LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
104. Chapter bonus. Sebelum pernikahan 3 Ending.


__ADS_3

Nayla kembali mematut diri didepan cermin. Menatap bayangan dirinya sendiri dan terus berpikir apakah pakaiannya cocok dengan hari ini atau tidak.


"Ugh,,, kenapa aku menjadi gugup?" gumam Nayla pelan.


"Ini bukan pertama kalinya aku pergi bersama, Roy kesuatu tempat. Tapi kali ini kami akan pergi untuk memilih pakaian untuk pernikahan. Kenapa aku jadi segugup ini?" gerutu Nayla sembari mengusap dadanya.


Berharap itu bisa mengurangi debaran hatinya. Ia mulai menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


Nayla meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Rory untuk menunggu dibawah ketika menjemputnya. Tak lama kemudian, ponsel Nayla memunculkan notif pesan.


[[ Aku sudah dibawah, apakah aku perlu naik? @Rory ]]


[[ Tidak perlu! Aku segera turun, beri aku waktu lima menit saja, @Nayla, ]]


[[ Kamu bisa menggunakan waktu selama yang kamu perlukan, @Rory, ]]


[[ Tidak, aku sudah selesai, aku segera menemuimu,@Nayla, ]]


Nayla bergegas keluar dari apartemennya menuju lift. Selama beberapa saat, Nayla melihat cincin dijari manisnya, dan tersenyum.


Ketika Nayla sampai didepan gedung apartemennya, dimana Rory menunggu, ia dihadapkan dengan pemandangan tidak menyenangkan hatinya.


Seorang wanita mendekati Rory dan bertingkah genit didepannya. Wanita itu membujuk Rory untuk memberikan nomor ponselnya dengan cara menyodorkan ponsel miliknya.Wanita yang Nayla tau sangat suka mengoda pria yang dia temui.


Wajahnya yang tertutupi masker tanpa topi seperti biasanya tidak menghentikan wanita itu untuk mengoda Rory.


"Maaf, saya menunggu pasangan saya," ucap Rory dengan halus.


"Aku tidak percaya orang sepertimu memiliki pasangan. Kau bahkan menutupi wajahmu. Bukankah itu sama saja kau menyembunyikan wajah burukmu?" cibirnya.


"Anggap saja begitu, tapi sekali lagi saya tidak tertarik dengan anda," jawab Rory.


"Sombong sekali," dengus wanita itu.


Nayla melihat wanita itu dengan tatapan tajam saat dia tidak berhenti mengoda. Tangannya terkepal dan mempercepat langkahnya menghampiri Rory.


"Hai, Mon Chéri, apakah aku membuatmu menunggu lama?" sapa Nayla.


Nayla dengan sengaja melingkarkan tangannya di leher Rory, lalu mengecup lembut pipi Rory.


Selama beberapa saat Rory tertegun dengan sikap Nayla yang tidak seperti biasanya, namun segera menangkap maksudnya saat Nayla menatap wanita didepan mereka. Tangannya bergerak melingkari pinggang Nayla dan menariknya mendekat kearahnya.


"Tidak sama sekali, aku bahkan tidak keberatan menunggumu lama," jawab Rory.


"Apakah kamu juga mengenalnya?" tanya Nayla mengarahkan pandangannya pada wanita didepan mereka.


"Juga? Maksudmu, kamu mengenalnya?" jawab Rory balas bertanya.


"Ah,, maaf, saya tidak tau dia kekasih anda, nona. Saya permisi," sela wanita itu panik.

__ADS_1


Wanita itu segera pergi dengan lagkah terburu-buru sebelum Nayla mengatakan hal tentang dirinya didepan wajahnya.


"Ish,,, padahal dia sudah lama tidak terlihat dan membuat suasana ditempat ini jauh lebih tenang, kenapa sekarang muncul lagi," gerutu Nayla.


Nayla menoleh dan mendapati Rory masih terus menatapnya. Tatapan yang Nayla tidak tau artinya. Ia menurunkan tangannya dan berkacak pinggang.


"Apa?" tanya Nayla menyipitkan matanya.


"Kamu menikmati godaannya? Karena dia lebih SEK-SI? Kenapa kamu harus keluar mobil? Kenapa tidak menunggu didalam mobil saja? Atau kamu sengaja?" cecar Nayla.


"Bisakah kamu mengulang panggilan tadi,?" sambut Rory mengunci Nayla dilengannya.


"Panggilan apa?" kilah Nayla memalingkan wajahnya yang terlihat memerah.


"Hooo,,, apakah aku salah dengar, Mon Chéri?" goda Rory.


"Kita akan terlambat jika tidak bergegas," ucap Nayla berusaha mengalihkan perhatian.


"Hahh,,, padahal aku menikmatinya, dan wajah cemburumu terlihat manis," goda Rory.


Nayla menghela nafas panjang, dan menatap Rory yang masih mengunci dirinya dilengan Rory. Dengan gerakan cepat, satu tangan Nayla menarik kerah baju Rory, sedangkan satu tangan lain yang bebas menurunkan masker yang menutupi wajah Rory.


Nayla memberi ciuman cepat dan segera menjauhkan wajahnya , menikmati reaksi terkejut yang tergambar di wajah Rory.


"Bisakah kita pergi sekarang, Mon Chéri?" tanya Nayla dengan seringai lebar.


"Ah,,, Eh,,, iya,, tentu," jawab Rory terbata seraya melepaskan Nayla.


Mereka akhirnya pergi kesebuah toko yang menyediakan berbagai perlengkapan pernikahan.


Kedatangan mereka disambut hangat oleh pegawai yang siap melayani mereka berdua. Rory yang saat itu masuk tanpa masker menutupi wajahnya segera di kenali ketika masuk bersama Nayla.


Saat pegawai akan mengarahkan mereka menuju deretan gaun yang terpasang disebuah manekin, Nayla lebih dulu menghentikan pegawai itu.


"Bisakah kami melihat setelan tuxedo lebih dulu?" pinta Nayla.


"Kenapa? Apakah kamu tidak menyukai gaunnya?" tanya Rory.


"Aku ingin melihatmu lebih dulu mencoba setelan tuxedonya, kamu tidak keberatan kan?" bujuk Nayla.


'Meskipun alasan sebenarnya adalah aku masih gugup,' batin Nayla.


Pegawai itu tersenyum penuh pengertian dan mengangguk.


"Baiklah, tapi setelah itu kamu juga harus mencobanya," balas Rory.


"Tentu saja," jawab Nayla.


Sang pegawai segera mengarahkan mereka keruangan khusus dengan berbagai macam tuxedo yang bisa dicoba untuk mencocokan selera pembelinya.

__ADS_1


Nayla duduk di sofa dan menunggu Rory yang berada di balik tirai, dibantu pegawai pria untuk mencoba beberapa set tuxedo terbaik yang mereka miliki di toko.


Beberapa menit kemudian, tirai di buka. Penampilan Rory berubah dari sebelumnya. Tuxedo biru yang dikenakan Rory membuat Nayla mengernyit tidak rela.


"Hei,,, apa maksudnya wajah itu?" protes Rory.


"Mataku akan sakit jika melihatmu seperti ini," komentar sarkas Nayla tanpa sadar keluar begitu saja.


Hal itu membuat beberapa pegawai yang mendengarnya berusaha menahan tawa mereka.


"Tertawa saja," sindir Nayla. "Dia tidak akan tersinggung. Lagi pula aku berkata benar," ujar Nayla.


Tak satupun pegawai disana berani tertawa, namun Nayla tetap tidak setuju dengan tuxedo pertama yang di coba Rory.


"Hahh,,,," desah Rory meletakkan telapak tangan didahinya.


"Ganti," ucapnya.


Rory kembali kebalik tirai, sementara Nayla kembali duduk disofa. Beberapa menit kemudian, Rory kembali muncul dengan setelan yang berbeda, setelan berwarna abu gelap. Sekali lagi Nayla menggeleng kuat. Membuat Rory kembali lagi untuk mencoba setelan berikutnya.


"Sepertinya nona sangat jeli dalam melihat penampilan anda, tuan?" ucap pegawai yang membantu Rory.


"Dia selalu menjadi yang terbaik dalam memilih, dan dia memiliki seleranya sendiri," jawab Rory bangga.


"Jujur, saya iri sekali dengan hubungan anda berdua, bahkan bukan hanya saya, masih banyak yang merasa iri dengan kisah cinta anda," ungkapnya tulus.


"Jika kamu mau tau, akulah yang sangat beruntung mendapatkannya," ungkap Rory.


"Saya rasa, nona akan mengatakan hal yang sama dengan yang anda katakan sekarang," ucapnya lagi.


Rory hanya tersenyum, namun tidak bisa disembunyikan dari wajahnya bahwa dirinya sangat senang mendengar hal itu.


Sementara itu, seorang pegawai wanita mendekati Nayla dan menyerahkan sebuah majalah kepada Nayla. Majalah yang berisi desain baju yang mungkin bisa menarik perhatian Nayla.


Nayla menerimanya dan mulai membuka tiap lembar majalah ditangannya. Melihat tiap rancangan baju yang terlihat indah. Namun, pikirannya justru melayang ketempat lain.


Semua yang telah mereka berdua lalui hingga sampai saat ini membuat Nayla terus bersyukur. Pertemuan tak terduga yang membuatnya menemukan tambatan hatinya. Kisah lucu dimana mereka bisa bertemu dan jatuh cinta dari sebuah dompet yang ia temukan.


Juga, pertemuan mereka yang membuat Nayla mengungkapkan identitas yang selama ini ditutup rapat. Kegelisahan, rasa takut dan rasa bersalah yang menghantuinya seolah meninggalkannya setelah Rory berada disampingnya. Sebuah kalimat yang sangat ingin ia katakan setelah semua yang ia alami adalah.


"AKU BAHAGIA,,, APAKAH KAKAK BISA MELIHATNYA,,???" batin Nayla.


...*******Ending Chapter sebelum pernikahan*********...


^^^Penjelasan singkat:^^^


...Ma Chérie : panggilan sayang yang digunakan untuk perempuan....


Sedangkan Mon Chéri : panggilan sayang yang digunakan untuk laki-laki. (Dalam bahasa prancis)

__ADS_1


SEE YOU NEXT YEA,,,,


CHAPTER AFTER THE WEDDING,,, :) :)


__ADS_2