LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Pertandingan


__ADS_3

"Baru saja aku duduk!"katanya saat sudah berjalan beriringan dengan langkah Aya.


Aya memicingkan matanya"Itu urusanmu,bukan aku."Fokus pada jalan lagi.


"Menyebalkan!"gumamnya lirih.


"Kaca mana kaca?"mendengar gumaman Lucifer.


"Ini."Memberikan kaca kepada Aya.


Aya tertegun dengan Lucifer yang ternyata membawa kaca.Awal nya niat Aya hanya menyindir,tapi tidak di sangka ternyata dia membawa nya.Langkah mereka terhenti.


"Kenapa bengong,ambil!"


"Hm,i iya."Mengambil kaca yang di berikan Lucifer dengan gugup.


"Ada kala nya dia bodoh."Lirih,tapi masih bisa di dengar oleh Lucifer.Melangkah meninggalkan Lucifer.


"Hei,kenapa dari tadi kau meninggalkan ku!"teriak nya,sambil melambaikan tangannya.


Lagi lagi Aya tak menggubrisnya,tetep jalan dengan keren.


Lucifer mengejar Aya yang semakin menjauh karena langkah Aya memang cepat.


"Kenapa kau selalu meninggalkan ku?"kesal nya.


Aya melirik ke kanan"Pengen saja."Jawabnya santai.


"Kau tadi mengataiku bodoh?"sambil berjalan.


Aya menatap Lucifer"iya."Tersenyum manis,seperti tidak mempunyai dosa.


Karena gemas,Lucifer mencubit pipi chubby Aya dengan kedua tangannya.


"Aww!"pekik Aya berusaha melepas.


"Ada apa dengan dirimu?"setelah lepas.


"Ini seperti squishy."Jawabnya santai,sambil mencubit lagi,membuat sang empunya meringis kesakitan.


Mereka berdua berjalan melewati,bangku merah yang tersusun rapi di pinggir jalan,dia sana banyak cewek cewek seumuran mereka yang terlihat juga akan olahraga.Dan ada juga yang sebaiknya duduk santai bersama teman temannya.Lucifer sedari tadi menjadi pusat perhatian cewek cewek di sana,ada yang berteriak histeris karenanya.Membaut telinga Aya panas.


Setelah sampai, Lucifer mengeluarkan raket yang berada di tas yang di letakkan di atas bahu kanan nya.


Memberikan salah satu raket pada Aya,dan di terima dengan santai.


Kini posisi mereka sudah saling berhadapan tapi jauh,sekitar 3 meteran.


Aya memulai melakukan servis,dan di balas oleh Lucifer.


Pukulan kedua Aya mampu mengecoh Lucifer.


"Banyak tipuan dalam hidup,hati hati dalam memilih."Kata Aya diiringi dengan senyuman.


Lucifer memandang Aya sambil membuang nafas, mengambil kok nya.


"Perempuan memang susah di tebak."Jawabnya


"Perempuan tidak butuh di tebak,cukup di fahami."Jawabnya santai.


Lucifer melambungkan kok nya,

__ADS_1


Aya menerima dengan santai,setelah beberapa pukulan,Aya tidak membalas pukulan Lucifer.


"Kok tidak di kejar?"tanya Lucifer pada Aya yang hanya melihat kok nya terjatuh di belakang,lalu beralih menatap Lucifer sambil melihat tangan nya di depan dada.


"Kau ingin aku jatuh karena mengejar keinginan mu yang terlalu tinggi?"


"Bukan,aku hanya ingin kau tahu,jika aku mempunyai mimpi yang tinggi."Jawabnya santai.


Lalu kedua nya saling menatap sambil tersenyum.


Di sana tidak hanya ada Aya dan Lucifer saja,ada beberapa pengunjung yang melihat pertandingan Aya dan Lucifer di sekelilingnya.


***


Setelah beberapa menit,tiba tiba ada tamu tak di undang datang.Sekarang para pengunjung yang menyaksikan pertandingan Aya dan Lucifer,kini sudah bubar.


"Kenapa kau kemari?"tanya Aya pada seseorang itu,yang tengah duduk di bawah sambil melihat pertandingannya.


"Ini tempat umum,siapa saja boleh ke mari."Jawabnya santai.Duduk dengan menekuk kakinya,lutut bersejajar dengan dada nya,tangan nya di lingkarkan di kakinya.


"Tapi tempat di taman ini luas,kau bisa memilih sesuka mu."Jawab Aya sambil membalas pukulan Lucifer.


"Aku menginginkan di sini."Jawabnya menolak.


Aya menangkap kok nya dengan tangan,lalu menatap tajam seseorang itu.Diapun tak kalah tajam menatap balik Aya.Lucifer yang tak tahan diapun memecahkan.


"Apa tatap tatapan bisa menjadi lega,kenapa tidak adu boxing saja?"kesalnya melihat tangan nya di dada.


Dua pasang mata itu kini beralih menatap Lucifer,yang baru saja berbicara.


"Kenapa,takut?"melihat mereka secara bergantian.


"Lalu?"tanya Lucifer,menaikkan satu alis nya.


"Oke siapa takut,mungkin dia."Menunjuk Aya.


"Siapa bilang aku takut,aku tidak pernah takut!."Tegasnya.


"Baiklah kalau begitu,minggu depan,datanglah ke rumah ku."


"Kenapa harus di rumah mu?"tanya Aya


"Karena aku mempunyai ring nya."


Sial! sepertinya dia sering latihan,lah sedangkan aku,sangat jarang.*batin Aya


"Ada masalah?"melihat Aya hany diam.


"Tidak,aku akan datang.Dimana alamatnya?"


"Komplek Mawar no 11."


"Oke!"


"Ya sudah ayo beli minum kau pasti haus kan?"tanya Lucifer pada Aya.


Aya hanya mengangguk,lalu berjalan mengikuti langkah Lucifer.Dan di belakang di ikuti oleh seseorang itu yang tak kain adalah Rey,anak paman Yunus.


Meraka masuk ke dalam sebuah kafe,untuk singgah semakin makan.


Duduk di kursi bundar dan tengahnya terdapat meja bundar,warna meja dan kursi sama sama hitam,nampak elegan yang di padu dengan warna ruangan dan lantai coklat seperti serat kayu.Tidak lupa pintu masuk yang terbuat dari kaca,berwarna gelap.Kaca itu jika di lihat dari luar tidak bisa tembus pandang,berbeda dengan di dalam yang bisa melihat luar.

__ADS_1


"Pesan apa kau?"tanya Lucifer pada Aya yang duduk di samping kiri nya.


"Samakan."Jawab Aya.


"Kau?"tanya Lucifer pada Rey yang duduk di samping kiri Aya.


"Samakan."Jawabnya sambil main hp.


Lucifer berdiri lalu pergi memesan makanan.


Kini tinggal Rey dan Aya saja,suasana menjadi canggung,Rey yang memilih untuk bermain hp dan Aya hanya diam melihat sekitar.


Tak lama kemudian,Lucifer datang lalu duduk.


"Mana makanannya?"tanya Aya tidak sabar.


"Sabar sebentar,masih di buatkan."Jawabannya.


"Aku sangat lapar."Mengerutkan bibir nya.Rey yang tidak sengaja melihat ke arah Aya hanya menatap datar.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang,Aya dengan segera menyantap makanan nya.


Aya tidak menyadari jika ada noda sambal di sudut bibir nya.


"Apa kau tidak bisa makan dengan benar!"kesal Rey yang melihat noda itu.


"Kenapa?"belum sadar.


Mendengar keributan,Lucifer melihat kedua nya.


"Kenapa kau seperti anak kecil?"tanya Lucifer pada Aya,membersihkan noda itu menggunakan tisu.


Aya tercengang,sedangkan Rey pura pura tidak melihat,lebih memilih melanjutkan makanya.


Dengan segera Aya menyahut tisu itu,lalu mengelapnya sendiri.


"Makasih."gugup.


Lucifer hanya tersenyum.


Tak lama kemudian,ada segerombol anak seumuran Lucifer dan Rey yang menghampiri meja mereka.


"Halo broo!"sapa mereka sambil tersenyum lebar.


Semua mendongak melihat 3 cowok itu.


Mereka?*Aya seperti pernah melihat nya,tapi entah di mana.


Mata ketiga cowok itu menatap Aya tajam,tapi entah lah sepertinya mata mereka memang di buat tajam.


"Duduk lah!"Perintah Rey.


Semua duduk di sekeliling meja bundar itu,ada sebagian yang mengambil kursi dari meja sebelah karena tidak cukup.


Mata meraka masih tertuju pada Aya,Aya hanya bisa sedikit menundukkan kepalanya,sambil makan.


Rey yang melihat ketiga temannya menatap Aya diapun paham.


"Aya kenalkan-"terpotong


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2