
kring kring kring
bel masuk kelas berbunyi.
semua siswa dan siswi masuk ke kelas masing masing,termasuk aya.
"siang anak anak!"ujar pak rasyid,masuk kelas lalu duduk di bangku khusus guru.
"silahkan buka buku kalian halaman,32."
semua murid murid mengeluarkan buku dan membukanya.
"silahkan kerjakan."ujarnya lagi
"baik pak!"
sibuk dengan soal masing masing,karena aya kurang pintar dalam masalah matematika,diapun berinisiatif meminta intan untuk menjelaskannya.
aya berjalan ke meja intan,dengan santai.tentu saja santai,pak rasyid saja mungkin sudah terlarut dalam mimpinya.alias tidur sambil duduk,melihat tangan nya di meja lalu menumpangkan tangan nya di atas tangan.
"tolong jelasin yang ini,aku sama sekali tidak faham."ujar aya setelah berada di samping intan,dengan posisi berdiri.
intan mendongak ke samping kanan,menatap datar aya.
tanpa menjawab intan langsung melihat buku dan membaca soal yang di tunjukkan aya tadi.
"di kalikan terlebih dahulu lalu bhahvrh bhehhdh hehbdbdh hshdbb hdhhdb."jelas intan datar,tanpa melirik aya sekalipun bahkan saat aya berterimakasih pada nya saja,intan tidak meliriknya.membuat hati aya tambah sakit dan sesak.
__ADS_1
huh!
membuang nafas kasar,berjalan menuju bangku nya lagi.
"ada apa,kenapa wajahmu terlihat murung?"tanya emil setelah aya duduk di bangku nya.
aya menoleh"tidak."jawabnya singkat lalu tersenyum kecut.
"tapi sepertinya kau sedang tidak baik baik saja."kurang yakin dengan jawaban aya.
aya hanya menatap emil lekat
"kenapa?"
"sudahlah lupakan,aku tidak papa."
***
intan selalu bersikap dingin kepada aya.masih peduli tapi tidak seperti dulu,yang selalu melawati hari harinya bersama aya.
walau mereka,aya intan miha dan dila ketika di sekolah selalu bersama.tapi tetap saja,aya selalu di abaikan.ada atau tidak adanya aya itu sama saja,tidak ada bedanya.sekarang intan lebih memperdulikan miha dan dila,yang jelas jelas baru dekat minggu minggu ini.dibanding dengan aya yang sudah bertahun tahun bersama nya.
setiap detik,setiap menit,setiap jam,aya selalu melawati hari harinya dengan hati hancur.aya mencoba untuk bertahan,mempertahankan hubungan persahabatan mereka.aya mencoba menguatkan diri,untuk menerima kenyataan.
beberapa bulan kemudian,aya kini sudah kelas 4 MI.
dia duduk bersama intan,Miha duduk bersama dila yang duduk di depan bangku aya dan intan.
__ADS_1
"eh intan,ini maksudnya apa ya?"menggeser bukunya di hadapan intan,supaya intan dapat membaca soalnya.
"lalukan sebisa mu jangan bertanya terus,aku lelah menjawabnya.kau paham!"kesal intan,menggeser karas buku aya.
deg
ini sungguh berat,sudah berbulan bulan kau memperlakukan ku seperti ini.aku merasa sudah tidak salah satu orang yang berharga di hidupmu.sakit,rasanya sakit.sahabatku sendiri memperlakukan ku seperti ini.*menangis di dalam hati,memandang intan sendu.
ya itu yang di alami aya dalam setiap harinya,selalu di anggap tidak penting.
apa mungkin aya kuat dengan keadaan seperti ini selamanya?
entahlah,tapi itu bisa jadi.
***
sepulang sekolah aya duduk di taman belakang,duduk di ayunan putih dan ada beberapa ranting dan dedaunan yang menempel.sungguh indah.
mengayun pelan,mendongakkan kepalanya ke atas langit.tapi matanya menatap kosong.
seperti banyak yang sedang di pikirannya.
rintangan demi rintangan,masalah demi masalah berdatangan secara perlahan.
itulah hidup aya,sungguh menarik!
BERSAMBUNG.....
__ADS_1