
"Assalamualaikum!"
Tok tok tok
Aya mengetuk pintu rumah.
"Dimana semua orang,kenapa pintunya di kunci?"
Sudah lima kali Aya mengucap salam dan mengetuk pintu,tapi tetap saja tak ada satu orang pun yang menjawab atau membukanya.
"Huh,sial!" Umpat Aya,duduk di kursi teras.
"Mengingat Dims,kenapa sifatnya sama seperti dia?"
"Siapa dia sebenarnya?"
"Aku harus mencari tahu,setalah tugas pertama ku selesai."
"Aduh,lama sekali mereka,bagaimana aku masuk jika begini?"Berpikir.
"Oh,otak ku memang yang terbaik.Tak pernah mengecewakan,hahah terimakasih otak."Berbicara sambil tertawa.
Clek
Berhasil berbuka.
"Berhasil."Aya memanjat jendela kamar nya yang ada di samping rumah.
"Untung saja tidak ku kunci tadi."
Setalah masuk ke kamar Aya segera membersihkan diri,setalah itu pergi ke tempat dimana Aya akan bertemu dengan Dims.Aya sangat penasaran,akan di ajak ke tempat mana yang Dims maksud.
Aya kembali keluar lewat jendela,karena Aya tak mempunyai kunci nya.
Buk
Aya melompat,"Aw,sial!!"Pekik Aya jatuh ke depan karena tak seimbang.
Aya berdiri,mengucap usapkan telapak tangan kanan dan kiri untuk menghilangkan tanah yang menempel.
"Huh,untung tidak mati."Katanya sambil berjalan.
"Leh,dimana motornya?"Mencari motornya yang ia parkir kan di halaman rumah,tapi sekarang hilang entah kemana perginya.
Mata Aya mengelilingi sekitaran rumah.
Dan...
"Itu dia!"Teriak Aya,sudah menemukan motor nya.
"HEI,BERHENTI KAU!!"Teriak Aya pada seseorang yang telah memakai motornya.
"HEI!!"
"AKU MEMINJAM NYA SEBENTAR,TENANG SAJA AKAN KU KEMBALIKAN!!"Teriak orang yang memakai.
"AKU TIDAK MAU!"Masih mengejar.
"KUMOHON NONA,INI SANGAT PENTING!"
"BERHENTI ATAU..!!"Menggantungkan kalimatnya.
Ciiitt
Cowok itu menghentikan motor Aya,lalu menoleh.
"Hos hos hosh!!"Berusaha mengatur nafas.
"Huh!"
Buk
"Eh nona!"Terkejut,lalu turun dari motor.
"Nona,kumohon,jangan mati dulu.Aku minta maaf."
Peletak
Aya menyentil kening cowok itu karena kesal.
"Aw!"Memegang kening nya.
"Siapa juga yang mau mati,bodoh!"Duduk.
"Aku hanya lelah,makanya aku berbaring sebentar di jalan."
Aya berdiri lalu berjalan ke arah motor nya,menaiki lalu pergi meninggalkan cowok itu,yang masih berdiri mematung melihat kepergian Aya.
__ADS_1
"Cewek itu,sungguh menyebalkan!"Berkacak pinggang.
"Lalu,aku harus naik apa sekarang?"
Di tempat Aya.
"Sepenting apapun,tetap saja harus meminta izin dulu.Jika saja dia minta izin,mungkin aku akan memberinya tumpangan."
"Heh,membuang waktuku saja."
Sesampai di taman kota,Aya mencari cari keberadaan Dims.
"Dia mana dia?"
"Aya!!"Seseorang memanggil Aya dengan melambaikan tangannya.
"Ku kira kau tak akan datang."
"Aku hanya menghormati mu."Jawab Aya cuek.
"Begitu kah?"
"Sudah cepat kau mau mengajak ku ke mana?"
"Let's goo!!"Naik di motor Aya.
"Eh,turun!"
"Aku tidak membawa sepeda,beri aku tumpangan ya?"
"Hm."
"Ya sudah,ayo."
"Iya,tapi kemana,bodoh."
"Oh,hahah,ke sana."Menunjukkan jalan nya.
Di tengah perjalanan,Dims menyuruh Aya untuk berhenti.
"Berhenti."
Ciitt
"Ada apa,ini tempat nya? Kenapa di pinggir jalan?"
Aya pun turun.
"Ayo naik,kenapa malah bengong?"
"Eh,kenapa tidak dari tadi bodoh!"
"Hahah,tadi aku capek."
"Alasan."
Beberapa menit kemudian,mereka sudah sampai di sebuah danau yang indah,banyak pepohonan yang rindang,bunga bunga bermekaran di sekeliling danau,tempat duduk yang unik,dan di tambah lagi ada sebuah jembatan yang indah.
Aya terpukau dengan pemandangan ini.
"Kau suka?"
"Sangat."Masih terpukau.
"Ayo!"Menarik tangan Aya.
"Waw,Tuhan memang tiada bandingannya."Dims mengajak Aya menyusuri jembatan,melihat pemandangan dari atas.
"Kenapa kau ngajak ku ke sini?"
"Aku juga tidak tahu,hanya mengikuti kata hatiku."
Aya mengangguk paham.
Sebenarnya,bukan hanya itu.Aku juga ingin melihatmu tersenyum dan bahagia seperti ini.Belum saatnya kau mengetahui yang sebenarnya Aya.Rasanya sakit,kau tak bisa mengenali ku.Tapi aku sudah sangat bersyukur masih bisa melihat mu,apalagi bisa sedekat ini dengan mu.*
"Hei,bodoh.Kenapa kau senyum senyum sendiri?"
"Aku hanya melihat bidadari cantik di hadapan ku."Tersenyum.
"Cih,gila."Dengus Aya,lalu berjalan menyusuri jembatan,meninggalkan Dims.
Yang selama ini ku rindukan dan ku nantikan.Hari ini telah tiba.*
"Aya!"Dia pun menoleh.
Cekrek
__ADS_1
Dims memotret Aya,terlihat cantik apa lagi di tambah dengan wajah Aya yang begitu manis.Bahkan semut semut saja ingin mencicipi nya.
"Kau memotret ku?"
"Iya,lihatlah ini bagus."Menghampiri.
"Mana?"Menunjukan.
"Iya,walau aku tak terlalu cantik,tapi ada pemandangan indah yang menutupi kekurangan ku."
"Itu benar."Aya menoleh.
"Kau lebih cantik jika di lihat secara langsung dari pada apa yang di foto itu."Tersenyum.
"Kau ini bicara apa?"Memukul pundak Dims pelan.
"Apa yang ada dalam hati ku."
"Kau sama saja dengan dia."
Deg
"Siapa?"
"Seseorang yang pernah hadir,tapi sekarang pergi entah kemana,bagaimana kabar nya,aku tidak tahu."
"Apa dia kekasih mu?"
"Em,tidak juga."
"Lalu?"
Aya diam.
"Kau mencintai nya?"
"Iya,sangat mencintainya,dia adalah seseorang yang selalu ada untuk ku."
"Dulu."Lanjut nya.
"Jika dia kembali apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan memeluknya,melepas rindu ku padanya.Dan setalah itu,aku akan memotong lehernya."
"Wow,kejam."
"Biarkan saja,itu salahnya,kenapa tak memberi kabar atau apapun itu."
"Jika dia tak kembali,apa kau akan tetap menunggunya?"
"Aku sangat mencintai nya."
"Aku tidak menanyakan itu-"Terpotong.
"Ku pikir,jawaban ku sudah sangat jelas untuk menjawab pertanyaan mu."
"Baiklah,lupakan semua nya.Mari kita bersenang senang sekarang!!"Teriak Dims.
"Let's goo!!"Jawab Aya,mengangkat kedua kepalan tangan nya ke udara.
Meraka berlari lari,bercanda dan tertawa bersama.Sampai lupa hari sudah mulai senja.
Di sisi lain.
Tempat di mana ada seorang gadis yang telah merindukan Aya.Ingin rasanya bertemu dengan Aya dan meminta maaf,tapi sayang dia tak mempunyai banyak keberanian untuk itu.
"Ragil,cepat makan."Ujar Mbk Imah,kakak Ragil.
"Hm,iya."Terlihat lemas seperti tak punya tenaga.
"Sudah ku bilang,temui Aya,jangan kau terus terusan seperti ini.Bukankah kau tersiksa jika seperti ini terus?"
"Iya,tapi aku tak punya keberanian untuk itu.Aku takut Aya tak akan mau bertemu dengan ku."
"Ini salah ku."
"Jika kau sadar ini salahmu,kau harus meminta maaf."
"Bukan malah seperti ini,mungkin saja saat ini Aya juga menginginkan untuk bertemu dengan mu."
"Itu masih kemungkinan."
"Dan apa yang kau pikirkan itu juga masih kemungkinan Ragil!"
"Belum tentu Aya seperti itu."
BERSAMBUNG....
__ADS_1