
Hari ini Hana sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Belum ada perubahan sejak kejadian di taman tempo hari. Gadis itu kini menjadi berubah menjadi pendiam dan sering melamun. Sorot matanya pun tidak seperti dulu, kali ini sorot matanya terlihat kosong. Entah ke mana pikiran Hana melayang.
Tentu melihat perubahan Hana membuat Samsul dan Mira khawatir. Setelah mengurus administrasi, mereka langsung pulang ke rumah. Selama di perjalanan Hana hanya diam. Hingga sampai rumah pun, Hana tidak mengeluarkan suaranya. Gadis itu langsung masuk ke kamarnya begitu turun dari mobil.
Hana merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan menatap langit-langit kamarnya. Dia masih kepikiran mimpi buruknya itu. Ketika dia tenggelam dan ada seseorang yang berusaha meraih tangannya. Sebenarnya Hana belum terlalu ingat, tetapi jika dipikir-pikir kembali ia yakin jika sosok yang hendak meraihnya itu adalah sang bunda. Sampai saat ini, gadis itu berusaha mengingat kembali momen masa kecilnya. Walau harus merasakan sakit kepala yang hebat.
โGue harus lebih usaha biar ingatan gue cepat kembali,โ gumam Hana.
Hana berencana untuk mengunjungi danau yang pernah mereka kunjungi dulu. Tentu saja ia harus berusaha keras mencari danau tersebut, Hana belum ingat di mana letak danau itu. Tidak mungkin juga jika dia bertanya pada Samsul. Kini keluarganya mengira jika ingatan Hana sudah sepenuhnya kembali.
...๐โโ๏ธ๐โโ๏ธ๐โโ๏ธ...
Keesokkan harinya selepas sarapan, Hana pamit kepada kedua orang tuanya untuk pergi keluar sebentar. Tentu mereka tidak mengizinkan, apalagi kemarin Hana baru saja pulang dari rumah sakit. Namun, Hana berdalih jika dia akan mengerjakan tugas kelompok bersama dengan teman-temannya dan rumah mereka masih di perumahan yang sama. Dengan berat hati Mira dan Samsul mengizinkan. Awalnya Samsul hendak mengantar putrinya itu, tapi mendapat penolakan keras dari Hana.
โHana mau jalan kaki, sekalian berjemur,โ kata gadis itu.
Sebenarnya dalam hati Hana ketar-ketir, bertanya-tanya apakah Mira dan Samsul akan mengizinkannya keluar hari ini? Namun ternyata mereka memperbolehkan, ada sedikit rasa lega dalam diri Hana.
โMaaf, Hana bohong pada kalian,โ batinnya merasa bersalah.
Setelah berpamitan, Hana segera berjalan menuju halte. Kemarin dia sudah membuat daftar danau-danau yang ada di kota ini. Hana berpikir jika dia mengunjungi danau itu, bisa jadi ingatannya akan cepat kembali. Gadis itu masih menunggu bus yang akan membawanya ke tempat tujuannya.
โJarak danaunya lumayan jauh dari sini,โ gumam Hana sembari melihat ponselnya.
__ADS_1
Tidak lama bus yang ditunggunya datang. Gadis itu masuk ke dalam bus dan memilih tempat duduk yang kosong. Suasana di dalam bus tidak terlalu ramai. Banyak kursi yang kosong.
Hana memperhatikan keluar jendela menikmati pemandangan di luar sana selama perjalanan. Kurang lebih selama empatpuluh menit hingga ia sampai di tempat tujuan. Hana turun dari bus dan masih harus berjalan kurang lebih lima menit untuk sampai di danau itu.
Sesampainya di danau, gadis itu mengedarkan pandangannya. Danau ini sangat ramai, banyak pengunjung yang piknik di sini. Memang hari ini adalah hari libur, jadi banyak orang-orang berkunjung kemari. Hana berkeliling di sekitaran danau.
โKayaknya bukan di sini,โ gumam Hana yang tidak merasakan apapun.
Dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya. Menuju danau berikutnya, untuk pergi ke sana Hana memutuskan berjalan kaki karena jaraknya tak terlalu jauh. Di danau berikutnya, suasana juga lumayan ramai. Banyak orang-orang yang sepertinya selesai olahraga pagi, ada juga beberapa penjual di sekitar tempat ini. Lagi, Hana mengitari danau ini untuk mengingat apakah ia pernah kemari.
Hana menghembuskan napasnya dan menggeleng pelan. Dia tidak ingat apapun. Hana memutuskan untuk duduk terlebih dulu di kursi yang disediakan di pinggiran danau ini. Meneguk minuman yang tadi dibelinya. Matanya memperhatikan sekitar, banyak keluarga yang datang kemari.
Ada senyum samar di bibir Hana melihat para pengunjung itu. Setelah beristirahat sejenak, Hana memutuskan untuk ke tempat selanjutnya. Kali ini Hana memutuskan untuk naik angkutan umum karena jaraknya lumayan jauh.
Beberapa saat kemudian, Hana sampai di danau itu. Dia berjalan untuk mengelilingi danau ini. Berbeda dari tempat sebelumnya, danau ini sama sekali tidak ada pengunjung. Malah danau ini terkesan kumuh, seperti sudah sangat lama tidak ada yang berkunjung juga tidak dirawat.
Banyak pohon pinus yang ditanam di sekitaran tempat ini. Gadis itu berjalan hingga tepian danau, melongokkan kepala untuk melihat air danau yang tidak bisa dikatakan jernih.
Tiba-tiba Hana merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Spontan gadis itu menoleh dan hampir saja berteriak saat mendapati seseorang berdiri tepat di depannya. Namun, teriakan yang hampir keluar itu hanya bertahan di kerongkongannya saja. Dahi Hana berkerut melihat penampilan seorang cowok di depannya ini.
โCkck, kerja kelompok apaan di tempat kayak gini?โ tanya anak itu dan mengedarkan pandangannya di sekitaran danau.
โLo ngapain di sini, Ken?โ tanya balik Hana.
__ADS_1
โGue disuruh buntutin lo,โ jawab Kendrict berkacak pinggang.
Dahi Hana bertambah kerutannya. โSiapa yang nyuruh lo?โ
โKenapa lo jadi lemot sih? Apa karena abis kegebuk batu, ya?โ tanya Kendrict menggelengkan kepalanya dramatis, โEmak lo yang nyuruh gue,โ lanjutnya.
Hana terdiam, mengapa Mira menyuruh Kendrict untuk mengikutinya? Bukankah tadi dia sudah pamit jika akan pergi ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kelompok? Berarti Mira tahu jika tadi Hana bebohong?
โLo ngapain sih dateng ke danau? Cari apaan? Mau mancing? Kenapa nggak ke tempat pemancingan aja?โ
Hana tidak mendengarkan pertanyaan berentet dari Kendrict. Gadis itu kembali berjalan hendak mengelilingi danau dan tentunya mencoba mengingat apakah dia pernah ke danau ini. Namun nihil, dia sama sekali tidak memiliki ingatan tentang danau ini.
Hana menghembuskan napasnya dan berjongkok, merasakan lelah yang menderanya juga perasaan putus asa. Sementara Kendrict diam-diam memperhatikan gadis itu dari belakang. Terlihat bingung dengan tingkah Hana. Memang pagi tadi Kendrict tiba-tiba dihubungi oleh Mira, beliau memintanya untuk mengikuti Hana.
Tidak mungkin dia menolak permintaan Mira, akhirnya dengan kekuatan melawan gravitasi kasurnya, Kendrict segera bergegas menuju rumah Hana. Namun dalam perjalanan, Kendrict melihat Hana yang sedang duduk di halte. Cowok itu pun akhirnya putar balik dan menunggu Hana tidak jauh dari halte.
Kegiatan membuntuti Kendrict berlanjut hingga sekarang. Sebenarnya heran juga dengan apa yang dilakukan Hana. Gadis itu hanya mengunjungi danau dan berkeliling di sekitarannya, setelah itu pergi. Sebuah notifikasi masuk mengagetkan Kendrict yang sedang memperhatikan gadis di depannya itu.
Kendrict membuka chat yang ternyata dari Mira, menanyakan keberadaan Hana saat ini. Cowok itu menceritakan apa yang dilihatnya selama bertugas membuntuti gadis itu. Tidak lama sebuah balasan dari Mira masuk ke ponselnya. Dahi Kendrict mengernyit karena ternyata Mira mengiriminya sebuah lokasi.
โIkut gue!โ perintah Kendrict meraih tangan Hana.
...๐โโ๏ธ๐โโ๏ธ๐โโ๏ธ...
__ADS_1