LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Pekerjaan


__ADS_3

"Pesan sana!"Aya menyuruh Ragil untuk memesan makanan.


"Aku?"menunjukkan diri nya.


Aya membuang nafas kasar"Bukan,tapi anjing sialan!"dengus Aya.


"Pffrt!"Nada menahan tawanya dengan menutup mulut nya menggunakan kedua tangan nya.


"Tidak usah di tahan kali."Ragil melirik Nada yang sedang menahan tawa.


"Siapa?"tanya Nada.


"Babi di luar sana!"pekik Ragil sebal,berdiri lalu pergi.


"Kenapa dia?"tanya Nada pada Aya.


Aya tidak menjawab hanya mengedikkan bahu nya.


Karena Aya sudah memesan minuman jadi dia sesekali menyeruput minuman nya.


"Kenapa dia tidak bertanya dulu,kita mau makan apa?"tanya Nada lagi.


"Aku juga tidak tau,biarkan saja."


"Kalian bersahabat sejak kapan?"


"Kemarin."Jawab Aya singkat.


"Masih anget dong?"sedikit tersenyum


"Hm,iya."


"Kau tadi kenapa?"tanya Aya ingin tahu.


"Apanya?"masih loading.


"Kenapa kau tadi menangis?"


"...."


"Tidak usah di jawab juga tidak apa apa,mungkin kau belum siap,aku tidak ingin memaksa,aku ingin kau menceritakan tanpa ada unsur paksaan."Saut Aya cepat,tapi lembut,lalu tersenyum.


"Senyuman mu sangat manis."Ucap Nada.


Aya menatap Nada lekat"kau sedang mengejek ku?"


"Hah?"bingung dengan perkataan Aya.


"Aku sedang memuji mu."Menaikkan satu alis nya.


"Tapi ku terima sebagai hinaan."Jawab Aya.


"Kenapa begitu?"


"Aku tidak suka."Datar


"Apa nya?"


"Kau itu kenapa jika di ajak bicara selalu muter muter?!"kesal Aya.


Nada hanya diam


"Ah sudahlah lupa kan."Kata Aya.


Tiba-tiba ragil datang dan langsung duduk di samping kanan Aya.

__ADS_1


Muka di tekuk sudah seperti roti gulung.


"Kau kenapa?"tanya Nada yang sedari tadi memperhatikan Ragil saat belum duduk.


Sedangkan aya hanya menyimaknya,tidak ingin berkomentar.


"Pelayan nya menyebalkan!"


"Memangnya kenapa?"penasaran


"Aku kan pesan es teh anget,lalu dia bilang tidak ada!"jelas Ragil.Ingin rasa nya Nada tertawa,tapi dia kasihan terhadap Ragil.Aya tertegun dengan perkataan Ragil yang konyol itu,tapi tidak ada reaksi apapun di wajah nya.


"Lalu?"


"Lalu aku ganti pesan,es teh putih,katanya juga tidak ada!"


"Menyebalkan sekali bukan?!"melipat tangannya di dada.


"Bhahhha!kenapa kau begitu lucu bodoh!"tawa Nada seketika pecah,dan detik itu juga meja Aya menjadi pusat perhatian orang orang.Menyadari itu,Nada langsung menutup mulutnya.


"Kenapa kau tertawa?"kesal Ragil


"Karena kau sangat bodoh!"ingin tertawa lagi.


"Cih!"melengos


Sedangkan aya hanya diam,mendengar tapi fokus pada hp nya.Banya sekali pesan dari Bu Laras dan guru guru lain nya.Membuat Aya kewalahan hari ini.


"Lalu kau pesan apa selanjutnya?"


"Tidak jadi lah!"Jawabnya ngegas.


"Apa!"pekik Nada,sedikit mendobrak meja.


"Tidak."


Mendengar jawaban Ragil,Aya pun berdiri,lalu pergi meninggalkan kedua taman nya.


Mereka tidak bertanya apapun,hanya menatap punggung Aya yang semakin menjauh.


Tak lama kemudian Aya kembali lagi,dan duduk di tempat nya.


"Dari mana kau?"tanya Ragil


"Apa kalian hanya akan bicara saja,tidak mau makan?"jawab Aya,tanpa menoleh.Kembali fokus pada hp.


"Tentu saja,tidak mau."Tolak Ragil.


Aya melirik Ragil sekilas,lalu melanjutkan aktifitasnya.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang.


Pelayan itu meletakkan semua makanan dan minuman di meja berbentuk bundar itu.


"Makasih,pak!"ujar Nada ramah.


Aya menatap Nada,tertegun dengan ucapan nya.Senyuman tipis muncul di sudut bibir Aya.Tapi yang di tatap tidak merasa,masih fokus dengan makanannya.


Tidak jauh berbeda dari Aya,pelayan laki laki itu juga tertegun,sedikit tidak suka jika di panggil pak.Itu akan terjadi pada semua orang, jika umur nya masih muda di panggil dengan sebutan itu.mungkin sekitar 18 tahunan.


Aya mendongak,ingin melihat bagaimana reaksi pelayan itu.Ternyata benar apa yang di pikirkan Aya,pelayan itu sedang menatap Nada datar,seperti sedang kesal.


Karena melihat ekspresi itu,terlintas lah ide jail di otak Aya.


"Maaf ya-?"ujar Aya meminta maaf,sengaja menggantungkan perkataan nya.

__ADS_1


"Iya,tidak masalah,kalian adalah tamu kami-"Ucapannya terpotong di iringi dengan senyuman.


"Om."Melanjutkan perkataan nya.


Senyuman nya hilang ketika mendengar perkataan Aya,menatap Aya datar.


"Kenapa?kau bilang kami tamu bukan?"menahan tawa nya.


"Serah deh..."Tersenyum kecut,pergi.


"Hahahh,lucu sekali wajah nya,sangat konyol!"tawa Aya pecah seketika.


Nada dan Ragil yang yang sedang menikmati makanan nya,menoleh ke arah Aya.


"Kenapa?"tanya Ragil


"Hahahha!"Aya hanya tertawa saja,tak kuasa menahan.


"Cih,dasar gila."dengus Ragil


Cetak!


Ya,Aya menyentil kepala Ragil keras,karena merasa tidak nyaman dengan perkataan Ragil.


***


Seminggu berlaku,kini hari yang di tunggu tunggu pun datang.


Ya,benar,hari dimana teman Ayah akan datang untuk makan malam.


Pagi ini semua orang yang ada di rumah sudah bangun dari tidur nya dan mulai melaksanakan aktivitasnya.Walaupun sekarang hari minggu,di mana biasanya orang orang bermalas malas di atas ranjang,tapi itu tidak berlaku di kediaman Aya.Suasana pagi ini berbeda dari biasa nya,biasa nya hanya Aya yang akan melaksanakan pekerjaan rumah.Tapi sekarang,karena perintah Ayah semua nya ikut berkerja,termasuk kakak Nana.


Aya sangat tahu betul,bagaimana sikap kakak nya itu.Dia tidak akan pernah mau melakukan pekerjaan rumah seperti ini,apapun alasan nya.Tapi karena ancaman Ayah yang tidak akan memberikan uang jajan selama 1 bulan,dia jadi terpaksa melakukan itu.


Sudah jelas,hanya di lihat dari bagaimana kak Nana melakukan pekerjaan,semua orang pasti bisa menebak jika dia tidak pernah melakukan tugas itu,bahkan menyentuh saja tidak pernah.


***


Pukul 15.00 pekerjaan rumah sudah selesai,ya,mungkin kalian berfikir kenapa lama sekali?


Tentu saja,karena tamu yang akan datang adalah tamu yang istimewa jadi harus perfect.


Sekarang Aya sedang berada di atas ranjang,dengan membawa hp di tangannya.


Posisi tidur menghadap langit langit kamar,lalu menekuk salah satu kakinya.Dan satu kaki nya di tumbangkan di atas lutut.


Pukul 17.00 Aya baru menyelesaikan pekerjaannya yang kemarin.Bayangkan saja,berapa banyak nya pekerjaan Aya,dari kemarin sampai sekarang baru selesai.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu,Aya menoleh ke arah pintu,tapi tak merubah posisi sedikitpun.


"Iya siapa?"teriak Aya


"Ini ayah nak!"jawab dari balik pintu.


"Oh masuk saja,itu tidak di kunci!"


cekrek


pintu terbuka,pertama kali yang di lihat ayah Aya adalah anak kebanggaan nya sedang tiduran dan belum siap siap.


"Lah kok masih santai santai?"tanya nya sambil menutup pintu.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2