LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Tegar


__ADS_3

"kau itu dalam hal seperti ini baru bicara,tadi ada apa dengan mulut mu,apa mulutmu sedang berlibur?"tanya aya tersenyum terpaksa.


"banyak sekali bicaramu,apa kau tidak-"terpotong


"eh sudah sudah kalian ini,selalu saja bertengkar jika bertemu."ragil tiba tiba datang dari dalam rumah.


aya dan remaja itu menoleh bersamaan ke arah ragil.


aya menatap ragil datar sedangkan kakak ragil menatap sambil mulut terbuka.


"ayo cepat,aku tidak suka lama lama di sini,banyak anjing nya."sindir aya pada remaja itu.


ragil bingung dengan arah pembicaraan aya,tapi remaja itu tau persisi apa yang di maksud aya adalah dia.remaja itu membelalakkan matanya.


"mana,di sini tidak ada anjing kok."ujar ragil


"ada,tapi transparan."ujar aya datar


"yasudah ayo!"ragil berjalan duluan,dan di ikuti aya di belakangnya.


sebelum melangkah aya mendekatkan tubuhnya di remaja itu lalu membisikkan sesuatu.


"anjing."bisik aya,lalu tersenyum sinis.melangkah pergi dengan gaya cool nya.


"kurang aja!"gumam remaja itu setelah aya membisikkan sesuatu.


aya yang mendengar gumaman itu pun tersenyum tipis.


"ayo naik!"perintah ragil pada aya yang masih berjalan menuju arah nya.


"hm."aya naik di belakang ragil,berboncengan sambil berdiri.

__ADS_1


"siap?"tanya ragil


"tentu."


sepeda pun melaju dengan santai,menikmati udara yang sejuk dan banyak pepohonan di pinggir jalan.


setelah sampai di taman aya dan ragil duduk di bangku panjang merah.



"huh akhirnya sampai!"ujar ragil tersenyum


sedangkan aya hanya diam dan tatapan kosong,seperti memikirkan sesuatu.


karena tidak ada sautan dari aya,ragil pun menoleh ke samping kanan,dan terlihatlah aya sedang bengong.


"aya?"menepuk pundak aya pelan


"hm?"aya menoleh,menatap ragil bingung.


aya menatap ragil intens"tidak ada."lalu kembali menatap depan.


ragil merasa ada sesuatu di pikiran aya"apa kau ingin es krim?"tanya ragil


aya menoleh,seperti teringat sesuatu"boleh."agak lama menjawab.


membuat ragil semakin penasaran.


"baiklah,ayo!"ragil menarik tangan aya tiba tiba,membuat aya terkejut,tapi dia hanya diam,tidak protes.


sore ini pengunjung lumayan banyak dari biasanya,kursi di penuhi dengan orang berpacaran bahkan anak seusia aya pun ada yang berpacaran.aya menetap satu persatu pasangan pasangan yang tengah duduk di bangku merah itu.sampai tidak terasa sudah sampai di penjual es krim,karena aya tadi tidak melihat depan,saat melihat depan pun aya terkejut karena melihat intan,Miha dan dila juga sedang membeli es krim.

__ADS_1


deg


oh jadi ini yang kau bilang sibuk?*


tadi aya dan ragil mengajak intan untuk ke taman bersama sama,tapi intan bilang dia sedang sibuk.


"hai,kau sedang apa di sini?"tanya Miha pada aya.


ragil menoleh ke kanan karena tidak mendengar aya menjawab apapun,terlihatlah aya sedang menatap intan seperti kecewa.


lalu beralih menatap Miha lagi.


"oh hanya jalan jalan saja."ujar ragil,menggantikan aya,dia tau bagaimana perasaan aya saat ini.


lebih sakitnya lagi intan terlihat seperti tidak perduli dengan keberadaan aya.


"ini neng."memberikan es krim pada miha.dan di terima Miha sambil tersenyum.


"makasih pak."ujar Miha.


di balas dengan senyuman oleh pak penjual


"kami duluan ya?"ujar miha ramah.


"iya."jawab ragil.


setelah kepergian mereka ragil menoleh ke kanan,menghela nafas panjang lalu menepuk pundak aya pelan.memberi semangat pada aya.


"sabar."


aya menoleh ke kiri"untuk apa?"sok tegar.

__ADS_1


"tidak usah sok kuat di hadapan ku."ujar ragil


"apaan si,siapa juga yang sok kuat,aku memang kuat kali!"ujar aya kesal,untuk menutupi perasaan sebenarnya.aya tidak mau terlihat menyedikan dan lemah di hadapan siapapun kecuali terhadap sang pencipta.


__ADS_2