LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Masalah


__ADS_3

di sepanjang perjalanan,aya selalu terbayang bayang kejadian tadi.bahkan sangking tidak fokusnya aya hampir saja tertabrak mobil.tapi untung saja mobilnya segera di rem,jika tidak mungkin nyawa aya yang akan melayang.


bukanya pergi ke sekolah,melainkan pergi ke taman yang kemarin di kunjungi aya dan derren sebelum derren meninggalkan aya.luka yang itu saja belum hilang dan sekarang di tambah lagi.oh ya ampun,kehidupan yang penuh perjuangan.



duduk di kursi merah,dengan wajah sedih tatapan kosong.banyak sekali yang ada di otak nya.masalah berdatangan secara perlahan tapi pasti.oh sungguh malang nasib mu nak.


"jika seperti ini setiap hari,aku tidak yakin akan mampu melewati nya."lirih aya.bersandar di sandaran kursi,mendongak kan wajahnya ke atas langit,mengusap wajah nya kasar.


"kenapa masalah selalu berdatangan kepadaku?kenapa tidak orang lain saja,kenapa harus aku?!"teriak aya kesal.


"akkhhh dunia ini tidak adil dan menyebalkan!!"teriak aya sangat kencang,tanpa aya sadari teriakan aya mengganggu seseorang yang sedang tidur di kursi di balik semak semak.kerena merasa terganggu,seseorang itu duduk berpegangan sandaran kursi.matanya menatap tajam aya yang duduk membelakanginya.


"woi berisik!!"teriak nya.


aya menoleh ke belakang,mata mereka bertemu,terlihat lah seorang anak laki laki yang menatap aya tajam.sebenarnya aya tidak tau apa penyebab orang itu marah pada nya.kau sungguh bodoh aya!


"apa kau tau,teriakan mu itu mengganggu orang lain,tau tidak!!"teriak nya.


aya hanya menatap,bagi aya cowok itu sama sekali tidak penting.


huh!

__ADS_1


dengus aya


membalikkan posisi seperti semula,tidak perduli dengan cowok yang marah dengan aya.karena merasa di abaikan dan di cuekin cowok itu pun bangkit dari duduk lalu melangkah kan kakinya pergi.


aya baru sadar,kenapa cowok tadi marah padanya.aya menengok kebelakang lagi.dan ternyata cowok itu sudah tidak ada.


mungkin sudah pergi.*batin aya


"bukan dunianya yang tidak adil,dunia tidak salah apa apa,hanya saja tergantung pada orangnya,dan dari sudut mana dia memandang,menanggapi dunia ini seperti apa."duduk di sebelah aya.


aya menoleh ke kanan,terlihat lah cowok yang marah pada aya tadi.cowok yang terganggu tidur nya karena teriakan aya yang begitu kencang.


lagi lagi aya tidak memperdulikan keberadaan cowok itu,aya kembali menatap depan.


"masalah itu di selesaikan bukannya menghindari."ujarnya lagi,tanpa menoleh ke aya.


aya menoleh"bukan kah kau juga seperti itu?"tanya aya.karena melihat cowok itu memakai seragam,aya pikir cowok itu juga mengalami nasib seperti aya,makanya dia kemari.pikir aya.


"tidak."menoleh sekilas.


"lalu kenapa kau kemari jika tidak ada masalah dan kenapa kau tidak ke sekolah saja?"


"aku mencari kesenangan dan aku menyukai ketenangan."

__ADS_1


"aku juga."


"sepertinya,bukan seperti itu.kau bukan mencari kesenangan dan ketenangan.melainkan menghindari kenyataan."menatap aya


aya pun menatap cowok itu"secara tidak langsung kau mengatakan jika aku pengecut."mengerutkan alis nya


"aku tidak mengatakan itu."ujarnya santai


membuat aya greget.aya menggigit bibir nya sendiri.


melihat aya yang terlihat kesal"seperti yang ku katakan tadi.hidup itu tergantung sudut pandang orang yang melihatnya."


"aku tidak paham."ujar aya


"hm,intinya jangan pernah menghindari masalah,itu bukan suatu penyelesaian.melaikan penghindaran."


aya menatap cowok itu tidak biasa,cowok ini terlihat santai,cool dan juga mempunyai pemikiran yang dewasa.pikir aya


"tidak semua yang kau pikirkan itu benar.santai?iya itu memegang hidup ku,pikirkan jika hidup ini masih panjang.dengan begitu kau akan bisa berfikir dengan jernih dan menemukan solusi yang pas untuk keluar dari masalah."tau apa isi pikiran aya.


"jika besok kau mati bagaimana?"


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2