
Hana merasa aneh dengan Kendrict yang tahu secara detail cara makan sotonya. Bagaimana cowok itu bisa tahu? Padahal hanya orang-orang terdekatnya saja yang mengetahui kebiasaan tersebut.
Namun, tidak hanya berhenti di sana saja. Masih ada tindakan-tindakan Kendrict yang membuat Hana merasa aneh pada cowok itu. Tindakan-tindakan Kendrict sedikit mengingatkannya ketika kecil dulu.
"Ish, jadi pusing kepala gue," gumam Hana memijit pelipisnya.
Mengingat tingkah laku Kendrict membuat Hana pening. Adrian yang melihat gelagat aneh gadis itu pun menggeser tempat duduknya.
"Lo kenapa, Han?" tanya Adrian.
"Nggak tau, tiba-tiba aja kepala gue pusing. Gue mau ke UKS minta obat," jawab Hana.
"Mau gue anter?"
"Nggak usah, bentar lagi bel masuk. Gue sendiri aja."
Hana keluar dari kelasnya dan menuju UKS. Kebetulan dirinya tidak membawa minyak angin yang biasanya selalu menghuni tas. Hana sampai di ruang UKS yang dijaga oleh dua orang petugas.
"Kenapa, Han?" tanya salah aatu di antara mereka begitu melihat Hana memasuki ruang UKS.
"Mau minta minyak angin dong," jawab Hana.
"Duduk, gue ambilin dulu."
Hana menurut dan duduk di kursi yang ada di sana. Sementara anak itu mengambil minyak angin yang diminta Hana. Tidak membutuhkan waktu lama bagi anak itu, dia kembali pada Hana dan memberikan minyak tersebut.
Hana menerimanya dan mengoleskan secukupnya minyak tersebut. Lalu, dia pamit karena bel tanda istirahat telah berakhir sudah berbunyi. Gadis itu segera kembali ke kelasnya.
Beruntung rasa pusingnya sudah mulai berkurang. Hana kembali duduk di bangkunya. Adrian memperhatikan gadis itu dari bangkunya. Tadinya dia hendak menghampiri dan menanyakan keadaan Hana. Namun, belum sempat dia bergerak dari kursinya seorang guru telah masuk kelas.
Pembelajaran pun dimulai. Anak-anak mulai larut dengan materi yang sedang guru mereka terangkan. Hana menyimak dengan sesekali mencatat materi tersebut. Pelajaran saat ini adalah Bahasa Indonesia.
Pelajaran terakhir di siang ini membuat anak-anak di kelas Hana kurang bersemangat. Banyak anak yang telah menidurkan kepala mereka di atas meja. Materi kali ini adalah teks sejarah yang tentunya akan membuat para penghuni di kelas ini seperti dibacakan dongeng.
Bahkan Adrian juga terlihat menahan kantuknya. Hanya Hana yang masih terlihat bersemangat. Gadis itu melirik pada teman sebelahnya yang sudah pulas tidur. Tadi temannya itu berpesan untuk membangunkannya jika guru di depan sana mendekat.
__ADS_1
"Waktu tinggal 5 menit, saya akan berikan tugas untuk kalian. Minggu depan kemungkinan saya tidak masuk karena ada diklat. Jadi saya akan berikan tugas sebagai pengganti, tugasnya adalah merangkum teks sejarah. Kalian bisa mencarinya di perpustakaan sekolah atau di internet," ucap guru di depan sana yang entah didengar atau tidak oleh para penghuni kelas ini.
"Baik, saya akhiri kelas pada siang ini. Silakan bersiap untuk pulang dan jangan lupa tugas kalian. Saya permisi," lanjut guru tersebut dan keluar dari kelas sebelum bel berbunyi.
Serempak anak-anak terbangun dari posisi masing-masing. Mereka melakukan peregangan. Hanya satu dua anak saja yang mendengarkan ucapan guru tadi. Hana sudah bisa memprediksi jika grup kelas akan menjadi heboh nanti.
"Udah boleh balik nih?" tanya salah satu di antara mereka.
"Tunggu bel, sebentar lagi," jawab Hana.
"Udahlah, nggak perlu nunggu. Lagian tadi udah boleh pulang sama gurunya."
Satu dua anak berjalan keluar dengan menenteng tasnya. Lalu diikuti beberapa anak, Hana hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap teman-temannya. Tidak lama suara bel berbunyi.
TING!
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Hana. Dia segera melihat siapa yang mengirim chat untuknya. Ternyata chat dari Glen.
"Dek, hari ini gue ada kerja kelompok. Lo pulang sendiri nggak apa-apa 'kan? Atau mau gue anter pulang dulu?"
Gadis itu segera membereskan bukunya, memasukkannya ke dalam tas dan segera keluar dari kelasnya yang sudah sepi. Tadi Adrian juga sudah keluar dari kelas, entah mau kemana cowok itu terlihat terburu-buru.
Hana telah mengirim pesan pada Mira jika hendak mampir ke toko buku terlebih dulu. Setelah mengirim chat tersebut, Hana segera menuju tempat parkir untuk mengambil helmnya.
Kemudian, ia berjalan menuju pintu gerbang yang sudah banyak anak-anak. Mereka yang hendak pulang ke rumah atau jajan terlebih dulu. Memang di depan sekolah Hana banyak para pedagang berjejer menjajakan dagangannya.
"Hana!" panggil seseorang membuat Hana menoleh mencari sumber suara.
Ekspresi terkejut yang pertama kali terlihat dari wajah Hana. Di dekat gerbang sekolahnya ada Aldi yang duduk di atas motornya dengan tangan melambai pada Hana. Aldi turun dari motornya dan menghampiri gadis itu.
"Pulang bareng gue yuk," ajak Aldi.
"Yang!" panggil seseorang yang berhenti tepat di sebelah Hana.
Motor Kendrict berhenti tepat di sebelah Hana. Membuat dia lagi-lagi kembali terkejut. Kendrict menatap tajam pada Aldi yang juga sedang memperhatikannya. Lalu, tawa Aldi terdengar membuat anak-anak di sekitar mereka memperhatikan. Lagi, mereka kembali berbisik-bisik.
__ADS_1
"Apa-apaan tuh rambut sama seragam lo? Lagi cosplay jadi good boy?" ejek Aldi masih dengan tawanya.
"T*i lo! Ngajak berantem?" umpat Kendrict yang hendak turun dari motornya.
Melihat hal tersebut membuat Hana panik, dia segera menahan cowok itu agar tidak membuat keributan.
"Ken, cepet cabut!" panggil Putra.
"Iya bentar! Pamitan ke ayang dulu!" teriak Kendrict.
"Sorry, nggak bisa pulang bareng," kata Kendrict menepuk kepala Hana dan tidak lupa cowok itu mengacungkan jari tengahnya untuk Aldi sebelum pergi dari sana.
"Dasar halu. Masih mimpi mau jadi pacar lo tuh orang gila," kata Aldi menggelengkan kepalanya.
"Ayo, gue anter lo pulang," lanjut Aldi.
"Gue mau ke toko buku dulu."
"Ayo gue anter," ucap Aldi antusias.
Hana menggeleng pelan, "Nggak perlu. Gue sendiri aja."
"Gue juga nggak ada kegiatan hari ini. Gue juga mau traktir lo makan."
"Tapi ...."
"Ckck, ayo ikut aja," ajak Aldi menarik tangan Hana menuntun gadis itu menghampiri motornya.
Akhirnya tidak ada pilihan lain, Hana mengikuti Aldi. Lagi pula dia juga tidak ingin berlama-lama di sini, banyak anak yang memperhatikannya tadi. Hana tidak ingin timbul gosip yang tidak-tidak.
Motor Aldi berjalan menjauh dari gerbang sekolah Hana. Mereka menuju sebuah mall yang jaraknya tidak jauh dari sekolah Hana. Sudah lama Hana tidak pergi bersama Aldi.
"Anggap aja kita lagi kencan kayak dulu, Han," kata Aldi terkekeh. Mereka telah sampai di tempat parkir mall.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...
__ADS_1