
"Marah atau malu dia?"Geleng geleng kepala,melihat temannya.
***
Kembali ke Aya.
"Pagi anak anak!" Sapa guru sambil berjalan ke arah bangku khusus.
"Pagi pak!"Jawab mereka kompak.
"Berdoa dalam hati mulai."Semua menunduk kan kepala nya.
"Selesai."
"Oke,sekarang buka buku kalian halaman 35."
"Silahkan baca,lalu kerjakan soal yang ada di bawah."
"Pak,soalnya ada seratus,terlalu banyak."Ujar teman laki laki Aya,sambil mengangkat tangan.
"Terlalu banyak ya?"Berpikir.
"Iya!!"Antusias menjawab,tapi khusus Aya dia hanya diam.
"Wow,sangat kompak.Bapak suka itu!"Tersenyum lebar.
"Jadi gimana pak?"
"Kerjakan semua soal yang ada di situ,satu jam lagi harus selesai!" Tegas nya.
"Apa!!"Semua murid tertegun.
"Ini bercanda kan?"Tanya salah satu siswi.
"Tentu saja tidak."Jawab nya santai.
"Sungguh gila."
"Guru terkejam,yang pernah ku temui."
"Ingin rasanya ku potong lehernya..."
"Tapi,nanti mati."Lanjutnya
Celoteh siswa siswi mengumpat pak guru gendut yang menyebalkan itu.
Lihatlah,dia duduk dengan santai nya,bersandar sambil memejamkan matanya tak lupa earphone yang melekat di kedua telinganya.Betapa mulianya dia,tanpa memikirkan siswa siswi dengan susah payah mengerjakan soal yang begitu banyak.
"Mentang mentang guru,apa dia bisa seenak jidat nya.Apa dia pikir kita itu babu nya apa,yang bisa di suruh suruh.Dasar guru gila."Umpat Dims, teman sebangku Aya,Aya yang mendengar nya hanya diam,tapi tertawa di dalam hati nya.
"Aya,mending kita ke kantin saja,dari pada tersiksa di neraka buatan ini."Aya menoleh,menatap datar.
Aya berdiri,lalu berjalan ke depan.Dims diam,masih bingung dengan apa yang di lakukan Aya.
"Pak,saya mau ke toilet sebentar."Pamit Aya pada pak gendut gila.
"Silahkan."
Aya menoleh ke belakang,dan ternyata Dims masih duduk di bangku,sambil menatap Aya.
Aya melirik pak gendut sebentar,memastikan"hei,gila! ayo cepat!" Teriak Aya dengan suara tertahan.
"Apa?" Bingung.
Aya menatap tajam Dims yang tak paham.Mendapat tatapan itu,Dims langsung peka lalu berdiri.
"Aya,tunggu!"Mengejar Aya yang sudah berjalan duluan.
"Kenapa jalan mu cepat sekali?"
Aya menoleh ke samping kanan"kau saja yang jalannya kayak siput."
"Jadi ceritanya kau mengejek ku?"
"Bukan cerita nya,tapi kenyataan nya."
Tanpa mereka sadari,mereka sudah sampai di kantin.Dengan di dampingi perdebatan kecil.
"Duduk di sana."Menunjukkan salah satu bangku yang ada di pojok belakang.Aya melihat arah telunjuk Dims,lalu berjalan duluan.
"Eh,sialan.Kebiasaan anak itu."Mengikuti.
"Cepat pesan sana!"
__ADS_1
"Leh?"Ingin duduk tapi tidak jadi.
"Kenapa,kau tidak mau?"
"Sialan! iya aku mau!"Pergi dengan ke adaan kesal.
"Hahah,dia lucu sekali.Cuman dia yang bertahan untuk mendekati ku,di saat yang lainnya pergi karena tak mendapat respon dari ku.Alasan apa yang membuat nya bertahan?"
"Dan penampilannya? Kenapa seperti itu?"
"Memangnya penampilan ku seperti apa?"Tiba tiba sudah berada di belakang Aya,membuat Aya terkejut.
"Eh,sejak kapan kau di belakang ku?"Berjalan,duduk di depan Aya.
"Sejak kau memikirkan ku."
"Aku tidak memikirkan mu."
"Benarkah? Sepertinya tidak seperti itu."
Aya diam,tak memperdulikan cowok yang ada di depan nya.Mengeluarkan HP di saku bajunya.
Sedangkan Dims hanya diam sambil menatap Aya,menyangga dagunya menggunakan kedua tangan.
Merasa di perhatikan,Aya mendongakkan wajah nya.
"Jangan menatap ku."Kembali ke layar HP.
"Kenapa kau sangat suka marah?"
"Bukan urusan mu."
walau kau terlihat cuek,pemarah,tak banyak bicara.Tapi banyak yang suka dengan mu.Mungkin karena keunikan mu,membuat para kaum adam penasaran dengan dirimu.
Begitu juga dengan ku,kau seperti magnet yang menarik ku untuk mendekati mu.
"Pesanan datang."Ucap wanita paruh baya.
"Apa kabar bibi?"Ujar Aya ramah,meski Aya dingin tapi dia bisa memposisikan sikapnya.
"Baik,Aya.Kau sendiri?"
"Seperti yang bibi lihat."
"Apa kau bolos lagi?"
"Ada apa lagi?"
"Pak gendut itu sangat menyebalkan."Memasukkan makanan ke mulut.
"Hahah,dia lagi?"
"Jangan menyebut nya pak gendut,dia punya nama Aya.Lain kali jangan seperti itu,tidak sopan."
"Hm,iya.Kalau ingat."
"Hm,Aya,Aya."Gelang geleng kepala.
"Bibi,permisi dulu."
"Silahkan."Jawab Dims.
"Pelan pelan,tenang saja,aku tidak akan mengambil makanan mu."Melihat Aya yang makan dengan lahab dan belepotan.
"Kau ini,makan saja seperti anak kecil.Tapi gayanya sok cool."Mengusap sudut bibir Aya dengan tangan nya.
Aya diam,membeku.Tertegun dengan tindakan Dims.Mata mereka saling bertemu.
Sial,apa apaan ini?* Batin Aya.
Cantik.*
"Jangan modus."Menepis tangan Dims,lalu mengusap sudut bibirnya kasar.
"Kau malu?"
Aya terkejut dengan pertanyaan Dims"tidak."Jawabnya setelah minum.
"Tapi,kenapa gugup?"Menggoda Aya sambil senyum senyum.
"Aku sudah selesai."Bangkit dari duduk.
"Hahah,seperti nya dia sedang malu."Tertawa kecil,memandang punggung Aya yang semakin menjauh.
__ADS_1
"Hei,bodoh! Bayar ya!"Teriak Aya sebelum keluar kantin.
Dims hanya tersenyum,berjalan ke arah kasir.
"Bibi,berapa?"
"20 ribu."
"Ini."Memberikan uang pas.
"Makasih,sudah cepat kejar Aya.Sepertinya dia malu."Tersenyum.
"Saya tahu itu,saya permisi."
"Kemana anak itu?"Mencari ke sana ke mari tapi tak kunjung bertemu.
"Eh,bukankah itu Aya?"Melihat seseorang duduk di atap.
"Tidak salah,dia memang cewek menarik."
***
Di sisi Aya,dia sedang menenangkan hati nya yang sedang disko.
"Kenapa dia bisa,membuat hatiku kacau seperti ini?"
"Dan mata itu,seperti nya aku pernah melihat nya.Tapi di mana?"
"Apa yang kau pikirkan?"Duduk di samping Aya secara tiba tiba.
"Kenapa kau itu selalu saja datang seperti jelangkung."
"Hahah,benarkah?"
"Hahahh,tidak."Mengejek.
"Maukah kau ikut dengan ku ke suatu tempat?"
"Tidak."
"Kau pasti suka,ku jamin."
"Aku tidak suka di paksa."
"Tapi aku suka."
"Pergilah aku ingin sendiri."
"Ini tempat umum."Jawabnya.
"Ck!"Berdiri.
"Datanglah ke taman kota,jika kau ingin!"Berteriak.
Aya tak menggubris perkataan Dims.
"Taman kota,untuk apa?Untuk mengingat kan ku pada dua orang yang telah pergi dari hidup ku?"Gumam Aya sambil menuruni tangga.
***
Kring kring..
Bel pulang sekolah pun berbunyi,semua siswa dan siswi berhamburan keluar.
"Hai,Aya!"Teriak seseorang memanggil Aya.Aya berhenti lalu menoleh ke belakang.
Orang itu berjalan menghampiri Aya.
"Boleh aku meminta bantuan mu?"Tanya nya.
"Hm."Mengangguk.
"Aku memang bodoh,tidak sepertimu yang pintar-"
"Jangan berbelit belit."
"Maukah kau membantu ku untuk mengerjakan soal.Aku tidak mengerti apa yang di jelaskan tadi."Jelas Boy, cowok yang katanya paling tampan di sekolah,dan memiliki banyak fans.Dia juga ketua tim basket di sekolah.
"Kau saja yang memperhatikannya tidak paham,lalu bagaiman dengan ku yang tidak ikut pelajaran?"
"Aku tahu,kau pasti bisa.Kumohon."
"Aku juga percaya,kau pasti bisa."Balas Aya,lalu pergi meninggal kan anak itu.
__ADS_1
"Sial,aku harus bisa menaklukkan nya."
BERSAMBUNG....