
Ayah dan Aya berjalan mencari kedai sayur,yang masih segar segar.
***
Setelah semua sudah di beli,Aya dan ayahnya pulang.
"Huh,sangat menyenangkan."Kata Aya,duduk di kursi ruang makan.
"Kau menyukainya?"
"Tentu."
"Aku akan ikut jika ayah ke pasar lagi."
"Silahkan sayang,asal kau bahagia."Ujarnya sambil menata bahan bahan ke almari es.
"Sudah setengah enam,mandilah."
"Tapi aku belum melakukan tugas ku."Berdiri.
"Ayah yang akan melakukannya."
"Tapi ibu..."
"Sudah jangan takut,ada ayah yang selalu melindungi mu."Mengusap kepala anaknya.
"Baiklah."Agak ragu.
"Eh,enak saja.Kerjakan tugasmu dulu!"Bentak ibu tiba tiba datang.
"Pergilah nak,jangan hiraukan dia."
Sebelum pergi,Aya menatap ibu nya yang ternyata menatap nya dengan tajam.Walau sikap Aya sudah tidak seratus persen seperti dulu,tapi jika dengan ibu dan ayahnya,Aya tetap menjadi anak yang penurut.
***
Sekolah MTs N 1 Kediri.
Aya dan Dims,berangkat bersama sama.Setelah sampai,Dims,memarkirkan motor Aya terlebih dahulu.Lalu menyusul Aya,yang sudah berjalan duluan.
"Aya!"Dia menoleh.
"Apa tugasmu sudah selesai?"
"Sudah,kenapa?"
"Tidak,hanya bertanya."Mulai berjalan.
Berjalan dengan gaya cool,semua siswa dan siswi saling berbisik membicarakan Aya.Tapi kenapa?
Apa alasan nya?
"Lihat mereka,kenapa Aya mau jalan beriringan dengan si cupu itu."
"Entahlah,itu sangat di sayangkan."
"Semua orang tahu,jika Boy mengejar Aya saat ini.Tapi dia selalu menghindar,malah memilih dengan cowok cupu."
"Menolak cowok idaman para cewek,hanya demi cowok nerd."
"Hahahh,itu sangat lucu."
Cibiran para teman teman di sepanjang koridor kelas.
Aya yang tak tahan,dengan cibiran itu.Dia pun menghampiri nya.
"Apa kata mu."Tanya Aya.
"Bukan kah kau sudah mendengarnya dengan jelas."Jawabnya.
"Katakan sekali lagi."
"Untuk apa?"
"Buang buang tenaga."Jawabnya santai.
Bug
"Aya!"Teriak Dims.
Aya memukul cewek itu.
"Lepaskan Dims,aku ingin sekali menyobek mulut nya itu."Memberontak.
"Sudah Aya,hentikan."
"Beri aku satu kesempatan."
"Tidak akan,ini akan menjadi masalah besar jika kau melanjutkan nya.Aku tidak mau kau terkena masalah hanya demi membelaku."Aya menatap Dims,dengan tatapan datar.
"Cih!"Menepis tangan Dims.
"Jika aku masih mendengar nya,kalian akan berurusan dengan ku."Lalu melangkah pergi.
__ADS_1
"Dasar cupu!"Teriak anak anak.Tapi untungnya Dims tak menggubris perkataan teman temannya.Berjalan dengan santai,seperti tak ada masalah.
Di sisi Aya.
"Aya?"Panggil seseorang dari bawah.Aya menoleh.
Seseorang itu menghampiri Aya,menaiki tangga dengan tergesa gesa.
"Apa hari ini ada waktu?"Tepat berada di depan Aya.
"Tidak."Pergi.
"Eh,Aya!"
"Ah,sial.Sulit sekali mendekatinya."Gumam nya.
"Hei,bagaimana broo?"Menepuk pundak Boy,dia pun menoleh.
"Lepaskan!"Menepis tangan Brayen,salah satu teman dekat Boy.
"Hahah,apa kau masih sanggup?"Tanya Roy,teman Boy juga.Mereka bertiga terkenal sangat bad boy.Suka membuly dan juga memalak.
"Apa yang tidak bisa ku dapatkan?"Kata nya sombong.
"Kau terlalu percaya diri kawan."
"Aku pasti mendapat kan nya."Tersenyum penuh arti.
"Dua minggu lagi Boy,ingat itu."Menepuk pundak Boy.
"Singkirkan tangan mu Roy."
"Dengar,aku akan menaklukan hatinya sebelum dua minggu."Tersenyum tipis,lalu pergi.
"Bray,teman kita sungguh percaya diri."Merangkul Roy.
"Iya.Apa,kau percaya dia bisa menaklukan nya?"
"Melihat sikap Aya yang seperti itu,kurasa tidak."
"Tapi kita tidak bisa memprediksi nya.Sampai sekarang kita belum tahu,cowok seperti apa yang di sukai Aya."
"Kau benar,Bray."
"Mari."Ajak Roy,untuk masuk ke kelas.
***
Kring kring kring...
"Silahkan istirahat,selamat siang."Ujar Bu guru.Lalu pergi.
"Siang,bu!"Jawab anak anak.Berdiri lalu berhamburan keluar.Untuk ke kantin,tapi tidak dengan Aya.Dia lebih memilih pergi ke rooftop.
Duduk sendiri,di temani oleh keheningan.Rasanya damai,dan menenangkan.
"Ehemm."
Aya mendongak.
"Kenapa,kau meninggalkan ku?"Duduk di samping Aya.
Aya diam.
"Kenapa kau diam,kau masih marah dengan ku?"
"Kenapa masih bertanya,bodoh."Menyentil kening Dims.
"Aw!"Mengusap kening nya yang terasa panas.
"Aku sangat kesal dengan mu,kenapa kau tadi mencegahku? Padahal tanganku sudah sangat gatal tadi."
"Aku hanya tak mau kau mengalami masalah gara gara aku."
"Tapi aku rela terkena masalah untuk membela keadilan.Apa lagi kau teman dekat ku,kau yang ada di saat aku membutuhkannya."
"Rey,dia juga ada di saat kau butuh."
"Jangan bahas dia."Datar.
"Kenapa,kau menyukainya?"
"Menyukainya? Bahkan,melihatnya saja aku ingin sekali memukulnya."
"Tapi-"
"Sudah,jangan mengalihkan pembicaraan."
"Kenapa kau sangat ingin membahas tentang ku?"
"Tentu saja karena aku memperdulikan mu,bodoh!"
"Kenapa kau perduli?"
__ADS_1
Aya menatap Dims sebal.
"Apa aku wajib menjawabnya?"
"Tentu."
"Karena kau teman ku."
Dims diam.
"Apa kau tak mau menjadi taman ku?"Tanya Aya.
"Pertanyaan bodoh apa yang kau tanyakan?"
"Apa selama ini aku tidak berteman dengan mu?"
"Kau juga kesal bukan?"
"Oh,jadi kau membalas ku?"
"Tentu saja."Jawab nya santai.
"Aya,kau sangat keterlaluan."
"Oh."Jawab nya,sungguh jengkel jika mendengar nya.Dan ditambah lagi dengan wajah Aya yang sesuai dengan apa yang ia katakan.
"Lihatlah itu."Menunjukkan arah bawah.
"Mau kabur dia."Sambung Aya.
"Kau benar,kita tak ada apa apanya jika di bandingkan dengan mereka."Kata Dims.
"Apa mereka lupa jika di ujung sana ada cctv?"Kata Aya.
"Berani tapi bodoh,untuk apa?"Lanjut nya.
"Hahah,kau terlalu ceplas ceplos, Aya."
"Itu lah sisi lain dari diri ku."
Dims diam,menatap Aya intens.
"Hei,kau kenapa,kenapa menatap ku seperti itu?"
"Apa kau tak haus mengoceh terus dari tadi."Ujarnya.
"Ck!"
"Tidak."Jawab Aya malas.
Kring kring kring
Tak terasa,ocehan mereka berdua mampu menghabiskan banyak waktu.
"Leh,sudah bel."Kata Aya malas.
"Kenapa?"
"Aku masih ingin di sini,rasanya damai."
"Tak ada kebisingan sama sekali."
"Sudah jangan banyak bicara,cepat bangun."Menarik tangan Aya.
"Ck!"Terpaksa bangun.
"Jalan yang-"
Duk
"Aww!"Pekik Aya.
"Belum selesai ngomong,tapi kau sudah jatuh."
Membantu Aya berdiri.
"Jalan saja tidak bisa,bagaimana jika berlari?"Gumam Dims.
"Apa kau bilang?"Memegangi lutut nya.
"Jika tak ikhlas,tidak udah membantu ku.Aku bisa sendiri."
"Kenapa kau baru bicara setelah ku bantu,kenapa tidak dari tadi kau mengatakannya?"Dengus Dims.
"Sialan!"
Bug
Menendang lutut belakang Dims,dan membuat nya tak seimbang,dan..
Dug
"Ah,sial!!"Pekik nya.
__ADS_1
"Hei Aya!"Panggil Dims,yang di tinggal nya tanpa minat bertanggung jawab.
BERSAMBUNG....