
"Iya ayah sebentar,tadi aku lagi mengerjakan tugas."Bangun
"Baiklah,segera mandi,ayah tunggu di meja makan."
"Semua sudah siap?"
"Sudah sayang,hanya kau yang belum."
"Hahha,hanya aku ya?"cengengesan
"Sudah cepat!"pergi
"Iya siap!"dengan cepat mengambil posisi tegap dan hormat.
Setalah ayah keluar Aya kembali bermalas malasan.
Menjatuhkan diri nya di atas kasur.Dengan posisi tengkurap.
Mengangkat kepala nya,lalu melipat tangan nya dan meletakkan dagunya di atas lipatan tangan.
"Memangnya siapa si yang akan datang,kenapa merepotkan sekali?"gerutu Aya.
Aya mendongak ke atas untuk melihat jam,dan ternyata masih pukul 4 sore.
"Masih jam segitu,tidur sebentar tidak papakan?"bergumam sendiri.
"Kenapa tidak boleh,tentu saja tidak papa,toh makan malam kan pukul 6 nanti."Memposisikan tubuh agar nyenyak.Sebelum itu Aya mengunci pintu terlebih dahulu,takutnya nanti di ganggu oleh penghuni neraka ini.
***
Pukul 17.45 Aya bangun,mengumpulkan nyawa terlebih dahulu lalu melihat jam.
"What!"reflek duduk.
"Sial terlambat aku!"bergegas untuk menuju kamar mandi.setelah mandi,terlihat di meja makan belum ada tamu yang datang hanya ada Ayah,Ibu dan Kak Nana yang dengan siap siaga menanti kedatangan tamu nya.
Aya melangkah menuju kamar lagi,untuk ganti baju.
"Sial,aku pakai yang mana ini?"mengacak acak lemari baju nya.
"Sebenarnya aku tidak pernah ribet dengan penampilan,tapi melihat persiapan Ayah sepertinya,tamunya penting,aku tidak boleh mengecewakan mereka."gumam Aya
"Kak Nana sih enak,dia kan pintar berdandan,lah aku?aku saja tidak suka hal hal seperti itu.Tadi ku lihat Kak Nana memakai pakaian feminine,sedangkan aku kan tidak punya itu.Sialan!"mengacak acak.
"Sial,ini tidak ada yang rok!"melempar baju bajunya di atas kasur.
Tin tin
Suara klakson mobil.
"Apa itu tamunya ya?oh tidak mereka sudah datang,sedangkan aku masih belum memilih baju?"
Tak lama kemudian Aya berjalan ke arah meja makan.
"Apa ini anak anda yang sering anda katakan?"tanya salah satu pria.
"Oh bukan,dia belum keluar!"jawab ayah membuat kak Nana yang tadinya tersenyum menjadi tersenyum kecut.
"Malam semuanya,maaf telat?"kata Aya yang baru datang,tapi dia mendengar semua perkataan pria itu dengan Ayah.Tapi belum melihat siapa orang nya.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada Aya yang berpenampilan tomby tapi terlihat elegan.
Style Aya,abaikan tas nya.
Karena semua mata tertuju pada Aya,membuatnya salting tapi style cool.
Mata Aya bertemu dengan pria yang berbicara dengan Ayah tadi,betapa terkejutnya ternyata mereka adalah paman Yunus dan bibi Alya yang duduk di samping nya.
"Paman Yunus,bibi Alya?"
"Aya?"ujar Yunus dan Alya bersamaan.
Semua orang yang ada di meja makan di buat terkejut oleh keadaan ini.Apalagi si Nana sejak paman Yunus berbicara dengan Ayah,ada rasa iri dan benci yang bertambah.
Aya berjalan menuju paman Yunus dan bibi Alya,mencium punggung tangan mereka secara bergantian.
Lalu duduk di samping Nana,yang berada di sebrang meja.
Bayangkan saja hanya ada 8 kursi di situ,dan rumahnya tidak semewah itu pasti nya.
Ayah,Ibu berhadapan dengan Yunus dan Alya.
Samping Ibu adalah Nana,dan sampingnya lagi Aya,jadi Aya pinggir.Depan Aya dan Nana tidak ada orang,alias kosong.
Paham kan?
"Ayo silahkan di makan,maaf hanya ini yang bisa kami sediakan."Ucap Ayah sopan,mempersilahkan untuk makan.
"Maaf telat!"
Semua orang menatap anak itu,kecuali Aya,sama sekali tidak tertarik untuk melihat nya.
"Ini anak mu?"tanya Ayah pada paman Yunus.
"Iya pak,ini anak kandung saya."Terangnya,sambil tersenyum.
"Ganteng,pasti umurnya tidak kurang dari umur putriku."Jawab Ayah.
"Kelas 6 SD pak."Jawab paman Yunus.
"Oh benarkah?"
"Maafkan saya karena telat!"mencium punggung tangan Ayah Aya dan Ibu.
"Tidak masalah nak,duduklah!"mengusap puncak kepala anak itu pelan.
Anak itu pun duduk di depan Nana,berapa bahagianya Nana yang sedari tadi memperhatikan anak itu.Dan sekarang dia malah duduk di hadapan nya.
Saat Aya mendongak mata mereka tidak sengaja bertemu.
Keduanya saling menatap tajam,dan tertegun.
"Kau!"ucap mereka bersamaan,sambil menunjuk.
Semua orang menatap Aya dan anak itu.
__ADS_1
"Kalian saling kenal?"tanya bibi Alya pada anak nya,yang duduk di samping kiri nya.
Masih saling menatap tajam"Tidak!"jawab mereka bersama.
"Maaf saya telat!"ucap seseorang lagi.
Semua orang menatap anak itu,Aya dan kak Nana terkejut melihat siapa yang datang.Aya terkejut karena bertemu dengan dia lagi,sedangkan Nana karena dia tampan tidak kurang dari anak yang di hadapan nya.
Mata Aya dan anak itu bertemu,mereka saling memandang cukup lama.
"Kau anak yang waktu itu di taman bukan?"tanya Aya.
"Iya."tersenyum tipis,terlihat sangat cool.
"Ini sebenarnya ada apa?"gumam Aya pusing menghadapi keadaan ini.
Anak itu melakukan hal yang sama seperti anak yang tadi.Mencium punggung tangan Ayah dan Ibu Aya.
"Apa ini juga anak mu?"tanya Ayah
"Ah bukan,dia anak kakak saya,tapi dia tinggal bersama kami."Jelas nya
"Oh begitu."
"Kau juga sangat tampan nak,duduklah!"menyuruh nya untuk duduk.Diapun melangkah menuju bangku yang kosong yaitu depan Aya.
Mata Aya dan anak yang ada di depan nya saling menatap,Aya menatap sebal anak itu sedangkan dia malah tersenyum tipis.Sangat mengesalkan.
"Ternyata,partner kerja papah ku itu bersama ayahmu?"ucap anak paman Yunus tiba tiba.
"Maksud nya?"menaikkan satu alis nya,memang benar benar Aya tidak mengetahui apapun.
"Halah tidak usah sok tidak tahu!"bentak nya.
lalu berdiri.
"Bukannya aku sok tidak tahu,tapi memang aku tidak tahu apapun,camkan itu!"ikut berdiri juga.
"Papah,ayo pulang jangan membuat kerjasama dengan Ayah anak ini!"berbicara dengan papah nya.
"Memang nya kenapa?"tanya mama nya lembut.
"Dia sudah membuatku malu waktu itu,dan mama tahu siapa anak yang menghajar ku waktu itu?"
Semua orang diam,menantikan jawaban nya segera.
"Yaitu dia,tidak bertanggung jawab lagi!"menunjuk Aya dengan tatapan tajam.
"Hei hei,tunggu dulu tuan muda,bukankah waktu itu kau yang menantang ku?"
"Lalu kau juga yang mengejar ku waktu itu,dan aku hanya melindungi diri ku saja,tidak lebih! lagian waktu itu aku juga sudah menawarkan bantuan,tapi kau tidak mau,dan sekarang kau menyebutku tidak bertanggung jawab?"heran Aya
"Bukan berarti aku mengatakan tidak itu artinya tidak!"
"Dasar bodoh!"gumam nya
"Apa kau bilang!"mendengar gumaman anak itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1