LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Map


__ADS_3

"Rey,ada tamu tuh,bukain pintunya!!!"Teriak Aya.


"Buka aja sendiri,lagi mager!!"Saut Rey dari kamarnya.Selonjoran di atas ranjang dengan HP yang terbalik.


"Ck,Rey sialan,tidak berguna sekali jadi abang."Dengus Aya,bangkit dari kursi.


Tok tok tok


"Iyah,bentar!!"Jawab Aya menuruni tangga dengan tergesa gesa.


"Eh,aaahhh!!"


Bug


"Aww!!"


"Sial!!"


"Eh,ada apa ini!!!"Rey,yang mendengar suara Aya,langsung berlari ke sumber suara.


"Aduh!!"Teriak Aya.


"Hah?!"Tertegun melihat kondisi Aya dari lantai atas.


"Ngapain tidur di lantai?"Tanya Rey,Terlihat lah Aya yang jatuh tengkurap di sana.


"Huh,berisik!!"Mengangkat setengah badannya dengan kedua tangan,mendongak ke belakang.


"Tempat tidur mu,kurang nyaman kah?"Tanyanya,sambil memegang HP.


Ceklek


Mendengar ada keributan,seseorang yang ada di balik pintu pun masuk.


"Ada apa?"Tanya nya,melihat kondisi Aya.


"Ayah!"Terkejut melihat ayahnya yang berada di sini.


"Kau kenapa nak?"Membantu Aya bangun.


"Jatuh."Jawab nya,mengusap usap bagian yang sakit.


"Rey?"Mendongak ke lantai atas.


"Iyh,paman?"Turun.


"Kenapa kau malah santai di sana,bukannya membatu adikmu berdiri?"


"Eh,maaf,paman."


"Ck ck ck."Berdecak kagum dengan perilaku Rey yang luar biasa itu.


Rey,dia hanya bisa tersenyum kaku.Merasa tak enak.


"Kenapa minta maaf ke paman?"


Rey bingung dengan sikapnya sendiri,menoleh ke arah Aya.


Tampak lah Aya melirik Rey sebal.


"Maaf."


"Dahlah."Pergi meninggalkan semuanya.Membanting dirinya di sofa,sambil bersenderan.


Ayah Aya dan Rey mengikuti dari belakang.


Tiba tiba ayah Aya berhenti mendadak,membuat Rey yang ada di belakang nya menabraknya.


Bug


Prak!!


Ayah dan Aya menoleh,terkejut bukan main saat melihat apa yang terjadi.


"Rey?"Panggil ayah,membelalakkan ke dua matanya.


Sedangkan Rey fokus pada HP nya yang jatuh.Mengedipkan matanya beberapa kali,tak percaya apa yang sedang menimpa dirinya.


Aya,dia melihat Rey dan HP Rey yang sudah pecah.


Keadaan mulai hening,untuk beberapa detik.


"Pffrtt!!"Aya menahan tawanya.


"Jangan di tahan."Kata Rey datar.


"Bwahahahah!!"Seketika tawa Aya pecah tak karuan,memenuhi seluruh ruangan.


"Apa yang kau lakukan Rey?"Tanya ayah Aya.


"Seharusnya aku yang bertanya."


"Kenapa paman berhenti tiba tiba?"Tanya Rey.

__ADS_1


"Dan kamu sendiri kenapa jalan sambil main game?"


"Hm."Aya menahan tawanya saat Rey tak mampu menjawab pertanyaan ayah nya.


"Ck,dahlah."Mengambil HP nya di lantai lalu pergi.


Aya dan ayah nya,menatap Rey yang menaiki tangga dengan berlari.


"Silahkan duduk ayah."


"Hm,iyah.."Duduk di samping Aya.


"Ada apa ayah,apa yang membuat ayah datang ke mari?"


"Apa dokumen yang waktu itu ayah titip kan ada pada mu?"To the point.


"Hm?"Bingung.


"Dokumen?"


"Iyah."


"Oh,yang waktu itu di berikan oleh ibu?"


"Iyah."


"Di mana dokumen nya sekarang?"


"Hah?"


"Iyah,di mana dokumen nya?"


"Kata ibu,ayah menyuruh ku untuk membuang dokumen itu."Kata Aya jujur.


Mendengar itu,ayah langsung bangkit dari tempat duduk nya.Matanya menatap Aya tajam.


"Apa yang kau katakan?"


Aya terkejut melihat sikap ayah nya yang selama ini tak pernah bersikap seperti ini kepada nya.


Aya ikut berdiri"waktu itu memang benar,ibu memberikan aku dokumen.Tapi dia bilang ayah menyuruh untuk membuangnya."


"Benar kah?"


"Ibumu berkata seperti itu?"


"Iyah,buat apa aku berbohong?"


"Mari pulang."Menggandeng tangan Aya.Tapi Aya hanya diam,tak melangkah selangkah pun.


"Aku masih masak."


"Suruh dia untuk makan di luar."Terdengar dingin di telinga Aya.


"Tapi?"


"Suruh dia makan di luar,kau dengar?!"Suara ayah memenuhi ruangan.


Aya sangat terkejut melihat keadaan ini.


Ayah?*


"Baik lah."


Aya mengikuti langkah ayah nya yang sangat cepat.


Bisa di tebak,jika ayah nya benar benar marah.


Ya Allah,ada apa lagi ini?*


"Naik."Memberikan helm pada Aya.


Tanpa bercakap-cakap lagi,langsung memakai helm nya.


Di sisi Rey


"Huh,sial !" Dengus nya,duduk di ranjang dengan kasar.


"Kenapa paman tiba tiba datang,tidak seperti biasanya."Agak heran.


"Apa yang mereka bicarakan yah?"Berjalan ke luar.Sebelum itu membanting HP nya di kasur.


Tap tap tap


"Kenapa sepi,dimana mereka?"Celingak celinguk.


"Ahk,apa peduli ku."Ingin kembali ke kamar.


Kruyuk kruyuk


Suara perut yang minta di isi.


"Aduh,perut ini menyusahkan saja."Memegangi perut nya.

__ADS_1


Berjalan ke dapur,berharap ada makanan di sana.


Setiba di dapur


"Hah,ke mana semua makanan nya?"


"Apa,disini ada kucing?"Melihat sekeliling.


Mata Rey tertuju pada sayuran yang belum sempurna di potong.


"Apa dia belum memasak?"Membelalakkan mata nya.


"Haduh!"Duduk di kursi dengan lemas.


"Dahlah."Bangkit dari duduk.


Di rumah Aya.


Semua sudah duduk di ruang keluarga.


"Katakan Aya."Ujar ayah.


"Waktu itu,ibu memberikan ku dokumen.Dan dia menyuruh ku untuk membuangnya,awalnya aku tak percaya.Tapi setalah dia berkata jika ayah yang menyuruh nya,aku menurutinya."Kata Aya.


"Huh!"Dengus ayah.


"Apa benar yang di katakan Aya?"Beralih pada ibu.


"Tidak,itu hanya karangan Aya.Mana mungkin aku mengatakan itu,jelas jelas itu dokumen penting."


"Jika itu dokumen penting kenapa di titipkan pada ku?"Tanya Aya.


"Kenapa tidak ibu saja yang menyimpan nya?"


"Kau lupa,waktu itu ibu ada acara.Dan tidak sempat menyimpan nya.Maka dari itu ibu menitipkan nya pada mu."Kata ibu.


"Dan kenapa harus aku,tidak kaka saja."


"Kenapa jadi aku?"Kesal Nana.


"Sudah,sudah hentikan!"Bentak ayah.


Semua diam.


"Jadi,siapa yang jujur dan siapa yang berbohong?!"Tanya nya.


"Kalian tahu kan,ini dokumen penting."


"Ini menyangkut kerjasama ayah dengan papa Rey.


Huh! *Dengus Aya,ingin bangkit dari duduk.


"Diam di tempat mu."Kata ayah,Aya mengurung kan niat nya.


Rasakan kau Aya.* Tersenyum licik.


Aya tak sengaja melihat senyuman itu.


Benar benar jahat.*


"Aku ingin mengambil sesuatu."Kata Aya.


"Apa?"Tanya ayah.


"Tunggu,sebentar."Bangkit dari duduk,berjalan menuju kamar nya.


Apa lagi yang ingin kau lakukan Aya? *


"Ayah?"Aya berdiri tepat di depan ayah nya.


Ayah mendongak,menatap anak nya yang membawa map merah.


"Ini."Memberikan map itu pada ayah.


"Apa?"


"Hm,buka saja."Tersenyum.


Ayah menerima lalu membukanya.


Setalah membaca,terlihat lah senyuman muncul di bibir ayah nya.Ayah mendongak,melihat Aya senang.


"Aya?"


"Iyah,ayah."Tersenyum.


"Kau?"Tak sanggup berkata kata lagi.


"Iyah,itu yang ayah cari."


Sedangkan ibu dan Nana diam,bingung dengan apa yang terjadi.


"Terimakasih nak."Bangkit lalu memeluk anak nya.

__ADS_1


"Hah?"Nana dan ibu saling menatap.


BERSAMBUNG...


__ADS_2