
Kendrict menoleh mendengar pertanyaan itu. Di belakangnya berdiri Mira, Glen, dan Hana. Mereka ternyata sedang menunggu Samsul yang mengambil mobil di tempat parkir. Kendrict spontan bernapas lega.
"Ini HPnya, Dek," kata satpam itu pada Kendrict.
"HP kamu kenapa?" tanya Mira.
"Low bat, Tan," jawab Kendrict mengusap tengkuknya.
"Terus kamu pulangnya gimana?"
"Bun, ayah udah dateng," interupsi Glen.
"Ayo, bareng kita aja," ajak Mira.
Ekspresi Kendrict langsung berbinar. Ternyata malam ini dia masih bisa selamat sampai rumah. Namun, wajah Glen terlihat tidak bersahabat. Cowok itu tidak setuju dengan Mira.
"Nggak boleh gitu, Glen."
TIN!
Klakson mobil membuat mereka serempak menoleh. Mira pun segera meminta anak-anak itu segera masuk ke dalam mobil. Kendrict berjalan santai dan segera masuk ke dalam mobil tanpa memedulikan Glen yang masih menatapnya tajam.
Sementara Hana masih diam membisu sejak tadi. Gadis itu hanya diam dengan pandangan kosong lurus ke depan. Tubuh Hana terbalut jaket yang entah milik siapa. Posisi mereka saat ini adalah Hana duduk di antara Glen dan Kendrict. Sempat terjadi keributan kecil ketika hendak menentukan posisi duduk mereka. Namun, dua cowok itu mendadak diam membisu ketika Samsul 'melerai' pertengkaran keduanya.
"Ken, kalau kamu pulang besok pagi gimana? Besok Ayah Hana antar kamu pulang. Kalau sekarang kami antar kamu, kasihan Hana. Dia pasti capek juga masih syok," kata Mira yang menengok ke belakang.
Kendrict mengangguk, "Iya, Tan."
Kendrict hanya bisa menurut untuk saat ini dan dia sudah dapat menebak jika teman-temannya pasti sedang kebingungan mencarinya. Apalagi ponsel Kendrict saat ini mati total.
Beberapa saat kemudian terjadi keheningan di dalam mobil ini. Jalanan yang dilalui mereka mulai sepi. Hanya ada satu dua kendaraan yang lewat. Kendrict terkejut ketika kepala Hana jatuh ke bahunya. Cowok itu spontan menoleh, ternyata Hana ketiduran.
Wajah gadis itu terlihat sangat lelah. Baru saja tangan Kendrict hendak terulur menyingkirkan rambut yang menutup wajah Hana, tiba-tiba saja ada tangan lain yang memindahkan kepala gadis itu dengan perlahan. Glen menatap Kendrict sinis disertai senyum mengejek.
__ADS_1
'Sialan,' batin Kendrict dongkol.
Kendrict melirik pada Hana yang sepertinya sudah sangat nyaman dengan posisinya saat ini. Hal itu membuat Kendrict mendengus. Dia pun membuang wajahnya dan lebih memilih untuk memperhatikan jalanan di luar sana.
Tidak lama kemudian, mobil yang mereka kendarai memasuki sebuah komplek perumahan. Kendrict masih belum tahu persis daerah tempatnya berada sekarang. Mereka berhenti di sebuah rumah yang cukup besar.
Bukan vila, tetapi lebih seperti rumah pribadi. Mira turun untuk membuka gerbang dan lalu mobil yang dikendarai Samsul memasuki halaman depan rumah tersebut. Mesin mobil telah dimatikan dan Samsul turun dari mobil. Kendrict kembali melihat keadaan Hana yang ternyata masih tidur. Lagi-lagi terjadi keributan yang diciptakan oleh Kendrict dan Glen.
"Biar gue aja yang bawa Hana ke dalem," kata Glen berbisik, dia takut membangunkan gadis yang masih nyaman menyender dibahunya ini.
"Gue yang lebih kuat, biar gue aja," kata Kendrict tidak mau kalah.
"Emang lo siapa? Gue abangnya, lo bukan siapa-siapa."
"Gue pacarnya, jadi biar gue aja yang bawa Hana masuk."
"Ngibul lo, Hana nggak punya pacar. Apalagi yang bentukannya kayak lo."
"Lo bisa tanya ke Hana. Gue emang pacar dia."
Samsul memberi kode pada Glen untuk keluar terlebih dulu. Tidak ada pilihan lain bagi Glen, dia segera menuruti perintah Samsul. Sementara Kendrict juga mendadak menjadi ciut. Cowok itu segera keluar dari mobil dan berjalan memasuki rumah mengekor pada Glen yang telah berjalan lebih dulu.
"Oh ya, Ken. Kamu nanti bisa tidur di kamar Glen," kata Mira dan berlalu menyusul sang suami.
Kendrict tidak menolak dan segera berjalan membuntuti Glen. Mata cowok itu menelisik tiap sudut ruangan. Angin dari pendingin ruangan menerpa tubuh Kendrict yang pakaiannya masih setengah kering. Cowok itu bahkan hampir lupa jika sedaritadi mengenakan pakaian basah.
"Gue pinjem baju lo dong," kata Kendrict pada Glen.
"Lo punya baju ngapain pinjem punya gue?"
"Nggak lihat baju gue basah? Kalo lo nggak mau kasih pinjem, gue bisa pinjem sama Hana. Kamarnya di sebelah 'kan?"
"Jangan macem-macem lo!"
__ADS_1
Glen segera melempar kaos miliknya pada Kendrict. Sementara Kendrict hanya tersenyum miring. Cowok itu segera melepas bajunya yang basah dan mengganti dengan kaos milik Glen.
Glen terdiam melihat tubuh Kendrict. Matanya melihat tubuh Kendrict yang tidak memakai pakaian dengan tatapan terpaku. Glen dibuat diam mematung ditempatnya. Kendrict telah selesai mengganti bajunya, dia berbalik dan menatap aneh pada Glen yang masih diam mematung.
"Kenapa lo?" tanya Kendrict mengernyitkan dahi.
Mendengar pertanyaan dari Kendrict membuat Glen seketika tersadar. Glen menggelengkan kepalanya dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Kendrict mengedikkan bahunya dan matanya berbinar ketika melihat kasur luas didepannya. Cowok itu segera meloncat ke atas kasur dan memeluk guling yang ada di sana.
Namun baru saja Kendrict hendak menjelajah ke alam mimpi, tubuhnya ditendang oleh Glen hingga terjatuh dari tempat tidur nyaman ini.
BRAKK!
"Aduh!" pekik Kendrict merasakan punggungnya membentur lantai yang keras.
"Siapa bilang lo boleh tidur di kasur gue?" tanya Glen berkacak pinggang.
"Nyokap lo yang bilang."
"Gue yang punya kamar nggak kasih izin ke lo. Tidur di sofa lo!"
Mendengar hal itu membuat Kendrict mendidih seketika. Kesabarannya sudah habis saat ini. Memang dari tadi dia memberikan Glen kelonggaran karena Kendrict juga harus menjaga image di depan orang tua Hana. Namun, dari tadi Glen selalu membuat masalah dengannya.
Melihat ekspresi Kendrict yang seperti hendak membantingnya, Glen segera naik ke tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Sepertinya dia juga sadar jika saat ini telah membangunkan macan yang sedang tidur. Namun, ketakutan Glen hilang seketika saat kembali teringat tubuh Kendrict tadi.
Glen mengakui jika tubuh Kendrict sangat bagus dengan abs yang mulai terbentuk, tapi bukan itu yang menjadi fokusnya. Banyak terdapat luka di tubuh Kendrict, hal itu cukup mengganggu Glen.
"Ckck, masa bodo. Bukan urusan gue," gumam Glen mencoba untuk menutup matanya.
Sedangkan Kendrict yang tubuhnya memang sudah lelah memutuskan untuk merebahkan diri di sofa yang ada di kamar ini. Mencoba untuk memejamkan matanya dan menjelajah ke alam mimpi. Hanya kurang lebih satu jam saja Kendrict dapat tidur. Dia terbangun pada pukul satu dini hari.
Cowok itu bangkit dari posisinya dan memutuskan keluar dari kamar untuk mencari segelas air. Hampir saja Kendrict berteriak kaget ketika dia membuka pintu dan berbarengan dengan Hana yang juga baru keluar dari kamar.
"Ssstt," kata Hana meminta Kendrict agar tidak berisik.
__ADS_1
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...