Malaikat Penolong

Malaikat Penolong
Nostalgia


__ADS_3

Mobil Kendrict berhenti di seberang sebuah sekolah dasar yang didepannya banyak penjual jajanan. Hana masih bingung, dari tadi cowok itu belum memberitahunya hendak diajak kemana.


"Ayo, turun!" ajak Kendrict melepas seatbelt.


"Ngapain? Kita mau ke mana?"


"Udah ikut gue aja, gue mau jajan di sana," tunjuk Kendrict pada seorang penjual mainan.


Hana masih belum bergerak dari tempatnya. Kendrict yang melihat hal tersebut mendengus. Dia pun berniat menyadarkan gadis yang masih bengong tersebut. Kendrict mencondongkan tubuhnya.


KLEK!


"Eh?"


Seatbelt yang terpasang di tubuh Hana berhasil terlepas. Gadis itu langsung tersadar dari lamunannya. Kendrict mengkode Hana agar segera turun mengikutinya.


"Lo mau jajan apa? Kenapa harus di sini?" tanya Hana setelah turun dari mobil.


"Gue cuma kangen sama jajanan itu," jawab Kendrict, kepalanya menengok ke kanan dan kiri untuk menyeberang.


Tangannya menggenggam tangan mungil Hana dan menuntun gadis itu untuk menyeberang. Sebenarnya jalanan tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa kendaraan bermotor yang lalu-lalang.


Mereka berhasil sampai di seberang. Hana masih belum sadar tangannya berada dalam genggaman Kendrict. Fokus gadis itu terpaku pada suasana sekolah dasar yang kebetulan saat ini sedang jam pulang. Jadi, sekolah tersebut sangat ramai oleh tawa anak-anak.


Para penjual di depan sekolah ini pun mulai ramai didatangi anak-anak tersebut. Kendrict berjongkok di depan penjual mainan, matanya meneliti barang yang hendak dibelinya.


"Sini, Han!" tarik Kendrict pelan agar gadis itu ikut berjongkok disebelahnya.


"Lo mau cari apa?" tanya Hana.


"Oh ketemu. Bu, ini harganya berapa?" tanya Kendrict pada si penjual, dia tidak mempedulikan pertanyaan Hana tadi.


Hana sedikit sebal dengan tingkah Kendrict yang sejak tadi mengabaikannya. Namun, rasa kesal itu sedikit berkurang ketika Kendrict menunjukkan sebuah gelang.


"Buat lo. Mana sini gue pasangin," ucap Kendrict menarik tangan kanan Hana dan memasangkan gelang tersebut di pergelangan tangan.


"Nih, gue juga pakai," lanjutnya menunjukkan gelang yang sama dengan warna berbeda.

__ADS_1


"Lo cuma mau beli gelang ini?" tanya Hana tak percaya, tapi tidak bisa dipubgkiri gelang itu cukup bagus.


"Nggak juga, gue masih mau jajan yang lain. Ayo, ikut gue."


Lagi-lagi Hana hanya menurut, mengikuti langkah Kendrict yang entah kali ini hendak membawanya kemana. Hana membulatkan matanya dan spontan menarik lengan cowok itu untuk menghentikan langkahnya.


"Lo mau ke mana? Emang boleh masuk?" tanya Hana.


"Nggak papa, lagian udah jam pulang. Tapi, dulu lo sekolah di sini 'kan?"


Hana terdiam, kemudian memperhatikan sekitarnya. Ternyata ia baru menyadarinya. Memang benar, Hana bersekolah di sini dulu. Namun, bagaimana Kendrict bisa tahu? Hana yang hendak menanyakan hal tersebut pada cowok itu, malah kehilangan Kendrict.


Spontan dia menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaan cowok itu. Hana mendengus setelah menemukan Kendrict yang melambai padanya. Dia pun segera menghampiri cowok yang ternyata sedang asyik menikmati gorengan.


"Lo mau, Han? Tapi udah dingin sih," tanya Kendrict menyodorkan sepotong tempe mendoan.


"Nggak, gue kenyang," tolak Kendrict.


Kendrict mengangguk paham dan tidak memaksa Hana, dia kembali menikmati makanannya. Sementara Hana duduk di sebelah cowok itu sembari matanya masih memperhatikan sekitar.


"Kok lo tau gue dulu sekolah di sini?" tanya Hana.


"Lo juga sekolah di sini? Kok gue nggak pernah tau?"


Namun, Kendrict hanya mengedikkan bahunya dan menerima uang kembalian. Lalu, cowok itu kembali mengajak Hana pergi dari sana. Mereka kembali menyeberang jalan dan berakhir masuk ke dalam mobil.


"Ken, jawab pertanyaan gue," desak Hana.


Dia benar-benar dibuat kebingungan oleh tingkah Kendrict. Sementara Kendrict sepertinya masih belum ingin menjawab pertanyaan Hana. Dia mengisyaratkan gadis itu untuk memakai seatbelt.


"Ken!" geram Hana.


"Apa sayang?"


"Jawab pertanyaan gue yang tadi! Lo beneran satu sekolah pas SD? Kenapa gue nggak inget kalo lo temen SD gue?"


"Nanti gue jawab kalo udah sampai tempat selanjutnya."

__ADS_1


"Ken, gue serius. Gue turun di sini kalo lo terus bercanda kayak gini," ancam Hana.


Mendengar ancaman Hana, membuat Kendrict hampir saja menyemburkan tawanya. Gadis disebelahnya ini memang sangat menggemaskan, ekspresi Hana benar-benar lucu saat ini. Baik dahulu maupun sekarang sepertinya Hana masih sama, tidak bisa marah.


"Gue juga serius. Janji, nanti gue ceritain semuanya."


Hana menatap Kendrict, mencari kebohongan dari ekspresi itu. Namun, Hana tidak menemukan tanda jika Kendrict sedang berbohong. Akhirnya Hana kembali bersabar dan menuruti kemauan cowok itu.


Mobil tersebut melaju membelah jalanan yang mulai ramai oleh pengendara lain. Hari makin siang dan mendadak langit menjadi kelabu. Tidak lama kemudian, hujan turun dengan deras membasahi bumi.


"Lo kedinginan? Padahal ACnya udah gue matiin lho," ucap Kendrict yang melihat Hana terlihat memeluk tubuhnya sendiri.


Kendrict memang telah mematikan AC dan Hana juga mengenakan hodie cukup tebal. Namun, Hana hanya diam. Gadis itu membuang wajahnya dan menikmati derasnya hujan di luar sana.


"Nggak usah malu-malu kalo emang lo kedinginan. Kalo nanti lo sakit gue yang kena marah bunda. Di kursi belakang ada jaket gue tuh, gue mau ambilin tapi nggak sampe."


Mendengar omelan Kendrict, akhirnya Hana menurut. Gadis itu pun berusaha meraih jaket yang di maksud Kendrict. Hana berhasil mengambil haket tersebut, tapi ternyata ada kertas yang terjatuh. Hana bermaksud mengambil kertas itu dan meletakkan ditempatnya tadi.


Namun, saat melihat kertas yang jatuh tadi mendadak Hana membeku. Kendrict mengernyitkan dahi karena Hana tidak segera memakai jaket miliknya. Cowok itu menoleh untuk memastikan apa yang sedang dilihat Hana.


"Lo ngapain? Kenapa nggak dipake?" tanya Kendrict.


"Ini apa?" tanya Hana memperlihatkan selembar foto yang tadi ia kira kertas biasa.


"Hmm? Apaan?"


"Lo kok punya foto gue? Ini gue 'kan?" tanya Hana.


Kendrict spontan merebut foto tersebut dari tangan Hana untuk memeriksanya. Kemudian, cowok itu membulatkan matanya. Kendrict menepuk dahinya, dia baru ingat jika terakhir meletakkan foto itu di saku jaket yang sedang dipegang Hana sekarang.


"Oh, emmm. Iya itu foto lo," kata Kendrict mengembalikan foto tersebut pada Hana.


"Terus ini siapa yang di sebelah gue?" tanya Hana mengernyit, pasalnya dia merasa asing dengan wajah anak yang berdiri disebelahnya.


Di dalam foto itu hanya ada dua anak. Hana dengan senyum cerianya, sementara Kendrict dengan tampang melongo seperti terkejut karena dipotret secara mendadak. Sebenarnya dia malu dengan wajah jadulnya dulu.


"Itu gue," jawab Kendrict akhirnya.

__ADS_1


"Hah?" kaget Hana spontan menatap Kendrict sepenuhnya.


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


__ADS_2