
"Hih,dimana bocah tengik itu?"bertanya pada diri nya sendiri sambil berdecak pinggang,mata nya berkeliaran kesan kemari mencari seorang Lucifer yang tak kunjung tampak batang hidung nya.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
Aya menoleh ke belakang"bukan urusan mu."Ketus Aya.
"Begitu ya?"berjalan menghampiri Aya yang tengah berdiri di ruang keluarga.
"Ada apa?"tanya Aya pada Rey yang baru saja duduk di sofa hitam,empuk dan halus,sangat nyaman untuk di duduki.
"Apanya?"melipat kaki nya,punggung kaki kiri di tumpang kan di atas lutut kaki kanan,dan tak lupa gaya arogan nya yang selalu menempel dalam kondisi apa pun.Jauh berbeda dengan Lucifer,meskipun menjengkelkan dan dingin,tapi dia sangat baik dan sopan.
"Kenapa kau menetap ku bodoh!"kesal Aya,menoleh sekilas.
"Oh."
Aya menoleh dengan wajah yang sedang menahan amarah.
"Apa?"tanya Rey.
Tanpa menjawab Aya melangkah pergi,menurut nya tidak penting mengurusi cowok potongan seperti Rey sama sekali tak ada nyaman nyaman nya yang ada rasa kesal dan greget.
***
Beberapa hari kemudian.
Kini hari dimana Aya telah menyelesaikan ujian akhir semester.
Berbagai rasa teraduk dalam hati Aya,entah rasa bahagia atau rasa sedih yang telah ia rasakan.Sedikit ada rasa ganjal di hati nya.
Rasa ganjal apakah itu?
Entahlah,Aya sendiri pun tak mengetahuinya.
Setelah ujian akhir,anak kelas 6 bebas,masuk sekolah boleh,tidak masuk pun juga boleh.
Berhubung bunda sakit,Aya memilih pergi ke rumah bunda nya.Merawat bunda,yang selama ini menyayangi nya dengan tulus dan memberi perhatian yang lebih,sudah seperti anak kandung nya.
Kebahagiaan apa lagi yang di harapkan,itu saja sudah lebih dari cukup.
Setiap sore Aya tidak menginap di rumah bunda nya,melainkan pulang.
Sesampai di rumah Aya membersihkan diri terlebih dahulu,lalu bergegas untuk tidur,karena sudah pukul 21.00.
***
Kring kring kring kring...
Suara alarm telah berbunyi menandakan sudah saat nya sang pemilik bangun.
"Emmm..."Aya mulai terbangun,menggeliat mengumpulkan nyawa.
"Em,sudah subuh?"mengerjabkan mata nya.
"Mana nih?" tangan mencari keberadaan alarm yang berbunyi terus sebelum di matikan.
"Nah ini dia!"langsung bangun semangat,sebelum keluar kamar,Aya sudah terbiasa untuk membersihkan kamar nya.
Setelah selesai Aya keluar kamar.
***
Selesai sholat Aya pergi ke dapur,seperti biasa ke adaan selalu hening,hanya terdengar kicauan burung.
Keheningan sudah menjadi teman baik Aya.
"Eh!"Aya terkejut saat melihat ayah nya berdiri tepat di samping nya.
"Kau mau masak apa?"
"Ayah kau mengagetkan ku!"memegangi dadanya.
"Oh,maaf."
"Sejak kapan ayah bangun?"sambil mengupas bawang merah dan putih.
"Pukul 3."Membantu Aya.
"Lalu ayah kemana?"
"Pergi ke toko untuk membeli makan ikan."
__ADS_1
***
Setelah menyelesaikan semua nya Aya siap siap untuk pergi ke rumah bunda.
Tapi kali ini Aya tak membawa apapun,karena lupa.
"Assalamualaikum!"teriak Aya sambil membuka pintu.
Tak ada sautan di dalam,Aya pun masuk untuk mencari bunda nya.
Ceklek
Membuka pintu kamar bunda.
"Bunda..."Menghampiri.
"Eh Aya,kau sudah datang?"tersenyum senang.
"Belum bunda,ini arwahnya."Lawak Aya.
"Hahahha,kau bisa saja."Menepuk tangan Aya pelan.
"Bunda sudah makan?"duduk di pinggir ranjang.
"Belum."
"Baiklah akan ku belikan dulu di warung terdekat."Ingin berdiri,tapi di tahan oleh bunda.
Aya menoleh"ada apa?"heran.
"Tidak usah,bunda belum lapar."Tersenyum
"Lapar tidak lapar,harus tetap makan."
"Aku hanya ingin kau pijat saja,kau mau kan?"
"Apa yang bunda bicarakan,tentu saja mau."Memijat kaki bunda nya.
"Kau harus menjadi anak yang berbakti Aya,walau kau tersakiti.Jangan pernah menjadi anak yang durhaka kepada orang tua,ridho Allah tergantung pada ridho orang tua,kau tahu itu kan?"sambil merasakan pijatan Aya yang nyaman.
"Tentu saja,aku mengetahuinya dan aku akan mengingatnya."
"Bagaiman ujian mu,lancar?"
"Sabar nak."
"Sabar itu gampang bunda,ikhlas itu yang berat."
"Kau akan baik baik saja Aya,percayalah.Tuhan pasti akan menjagamu selagi kau berbuat baik."
Kruyuk kruyuk
"Eh."Aya menoleh ke arah bunda
"Bunda lapar?"
"Eh iya,kau mendengar nya?"
"Tentu saja,itu sangat keras."
"Benarkah?"
"Iya."Berdiri
"Akan ku belikan makanan untuk bunda."Pamit Aya.
"Pergilah nak,tapi jangan lama lama."
"Iya."
***
Beberapa menit kemudian Aya kembali lagi dan sudah membawa kantung plastik di tangan kanan nya,dengan cepat Aya membawa ke dapur untuk mengambil piring,sendok dan juga segelas air putih dan obat.
Ceklek
"Bunda...makanan sudah siap.."Berjalan sambil membawa nampan.
Aya dengan telaten menyuapi bunda,dan sepertinya Aya lebih menyayangi bundanya dari pada pada ibu kandungan nya.
Sudah jelas dari cara Aya merawat bunda,memperhatikan bunda dan cara memandang bundanya saja sangat berbeda,dari cara dia memandang ibu nya.Sedikit ada rasa sakit ketika memandangnya.
__ADS_1
"Kau sudah makan?"
"Tentu sudah."
"Bagaimana,apa rasanya enak?"
"Iya,enak sekali,terimakasih nak."
"Bunda jangan seperti itu,aku anak bunda,jangan mengatakan itu lagi."Merasa tidak nyaman saat bundanya berterimakasih.
"Hari ini bunda banyak banget makan nya,aku yakin bunda pasti akan cepat sembuh jika seperti ini tiap hari."Kata Aya sambil meletakan mangkuk di meja.
"Minum obat dulu bunda."Membantu bundanya agar sedikit duduk.
Menyuapi obat dan air.
"Mungkin beberapa hari lagi bunda akan sembuh.."Merasa senang.
"Hm,tetep lah tersenyum,apapun yang terjadi."
Aya diam tak menjawab,mencerna perkataan bunda.
"Oh iya kemarin dokter memberikan ku resep obat baru,aku harus menebusnya sekarang."Ingin berdiri.
"Obat bukan penyembuhnya."
Aya menoleh"Lalu?"wajah penuh tanda tanya.
"Obat bunda sangat simpel,cukup kau tersenyum dan selalu ceria seperti ini bunda sudah merasa senang dan lebih membaik."
"Apa yang bunda katakan,jangan bercanda."
"Siapa yang bercanda,bunda serius."
"Bunda hanya ingin kau tetep berada di samping bunda."
"Bunda merindukan mu."
"Sangat sangat merindukan mu selalu."
"Bukan kah kita selalu bertemu?"
"Hm."
"Bunda ingin tidur,tetep lah di samping bunda."
"Aku tidak bisa menolak permintaan bunda ku tersayang."Berbaring di samping bunda nya.
***
Satu jam kemudian.
Drt drt drt
suara hp berdering menandakan ada panggilan masuk.
Aya terbangun dari tidurnya,lalu mengambil hp yang ada di meja.
"Hallo?"
"Ada apa?"
"Tidak bisa,aku sibuk."
"Siapa Aya?"tanya bunda.
Aya menoleh"Bunda sudah bangun,sejak kapan?"
"Sedari tadi bunda tidak tidur hanya saja menutup mata."
"Oh,begitu."
"Eh,apa kau tidak ada pekerjaan lain hah?!"bentak Aya pada seseorang di balik hp.
"Hm,iya iya baiklah,aku akan ke sana."Mengakhiri panggilan nya.
"Ada apa?"
"Maaf bunda,aku harus pergi,aku kan kembali secepat nya,tunggu aku di rumah bunda.."
"Tapi bunda harus janji padaku,bunda tidak boleh kemana mana,oke?"mengacungkan jari kelingking.
__ADS_1
BERSAMBUNG....