LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Bug!!


__ADS_3

Pukul 8 malam Aya pulang dari gym,sesampai di rumah Aya meletakkan sepatu di rak sepatu, masuk kamar lalu meletakkan tas di lantai dan tak lupa mengambil baju lalu melangkah ke kamar mandi untuk mandi dan siap siap sholat.


***


Setelahnya,Aya tiduran di atas kasur,matanya menatap langit langit kamar,memikirkan akan kah lusa bisa menang atau kah tidak.


Berharapnya bisa memenangkan pertandingan ini,karena harga diri lebih dari segalanya bagi Aya.


Tapi jika Tuhan berkata lain,Aya hanya bisa pasrah.Mungkin itu jalan yang terbaik,untuk nya,pikir nya.


Karena lelah memikirkan hal yang tak bisa di tentukan,Aya akhirnya terlelap dalam mimpi mimpi,entah buruk atau baik.


***


Pukul 4 pagi Aya bangun karena mendengar alarm jam nya berbunyi,meminta sang empunya untuk bangun.


Aya mengerjabkan matanya,lalu tangan kiri meraih jam yang ada di meja sebelah kirinya.


Bangun perlahan,setelah nyawanya terkumpul Aya bergegas keluar untuk melaksanakan sholat sebagai umat muslim.Setelah itu,masak seperti biasa dan tak lupa membersihkan rumah.


Pekerjaan sudah selesai,Aya melangkah ke kamar untuk mengambil baju lalu pergi ke kamar mandi.


***


Setelah selesai bersiap siap,Aya melangkah ke ruang makan,di sana sudah berkumpul keluarga nya.Bahkan kini mereka sudah mulai memasukkan makanan nya ke mulut,itu sudah biasa Aya alami.Sabar,kata yang pas untuk itu.


Setelah makan,Aya tak lupa berpamitan pada orang tuanya.


"Ayah aku berangkat ya,assalamualaikum."Kata Aya,setelah mencium punggung tangan ayah nya.


"Waalaikumsalam,hati hati nak!"teriak nya.


***


Sesampai di kelas,dia meletakan tasnya di atas meja lalu meletakkan kepalanya di atas tas,kemeja kan matanya.Aya pikir,tidak akan memikirkan tentang itu lagi,ternyata otak Aya masih ingin memikirkan nya.


"Aya!"panggil


Merasa di panggil,Aya pun mendongakkan kepalanya,terlihat lah Ragil yang sedang tersenyum padanya.


"Ada apa?"


"Tidak ada,hanya saja ingin mengajak mu ke kafe nanti."Katanya sambil tersenyum ceria.


Aya tersenyum tipis"Kau baik,tapi maaf,aku tidak bisa.Nanti aku ada yang harus ku lakukan."Tolak nya lembut.


"Ada apa?"


"Kau boleh ikut nanti,jika ingin tahu."Kata Aya


"Baiklah,aku kan ikut,jam berapa?"Ragil duduk di bangku depan Aya.


"Nanti pulang sekolah,datang saja ke rumah ku.Lalu kita akan berangkat sama sama."Tersenyum.


"Baiklah,sampai jumpa nanti."Pergi


Setelah kepergian Ragil,Aya kembali membenamkan wajahnya di atas tas.


Setelah beberapa menit,bel masuk pun berbunyi,guru guru masuk ke kelas yang akan di ajar.


"Pagi anak anak!"


"Pagi pak!"


"Buka buku kalian halaman 30."Kata pak Rasyid setalah duduk di bangku nya.


Sedangkan hubungan Aya dan Intan masih belum normal.Bisa di katakan semakin ada jarak antara mereka,walau satu bangku.

__ADS_1


***


Sepulang sekolah,Aya dan Ragil pergi ke tujuan.


Sesampai di depan gym,Aya dan Ragil turun dari sepeda masing masing.


"Ngapain ke sini?"tanya Ragil,sambil berjalan.


"Besok minggu aku ada pertandingan."Kata aya sambil berjalan,dan di ikuti Ragil di belakangnya.


"Dengan siapa?"


"Cowok."


"Hah?kau yakin?"tertegun


"Kenapa tidak?"


"Tapi itu kan bahaya Aya,nanti kalau-"


Bug


"Aww!"pekik Ragil kaget,sambil memegang jidat nya.


Aya membalikkan badannya.


"Suuutt!"Aya menutup mulut Ragil yang terlalu banyak bicara sudah seperti reporter saja.


"Ada apa,kenapa kau berhenti mendadak?!"kesal Ragil setalah Aya membuka mulut Ragil.


"Kau terlalu banyak bicara,apa mulut mu tidak bisa libur sebentar?"tanya Aya lalu melanjutkan langkah nya.


Dengan kesal Ragil mengikuti langkah Aya sambil menghentak hentakan kakinya.


Aya tersenyum tipis merasakan itu,tapi dia tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang.


Aya membuka pintu,dan masuk di ikuti Ragil di belakangnya.


Setelah masuk ternyata Lucifer dan kak Al sudah menunggu kedatangan Aya.


Kedatangan Aya membuat kedua laki laki itu menoleh dan berdiri.


"Kenapa lama sekali?"Lucifer menghampiri Aya.


"Sorry!"meletakan tasnya di kursi dekat sana.


"Dan itu..?"Lucifer menunjuk seseorang yang berada di belakang samping kiri Aya.


Aya menoleh ke arah yang di tunjuk Lucifer"Oh ini kenalan,sahabatku."Menarik tangan Ragil supaya sejajar dengan nya.


"Ragil."Kata Aya malu malu karena ada dua cowok yang ada di depannya secara nyata.


"Kau malu?"tanya kak Al menggoda.


"Aku anu.."gugup.


"Santai saja,tidak usah gugup.Kita saja lahir memang sudah di takdir kan sebagai cowok ganteng and cool."Ujar kak Al sombong.


Lucifer dan Aya hanya mendengarkan sambil memasang pengaman tarung.


"Hallah!"dengus Aya,lalu berjalan ke arah ring dan naik.


Ragil hanya tersenyum malu saat ini,dan matanya tak lepas dari wajah Lucifer dan kak Al.


Lucifer mengikuti langkah Aya,lalu naik ke ring pula.


Aya dan Lucifer sudah mengenakan perlengkapan untuk bertarung.

__ADS_1


***


Detik,menit,jam berlalu dengan cepat.


Kini hari minggu,dimana Aya dan Rey bertanding di rumah Rey.


Aya tak sendiri,dia di temani oleh Ragil yang selalu menempel pada Aya.


Di sana hanya terdapat beberapa orang saja,Aya,Rey,Lucifer,Ragil,kak Al dan sahabat karib Rey.


Aya dan Rey sudah siap untuk bertanding,kak Al sebagai juri di sana.


"Ready,go!"teriak kak Al lalu menepi.


**BUG


SERT


BUG BUG


BUG


BUG


BUG


BUG BUG


SRET


BUG**!!


Aya terjatuh saat Rey menyerang,sebelum Aya siap.


"AYA!!AYO BANGUN AYA!!"teriak Ragil saat melihat Aya jatuh.


"KAU HARUS MENANG AYA,JANGAN PERNAH MENYERAH,INGAT HARGA DIRIMU AYA!!"


"Aya kau harus kuat,ayo bangun,bangun Aya."Bisik Lucifer yang berada di tepat samping Aya jatuh,Aya jatuh agak pinggir jadi Lucifer hanya perlu berbicara pelan saja.


Aya menatap Lucifer,sayup.Sudah seperti tak ada tenaga lagi untuk mengalahkan nya.


"Aya,ku mohon.Bangun lah!"menepuk menepuk matras ring,supaya Aya bangun.


"Kau sayang dengan Derren bukan,kau tau dia tak suka dengan kekalahan.Mungkin dia akan marah jika kau kalah,dan terlihat lemas seperti sekarang.Ku mohon bangunlah,demi Derren."Seketika Aya langsung bangun saat mendengar nama Derren,ada semangat yang masuk ke tubuh Aya.


Dengan cepat Aya meninju wajah Rey dengan sangat keras.


BUG


BUG BUG


BUG!!!!!!


Dan akhirnya Rey terjatuh,dengan mata tertutup.


Aya melihat nya dengan nafas yang memburu,kak Al menghampiri Rey dengan posisi jongkok.


"12345678910!"sambil memukul matras ring.


Kak Al berdiri lalu menghampiri Aya,mengangkat salah satu tangan Aya.Menandakan pemenang nya adalah FRAYA QWEENNA.


"SELAMAT AYA!!!"teriak Ragil dan Lucifer sambil bertepuk tangan.


BUG!!!


"AYA!!!!"teriak semuanya terkejut.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2