
Sesampai di sana,Aya memarkirkan motornya.
Masuk ke bangunan itu dengan terburu buru.
Administrasi
Mata Aya tertuju pada tulisan yang ada di meja depannya.Aya berjalan menghampiri.
"Maaf,Bu Sofia nya ada."Bertanya pada seorang resepsionis cantik yang tersenyum ramah pada Aya.Tapi sayang,Aya tak sedikit pun menampakkan senyuman manis nya.
"Apakah Anda yang bernama Nona Fraya?"
"Hm."
"Nona Fraya sudah di tunggu,mari saya hantar."
Tanpa basa basi Aya berjalan duluan,dengan gaya sok tahu nya.
Eh,sebenarnya siapa yang mengantar dan siapa yang di hantarkan?* Bingung sendiri melihat tingkah laku Aya.
"Eh,kenapa masih di situ."Aya menoleh ke belakang,terlihat wanita cantik itu masih stay berdiri di tempat.
"Eh,saya pikir Anda sudah tahu tempat nya."Tersenyum,mulai berjalan.
"Mana ku tahu tempat nya."Dengus Aya.
Lalu tadi kenapa berjalan duluan,sudah seperti tahu tempat nya saja.* Batin nya,berjalan mendahului Aya.
"Jangan mengumpat."Berjalan di belakang wanita cantik itu.
Eh,apa dia bisa membaca batin seseorang?* Berhati.
"Nona berbicara dengan saya?"Menoleh ke belakang.
"Tidak,itu sama kucing."Kata Aya datar,berjalan mendahului lagi.
Resepsionis itu tersenyum kecut.
Hadeh,sungguh menyebalkan.* Geleng geleng kepala.
"Di sini mana ada kucing,nyamuk pun di larang masuk oleh pak satpam."Gumam nya lirih,berjalan.
Aya berhenti"aduh,ini belok kira atau kanan?"Gumam nya.
"Nona,mari belok kiri."Tersenyum,tapi bagi Aya seperti mengejek.
Sial,apa dia sedang mengejek ku?* Batin Aya.
Tok tok tok
Wanita itu mengetuk pintu.
"Masuk lah."Saut dari dalam.
"Nona silahkan masuk."
Aya tak menjawab,hanya melirik saja.Lalu berjalan masuk.
"Ada juga ya anak seperti dia."Lirih.
"Tentu saja ada."Saut Aya,karena masih bisa mendengar nya.
Wanita itu membelalakkan matanya,terkejut campur takut.
Bukan takut dengan Aya,tapi takut Aya mengadu pada atasannya.
"Ah,saya minta maaf nona."Gugup.
"Saya permisi."Buru buru pergi.
"Dasar orang tidak berguna."Membalikkan badan nya,berjalan ke arah seorang wanita paruh baya yang duduk di kursi kerjanya.
"Siapa yang tak berguna Aya?"Tanya nya lembut.
"Eh,Bu Sofia."Tersenyum.
"Duduk lah dulu."Menyuruh Aya untuk duduk di sofa yang ada di situ.
"Iya,terimakasih."Mereka pun duduk.
__ADS_1
"Jadi?"Aya membuka pembicaraan.
"Iya,sebenarnya kami itu bersahabat sejak kecil."
"Dan bunda mu,sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri.Aku tak bermaksud menyembunyikan penyakit nya dari kalian.Tapi ini adalah salah satu permintaan nya.Aku tak bisa menolak nya,setelah beliau mengatakan alasannya."
"Apa penyakit dan apa alasan itu?"Sangat antusias.
"Jadi,beliau menderita penyakit kanker otak,sejak 6 tahun yang lalu."
Aya tertegun dengan kenyataan yang tak ada yang tahu soal penyakit bunda.
"A apa?"Gugup.
Jadi,ini maksud bunda,umurnya tak akan panjang lagi?*
"Lalu,apa alasannya bunda tak memberitahu anggota keluarga?"
"Dia takut,kalian menjadi sedih.Dia tak ingin melihat kamu dan sekeluarga meneteskan air mata.
Dia juga tak mau memberitahu anaknya yang ada di landon,kau tahu kan alasan nya apa?"
"Iya,tapi saya baru tahu ada penyakit yang seperti itu."
"Iyah,para dokter di seluruh dunia pun jiga heran,ada penyakit yang seperti itu.Tapi ada beberapa peneliti.Katanya penyakit itu timbul karena adanya tekanan batin,atau merasakan depresi yang berlebih."
Terlihat Aya menganggu kan kepalanya,tanda faham.
"Selama ini,saya mencari keberadaan Bu Sofia,tapi tak juga bertemu."
"Iya,ibu ada dinas di luar negri."
"Oh,sampai bertahun tahun?"Kurang yakin.
"Em,iyah."Jawab nya ragu.
"Ibu yakin?"
"Tentu."Gugup.
"Kenapa gugup?"
"Sebenarnya ibu,masih belum siap untuk menjelaskan ini.Ibu selalu menghindar saat kau ingin bertemu dengan ibu."
"Ibu,bingung.Ini adalah amanah,tapi di sisi lain kalian adalah keluarga nya."
"Tapi,ibu sadar.Ini juga hak kalian,untuk mengetahui yang sebenarnya."Kata Bu Sofia.
"Terimakasih,karena sudah mau menjelaskan nya Bu Sofia."
"Sama sama nak,sekarang ibu sudah laga,telah mengeluarkan keberadaan ini.Walau terlambat."
"Ini saja,saya sudah sangat bersyukur,ibu mau bertemu dengan saya,dan menjelaskan tentang itu."
"Iya nak,sekali lagi ibu minta maaf."
"Saya juga minta maaf kerena menggangu waktu ibu dan terimakasih untuk penjelasan nya."
"Sama sama nak."
"Kalau begitu,saya pamit undur diri."Katanya,tersenyum ramah.
"Kenapa buru buru?"
"Ini sudah malam,dan pasti nya ibu sedang sibuk juga."
"Baiklah,hati hati di jalan nak."Aya mencium punggung tangan Bu Sofia.
"Saya permisi,assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."Mengantarkan Aya sampai depan pintu.
"Kau ingat jalan nya kan?"
"Hm,tentu saja."
Di perjalanan,mengendarai motor dengan santai.
Pantas saja,aku sering melihat bunda sakit kepala.Ternyata ini,tapi kenapa bunda melakukan ini.Bukankah ini lebih menyakitkan jika terlambat mengetahui nya?*
__ADS_1
"Huh!" Membuang nafas kasar.
Sesampai di sana,Aya memarkirkan motor nya.
Iya,memang Aya sekarang lebih sering tidur di rumah bunda bersama Rey.
Ceklek
Aya membuka pintu pelan,agar sang singa tak mendengar nya.
"Wow,gelap,pasti sudah tidur."Berjalan mengendap endap.
Saat berada di ruang keluarga.
"Dari mana kau."Suara yang terdengar familiar di telinga Aya.Iyah,itu Rey.
Tiba tiba lampu menyala.
Aya terkejut bukan main.
Wah,gila.Mampus aku.*
"Eh,kenapa."Sok cool.
"Dari mana kau,kau tahu ini pukul berapa?"Berjalan mendekati Aya.
Dan Aya perlahan mundur.
"Memang nya kenapa,biasanya saja kau tak pernah peduli."
"Itu biasanya kan?"
"Dan sekarang sudah tidak lagi."
"Apa maksud mu?"Stay mundur.
Ada apa dengan nya? Kenapa jadi seperti ini.Dasar gila!*
"Berhenti di situ!"Bentak Aya.
Rey pun berhenti"kenapa?"
"Kenapa masih bertanya,aku lelah.Jangan mengusahakan ku."Mendorong Rey.
"Tidak boleh,jawab dulu."Menghalanginya.
Aya menyentuh kening Rey"memang panas."
"Apa yang kau lakukan?"Menepis tangan Aya.
"Apa lagi,tentu saja mengecek kau sakit atau tidak.Dan ternyata iya."Pergi meninggal Rey yang tertegun dengan ucapan sang adik terlaknat itu.
"Bocah sialan!"Dengus nya.
Di sisi Aya.
Bug
Sangat capek,sudah tak bisa lagi menahan tubuh nya.
"Dasar gila!"Umpat nya sekali lagi.
Tok tok tok
"Hei,bocah.Jawab dulu!"Teriaknya.
"Hadeh,mengganggu."Menutupi telinganya menggunakan guling.
"Hei,kau masih hidup kan?"
"Astoge,pertanyaan macam apa itu,apa dia sedang menyumpahi ku?"
"Dasar kakak laknat."Umpat nya.
"Apa dia sudah tidur ya?"Tanya Rey pada diri nya sendiri.
"Ah,itu pasti."
"Seperti nya si gila itu sudah pergi."Membuka sedikit guling yang menutupi wajahnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....