
Kendrict pernah mendengar seseorang bicara tentang kebahagian, sayangnya dia lupa siapa orang itu. Jangan terlalu bahagia, karena setelahnya pasti kemalangan akan menyertai.
Tadinya dia tidak ingin mempercayai kata-kata itu, tapi kini Kemdrict merasakannya sendiri. Baru saja dia merasa bahagia setelah seharian bertemu dengan Hana, bermain bersama gadis itu, juga bercengkerama bersama orang tua Hana.
Namun, begitu sampai rumah. Kebahagiaan Kendrict runtuh seketika. Dia bagai terhempas dan tersadar dengan kondisinya saat ini. Kendrict terdiam di ambang pintu rumahnya.
Pintu rumahnya terbuka lebar dan suasana di dalam hening juga gelap. Walau Kendrict tahu jika orang tuanya saat ini berada di rumah dari mobil yang terparkir di depan.
"Bodo amat," gumam Kendrict.
Kakinya melangkah hendak masuk ke kamarnya. Namun, suara benda yang jatuh kembali menghentikan langkahnya.
PRANG! BRAK!
Suara gaduh itu membuat Kendrict penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Langkah Kendrict terhenti di depan kamar kedua orang tuanya yang selalu sepi itu. Namun, malam ini pintu kamar tersebut terbuka lebar dengan lampu menyala.
Kendrict memperhatikan keadaan kamar tersebut yang sudah sangat berantakan. Entah bagaimana bisa kamar tersebut menjadi hancur. Dia tidak bisa melihat dengan jelas di dalam kamar tersebut karena terhalang oleh dinding pembatas sehingga pandangannya terbatas.
Lagi, suara barang-barang yang dilempar dan pecah mengisi keheningan rumah ini. Kendrict hendak mendekat agar dapat melihat lebih jelas. Namun, tiba-tiba Malik keluar dengan ekspresi menahan amarahnya.
"Masuk ke kamar sekarang!" perintah pria itu pada Kendrict.
Mendengar perintah itu, Kendrict segera masuk ke dalam kamarnya. Suara pintu yang dibanting dengan keras membuat cowok itu berjengkit kaget. Rasa penasarannya masih belum terjawab. Namun, dia juga tidak memiliki keberanian untuk bertanya pada Malik.
Suara gaduh masih terus terdengar membuat Kendrict sulit untuk memejamkan matanya, walau dia kini merasa sangat lelah. Hingga pagi menjelang, Kendrict sama sekali tidak tidur.
Bahkan, dia melupakan Hana begitu saja. Kendrict benar-benar lupa mengabari gadis itu. Ia pun memutuskan untuk pergi ke kosnya untuk tidur di sana, karena hanya kamar itu yang tenang.
Ketika keluar dari kamarnya, suasana sangat hening. Sangat berbeda dengan keadaan semalam yang sangat ribut. Tanpa pikir panjang, Kendrict turun ke bawah.
Di ujung tangga, Kendrict melihat beberapa orang pekerja di rumah ini termasuk orang-orang Malik. Cowok itu sama sekali tidak berminat untuk menyapa mereka. Dia melengos pergi begitu saja.
"Ken!" panggil seseorang membuat Kendrict menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Dia pun membalikkan tubuhnya untuk mengetahui tujuan orang tersebut memanggilnya.
"Jaga mamamu!"
Setelah mengucapkan hal tersebut, Malik pergi begitu saja melewati Kendrict yang diam mematung. Di belakang Malik beberapa orang mengekorinya. Entah mau dinas kemana lagi beliau. Bahkan, Malik tidak bertanya kemana dia akan pergi sepagi ini.
Ada kerutan di dahi Kendrict mendengar permintaan Malik. Cowok itu mengedikkan bahunya dan segera menuju garasi untuk mengambil motornya.
Beberapa saat kemudian, Kendrict sampai di tempat kos. Tidak ada yang tahu dia menyewa kamar kos. Hanya Putra dan Hana yang tahu.
Kendrict turun dari motornya dan berjalan menuju pintu kamarnya. Cowok itu segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.
"Akhirnya bisa tidur juga," gumam Kendrict.
Entah berapa lama Kendrict tidur. Dia terbangun ketika dering ponselnya berbunyi berkali-kali. Dengan mata masih setengah tertutup, tangannya menggapai-gapai dimana ponselnya berada. Ponsel tersebut masih terus menjerit.
"Halo?"
"Ken?" panggil seseorang dari seberang sana.
"Han, maaf semalem aku lupa mau kabarin kamu," kata Kendrict cepat. Detak jantungnya berdetak cepat saat ini, dia takut jika Hana akan marah.
"Nggak papa, yang penting kamu udah jawab telpon dari aku."
Kendrict menghembuskan napas lega ketika mendengar perkataan Hana di seberang sana. Memang gadis itu sangat baik padanya. Kendrict merasa sangat beruntung bisa berpacaran dengan Hana.
"Tapi, kamu nggak papa, 'kan? Nggak ada masalah?" lanjutnya.
"Aku nggak papa. Mau ketemu hari ini?" jawab dan tanya Kendrict.
Kini dia sudah sepenuhnya sadar. Walau masih rebahan, tapi matanya sudah terbuka lebar. Kendrict masih menunggu jawaban dari Hana yang cukup lama terdiam.
"Maaf, Ken. Hari ini ayah mau ngajak keluar. Sebenernya aku juga pengen ketemu kamu hari ini," kata Hana dengan nada yang sangat menyesal.
__ADS_1
"Hmm, nggak papa. Lain kali aja kita ketemu."
Obrolan mereka berakhir ketika terdengar suara Samsul yang memanggil Hana. Kendrict menatap langit-langit kamar kos ini. Suara perut dan rasa lapar mulai menghinggapinya.
Akhirnya Kendrict memutuskan untuk keluar mencari makan. Sedari tadi Kendrict belum mengisi perutnya. Setelah berkeliling mencari di sekitar, Kendrict membeli nasi uduk.
Dia pun kembali untuk menikmati makanannya. Kendrict sengaja tidak memberi tahu Putra, ia tahu jika sedang liburan sekolah seperti ini sahabatnya itu pasti sibuk menjaga toko milik orang tuanya.
"Ah, kenyang," gumam Kendrict setelah menandaskan air mineral di dalam botol.
Setelah membereskan sampah dan membersihkan kamarnya, Kendrict duduk bengong di atas kasurnya. Kini dia bingung hendak melakukan apa.
"Nyamperin Putra aja kali, ya," gumam Kendrict.
Dia berniat main ke toko dan membantu di sana daripada tidak tahu hendak melakukan apa. Kendrict pun segera meraih ponsel dan kunci motornya.
Ia sudah bersiap menggas motornya, tapi tiba-tiba seseorang menelponnya. Akhirnya Kendrict kembali mematikan mesin motornya untuk menerima panggilan itu.
"Halo?" sapa Kendrict dengan dahi mengernyit.
Pasalnya sangat jarang asisten rumah tangganya menelpon. Bahkan, seingat Kendrict tidak ada yang berani menghubunginya.
"Kenapa?"
Kendrict terdiam mendengar suara di seberang sana yang sedang menjelaskan situasinya. Setelahnya, tanpa pikir panjang Kendrict segera memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
Ternyata dugaannya memang benar, telah terjadi sesuatu di rumahnya sejak semalam. Kendrict tidak mempedulikan suara klakson yang terdengar untuk memperingatkannya agar tidak ugal-ugalan di jalan. Namun, Kendrict sama sekali tidak peduli.
Kendrict sampai di rumah. Setelah memarkirkan motornya, dia segera masuk ke dalam. Naik ke lantai dua dimana kamar orang tuanya berada. Cowok itu melihat ada beberapa orang berdiri di depan pintu. Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Kendrict langsung masuk ke dalam.
Hal pertama yang dia lihat adalah kamar orang tuanya yang sudah berantakan, banyak pecahan kaca dimana-mana. Kendrict berjalan lebih ke dalam lagi. Langkahnya terhenti dan dia terpaku membeku.
BUGH!!
__ADS_1
Sebuah vas bunga kecil yang dilempar tepat mengenaik kepala Kendrict. Vas tersebut pecah seketika dan pecahannya menggores dahi Kendrict. Darah keluar begitu saja dari dahi cowok itu.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...