Malaikat Penolong

Malaikat Penolong
Malam Mingguan (2)


__ADS_3

Hana bersama Kendrict masih asyik menyelesaikan permainan di wahana ini. Keduanya sangat menikmati.


CEKLEK!


Hana berhasil membuka gembok pintu keluar dari wahana ini. Ekspresi gadis itu sangat bahagia. Mereka spontan melakukan high five. Kendrict yang melihat Hana senang ikut tersenyum dan tangannya menepuk puncak kepala gadis itu.


Karena mereka berhasil menyelesaikan permainan ini, mereka mendapat hadiah berupa sebuah boneka yang cukup besar. Kendrict memberikan boneka tersebut pada Hana.


"Mau ke mana lagi?" tanya Kendrict.


"Ayo ke sana!" tunjuk Hana pada sebuah mesin capit boneka.


"Lo mau main itu?"


"Iya," jawab Hana mengangguk antusias.


Kendrict pun hanya menurut dan mengikuti Hana dari belakang. Sementara gadis itu berjalan riang dengan boneka dipelukannya. Sesampainya di depan mesin itu, Kendrict mengeluarkan dompetnya untuk membeli koin. Namun, Hana menahan tangannya.


"Gue aja. Kita gantian, tadi lo udah beli makan sama tiket," kata Hana.


"Tapi ...."


Hana tidak mempedulikan Kendrict. "Nih pegang dulu."


Gadis itu langsung menuju pada pegawai di sana dan menukar beberapa lembar uang dengan koin untuk bermain. Lalu, dia kembali lagi menghampiri Kendrict yang sudah menunggu di depan mesin itu.


"Lo mau boneka yang mana?" tanya Hana.


"Emang lo bisa ambil boneka yang gue mau?"


"Bisa! Gue jago main ini," jawab Hana tersenyum.


"Oke, buktiin kalo lo bisa. Gue mau yang itu!" tunjuk Kendrict pada sebuah boneka berbentuk beruang.


Hana mengangguk dan memasukkan koin. Kemudian, dia mulai fokus untuk mengambil boneka yang dipilih Kendrict.


"Yah, gagal," kata Hana.


"Mau gue aja?" tawar Kendrict.


"No! Gue aja, tenang koinnya masih banyak."


Akhirnya Kendrict hanya menurut, dia menunggu Hana yang sedang berusaha mengambil boneka untuknya. Cowok itu tersenyum melihat ekspresi serius Hana. Namun, tidak lama kemudian mata Kendrict membulat melihat Hana berhasil mengambil boneka itu.


"Woah! Gue berhasil. Lihat nih!" ucap Hana melompat kegirangan.


"Kok bisa?"


"Gue 'kan udah bilang, gue jago main ini. Koinnya masih lumayan, gue coba lagi, ya?"

__ADS_1


Kendrict mengangguk dan berdiri di sebelah Hana. Cowok itu kini ikut antusias menonton Hana bermain mesin capit itu.


"Itu yang itu, Han!" tunjuk Kendrict.


Hana mengangguk dan berusaha mengambil boneka yang dimaksud Kendrict. Lagi, Hana berhasil mengambil boneka itu. Mereka sama-sama kegirangan.


"Wuu, hebat banget pacar gue ini!" kata Kendrict menepuk-nepuk kepala Hana.


Mendengar pujian dari Kendrict membuat Hana lebih bersemangat lagi. Namun, tanpa mereka sadari pegawai yang memperhatikan mereka sedang ketar-ketir. Sejak tadi Hana sering berhasil mendapat boneka dari dalam mesin itu. Pegawai tersebut menghembuskan napas lega ketika koin Hana sudah habis.


"Udah habis, Ken," kata Hana.


"Mau beli lagi?" tawar Kendrict. Mendengar hal itu si pegawai membulatkan matanya.


"Nggak usah, udah dapet banyak juga ini," ucap Hana menunjukkan lima boneka yang baru didapatnya.


Hana dan Kendrict pun meninggalkan permainan itu. Mereka kembali berjalan mengitari mall ini. Saat keduanya sedang berjalan, di depan sana Kendrict melihat salon. Dia menahan Hana.


"Han, anter gue potong rambut dulu yuk," kata Kendrict.


"Di mana?"


"Itu di sana. Beli minum sama cemilan biar lo nggak bosen nunggu gue."


Hana hanya mengangguk. Setelah membeli makanan dan minuman mereka masuk ke dalam salon yang cukup banyak pengunjung. Tadi terjadi keributan ketika hendak membayar, mereka berebut untuk membayar cemilan yang Hana beli.


"Ya udah bagi dua aja," kata Hana akhirnya.


"Tunggu di sini, ya?"


Hana mengangguk dan duduk di salah satu kursi yang disediakan di sini. Ada beberapa orang yang duduk bersama Hana. Sementara Kendrict sedang berbincang dengan salah seorang pegawai di salon ini.


Cowok itu terlihat akrab dengan pegawai itu. Samar-samar Hana juga mendengar obrolan keduanya.


"Kayak biasa aja, Bang," kata Kendrict.


"Yang sama lo siapa, Ken? Pacar, ya?"


"Ehehe, iya, Bang."


Hana salah tingkah ketika dua orang itu tiba-tiba menoleh kearahnya. Dia hanya tersenyum untuk sekedar menyapa. Namun, setelahnya Hana sudah tidak bisa mendengar percakapan antara Kendrict dan orang itu.


"Pinter lo milih cewek. Manis cewek lo."


Kendrict tertawa senang mendengar pujian itu. Dia memang mengakui jika Hana manis dan juga imut. Walau sedang marah pun ekspresinya malah terlihat menggemaskan.


Hampir satu jam Kendrict memotong rambutnya disertai beberapa treatment. Cowok itu kembali pada Hana yang ternyata sedang sibuk dengan ponselnya.


"Ayo, Han," ajak Kendrict.

__ADS_1


Hana sedikit terkejut dan mendongak untuk melihat Kendrict. Gadis itu berdehem pelan melihat penampilan baru cowok itu.


"Gimana, Han? Ganteng nggak gue?" tanya Kendrict menaik-turunkan alisnya.


"Ehem, iya," jawab Hana.


"Ayo pulang, ternyata udah malem, ya? Padahal kayaknya barusan kita sampai mall."


Hana hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Kendrict. Namun, Hana cukup terharu ketika ternyata Kendrict ingat jika dia memiliki jam malam.


"Gue jadi pengen sering keluar bareng lo," kata Kendrict.


Hana yang hendak menjawab perkataan Kendrict mendadak menghentikan langkahnya. Kini mereka sedang berjalan di basement mall. Kendrict yang melihat Hana tiba-tiba menghentikan langkahnya mengernyit.


"Kenapa?" tanya Kendrict.


"Sst, itu ada temen gue," jawab Hana berbisik.


"Mana?" tanya Kendrict menoleh ke arah yang ditunjuk Hana.


Tidak jauh dari keberadaan Hana dan Kendrict ada Anggun, Vio, dan Manda. Keadaan basement ini memang sepi. Hanya ada mereka.


"Gue nggak bisa hubungi Hana nih," kata Anggun.


"Dia mana boleh keluar malem-malem gini," balas Vio.


Hana dan Kendrict saling pandang, tapi beberapa saat kemudian Hana membulatkan matanya ketika tiga orang itu berjalan kearahnya.


"Ngumpet, Ken," ucap Hana menarik Kendrict untuk bersembunyi di balik sebuah mobil.


Namun, nasib sial sedang melekat pada Hana sepertinya. Alarm mobil tersebut berbunyi. Gadis itu mendadak panik begitu juga dengan Kendrict.


"Gimana nih?" bisik Hana.


Kendrict mencari cara agar tidak ketahuan oleh tiga perempuan yang sepertinya sedang penasaran dengan alarm mobil yang tiba-tiba berbunyi. Cowok itu pun mengajak Hana untuk menghindar. Kendrict menggandeng Hana dan meminta gadis itu untuk mengikutinya.


"Lo mau ngapain, Nggun?" tanya Manda.


"Bentar, kayaknya gue lihat ada orang di sini. Gue kayak kenal sama sepatunya," jawab Anggun.


Mendengar hal tersebut membuat Hana makin panik. Sialnya, kini mereka terpojok di tempat parkir ini. Ternyata sejak tadi mereka tidak menuju mobil Kendrict, melainkan berlawanan arah. Kendrict masih mencari akal agar bisa lolos.


Suara langkah kaki makin dekat dan membuat Kendrict makin kehabisan akal. Cowok itu mendorong Hana hingga menubruk tembok di belakang.


"Astaga! Maaf," pekik Anggun kaget dan segera pergi dari sana.


Sementara Kendrict bernapas lega melihat tiga perempuan itu pergi dari tempat ini. Cowok itu menoleh untuk melihat keadaan Hana.


"Han? Lo nggak papa?" tanya Kendrict yang melihat gadis itu melongo dengan wajah merah padam.

__ADS_1


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


__ADS_2