
"Hei lepaskan gila!"Memberontak.
"Berusahalah,rubah kecil."Katanya sambil tersenyum devil.
Aya bergidik ngeri melihatnya.
"Jangan tersenyum."
"Kenapa,apa aku tampan.Dan kau takut jatuh cinta kepada ku?"
"Kau terlalu percaya diri tuan Rey yang terhormat.Bukan karena cinta,tapi aku takut melihat nya,itu sangat mengerikan."Sambil berusaha melepaskan.
"Kau tidak menyukai nya?"
"Tidak sama sekali,bahkan aku sangat benci."
"Tapi aku cinta dengan apa yang kau benci."
Benar benar gila,Ya Tuhan,selamatkan aku dari manusia yang tak waras ini.*
"Apa yang kau do'akan?"
"Apa urusan mu?"
"Ih!!"Berhasil terlepas,dengan cepat Aya melangkah menjauhi Rey,yang sudah tak waras.
"Hahah,jangan harap bisa keluar dari sini dengan selamat.Rubah kecil." Mendekati Aya.
"Sudah,berhenti di situ."
"Aku menolaknya."Terus berjalan.
"Apa mau mu?"
"Simpel,kau harus menjadi budak ku selama 1 bulan."Tersenyum devil.
"Apa?"Tertegun.
"Apa kurang jelas?"
"Ti tidak."
Duk
Badan Aya terbentur tembok.
Tembok sialan,siapa yang meletakkannya di sini?*
Rey menatap Aya tanpa bisa di artikan.Wajah mereka sudah sangat dekat,bahkan Aya bisa merasakan hangatnya nafas Rey.
Kini wajah Rey semakin dekat.
"Kau mau apa tidak."
"A aku.."Gugup.
"Jawab yang benar."
Semakin dekat,dekat dan...Aya menutup matanya.Sudah pasrah dengan apapun yang akan di lakukan Rey,si cowok gila.
"Hei,buka mata mu,bodoh."
Aya membuka mata nya perlahan-lahan,dan terlihat lah Rey sudah duduk di tapi ranjang.Sudah sangat jauh dengan keberadaan Aya sekarang.
"Huh."Bernafas lega,sambil memegangi dadanya.
"Apa yang kau pikirkan?"Tersenyum tipis.
"Tid tidak ada."Gugup.
"Apa aku berfikir aku akan mencium mu?"
Aya diam.
"Hahah,gadis bodoh.Mana mungkin aku mencium seseorang yang sudah merenggut saudaraku.Asal kau tahu,aku bahkan sudah membencimu saat pertama kali kita bertemu."
Aya tertegun dengan kata kata yang di lontar kan Rey.
"Oh."
Melangkah pergi.
"Hei,mau ke mana?!"
Aya membalikkan badan nya.
"Apa lagi memangnya,apa kau mau aku membersihkan ini dengan baju mu?"Jawab Aya cuek.
__ADS_1
Rey diam.
"Cih."Melangkah pergi.
Bodoh,juga menyebalkan.Hal buruk apa lagi yang tak melekat pada diri nya?* Berjalan ke arah dapur.
"Ternyata ada juga manusia seperti dia,egois,menyebalkan!"
"Huh,aku sangat membenci nya."Kembali ke kamar Lucifer.
Ceklek.
"Astagfirullah!"Terkejut,langsung menutup matanya dengan kedua tangan.
Pletak
Otomatis apa yang Aya pegang jatuh ke lantai.
"Apa yang kau lalukan?"Tanya Aya masih menutup mata nya.
"Seharusnya aku yang bertanya,apa yang kau lakukan?"Berbicara setalah memakai baju.
"Tentu saja,membersihkan lantai ini."Membuka mata nya.
"Dan kenapa kau tak berganti pakaian di kamar mandi saja.Kau kan tahu,aku akan membersihkan lantainya."
"Kau yang salah,kenapa tak mengetuk pintu terlebih dahulu,dasar tidak punya sopan santun."Melangkah pergi meninggalkan Aya.
"Ya ya ya,dia selalu benar,dan aku selalu salah."
***
Setalah membersihkan lantainya Aya kembali ke dapur untuk membuang kotoran nya.
Semua beres,aku masuk kamar nya.Untuk membersihkan diri dan juga sholat magrib.
Setalah sholat Aya tak lupa membaca ayat suci Al quran,seperti apa yang telah bunda nya selalu ajarkan.
Beralih pada kediaman rumah Aya.
"Apa hari ini Aya tak pulang?"Tanya ayah saat saat setelah makan.
"Mana pernah dia pulang."Ujar kak Nana
"Jaga bicaramu."
"Memang benar apa yang di katakan Nana."Saut ibu.
"Selalu saja Aya,Aya dan Aya.Kapan aku di sebut?"
"Yang sabar nak,lihat saja nanti."Ujar ibu,tersenyum devil.
"Hah,apa yang akan ibu lakukan?"Tanya Nana bingung.
"Lihat saja."
"Bu,jangan berbuat yang konyol,aku tak mau ayah malah semakin marah padaku."
"Kau tenang saja nak,itu tak akan terjadi.Doakan saja rencana ini akan berhasil."
"Hm,aku percaya pada ibu,akan ku doakan."
Di sisi Ragil
"Huh,apa yang harus ku lakukan sekarang?"Tidur terlentang,memandang langit langit kamar.
"Aku sangat merindukan nya."
"Memang benar,apa yang di katakan Mbk Imah."
"Tapi aku takut,jika Aya menolak nya."
Ceklek
Ragil menoleh ke arah pintu.
"Apa yang kau pikirkan?"Tanya Mbk Imah.
"Aku hanya sedikit pusing."Ujarnya sambil kembalikan badan ke sebelah kanan.
"Kau memikirkan kata kata ku?"Duduk di tapi ranjang.
Ragil diam,memang benar apa yang di katakan kakaknya itu.
"Turuti kata hati mu."Mengusap pelan kepala adik nya.
"Hadap sini."
__ADS_1
"Tidak,aku lelah."
"Apa susahnya hanya untuk menghadap sini."
Ragil pun membalikkan badan nya.
"Aku menangis?"Melihat mata Ragil yang merah.
"Tidak,aku hanya mengantuk."
"Aku kakak mu,aku tahu diri mu."
"Sekarang pikir kan,sejauh ini siapa yang selalu ada di samping mu?"
"Teman baru mu,atau sahabat lama mu?"
"Tidak usah di jawab,jawab saja di hatimu.Tanam di situ."Berdiri lalu pergi.
"Benar,aku paham sekarang."
POV pondok Intan.
"Ayo rapat kan shaf nya."Ujar Kiai,menghadap belakang.
Para santri dan santriwati merapatkan shaf nya.
"Jangan lupa niat."Ujarnya mengingat kan.Lalu menghadap depan.
"Allahuakbar."Mereka semua sholat berjamaah.
Dan setelah sholat isya,seperti biasa meraka semua masuk ke kamar masing masing untuk mengerjakan tugas atau kepentingan lain nya.
Di sisi Aya
Kini dia telah berbaring di kasur yang empuk dan nyaman.
Tapi sayang dia tak bisa tidur,karena ada suara bising di ruang keluarga.
Karena merasa terganggu Aya pun menghampiri nya.
"Kenapa kalian ke sini malam malam?"
Teman Rey menoleh.
"Oh,Aya,kau di sini?"
"Tidak,aku di sekolahan."Jawab Aya cuek.
"Apa urusanmu?"Jawab Rey.
"Kalian,menggangu ku."
"Menggangu apa?"Tanya Tomi.
"Suara kalian,tolong kecilkan."Melangkah pergi.
"Kenapa tidak kau saja yang pergi dari sini."Kata Rey.Aya berhenti dan menoleh.
"Kau mengusir ku?"
"Kurang jelas?"
Aya yang sudah tak tahan dengan sikap Rey diapun pergi tanpa sepatah kata pun.
"Aya!"Teriak Dave.
"Rey,apa yang kau lakukan?"Tanya Tomi.
"Apa kau lupa,ini sudah malam.Tidak baik jika seorang gadis pulang,di jam segini."Ujar Dave.
"Kau melupakan janjimu Rey."Kata Richo.
Semua menoleh ke arah nya.Menatap dengan rasa bingung.
"Janji?Janji apa?"Tanya Tomi.
"Lucifer."Jawab nya singkat.
Astaga,Richo benar.Kenapa aku bisa lupa?*
"Tunggu apa lagi,kejar sana."Ujar Dave.
"Sungguh melelahkan."Ujar Rey malas.
"Rey."Panggil Richo.
Rey menoleh"apa?"
__ADS_1
"Kau cowok bukan?"
BERSAMBUNG....