LUKA YANG MENDALAM

LUKA YANG MENDALAM
Kau Sahabatku


__ADS_3

sudah berjam jam aya duduk di ayunan itu.menikmati udara yang cukup mengesankan.angin sepoi sepoi yang membuat rambut aya mengikuti arah nya.


tiba tiba...


"hai!"sapa seseorang,tersenyum pada aya.


dia duduk di kursi kayu bulat dan meja bulat di tengahnya, dekat ayunan.


aya menoleh,mengerutkan keningnya"ada apa?"mengentikan ayunan nya.


"em,tidak aku hanya mau meminjam novel kemarin."ucap seseorang itu.


"hanya itu?"tanya aya lagi,berdiri,pindah duduk di dekat ragil.


"iya."santai,melipat kakinya.


"sebentar."berdiri,lalu meninggalkan ragil yang masih duduk melipat kakinya.


***


"ini."memberikan buku yang ragil minta.


"makasih."ujar ragil tersenyum,menerima buku.


"hm."duduk di samping ragil,menatap burung merpati yang terlihat bahagia bersama rekan rekannya.ingin sekali aya seperti itu,tapi mana mungkin.keadaan sudah tidak memihak pada aya.


"aya,kau kenapa?"memegang pundak aya,menyadarkan aya dari lamunan nya.


aya tidak menoleh"apa yang kau lakukan jika ada seseorang yang memperlakukan mu kurang baik?"ujar aya tiba tiba,menatap burung burung.


ragil menaikkan sebelah alisnya"kenapa?"

__ADS_1


"jawab saja."


huh!


menarik nafas dalam lalu mengeluarkan perlahan-lahan"selagi aku masih kuat dan aku yakin jika dia akan berubah,aku akan bertahan se mampu ku.jika ku rasa sudah sangat menyakitkan,aku akan meninggalkan nya."jawab ragil tanpa menoleh.


aya menoleh mencerna perkataan ragil,aya di buat heran dengan ragil.pasalnya ini pertama kalinya ragil mengeluarkan kata kata bijak.bisanya dia cengengesan.sekarang aya tau,bahwa jawaban ragil kali ini memang benar.aya tidak menyangka jika ragil serius bisa menjawab dengan mudah.


"ada apa,apa perkataan ku salah?"tanya ragil uang menyadari jika aya sedang menatapnya.


aya geleng geleng kepala,tanpa ekspresi.kembali melihat burung merpati.


"apa kau mempunyai sahabat?"tanya aya tiba tiba,tanpa menoleh.


aya menoleh karena tidak mendengar jawaban apapun dari ragil.terlihat lah ragil tersenyum tulus pada aya.


aya hanya menatap datar,bingung dengan ragil.


aya menatap lekat mata ragil,ingin mencari apakah benar yang dikatakannya,dan ternyata itu benar dia tidak sedang bercanda.


bodoh, sungguh bodoh! kenapa aku baru menyadarinya?!*mengutuki dirinya sendiri.


"kenapa,kau tidak mau ya? tidak papa."tersenyum.


"apa kau yakin,ingin menjadi sahabatku?"


"tentu saja,kenapa tidak,selama ini hanya kau dan intan yang perduli dengan ku."


"aku tidak sebaik yang kau pikirkan."menunduk.


"hei,semua orang tidak ada yang baik,semua pasti mempunyai rasa jahat."ujar ragil menenangkan.

__ADS_1


aya menoleh menatap ragil sendu.


"aku tau semuanya aya,jangan menutupinya lagi."menepuk pundak aya pelan.


huh!


membuang nafas kasar.


"sabar,hidup tidak ada tantangan,akan terasa hampa."


"kenapa kau sekarang lebih dewasa?"tanya aya heran.


"hm,keadaan lah yang mengajarkan ku untuk dewasa."tersenyum


"sungguh di luar dugaan!"tidak percaya.


"bagaimana?"tanya ragil lagi


"bukan kah kau sendiri yang mengatakan jika aku ini sahabatmu,lalu untuk apa lagi kau bertanya?"


"aku hanya memastikan."mengangkat jari kelingking,menandakan persahabatan di mulai.


"hm."membalas jari ragil.


aya melepas tangannya lalu merentangkan tangan.mengisyaratkan ragil untuk memeluk nya.


dengan cepat ragil memeluk aya erat,seperti tidak ingin pisah.


setelah beberapa menit mereka melepaskan pelukannya.


saling tersenyum.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2