LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Menyayangi mu


__ADS_3

"Aya tenanglah,bunda sekarang sudah tenang di alam sana."Ujar Lucifer sambil memeluk Aya.


"Bunda,buka mata bunda...Bukankah kita sudah merencanakan untuk berlibur ke pantai setelah bunda sembuh.Apa bunda tidak menginginkan nya?"


"Aya,bunda sudah pergi.Ikhlaskan saja biarkan bunda tenang.Bunda sudah banyak menderita!"Rey berusaha melepas pelukan Aya pada bunda,karena bunda akan segera di kuburkan.


"Tidak,bunda tidak boleh kemana mana,dia hanya akan tidur sebentar.Aku yakin sebentar lagi bunda akan bangun."


"Aya,semua orang juga sedih,bukan hanya kau.Bukan kah kau menyayangi bunda?"


"Kau yang tidak menyayangi bunda!!"Menoleh dan menunjuk Rey.


"Justru aku menyayangi bunda,maka dari itu aku mengizinkan bunda di kubur dengan segera,apa kau tidak kasihan dengan bunda?"


"Apa kau ingin melihat bunda,seperti ini?"


"Apa ini yang aku ingin kan?"


"Rey,sabar nak."Kata Bibi Alya.


"Kau jangan-"


"Bolehkah aku egois kali ini saja?"Menatap Rey sayu.


Sedikit terpancing"Tidak! Lucifer,bawa Aya!"


"I iya."Gugup.


"Lucifer,kumohon,katakan pada Rey,jangan mengubur bunda,biarkan bunda tidur di sini.Aku yakin sebentar lagi bunda akan bangun."Merengek pada Lucifer saat Lucifer membawa Aya.


"Maaf,aku tidak bisa."


***


"Duduklah."


"Bunda....kenapa bunda meninggalkan ku?Bukankah bunda sudah berjanji padaku,akan menungguku sampai pulang?Kenapa bunda melakukan ini?Ini sangat menyiksaku,menyakitkan bunda.."


Lucifer yang tak tega melihat Aya,dia pun memeluk erat Aya.


"Tenanglah,bunda pasti baik baik saja di sana."


"Jika kau benar benar menyayangi bunda,ikhlaskan bunda,biarkan dia tenang."


***


"Bunda...!!"Memeluk kuburan bunda yang sudah di taburi dengan bunga mawar.


"Nak,tenanglah.Ayo pulang,ini sudah sore."Kata ayah Aya.


"Jika ayah pulang,pulang saja,aku ingin menemani bunda.Kasihan bunda tidur di sini sendirian."

__ADS_1


Semua orang saling menatap,tak tega dengan keadaan Aya.


"Kami pamit,jangan lupa makan nak.Dan jika kau ingin tidur di rumah bunda mu silahkan,ayah akan mengizinkan mu."


"Terimakasih."Keluarga Aya dan para guru guru dan murid murid yang hadir pergi.


"Nak,sabar.Kita semua juga sedih."Bibi Alya memeluk Aya.


Beberapa menit kemudian.


"Ayo kita pulang,ini sudah sore."Kata Paman Yunus.


"Aya,ayo pulang nak?"


"Tidak bibi,biarkan aku di sini sebentar."


"Ini sudah sore Aya,jangan membantah!"Kata Rey,datar.


Teman teman Rey dan Lucifer hanya melihat keadaan tanpa ingin berkomentar.Berdiri mengelilingi makam Bu Laras.Dan tak lupa dengan tatapan datar mereka.Sudah seperti vampir yang tak mempunyai darah.


Aya diam sejenak,memeluk makam bunda.Lalu berdiri"ayo,pergi."Kata Aya datar,berjalan duluan.Semua orang heran di buat nya.


Tanpa berfikir panjang,mereka pun mengikuti langkah Aya.Aya berjalan lurus,tatapan kosong,sama sekali tak memperdulikan apapun yang ada di sekitar nya.


Tiba tiba!


"Ayaaa!!!!"Teriak semua orang yang ada di belakang Aya.Aya yang bingung dengan keadaan hanya linglung,ingin menoleh ke belakang tapi tatapan nya tak sengaja melihat sebuah truk yang melintas dengan kecepatan tinggi.


BRAK!!!


Dan terjadilah tabrakan,truk nya kabur tanpa berhenti sama sekali.


"Aww,aku sudah mati apa masih hidup?"


"Tapi kenapa masih terasa sakit?"


"LUCIFER!!!"Teriak semua orang,berlari ke arah Lucifer.


Aya menoleh ke arah jalan raya,berapa terkejutnya ternyata bukan dia yang tertabrak,melainkan Lucifer yang telah menyelamatkan Aya.


Aya dengan segera bangun dan berlari ke arah Lucifer yang terlentang di tengah jalan,dengan darah yang mengalir deras di hidung,mulut,kepala dan sedikit goresan di tangan dan kaki.


Aya tertegun dengan kondisi Lucifer yang mengenaskan.


Duk


Seketika kaki Aya lemas,dan terjatuh duduk,matanya menatap Lucifer yang sudah tak berdaya.


"Lucifer,kenapa kau menyelamatkan ku?Seharusnya biarkan saja."Menangis,dan memegang kepala Lucifer untuk meletakan di pangkuan nya.


"Lucifer."Kata Bibi Alya lirih,menangis.Paman Yunus yang tak tega dengan kondisi istri nya diapun memeluk dengan erat.

__ADS_1


"Lucifer,bertahan lah.Kumohon."Memegang pipi Lucifer,yang di penuhi dengan darah.


"Aya,k kau bai baik sa saja kan?"Ujarnya terbatas bata.


"Aku sama sekali tak terluka,tapi kau yang terluka."


"Jangan menangis,ak aku baik baik sa saja.Percayalah,tapi jika Tuhan berkata lain,jangan pernah salah kan dirimu.Ini sudah menjadi takdir.Jika aku pergi,satu hal yang harus kau tahu,aku sangat menyayangi mu Aya,lebih dari seorang kakak kepada adiknya."


"Aku juga menyayangi mu."


"Dan kau Rey."Rey pun mendekat.


"Katakan."


"Jaga Aya,sayangi dia,seperti aku menyayangi nya.Jangan biarkan hal buruk apapun terjadi pada nya.Ku titip kan Aya pada mu.Aku percaya padamu,aku tahu kau tidak akan mengecewakan ku."Rey hanya mengangguk tanda mengiyakan.Melirik Aya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Untuk kalian,terimakasih sudah mau merawat ku,apapun yang ku lakukan tidak akan pernah bisa menembusnya.Terimakasih sudah mau menjadi orang tua ku."


"Aku menyayangi kalian."


"Lucifer,bertahan lah."Paman Yunus berkata sambil memegang kedua pundak istrinya.


"A aku,menyayangi m mu A Aya."Terbata bata dan perlahan menutup mata nya.


"Lucifer,bangun.Lucifer,kumohon bangun lah!"Menggoyang goyangkan tubuh Lucifer,beberapa kali menepuk nepuk pipi Lucifer.


"LUCIFER!!!"Berteriak sambil memeluk Lucifer erat.


Semua orang terdekat Lucifer menangis.Karena tak sanggup menghadapi semua keadaan ini Bibi Alya pingsan,dan dengan segera Paman Yunus menangkap nya.


"Cepat,panggil ambulance."Kata Dave.


"Sudah,tinggal menunggu."Saut Richo.


Tak lama kemudian,ambulan pun datang.Bibi Alya dan Lucifer di masukkan ke dalam ambulan,di ikuti Aya dan Paman Yunus.Sedangkan yang lain nya naik motor Richo dan Dave yang berhubung membawa motor.


***


Setelah di lari kan ke rumah sakit,jenazah Lucifer di bawa pulang ke rumah dan di makamkan di sebelah makam bunda.


Betapa hancur nya hati Aya,mendapatkan cobaan yang begitu berat.Hati Aya terasa sepi,sakit,hampa bercampur aduk.


Seseorang yang selama ini berada di samping Aya dan mendukungnya kini telah tiada untuk selama nya.


***


Keesokan harinya,keadaan rumah bunda sengat sepi.Tak ada lagi,celotehan Lucifer yang suka membuat gaduh dengan Rey.


Aya keluar kamar,melihat setiap sudut rumah tempat mereka bercanda dan tertawa.Sekarang hanya tinggal kenangan dan bayangan.


Aya berjalan menyusuri taman,tempat duduk yang biasa nya ia duduki bersama Lucifer.Aya mengusap pelan kursi putih itu.Aya masih merasakan aroma tubuh Lucifer yang masih menempel.Tanpa ia sadari air mata mulai membasahi pipi lembut Aya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2