
aya keluar dari toilet lalu berjalan menuju kantin lagi.sesampai di kantin aya duduk,di samping dila.
"cepat makan,sebelum dingin."ujar dila pada aya,yang baru datang.
"hm."mengambil sendok dan garbu.makan bakso style cool.
di meja aya mulai canggung setelah pembicaraan antara dila dan aya.hanya terdengar sendok dan garbu yang beradu dengan piring.
tiba tiba ada 2 cowok yang menghampiri meja aya dan memecah kecanggungan.
"cantik boleh gabung tidak?"ujar awan pada dila.dila yang fokus dengan makanannya,dia pun mendongak ke samping kanan.dila tertegun setelah melihat siapa yang sedang mengajaknya bicara.tidak bisa berkata kata lagi.iya tentu saja,karena dila menyukai awan.memangnya siapa si yang tidak tercengang melihat ketampanan seorang Awan John Alexander.ya mungkin hanya aya yang tidak tertarik padanya.
semua orang yang ada di situ melihat ke arah meja aya.tentu saja karena awan pertama kalinya berbicara manis pada seseorang.
bukan hanya itu bahkan awan dan taufik baru masuk ke kantin saja,banyak dari cewek cewek yang berteriak histeris.huh sungguh menjijikkan dan alay.
"woi,apa kau tidak mendengarkan ku?"tanya nya lagi.karena melihat dila yang hanya bengong.
__ADS_1
"em em,bo boleh."mengangguk semangat.suaranya agak tidak jelas karena mulut dila di penuhi dengan pentol.dan kedua tangan nya memegang garbu dan sendok.
"thanks."tersenyum,ingin rasanya mimisan melihat senyum manis awan.itu juga pertama kalinya awan tersenyum manis,selama ini.
tapi ada satu anak yang pernah melihat senyuman awan.iya benar itu aya,siapa lagi memangnya.
semua orang yang ada di situ bahkan ibu kanti sekalipun yang melihat senyuman awan,berteriak histeris.membuat kepala aya pusing.
awan menoleh ke samping kanan yang terdapat seorang cowok yang berdiri di sana.mereka saling bertatapan,lalu mencullah senyuman tipis di sudut bibir keduanya.
taufik menepuk pundak awan pelan,meng kode awan untuk duduk di dekat aya.
herannya sedari tadi aya hanya diam mendengar sorakan para cewek cewek saat mereka mulai masuk kantin.bukan hanya diam bahkan menoleh saja seperti tidak sudi.
"boleh aku duduk?"tanya taufik pada aya.
aya mendongak ke samping kiri,melihat taufik sekilas lalu beralih pada makanannya.tidak menjawab sepatah katapun.
__ADS_1
karena aya tidak menjawab,taufik tanpa bada basi langsung duduk di samping kiri aya.
sedangkan awan duduk di samping kanan intan.
sebenarnya aya sedikit terganggu dengan kedatangan dua cowok resek nan menyebalkan itu.tapi apalah daya nya.
aya menyadari jika intan merubah raut mukanya,setelah taufik duduk di samping nya.aya merasa tidak enak,tapi bagaimana lagi?
meski di usir pun tidak ada gunanya,itu tidak akan merubah keputusan mereka.hanya membuang buang tenaga,pikir aya.
aya sesekali melirik ke arah intan,dan ternyata intan juga sedang meliriknya juga dengan tatapan tajam dan terlihat kesal.
huh!
aya menghela nafasnya kasar.
"ada apa?"tanya taufik sambil memakan makanannya juga.
__ADS_1
aya melirik sekilas"aku sudah selesai."bangun dari duduk lalu melangkah pergi.
semua yang duduk di meja aya tadi,hanya menatap aya sampai tidak terlihat lagi.tertelan oleh pintu.