LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Sejak Kapan?


__ADS_3

Aya dengan wajah dataran nya,membaca sambil memahami isi surat itu.


Dims yang melihat Aya,membaca tanpa ekspresi.Dia semakin penasaran,apa isi nya.Tapi sial nya Aya tak mau memberitahu itu.


"Jangan menatap aku terus."Masih membaca.


"Hah?"Dims terkejut.


Bagaimana dia bisa tahu?*


"Siapa juga yang menatap mu?"Elak nya.


"Terserah."


"Dan tapi,jika aku menatap mu.Memang nya kenapa?"


"Hadeh..."Menghembuskan nafas kasar,menoleh ke arah Dims.


"Jika kau terus saja menatap ku,lalu naksir kepadaku.Kan aku juga yang repot."Jawab nya dengan wajah datar.Kembali membaca surat.


Cewek ini,hadeh.Capek aku menghadapinya,selalu saja kalah.Kenapa ucapannya itu selalu benar dan tepat,begitu loh.Tak habis pikir aku,sebenar nya apa yang selama ini dia makan?*


Mungkin,makanan laut.Contoh nya,batu karang.*


Dims pusing dengan Aya,dia pun memilih untuk mengerjakan tugas.


Setelah membaca,Aya melipat dan meletakkan suaranya di saku celana.Kenapa celana?


Aya kan perempuan.


Ya tentu saja,itu kemauan Aya sendiri.Padahal semua cewek yang ada di sana memakai rok,dan hanya dialah yang memakai celana.


Awalnya kepala sekolah tak menyetujuinya,tapi karena bujukan Aya,yang terdapat kata kata mantra.Mampu membuat pak kepala sekolah menyetujuinya.


Aya membuka bukunya,lalu dengan santai mengerjakan tugas nya.Walau tak sepintar Dims,Aya tetap berusaha menjadi seseorang yang pintar.


30 menit,Dims,menyelesaikan tugas nya.Tapi tidak dengan Aya,butuh waktu 45 menit bisa menyelesaikan nya.


Beberapa hari kemudian,Aya dan Dims berlatih untuk konser besok.


"Aya,kau yakin,setu kelompok dengan ku?"Memegang gitar.


"Kenapa tidak."Duduk di sofa samping Dims.


"Kenapa kau mau dengan cowok cupu,seperti ku? Apa kau tak malu?"


"Bahkan,yang lainnya saja tak ada yang mau bergabung dengan kita,itu gara agar aku."


"Kenapa kau selalu bertanya tentang itu Dims?"


"Kau itu teman ku,dan aku juga tak malu berteman dengan mu.Jangan tanya alasannya,aku pun juga tak tahu."Mengambil gitar yang ada di samping nya.


"Dan ya,mereka tak mau bergabung dengan kita pun,itu urusan mereka.Yang penting kita sudah di beri izin oleh Kak Rangga."


"Tapi-"


"Sudah,besok kita sudah konser.Jangan banyak beritanya."


"Fokus saja,pada latihan sekarang."


"Baiklah."


Jreng jreng jreng jreng


Suara gitar mereka memenuhi ruang keluarga.


"Hei,apa yang kalian lakukan hah."Tanya seseorang yang terdengar khas bangun tidur.


Aya dan Dims,menoleh ke belakang.Menghentikan aktivitas nya.


"Kenapa,pagi pagi sudah membuat kacau.Kalian sangat mengganggu."


"Ini sudah siang,bodoh.Lihat dulu jam nya."Jawab Aya.


"Oh."Terkejut,setelah melihat jam.

__ADS_1


"Tapi ini masih pagi menurut ku."Jawab nya,wajah datar.


"Terserah."Jawab Aya.Kembali menghadap depan.


"Jangan hiraukan dia,dia memang agak gila."Kata Aya


"Eh,apa kau bilang.Berani kau dengan ku."Menghampiri.


"Ck,bisa tidak,tak mengganggu ku."Rey duduk di samping Aya.


"Kau yang menggangu tidur ku."Menyender kan tubuh nya.


"Huh,terserah."Jawab Aya malas.


"Kalian kakak adik kenapa selalu brantem jika bertemu?"Tanya Dims.


Aya dan Rey saling menatap.


"Karena dia sangat menyebalkan."Jawab mereka kompak,lalu mengalihkan pandangan.


"Apa aku tidak masak?"


"Bukankah biasanya kau makan di luar bersama teman teman mu itu."


"Hari ini aku ingin di rumah saja."


"Oh,aku tahu.Kau sengaja kan,kau ingin mengganggu ku berlatih bukan?"


"Tidak."


"Masak sendiri sana."


"Aku tidak bisa."


"Apa kau tak lihat,aku masih sibuk."


"Tapi aku lapar."


"Memangnya,Bik Ira kemana?"Tanya Dims.


Aya dan Rey menoleh ke arah Dims"Bik Ira?"Tanya nya kompak.


"Kenapa kau bisa mengenalnya,padahal Bik Ira sudah tak berkerja di sini sudah sekitar 4 tahun yang lalu dia sudah tak berkerja lagi."Tanya Aya.


"Ap apa?"Gugup.


Rey diam.Siapa sebenarnya anak ini,kenapa bisa mengenal Bik Ira?*


"Hahah,susah lupakan.Aku hanya bercanda,Bik Ira adalah pembantu yang berkerja di rumah teman ku."Tertawa garing.


Rey dan Aya saling menatap.


"Em,terserah lah."Kembali memainkan gitar nya.


"Kurang pas."Kata Rey.


Aya mengulangi nya lagi.


Jreng jreng


"Salah."


"Ck,lalu yang benar bagaimana?"Kesal Aya.


"Seperti teman mu."


"Huh."


"Berikan,biar ku tunjukkan."Mengambil alih gitar Aya.


"Eh,ini bukan kah gitar ku?"Tanya Rey,saat melihat tanda bintang di gitar nya.


"Eh,hahahh.Iya,aku hanya meminjam nya sebentar."


"Ck,kapan kau mengambilnya?"

__ADS_1


"Tadi,saat kau tidur."


"Jadi selama ini,kau memakai gitar ku?"


"Tentu,memang nya punya siapa lagi."


"Kau kan abang."


"Hemeh."Jawab Rey.


"Dengarkan,baik baik."


"Hm."


Rey mulai memetik senar gitar,dengan sangat baik.Terdengar bagus di telinga Aya.


"Eh,sebentar.Bukan kah waktu itu kau bisa mengalahkan ku bermain gitar."Berhenti bermain.


"Kapan?"Tanya Aya,menoleh.


"Di kafe,waktu itu."


"Oh,iya.Sudah bertahun tahun aku tak bermain lagi,jadi lupa lah."Kata Aya santai,memasukkan cemilan ke mulut nya.


"Hadeh,bocah."


"Sudah,ini kapan latihannya."Kata Dims.


"Eh."Aya sadar.


"Sini,berikan."Merebut gitar dari tangan Rey.


"Sudah minjam,kasar pula."Berdiri,meninggal kan Aya dan Dims.


"Hemeh."Ledek Aya.


"Kau yakin kita akan memainkan lagu ini?"Tanya Dims.


"Kenapa tidak."


"Apa alasan nya?"


Aya menoleh"kenapa kau sangat kepo,cepat latihan."Jawaban yang tak mengenakan.


"Cih,bertanya saja tak boleh."


Aya yang mendengarnya memutar bola mata nya malas.


Sudah berjam jam mereka berlatih,tak terasa waktu sudah berlalu dengan cepat.


"Aya,aku pulang ya."


"Iya,hati hati di jalan.Good night."Tangan kiri memegang handle pintu dan tangan kiri melambaikan tangan pada Dims.


Aya kembali masuk ke rumah saat Dims sudah menaiki motornya.


"Huh,sangat melelahkan."Menghempaskan tubuhnya di atas ranjang,menggantungkan kedua kaki nya.


"Eh,iya.Aku baru sadar,sejak kapan,aku dan Rey akur?"


"Tapi,aku sangat bersyukur jika kita seperti ini terus.Ini adalah salah satu keinginan Lucifer waktu itu.Aku tak sengaja mendengarkan nya."


"Kau tenang saja,kita sudah mulai akur,kau harus baik baik di sana."


"Eh,iya.Aku melupakan sesuatu."Menepuk jidat nya,bergegas bangun.


"Huh,pukul berapa sekarang?"Melihat jam di dinding.


"What, jam 8?"Terkejutnya,bergegas masuk kamar mandi.


Setelah siap siap,Aya segera menuju garasi.


Mengambil motor,lalu dengan segera menuju tempat nya.


"Aduh,semoga tak terlambat."Lirihnya sambil mengendarai motor.

__ADS_1


"Sial,kenapa aku bisa lupa?"Menambah kecepatan.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2