LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Konser


__ADS_3

"Gadis itu,hadeh.Sudahlah,percuma berteriak,dia tak akan mau kembali lagi.Dasar bocah."Berdiri,dengan sempoyongan.Masih terasa sakit,bagaimana tidak? Aya menendang dengan kuat.


"Hei,bocah!"Panggil nya,menuruni tangga.


"Hm."Jawab nya tanpa menoleh.


"Tidak jadi."Mendahului Aya.


"Leh,dasar gila."Dengus Aya,geleng geleng kepala melihat Dims.


***


"Siang anak anak!"


"Siang pak!"Semua murid sudah duduk di bangku masing masing.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu.


"Assalamualaikum."Suara seorang perempuan dari balik pintu.


Semua yang ada di kelas melirik ke arah suara.


"Waalaikum salam."Jawab nya kompak.


"Silahkan masuk."Kata pak guru.


Ceklek


Dan terlihatlah,2 cewek dan 3 cowok masuk.


Terlihat cantik cantik dan juga tampan tampan.


"Ada apa nak?"


"Saya mau meminta izin,ada yang ingin kami sampai kan."Ujar cowok 1.


"Silahkan."


"Assalamualaikum wr wb."Cowok 1,membuka pembicaraan.


"Waalaikumsalam wr wb."Jawab mereka kompak.


"Dengarkan semua,saya tidak akan mengulanginya lagi."


Semua,mata memperhatikan ke 5 OSIS yang ada di depan.


"Minggu depan, kita akan mengadakan konser,dan untuk para adik adik, yang ingin ikut peserta boleh daftar ke ruang OSIS, menemui saya langsung.


Dan 1 band minimal 4 member.


Dan untuk yang tidak mengikuti,silahkan membeli tiket ke kakak kakak ini."Menunjukkan para member OSIS.


"Kalian semua paham?"


"Paham."Jawab nya kompak.


"Ada yang di tanyakan?"


"Mulai daftar nya kapan kak?"Tanya salah satu siswi.


"Untuk daftar,mulai nanti sepulang sekolah."


"Ada lagi?"


"Apa hadiah nya jika menang?"


"Pertanyaan yang ku tunggu tunggu."Katanya bangga.


"Juara pertama mendapat bea siswa 2 semester dan uang tunai 200,000,kedua mendapat bea siswa 1 semester dan juara 3 mendapat uang tunai sebesar 100,000."


"Maaf,apa hadiahnya diberikan untuk per member nya?"


"Iya,permember akan mendapatkan nya secara rata.


"Sampai berapa juaranya kak?"


"Wow,pertanyaan yang sangat cerdas."Tersenyum lebar,di tambah lagi si ketua OSIS mempunyai lesung di pipi.


"Wow,tampan nya."Sampai ingin pingsan.


"Alay."Kata Aya,cuek.


Dims menoleh ke arah Aya"memang menurutmu dia tak tampan?"


"Tidak."Jawab nya singkat dan jelas.


"Lalu seperti apa yang jelek,jika setampan itu kau bilang tidak tampan."


"Dengarkan,jangan banyak bicara."Tanpa menoleh.


Dims tersenyum kecut,menghadap depan.


"Tadi kan sudah ku katakan, cantik."Jawabnya senyum terpaksa.

__ADS_1


"Eh,kapan?"


"Huh!"Membuang nafas kasar.


"Sabar,sabar."Mengelus elus dada nya.


"Broo,jelaskan.Aku lelah."Mundur 2 langkah.


"Oh,oke."Maju 2 langkah.


"Huh"Menarik nafas terlebih dahulu,berusaha rilex.


"Oke cantik,jadi gini.Tadi bukan kah kak Rangga sudah menyebut sampai berapa juaranya?"Tanya nya dengan suara lembut.


"Yang mana?"


"Aku tidak tahu."Lanjut nya,tanpa rasa bersalah.


"Kalian semua,apa mendengarnya?"Tanya pada semua murid.


"Iya kak."Jawab mereka.


"Mereka saja,yang duduk di paling belakang mendengarnya.Dan kau duduk di barisan paling depan tak mendengarnya?"Menghampiri anak perempuan itu.


"Tidak."


"Hah? Lalu apa yang kau dengar atau kau paham dari apa yang Kak Rangga jelaskan tadi?"


"Tidak ada."Jawabnya enteng.


"What!"Terkejut.


"Lalu,apa yang kau perhatikan tadi?"


"Memperhatikan,ketampanan Kak Rangga."


Dia menoleh ke belakang"aku tak sanggup lagi."Kembali ke belakang.


"Dasar bodoh."Dengus Aya.


Dims,melirik Aya.


"Kau mengatai nya?"


"Tidak."


"Lalu siapa?"


"Sudahlah,diam bodoh."Kesal Aya pada Dims,yang terlalu banyak tanya.


Aya menoleh"apa kau bilang? Katakan lagi,aku ingin mendengarnya sekali lagi."Tersenyum terpaksa.Tapi terlihat menakutkan.


"Ahahah,tidak.Aku tidak mengatakan apapun."Jawab nya,gugup.


"Bisa hilang nyawaku jika mengatakan nya lagi."Gumam Dims lirih.


Tapi tenang Aya tak mendengar gumaman Dims,yang sangat lirih itu.Bahkan dirinya sendiri tak mendengar nya.


"Haduh,parah si."Katanya.


"Sabara broo,aku akan menyelesaikan nya."Kak Rangga kembali maju ke 2 langkah.


"Sudahlah,terserah.Paham atau kah tidak,tidak masalah."Kata nya.


"Eh,apa yang kau katakan."Bisik salah satu kak OSIS perempuan.


"Sudahlah,bukan hanya kelas ini yang akan kita jelaskan.Masih banyak kelas lagi."


"Hm,terserah mu lah."Kembali mundur.


"Tapi aku belum paham kak?"Tanya anak tadi.


"Lalu apa yang kau paham?"


"Kau,kau yang aku pahami."


"Sudah,jangan hiraukan dia,lanjutkan tugas kalian."Akhiri pak guru.


"Baik pak,kami permisi.Assalamualaikum."Ujar Kak Rangga.Melangkah duluan lalu di ikuti yang lain nya.


"Waalaikumsalam."Jawab mereka semua.


Ceklek


Pintu tertutup.


"Eh,bocah.Apa yang kau lalukan hah?


Kau itu masih kecil."Tegur nya.


"Maaf pak,tapi Kak Rangga memang tampan kok."Belanya.


"Semua kau bilang tampan,bahkan monyet pun kau bilang tampan."Kata nya.


"Eh,enak saja bapak."

__ADS_1


"Jawab terus,jawab terus.Apa kau tak bisa diam?"


"Saya punya mulut pak."


"Dan siapa yang bilang kau tak punya mulut?"


"Tidak ada."


"Bodoh,tetap saja bodoh."Gumam Aya lagi.Kebetulan bangku Aya berada di belakangnya.


"Apa kau bilang?"Menoleh ke arah Aya.


Aya hanya diam,menatap datar.Tak ingin menjawab apapun.


"Hei,hadap depan."Ujar pak guru.


"Tid-"


"Keluar sekarang!"Bentak pak guru.


"Kenapa?"


"Cepat!"Lebih keras.


"Uuuu,keluar sana!"Teriak anak anak.Memang anak itu bisa di katakan anak yang suka melakukan kesalahan,dan juga dalang dalam kejahatan.


"Apa si?"Tanya nya tanpa dosa.


"Masih bertanya lagi."Kata Dims.


"Keluar,apa kau tak mendengar nya?"Tanya Aya,menatap tajam.


"1 2 -"Hitung pak guru.


Brak


Berdiri sambil memukul meja.


"Aww!!"


"Jika masih bisa merasakan sakit,jangan sok kuat."Ledek salah satu siswa.


"Hm."Aya tersenyum tipis.


"Memang benar benar bodoh."


"Maka dari itu,orang tuaku menyekolahkan ku supaya pintar."


"Di sekolah kan saja,masih bodoh."Ujar Aya,tersenyum devil.


"Apa kau bilang?"


"Keluar sekarang,bosen melihat wajah mu."Jawab nya.


Terlihat lah gadis itu mengeraskan rahangnya,menahan amarah.Ingin melawan,tapi tak ada seorang pun yang membelanya.


"Kenapa masih diam?"Tanya pak guru.


"Cih!"Pagi dengan keadaan marah.


"Dasar gila!"Teriak salah satu murid.


"Sudah,sudah.Kerjakan soal halaman 50."


"Baik oak."


"Kenapa,pak gendut ini selalu merepotkan."Gumam Aya.


"Hahha,kau jangan banyak bicara.Kerjakan saja."


"Siapa kau menyuruhku."


"Aku teman mu."


"Sejak kapan?"Tanya nya dengan nada menyebalkan.


"Huh,tidak tahu."


"Aya."Panggil teman siswi,memberikan secarik kertas.


"Untuk ku?"


"Iya."


Aya menerima nya,lalu membacanya.


Dims yang kepo,diapun mengintip.Mencondongkan sedikit badan nya.


Aya yang tahu akan hal itu,ia sedikit menjauh.


"Jangan kepo."


"Dasar pelit."Gumam nya,mengembalikan posisinya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2