LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Paket


__ADS_3

Aya berjalan mendekati pintu,menempel kan telinganya.Berharap abang nya sudah pergi.


"Tidak ada suara,sudah pergi mungkin."Kembali,membanting tubuhnya ke ranjang.


"Huh,saat nya tidur!!"Teriak Aya,memenuhi ruangan.


Tak lama Aya sudah hanyut dalam mimpi.


Sisi lain


"Dasar anak kurang ajar.Di tanya malah diam,awas saja besok,ku hajar kau!"Mengepalkan tangan nya geram.


Pagi hari,tepat di rumah Aya.


Suasana kurang baik,ayah,ibu dan Nana sedang mencari berkas penting.


"Aduh,bagaimana ini?"


"Ayah,bukan nya berkas itu ayah titip kan pada Aya?"Tanya ibu.


Ayah mengingat"iya,kau benar.Aku ke rumah Bu Laras dulu."Bergegas pergi.


Setelah kepergian ayah,ibu tertawa jahat.


Nana menoleh ke arah ibu nya.Bingung,yang ia rasakan saat ini.


"Ada apa bu?"


"Hahah!!"Hanya tertawa.


"Oh,jadi ini...?"


"Iya sayang,apa yang kau pikirkan itu benar."Jawab nya.


"Apa ini,tidak terlalu berbahaya?"


"Lihat saja hasilnya."Kata ibu dengan penuh keyakinan.


"Hm,baiklah."Mengangguk tanda faham.


"Jika tidak berhasil?"


"Pasti berhasil."


Lalu ke duanya tersenyum miring.


Kediaman Oma Shasa..


"Alya..?"Panggil Oma Shasa lembut pada menantu nya.


"Iyah,ada apa bu?"Jawab nya sambil menata memasak.


"Rey,belum pulang?"Duduk di kursi makan.


"Belum,di sana ada Aya juga kok."Menoleh ke belakang sambil tersenyum,tapi tangan nya memegang sayuran yang akan di masak.


"Oh,pantes saja betah."Ujar nya.


"Mama,mau di buatkan teh dulu?"


"Tidak usah,ambilkan saja air putih."


"Iyah."Mengambil kan.


"Ini."Meletakan segelas air putih, di atas meja tepat di depan Oma Shasa.


"Makasih nak."Meminum.


Bibi Alya pun kembali memasak.


"Pagi semua!!"Sapa Paman Yunus,menuruni tangga.


Oma Shasa dan Bibi Alya menoleh ke sumber suara.


"Pagi!!"Jawab mereka.


"Rey belum pulang?"Tanya Paman Yunus,duduk di samping ibu nya.


"Belum."Jawab Oma Shasa.


"Oh."


"Makanan jadi.."Menata makanan di atas meja.


"Mama,mau apa?"Tanya menantu nya.


"Apa saja..."


Bibi Alya pun mengambil kan apa yang ada di meja makan,untuk mertuanya dan juga suaminya.


Di sisi Aya

__ADS_1


Selesai sholat Aya,keluar kamar,menuruni tangga sambil mengikat rambut nya asal asalan.


Rey yang tak sengaja melihat Aya,setelah mengambil air di dapur pun tercengang melihatnya.


Aya melihat Rey yang memegang gelas,lalu pergi begitu saja.


"Eh,bocah!"Teriak Rey.


Aya,sama sekali tak memperdulikan Rey yang berteriak memanggil nama nya.Tetap berjalan ke dapur.


"Huh,saat nya masak."Tersenyum lebar,menampakkan gigi putih nya.


Mulai mengambil bahan bahan di lemari es.


Memotong motong dengan sebaik mungkin.


"Aya!" Teriak Rey,menghampiri Aya yang sedang memotong sayuran.


"Eh,kau punya mulut bukan?


So jawab!"Ujar nya,tepat di belakang Aya.


"Hm."Masih sibuk.


"Jika ada yang ngomong,tatap mata nya."


Dengan kesal Aya membalikkan badannya.


"Hm."Menaikkan kedua alis nya.


Rey hanya sibuk menatap Aya,membuat Aya kesal karena tak ada sepatah kata pun yang keluar.


"Ck! Kau menggangu waktu ku."Membalikkan badan nya lagi.


Sial,kenapa aku hanya diam tadi?


Aaakkhh,ada apa ini?* Batin nya geram sendiri.


"Kau itu sedang apa gila?"Tanya Aya yang melihat Rey mengacak acak rambutnya sendiri,melalui kaca yang ada di depan Aya.


"Apa?"


"Kenapa kau mengacak acak rambut mu?"


"Mana ada,aku tidak melakukan itu."


"Oh,yes?"Aya membalikkan badan nya.


Tersenyum ke arah Rey"di situ ada kaca,bukankah kau sendiri yang memasang nya?"


"Aku mau mandi."Ujarnya lalu melangkah pergi.


"Mandi,mandi saja.Memang aku perduli?"Kata Aya,melanjutkan aktivitas nya.


Di sisi Rey


"Sial,kenapa aku jadi seperti ini?" Sambil menggosok punggung nya menggunakan sabun.


Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu.


"Iya,sebentar!!"Jawab Aya.Melangkah sedikit berlari.


Ceklek


Tampak lah seorang pria yang memakai jaket hijau dan kotak paket.


Aya menatap pria itu bingung.


"Maaf,apa ini kediaman Pak Rey Sanjaya?"Tanya pria itu,yang ternyata kurir.


"Pak."Kata Aya,bingung + ingin tertawa.


"Iyah?"Jawab pria itu.


"Berikan."Kata Aya.


Kurir pun memberikan paket itu pada Aya.


"Silahkan tanda tangan di sini."Memberikan pena dan menyodorkan kertas.


Aya menandatangi kertas itu lalu masuk.


"Permisi."


"Hm."Masuk dan menutup pintu.


"Rey!!"Teriak Aya.


"Rey!!"Sambil menaiki tangga.


Tok tok tok

__ADS_1


Aya mengetuk pintu kamar Rey.


"Rey!!"


Tok tok tok


"Kemana si nih anak?"


"Ck!"


Ceklek


Karena tak sabar Aya langsung masuk ke kamar Rey.


"Lah?"Celingak celinguk mencari keberadaan Rey.


"Kok sepi?"Duduk di ranjang Rey yang sudah tertata rapi.


Kricik kricik


Aya menoleh ke arah kamar mandi.


"Seperti nya mandi."Tiduran di atas kasur yang empuk,jauh lebih nyaman di banding dengan kasur di rumah nya.


Tak lama kemudian,pintu kamar mandi terbuka.Dan tampak lah Rey yang sudah memakai pakaian santai.


"Eh,bocah.Ngapain tidur di kasur ku?"Menghampiri Aya.


Mendengar suara Rey,Aya langsung duduk.


"Ini,ada kiriman paket."Memberikan.


Rey duduk di samping Aya lalu menerimanya,membolak balikkan paket itu.


"Apa yang kau pesan?"Tanya Aya penasaran.


Rey menoleh"kepo."Jawaban yang sungguh menyebalkan.Di tambah lagi dengan wajah yang di buat buat.


"Cih!" Bangkit dari duduk,ingin pergi dari kamar Rey.


"Mau ke mana kau?"


Aya menoleh"kepo."Ekspresi yang sama,yang di tunjukkan Rey kepadanya.


"Cih,bocah.Sana pergi!"Usir Rey.


"Tanpa kau usir aku juga akan pergi.Mana tahan aku di kamar calon neraka ini."Berjalan dengan gaya cool nya.


"Cewek resek."Gumam Rey.


Ceklek


Pintu tertutup.


Aya menuruni tangga dengan tergesa gesa karena dia ingat dengan masakan nya.


30 menit Aya bergulat di dapur.


Menyajikan makanan di meja makan dengan rapi.


"Rey!!"


"Apa!!"


"Cepat makan!!"


"Atau ku buang saja makanan nya!!"


"Iyah,jangan di buang!!"Menghampiri Aya dengan berlari.


Setelah makan Aya,membersihkan sisa sisa makanan.


Setelah itu masuk ke kamar untuk membersihkan diri.


Setelah selesai Aya,duduk di meja belajarnya.


Memegang pena,sudah siap untuk menulis.


"Huh,padahal baru beberapa bulan tak bertemu.Tapi sungguh rasanya rindu."Gumam Aya.


"Apa dia juga merindukan ku?"


"Ingin sekali aku bertemu dengan nya,tapi sepertinya dia tak ada waktu untuk ku."


"Huh,kenapa jadi seperti ini?"


Aya ingin menulis sesuatu di buku diary nya.


Tok tok tok.


Belum sempat menulis tapi sudah ada yang mengetuk pintu lagi.

__ADS_1


"Rey!!"Panggil Aya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2