..tidakah anda merasa ini berlebihan?"tanya Nayla tergagap.matanya melebar menatap Darwin tak percaya.


"Justru menurutku ini terlalu sederhana.Tapi kamu sangat sulit jika diminta datang untuk pesta seperti ini.Jadi mereka memutuskan untuk merayakannya hanya untuk sesama rekan kerja."kata Darwin santai.


"Saya akan memastikan ini tidak akan terulang."kata Nayla membuat Darwin menaikkan alisnya.


"Tak perlu sampai seperti itu.Tidakkah kau lihat wajah mereka yang turut bahagia atas pencapaianmu?"Tanya Darwin."Apa kau tak menyukainya?"Tanya Darwin.


Nayla mengelengkan kepalanya lalu menunduk.Reaksi Nayla seolah membekukan mereka.Wajah ceria mereka mulai meredup.Namun beberapa detik kemudian Nayla tersenyum dengan mata berkaca kaca.


"Mana mungkin saya tidak menyukainya."jawab Nayla mengalihkan pandangan pada teman temannya.


"Terima kasih semuanya.Terima kasih."kata Nayla dengan tulus mengembalikan keceriaan teman temannya.


Mereka secara bergantian mengucapkan selamat pada Nayla dan dilanjutkan dengan bersenang senang hingga waktu istirahat makan siang berakhir.Setelah bersama sama membereskan ruangan yang mereka gunakan dan memastikan semua rapi mereka memutuskan melanjutkan pekerjaan mereka sebelum pulang.


Sementara itu,Nayla masuk kedalam ruangannya diikuti Rose dan Adrian.


"Adakah yang harus aku selesaikan selain ini Rose?"tanya Nayla menepuk beberapa dokumen diatas mejanya.

__ADS_1


"Tidak.Kau hanya perlu menandatangani yang ingin kau terima."jawab Rose.


Nayla menghela nafas panjang,lalu melepas kacamatanya dan meletakkan dimeja seraya jarinya menekan pangkal hidungnya.Rose yang melihat itu berdiri dan mendekati Nayla.


"Bagaimana dengan penglihatanmu?"tanya Rose seraya mengambil kacamata Nayla lalu menyemprotkan obat dan membersihkan kacamata Nayla.


"Terasa lebih baik untuk saat ini."jawab Nayla.


"Haruskah kita kedokter untuk memastikan?"tanya Rose menyerahkan kacamata pada Nayla yang segera diterima dan langsung memakainya.


"Tidak.Tolonglah.akan lebih baik jika tidak."jawab Nayla cepat lalu mulai membaca dokumen yang ada didepannya.


"Kau tak melanggar peringatan dokter kan?"tanya Rose berkacak pinggang.


"Tidak."jawab Nayla singkat.


"Nay..."kata Rose menatap nayla tajam.


"Apa?"jawab Nayla mengangkat kepalanya menatap Rose.


Diam diam Adrian tertawa geli melihat interaksi Nayla dan Rose.


"Mereka terlihat seperti kakak beradik.aku tak menyangka ternyata sang Nyloes,penulis terkenal memiliki karakter unik"bisik hatinya.


"Aku tak perlu manandatangani apapun."kata Nayla membuat Rose mengerutkan keningnya."Kau akan mengerti jika cek sekali lagi."seolah menjawab kebingungan Rose.


"Aku ada urusan lain Rose,tolong urus sisanya."kata Nayla melihat jam tangannya,lalu berdiri dan pergi meninggalkan Rose sebelum bereaksi.


"Dasar."kata Rose meletakan telapak tangan diwajahnya setelah Nayla menutup pintu.


"Lho..Apakah nona Nayla pulang?"tanya Adrian saat Rose duduk didepannya.


Rose mengelengkan kepalanya."Dia mengunjungi kakaknya."jawab Rose.


"Nona Nayla memiliki kakak?"tanya Adrian.

__ADS_1


"Ya."jawab Rose singkat.


Adrian menganggukan kepalanya mengerti.Namun Rose memikirkan hal lain.Perasaan binggung apakah dia harus menceritakan hal yang sebenarnya pada Adrian atau tidak.ataukah menunggu waktu lain untuk memberitahunya.


...****************...


Hari mulai senja,terlihat Rory keluar dari gedung dengan langkah terburu buru menuju mobilnya.Ketika berhasil keluar dari kawasan parkir dan bermaksud meninggalkan gedung,matanya menangkap sosok yang sangat dikenalnya tengah memilih bunga di toko bunga yang berada tak jauh dari gedung tempatnya kini berada.


"Naya..?"gumamnya pelan.mata Rory menyipit untuk memastikan yang dilihatnya.Masih tidak yakin dengan yang dilihatnya,Rory mendekati toko itu dengan mobilnya.Rory menjalankan mobilnya dengan perlahan dan berhenti sesaat.


"Dia benar benar Naya?"gumamnya tak percaya.


"Apa yang dia lakukan disini?"tanya Rory pada dirinya sendiri masih terus mengawasi Nayla dari mobilnya.


"Dia membeli bunga.untuk siapa?"tanyanya..Tanpa sadar Rory mencekram kemudi dengan kuat.Beberapa saat kemudian Rory mengelengkan kepalanya.


"Tidak tidak..ini belum pasti."kata Rory menenangkan hatinya lalu mengawasi Nayla lagi.Mata Rory melebar ketika melihat Nayla memilih bunga Anyelir merah dengan tersenyum manis.


"Apakah dia sudah memiliki seseorang yang disukai?"kata Rory pelan dengan wajah lesu,lalu melihat Nayla juga memilih bunga Amarilis dan meminta penjaga toko untuk merangkainya.


"Dia terlihat senang.jika sudah begini haruskah aku menghubunginya atau tidak?" Rory mengerang mengacak acak rambutnya dan pergi begitu saja meninggalkan toko bunga kembali kedalam gedung dimana dia keluar sekaligus tempat dia tinggal.


Beberapa saat kemudian,Rory kembali lagi ketoko bunga bertepatan dengan Nayla yang baru saja keluar dari toko dengan buket bunga ditangannya.Rory kembali mengawasi Nayla dan mengikutinya ketika Nayla masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan toko bunga.


"Aku harus memastikannya sendiri.Aku tidak boleh berasumsi dan membuat keputusan tanpa tau kebenarannya."kata Rory pelan.


Beberapa menit berlalu,tiba tiba sebuah mobil hitam menyela diantara mobil nya dan mobil Nayla.menghalangi pandangan Rory dari mobil yang dinaiki Nayla.Berusaha untuk mendahului mobil yang didepannya agar tak kehilangan jejak,namun saat Rory berhasil mendahului mobil hitam didepannya,mobil Nayla telah hilang dari pandangannya.Perlahan Rory menepikan mobilnya untuk berhenti.


"Sial."gerutu Rory memukul kemudi mobil,tangannya mencekram rambutnya.


"Aarrgghh...keman hilangnya sih?kapan dia berbelok?bagaimana aku bisa tidak menyadarnya?"Rory mengerang kesal.


"Aku kembali dulu saja lah kalau begitu."kata Rory pada akhirnya mengarahkan mobilnya kembali arah berlawanan untuk kembali kegedung.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2