
Dan di balas bunda,mereka saling mengaitkan jari kelingking.
"Setelah bunda sembuh,aku janji akan mengajak bunda ke pantai.Aku yakin bunda pasti akan senang."Kata Aya sambil melepas jari.
"Aya?"panggil bunda saat Aya sudah melangkah.Aya menoleh dan membalikkan badan.
"Ada apa?"Menghampiri.
"Boleh bunda memelukmu sebentar?"
Aya mengerutkan kening nya,bingung.
"Tentu saja boleh."Memeluk bundanya.
15 menit kemudian,"Bunda sebenarnya kenapa,ada apa dengan bunda?"Melepas pelukan.
"Bunda,hanya merasa akan jauh dengan mu."Tersenyum.
"Apa yang bunda katakan,aku tidak kemana mana,aku hanya menemui teman ku sebentar,hanya sebentar.Nanti aku akan kembali,bunda tenang saja."Meyakinkan.
"Kau mau naik apa?"
"Apa boleh aku meminjam motor bunda?"
"Tentu sayang,tapi hati hati yah?"
"Iya,terima kasih bunda."
"Assalamualaikum."Kata Aya lalu melangkah pergi.
"Walaikumsalam."
***
Aya sudah berada di kafe,seperti apa yang di katakan tadi.
"Kemana nih anak?"Bertanya pada diri nya sendiri.
Celingukan mencari seseorang.
"Lama banget."Dengus Aya,sambil sesekali meminum kopi Americano kesukaannya.
Beberapa menit kemudian"maaf lama."Menepuk pundak Aya.
Aya menoleh,sebenarnya kaget tapi tahu Aya kan?
"Kenapa lama sekali?"
"Hahah,maaf lah tadi di jalan ada sedikit halangan."Duduk di depan Aya.
"Ada apa,kenapa kau menyuruhku kemari?"
"Santai broo,kenapa buru buru?"
"Aku tidak ada waktu,cepat katakan."
"Jadi gini,aku hanya ingin memberitahu mu,jangan dekati Awan lagi!"
"Hah,apa kau gila,sebenarnya siapa yang mendekati nya,aku atau dia?"
"Aku tidak tahu,yang pasti jauhi Awan,kau mengerti?"
"Aku tidak menyangka ternyata sifat mu belum berubah Mala,ku kira waktu itu kau tulus padaku."
"Hahah,kau memang bodoh, sampai tak bisa membedakan yang mana yang tulus dan tidak."
"Jadi kau menyuruhku kemari hanya untuk mengatakan itu?"
__ADS_1
"Tentu."
"Ini maksudmu ada hal penting?"
"Iya,ini memang sangat penting."
Aya menatap Mala seperti menahan amarah.
BRAK..!!
Semua orang menatap meja Aya dan Mala.
"Apa kau tidak waras hah?!"Berdiri sambil menggebrak meja.
"Wow,santai,santai?"Meminum kopi dengan santai.
"Apa kau tidak tahu,masih ada hal yang lebih penting dari ini,bunda ku sakit.Apa aku tak tahu itu hah?!"
"Tentu saja aku tahu,guru BP yang paling tidak adil dan bijak sana itu kan?"Jawabnya santai.
"Kau!"Menunjuk Mala.
Mala yang di tunjuk hanya tersenyum santai.
"Kau bilang apa barusan?"Menahan amarah.
"Kau tuli?"
"Lalu kau sendiri apa kau tidak punya otak dan hati?"
"Alhamdulillah,semuanya lengkap,tanpa cacat."
"Jauhi Awan,jika ingin sahabatmu Intan dan Ragil selamat."
"Tidak perlu mengancam,akan ku jauhi.Aku menjauhinya bukan berarti aku takut dengan ancaman mu,camkan itu!"
"Hm,yayaya..."Menggeleng geleng kan kepala mengejek.
"Tentu saja belum."
"Apa lagi?"
"Duduk lah dulu,apa kau tidak malu menjadi pusat perhatian orang orang?"
Aya melihat sekeliling sial!*Lalu duduk.
"Good girl."Tersenyum devil.
"Cepat katakan,jangan buang buang waktu ku hanya untuk hal hal yang tak berguna."Kata Aya.
"Kau harus membantu ku untuk menjadi peringkat pertama di sekolah."
Aya membelalakkan kedua mata nya.
"Apa kau sudah tidak waras hah?"
Mala hanya tersenyum
"Mana bisa aku melakukan itu,kau sendiri yang bisa melakukan nya."
"Halah,sudahlah Aya jangan menutupinya lagi dari ku."
"Menutupi apa?"
"Kau mempunyai jabatan tinggi kan di sana?"
Deg
__ADS_1
Dia mengetahui nya?Siapa yang membocorkan itu?Awas saja jika aku mengetahui nya akan ku cabik cabik!*
"Kenapa diam,benarkan yang ku katakan?"
"Jika iya,aku tidak akan pernah membantu mu.Seharus nya waktu itu kau belajar supaya mendapat peringkat,dan ya,aku juga tidak tahu siapa saja yang akan mendapat peringkat!"
Mata mereka saling menatap tajam.
Aya merasa muak dengan wajah Mala dia pun memilih untuk pergi.
"Oh benarkah,kau berani melakukan itu?"Yang tadi nya Aya sudah berjalan 2 langkah menjadi berhenti,tapi tanpa menoleh.
"Kenapa aku harus takut?"Tanya nya tanpa melihat Mala,tapi menoleh ke samping bawah.
"Kau bukan Tuhan ku,kau bukan malaikat.Apa yang harus ku takut kan?"Tersenyum tipis,melangkah pergi tak memperdulikan apapun lagi.
Di perjalanan pulang Aya memikirkan siapa yang membocorkan rahasia nya.
"Ingin sekali memotong leher nya,tapi takut dosa!"
"Awas saja jika menemukan nya,akan ku...akan ku apakah yah?"
"Aku juga bingung,mau ku apakan.Dasar Aya sialan! Begitu saja tidak bisa berfikir!"Mengetuk dirinya sendiri sambil menyetir motor.
"Loh,ini ada apa?Kenapa banyak orang di sini?"Tanya Aya saat mulai memasuki gerbang.
Karena penasaran Aya bergegas memarkirkan motornya di garasi.
Aya memasuki rumah dengan sedikit berlari.
Aya semakin di buat bingung dengan orang orang yang menangis.
"Hei,Lucifer! Ada apa ini?"Memanggil Lucifer yang kebetulan lewat.
"Bu bun-"gugup,ada rasa sakit dan sedih melanda hati nya.
"Ada apa?Katakan dengan jelas!"Memegang pundak Lucifer.
"Bunda sudah meninggal Aya."Lirihnya.
Deg Deg Deg
"A apa kau bilang,kau bercanda kan?Apa yang kau katakan tidak serius kan?Ayo katakan jika ucapan mu itu bercanda! Ayo katakan, Lucifer!!"Bentak Aya,memukul mukul dada Lucifer.
"Apa pernah aku berbohong?"
"Tidak,tidak mungkin ini pasti cuma mimpi. Lucifer,jika ini mimpi,bangunkan aku segera.Aku tidak mau memimpikan ini.Bangunkan aku sekarang,kumohon!"Mulai menangis.
"Aya tenanglah."Memeluk Aya,untuk menenangkan.
"Lepaskan,lepaskan aku!Kau pasti berbohong!Aku membencimu!!"Berusaha melepas pelukan.Setelah berhasil,Aya berlari sekencang kencang nya menuju kamar bunda.
Air mata saling berjatuhan dan membasahi lantai.
Aya berhenti tepat di depan pintu kamar bunda,diam tak bergerak.Seperti sudah tak ada tenaga untuk melakukannya.Matanya tertuju pada seseorang yang tengah tidur sambil di tutupi kain putih di atas ranjang.
DEG DEG DEG...
Jantung seperti ingin lepas dari sangkarnya.
"Bundaaaaaa!!!"Teriak Aya pecah memenuhi ruangan,semua orang menoleh ke arah pintu dengan tatapan sakit dan prihatin.
Aya berlari menuju ranjang,dan langsung memeluk jasad bunda nya,tanpa memperdulikan sekeliling nya.
"Bunda,bangunlah.Aku sudah kembali,kumohon bangunlah!Aku janji aku tidak akan pernah meninggalkan bunda lagi,kumohon bangunlah!!"Memeluk bunda dengan sangat erat,seperti enggan untuk melepas.
"Aya?"Panggil Bibi Alya,memang pundak Aya.
__ADS_1
"Bunda,bukankah bunda sudah berjanji tidak akan kemana mana sampai aku pulang,sekarang Aya sudah berada di sini.Buka mata bunda.."Semua orang yang menyaksikan itu hanya bisa menangis dan mendoakan yang terbaik.
BERSAMBUNG....