
Hana baru sampai di sebuah gedung yang biasa digunakan untuk tempat berkumpul komunitas sosial. Masih dengan seragam sekolah lengkap, gadis itu memarkir sepedanya bersebelahan dengan beberapa motor yang sudah berjejer rapi. Sepertinya teman-teman komunitasnya sudah berkumpul di dalam gedung itu.
Hana pun bergegas masuk ke dalam gedung itu. Namun ketika kakinya baru saja menginjak teras gedung itu, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menahannya. Hana terkejut dan spontan berbalik, keterkejutannya bertambah setelah mengetahui siapa yang menhanannya.
“Ken? Ngapain lo di sini?” tanya Hana.
“Gue ngikutin lo.”
“Ngapain ngikutin gue?” tanya Hana curiga.
“Gue ….”
“Han, kok nggak masuk? Yang lain udah pada nunggu di dalem.”
“Iya, Kak,” jawab Hana. “Gue masuk dulu,” pamitnya paa Kendrict yang masih berdiri mematung.
Hana tidak mempedulikan Kendrict lagi, dia berjalan mengekori seseorang yang tadi dipanggilnya ‘Kak’. Lagi-lagi Hana dibuat terkejut oleh ulah Kendrict.
“Ssst, Han. Ini tempat apa?” bisik Kendrict yang ternyata juga mengikuti langkah mereka.
“Lo ngapain ikut masuk?”
“Gue penasaran. Lo masuk ke gedung misterius yang sepi, lo ikutan sekte sesat, ya?”
Hana membulatkan matanya mendengar ucapan Kendrict. Gadis itu tidak menjawab pertanyaan cowok itu, sudah lelah meladeni lebih tepatnya.
“Bukan sekte sesat, kalo lo penasaran masuk aja,” ucap Bima, seseorang yang berdiri di depan Hana.
Hana meringis mendengar ucapan Bima. Ternyata perkataan Kendrict tadi terdengar hingga telinga cowok itu. Akhirnya Kendrict ikut masuk bersama dengan Hana.
Begitu masuk, semua pasang mata di dalam ruangan itu menatap pada pintu di mana Hana, Kendrict, dan Bima berdiri. Bima mempersilakan Kendrict untuk duduk. Namun, cowok itu malah mengekor Hana yang telah berjalan terlebih dulu.
“Han, dia siapa?” tanya salah satu teman Hana di komunitas ini.
“Dia ….”
“Gue pacarnya Hana,” serobot Kendrict.
__ADS_1
“Jangan asal ngomong lo. Nggak, kita nggak ada hubungan apa-apa. Dia anak sekolah gue,” jawab Hana yang sudah sangat kesal dengan perilaku cowok itu.
Beruntung teman Hana tidak lagi bertanya. Acara komunitas dimulai dan mereka mulai membahas acara amal yang akan dilaksanakan lusa di sebuah panti asuhan yang ada di kota ini. Di tengah-tengah acara, suara ketukan pintu menghentikan sang ketua komunitas yang sedang menjelaskan. Tidak lama seseorang masuk.
“Maaf, Kak. Saya terlambat,” ucap orang itu.
“Gue belum pernah lihat lo sebelumnya.”
“Oh, dia anak baru. Kemarin gue suruh dateng karena dia tertarik sama kegiatan kita.”
Ketua komunitas hanya mengangguk dan meminta orang itu memperkenalkan diri sebelum duduk.
“Saya Aldi dari SMA Rajawali, salam kenal dan mohon bimbingannya,” ucap Aldi memperkenalkan diri.
Hana yang sedaritadi hanya menyimak merasa terkejut melihat siapa yang berdiri di depan sana. Sementara Kendrict spontan menggebrak meja, membuat semua orang menatap dirinya.
“Lo! Ngapain lo di sini?” teriak Kendrict menunjuk Aldi.
Suasana menjadi panas di dalam ruangan ini. Hana merasa tidak enak pada yang lain, sebenarnya ini bukan kesalahannya. Namun, tetap saja ada rasa bersalah dalam dirinya.
Pasalnya dia yang mengenal Kendrict dan tidak menyangka jika cowok itu akan membuat masalah di sini. Hana menarik ujung seragam Kendrict, menyuruhnya untuk kembali duduk dan tidak membuat masalah. Namun, cowok itu malah menepis kasar tangan Hana.
Cowok itu terdiam, tidak menyangka jika respon yang diberikan akan berbeda dari apa yang diperkirakannya. Kendrict kira dirinya akan diusir dari sini karena menyebabkan keributan. Cowok itu menatap seklilingnya, di mana orang-orang di sini kompak menatapnya.
Akhirnya Kendrict menurut dan maju ke depan sana untuk memperkenalkan diri. Sementara Aldi diminta untuk duduk. Kendrict menggantikan tempat Aldi tadi.
“Lho? Ternyata lo juga ikut komunitas ini juga?” tanya Aldi begitu menyadari keberadaan Hana.
“Iya, kok lo tau komunitas ini?” jawab dan tanya Hana.
“Kemarin gue ketemu sama Kak Bima dan gue ngerasa tertarik sama kegiatan komunitas ini. Jadi gue gabung.”
Hana hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Aldi. Sebuah kebetulan dirinya dapat bertemu dengan Aldi kembali.
Sementara di depan sana, Kendrict tidak fokus pada perkenalannya. Matanya menatap pada dua orang yang sedang asyik mengobrol. Tangannya mengepal kuat, melihat Aldi terlihat lebih unggul darinya. Setelah perkenalan selesai, Kendrict kembali ke tempat duduknya.
“Kamu pindah ke sebelah!” perintah Kendrict pada Hana.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Hana mengernyitkan dahinya.
“Aku cemburu kalo kamu deketan sama mantan,” jawab Kendrict blak-blakkan.
Hana ternganga mendengar ucapan Kendrict itu. Sorakan terdengar menggema di dalam ruangan ini. Mereka serempak menggoda Hana, sedangkan gadis itu sudah merah padam wajahnya menahan malu. Beruntung ketua komunitas segera menengahi dan menyuruh mereka semua untuk diam.
Suasana kembali kondusif dan Hana berakhir pindah tempat duduk. Dia terpaksa menuruti perintah Kendrict agar kejadian serupa tidak terulang dan menyebabkannya bertambah malu lagi.
Selanjutnya, acara berjalan dengan lancar. Mereka diperbolehkan untuk pulang dan lusa akan bertemu lagi untuk kegiatan amal. Hana berjalan di antara Aldi dan Kendrict. Sejak tadi Kendrict selalu menempel padanya dan hal itu membuatnya merasa tidak nyaman.
“Lo naik sepeda, Han?” tanya Aldi, dia sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Kendrict.
“Iya, Al. Kalo gitu gue duluan, ya?”
Aldi mengangguk dan mempersilakan Hana untuk pergi terlebih dulu. Mata cowok itu tidak lepas dari punggung Hana yang makin menjauh. Beberapa saat kemudian, Aldi sadar jika Kendrict masih berdiri di sebelahnya.
“Nggak ngawal Hana lo?” tanya Aldi, melirik cowok itu.
“Gue ada urusan sama lo,” jawab Kendrict dan kini sepenuhnya menatap pada Aldi.
Mendengar ucapan Kendrict membuat Aldi menaikkan satu alisnya. Ada apa lagi dengan cowok ini?
“Lo sengaja gabung komunitas ini biar bisa ketemu Hana ‘kan?”
Hampir saja Aldi menyemburkan tawanya mendengar pertanyaan Kendrict. Cowok di depannya ini benar-benar tidak berubah, masih saja kekanakan dan tentu saja menyebalkan. Tiba-tiba sebuah ide jahil terlintas dalam benaknya.
“Iya, kenapa? Ada yang salah?”
“Tentu aja salah! Lo cuma mantan dia, kenapa masih ngejar-ngejar?”
“Lo juga dengan seenaknya ngaku-ngaku jadi pacar Hana,” ucap Aldi tenang.
Kendrict tersulut emosi mendengar ucapan Aldi yang memang benar adanya. Sebuah bogem mentah dia layangkan tepat pada wajah Aldi. Aldi yang belum siap jatuh tersungkur di atas tanah. Darah segar keluar dari sudut bibirnya, dia segera menyeka darah itu dan bangkit dari posisinya.
Tidak hanya pasrah diperlakukan seperti itu, Aldi membalas perbuatan Kendrict. Kini keduanya terlibat adu jotos dengan mulut masing-masing melontarkan kalimat umpatan. Beruntung perkelahian itu tidak berlangsung lama, orang-orang yang masih bertahan di gedung melihat dua cowok itu berkelahi dan segera melerai keduanya.
Namun, tanpa mereka ketahui ada beberapa yang mengabadikan momen tersebut. Ketua komunitas yang ikut melerai keduanya memarahi Aldi dan Kendrict, lalu menyuruh keduanya untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...