
"itu sudah menjadi takdir,yang ku tau,tidak ada orang yang bisa melawan takdir.bahkan uang sekalipun.biarkan itu menjadi rahasia tuhan,kita sebagai manusia hanya bisa berfikir positif dan usaha.yang terpenting jangan terburu buru,santai saja.jika terburu buru,aku yakin keputusan yang kau ambil akan berakhir dengan penyesalan."
"kenapa pikiran mu bisa sedewasa ini,ku lihat kau masih sekolah dasar."membolak balikkan tubuh cowok itu.
sedangkan dia,dia hanya tersenyum melihat keheranan aya.
"dewasa tidak melihat umur.tapi pikiran dan sikap.dan bagiku aku tidak sedewasa yang kau pikirkan.aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan."menatap aya,lalu mendongak melihat langit langit.
"tapi itu yang ku pikirkan,pikirkan mu sudah dewasa."
"aku yang lebih mengenal diri ku,bukan kau."lagi lagi aya kalah adu argumen dengan anak ini.sepertinya dia lebih berpengalaman dari ku.pikir aya.
"pikiranmu sangat tepat,nona."tersenyum ramah pada aya,lalu melangkah pergi meninggalkan aya yang masih di buat bingung olehnya.
apa dia seorang peramal?*
berhenti lalu membalikkan badan"aku bukan peramal,aku manusia biasa."lanjut jalan.
ini mustahil!*
"hei kau mau kemana!!?"teriak aya pad cowok itu.
"sekolah!!"teriaknya balik tanpa menoleh ke belakang dan hanya melambaikan tangannya.
"aakkkkhhh sialan!!"teriak aya kesal sendiri.
__ADS_1
"sudahlah!"aya pun memilih untuk pergi ke sekolah juga.
sesampai di sekolah,aya masuk ke kelas.
duduk di bangku nya.
tak lama kemudiaan terdengarlah bel masuk.
kring kring kring
di luar sana para murid murid berhamburan untuk masuk ke kelas masing masing.
setelah beberapa menit guru pun datang.tak lupa memberi sapa seperti biasanya,laku duduk ke bangku khusus guru.
"silahkan presentasi!"pak axel mempersilahkan murid murid untuk presentasi tentang tugas kelompok kemarin.
"dengarkan baik baik,saya tidak akan mengulanginya lagi!"datar dan dingin.
semua nya menelan selivanya kasar.
"saya tegas kan kembali,pemenang hanya ada 3.dan yang kalah harus meminta tandatangan semua guru yang ada di sekolah ini.dan jika salah satu dari mereka tidak mau memberikan nya,saya tidak mau tau.terserah kalian harus membujuknya seperti apa agar mendapatkan nya."
memegang secarik kertas
"juara pertama kelompok 2 ."kelompok intan dan Miha.
__ADS_1
semua membelalakkan kedua matanya,tertegun karena pak axel langsung to the point tanpa bada basi.
semua mata tertuju pada intan dan Miha,terlihat lah mereka tersenyum bahagia.dan sepertinya mereka juga sudah tau jika akan menang,karena mereka berdua memang anak terpintar di kelas 3.
"juara ke 2 kelompok 11."kelompok awan dan taufik.
awan dan taufik langsung tos ala ala cowok,terlihat konyol dimata pak axel tapi keren di mata para cewek cewek.bahkan ada beberapa cowok juga kagum dengan awan dan taufik.tapi itu sama sekali tidak berlaku pada aya.hahahha aya memang tidak mudah tertarik dengan apapun yang tidak penting.
"juara ke 3 kelompok 6."kelompok mala dan ria.
seketika teriakan mala dan ria pecah tak terbendung.pak axel menatap datar mereka berdua.lalu kembali lagi membaca kertas yang berisi juara tadi.
terlihat lah aya tersenyum kecut,sudah pasrah dengan apapun yang terjadi.
"sabar,di hari lain kita pasti menang."emil menepuk bahu aya pelan,menyemangati aya.
aya menoleh"iya."tersenyum
"eh maaf,bukan kelompok 6,tapi kelompok 7."ujar pak axel menatap mala dan ria yang sudah terlanjur kegirangan.
seketika wajah mereka berdua yang tadinya tersenyum kegirangan dan sekarang tersenyum kecut,lama kelamaan menjadi hilang perlahan-lahan,dan menatap pak axel tidak percaya.
ingin sekali rasanya protes,tapi mana mungkin lagian juga tidak berani.wkwkwk
huh!
__ADS_1
aya lega,karena kelompok nya akhirnya masuk juara.