Malaikat Penolong

Malaikat Penolong
Hana Diculik?


__ADS_3

Kendrict kembali setelah membeli barang yang tadi menarik perhatiannya. Ia berjalan sedikit tergesa karena takut Hana menunggunya terlalu lama dan akan kebingungan karena tiba-tiba dia menghilang.


Namun, ketika cowok itu sampai ditempatnya, dia tidak menemukan keberadaan Hana. Toilet sudah sepi dan Kendrict tidak menemukan siapa pun di dalam sana. Cowok itu segera menghubungi Hana untuk menanyakan keberadaan gadis itu.


Kendrict mengernyit heran ketika ponsel Hana mendadak tidak aktif. Firasat buruk mulai menyelimuti cowok itu. Ia melangkah untuk berusaha mencari keberadaan gadis itu.


"Ckck, kemana sih?" gumam Kendrict menoleh ke kanan dan kiri.


Ekspresinya terlihat sangat kebingungan saat ini. Sudah cukup lama Kendrict mengelilingi tempat ini, tapi Hana belum ditemukan. Cowok itu juga kembali mencoba menghubungi ponsel gadis itu.


Langkah Kendrict spontan terhenti ketika mengetahui ponsel Hana kini telah aktif. Tidak membutuhkan waktu lama, panggilan Kendrict dijawab.


"Halo, Han?" ucap Kendrict.


"Gue bukan cewek lo," jawab suara dari seberang membuat Kendrict terdiam membeku ditempatnya.


"Siapa lo? Di mana Hana?"


"Tenang aja, cewek lo aman sama kita."


"Di mana lo?" tanya Kendrict makin tidak sabar.


"Ckck, nggak sabaran lo. Tenang aja, cewek lo nggak kita apa-apain! Heh! Lo gila? Jangan sentuh tuh cewek! Lo udah janji nggak bakal apa-apain dia!"


Kendrict mengernyitkan dahinya mendengar suara ribut dari seberang sana. Rasa penasaran juga khawatir cowok itu bertambah. Sambungan telepon masih belum terputus sehingga Kendrick masih bisa mendengar percakapan dari seberang sana walau tidak terlalu jelas.


"Udah gue bilang jangan lo apa-apain tuh cewek, dia cuma buat umpan."


"Nggak! Kita nggak pernah buat perjanjian kayak gini. Serahin dia sama gue!"


"Heh!" bentak Kendrict kesal karena diabaikan.


"Oh iya, lupa gue. Yah, pokoknya gitu. Kalo lo mau ke sini sendiri! Jangan bawa temen-temen lo!"


Sambungan telepon ditutup sepihak. Kendrict terdiam dan menatap layar ponselnya. Tidak lama ada sebuah chat masuk yang berisi sebuah alamat.


Dia mengernyit karena merasa tidak asing dengan alamat tersebut. Namun, Kendrict tidak ingin berlama-lama dan segera bergegas untuk ke tempat itu.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga Kendrict sampai di alamat yang tadi ia terima. Cowok itu mendengus setelah tahu dimana sekarang dia berada.


"Udah gue duga," gumam Kendrict.


Ia tidak langsung masuk menggebrek, melainkan cowok itu berniat menghubungi seseorang. Beberapa saat Kendrict menunggu panggilan itu hingga tersambung.


"Lo ke sini cepet! Anak-anak lo buat masalah sama gue!" kata Kendrict begitu panggilannya terhubung.

__ADS_1


"Masalah apaan?"


"Nggak usah banyak bac*t lo! Ke sini dulu, ntar gue kasih lihat!"


Sambungan tersebut diputus secara sepihak. Lalu, Kendrict menunggu sembari mengamati sekitar. Bukan maksudnya tidak ingin langsung menyelamatkan Hana, tapi dia sedang memikirkan strategi dan tentu saja tidak mau menurut begitu saja pada orang-orang itu.


Tidak berapa lama sebuah motor berhenti di samping Kendrict. Pengendara tersebut membuka kaca helmnya dan menatap Kendrict dengan tatapan bertanya.


"Ayo masuk!" ajak Kendrict.


"Ngapain lo nyuruh gue ke sini? Lo kali yang cari gara-gara," jawab anak itu melepas helmnya.


"Al, anak buah lo culik Hana buat dijadiin umpan. Tugas lo sekarang didik mereka biar nggak libatin orang yang nggak salah kalo mau usik gue," jelas Kendrict.


"Mereka bawa Hana?" tanya Aldi tidak percaya.


Kendrict hanya mengangguk dan berjalan dengan menyeret Aldi. Saat ini mereka berada di markas geng Aldi. Tentu Kendrict sudah sangat tahu tempat ini. Beberapa kali mereka tawuran di sini.


BRAKK!!


Kendrict menendang pintu dengan keras, membuat Aldi melotot kaget. Spontan tangannya menggeplak kepala cowok itu.


"Kalem! Mahal nih pintu!" kata Aldi sewot.


"Berisik lo!"


Perkataan anak itu tidak berlanjut ketika Aldi muncul dari balik badan Kendrict. Anak itu yang bernama Dewa terlihat sangat terkejut.


"Bos? Kok lo sama dia?" tanya Dewa.


Tidak hanya Dewa, tapi anak-anak yang lain segera menghampiri Aldi. Kendrict menatap sekeliling ruangan ini.


"Mana cewek gue?" tanya Kendrict.


"Lo nggak perlu tau, urusan kita belum selesai!"


"Kalian buat masalah apalagi?" tanya Aldi datar.


"Kita cuma bantu bos, dia udah ngerebut cewek yang bos suka," jelas Dewa.


Aldi terdiam dengan dahi mengernyit. Sementara Kendrict menatap Aldi tajam.


"Apa maksudnya lo mau ngerebut Hana dari gue, hah?" tanya Kendrict sengit.


"Nggak! Lo salah paham. Kalian juga salah paham. Dapet gosip murahan dari mana lo pada?"

__ADS_1


"Dari dia," tunjuk Dewa pada Nita yang sejak tadi berdiri mematung menonton keributan itu.


Spontan semua mata menatap pada cewek itu. Mendadak firasat Nita memburuk ketika pandangannya bertemu dengan Kendrict. Ia menelan ludahnya susah payah.


"Jadi lo, biang keroknya?" tanya Kendrict menunjuk Nita tepat di depan wajah.


"Ken, lo salah paham. Gue cuma ...."


"Gue nggak butuh penjelasan lo. Mana Hana?" potong Kendrict.


Namun, Nita hanya diam menunduk. Hal itu membuat Kendrict gemas. Akhirnya dia berinisiatif untuk mencari sendiri. Aldi yang melihat kebrutalan sepupunya itu membulatkan mata.


"Kalem, woy! Kenapa lo tendangin pintu gue?" tanya Aldi.


"Bac*t lo! Gue ganti tuh pintu buluk!" jawab Kendrict masih membuka pintu satu persatu.


Di salah satu ruangan, akhirnya Kendrict menemukan Hana yang sedang diikat di sebuah kursi. Cowok itu segera menghampiri Hana dan membuka ikatan tersebut.


"Kamu nggak papa? Mereka apain kamu?" tanya Kendrict.


"Mereka nggak apa-apain aku," jawab Hana.


Kendrict memeriksa keadaan Hana. Tatapannya terhenti melihat dahi Hana yang sedikit membiru. Tangan Kendrict terulur menyentuh dahi itu.


"Ini kenapa? Mereka pukul kamu?" tanya Kendrict dengan ekspresi emosi.


Hana menggeleng. "Nggak, ini tadi ...."


Belum sempat menjelaskan Kendrict sudah berjalan keluar untuk meminta pertanggungjawaban atas dahi Hana yang lebam. Sementara Hana mengikuti dari belakang.


"Siapa yang buat dahi cewek gue luka?" tanya Kendrict pada orang-orang di sini.


Mereka serempak saling pandang. Sedangkan, Hana menghembuskan napasnya. Gadis itu menarik tangan Kendrict pelan.


"Ini tadi aku kejedot pintu karena nggak perhatiin jalan," kata Hana menundukkan kepalanya.


"Han, sorry, ya. Ada salah paham sama temen-temen gue. Sorry, udah ganggu lo," kata Aldi pada Hana.


Dewa terlihat tidak terima melihat Aldi begitu saja meminta maaf. "Bos!"


"Apa? Lagian kalian ngapain sih? Gue nggak pernah kasih perintah buat nyerang gengnya Ken!"


Dewa dan teman-temannya hanya bisa menunduk. Lalu, Dewa maju mendekat pada Hana. Kendrict yang masih siaga memasang badan di depan Hana.


"Gue mau kembaliin ini," kata Dewa mengulurkan sebuah kalung.

__ADS_1


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


__ADS_2