Malaikat Penolong

Malaikat Penolong
Hadiah Untuk Hana


__ADS_3

Hadiah sudah berada dalam genggaman Kendrict. Kalung yang akan dia berikan pada Hana dia keluarkan pada kotaknya. Cowok itu kini sedang berada di atap seorang diri.


Kalung itu bersinar memantulkan sinar matahari yang hari ini cukup terik. Kendrict baru saja menyelesaikan ujian akhir semesternya di hari ini. Dia sengaja menyelesaikannya dengan cepat agar bisa tidur lebih dulu hingga nanti bel berbunyi.


Nanti sore, Kendrict sudah berjanji pada Hana. Dia sudah merencanakan tempat spesial yang akan mereka kunjungi. Tadinya Hana menolak karena besok masih ada ujian. Namun, Kendrict sedikit memaksa gadis itu.


Akhirnya Hana luluh dan menyetujui ajakan Kendrict. Hal itulah yang membuat perasaan cowok itu sangat baik seharian ini.


"Bos, gue cari ternyata di sini," ucap Angga melongokkan kepalanya.


Tidak hanya Angga, ada beberapa teman-temannya ikut di belakang cowok itu. Termasuk Nita dan Devi.


"Cakep bener tuh kalung," celetuk Joni melihat kalung yang dipegang Kendrict.


Mendengar hal itu membuat Nita ikut memperhatikan. Dia sedikit terkejut melihat kalung cantik itu. Namun, ada rasa iri yang tiba-tiba muncul. Ia tahu untuk siapa kalung tersebut.


"Punya siapa, Bos?" tanya Angga.


"Punya gue lah, bagus nggak?"


Angga dan yang lain mengangguk semangat, membenarkan ucapan Kendrict. Sedangkan, cowok itu terlihat sangat puas karena teman-temannya memuji kalung itu.


Nita duduk bersama mereka, tapi dia fokus pada ponselnya. Diam-diam dia mengirim chat pada seseorang. Bahkan, Devi yang duduk tidak jauh dari Nita tidak diperbolehkan untuk mengintip. Tentunya membuat Devi penasaran sekaligus merasa aneh.


Nita tersenyum puas ketika berhasil mencuri satu foto dan dia segera mengirimkannya pada seseorang. Beberapa saat kemudian Nita pamit pada orang-orang di sini dan segera pergi.


"Tuh cewek akhir-akhir ini aneh," kata Joni.


"Dev, temen lo lagi kenapa sih?" tanya Angga pada Devi.


"Gue nggak tau," jawab Devi memperhatikan punggung Nita yang menghilang dibalik pintu.


Dia pun merasa ada yang janggal dengan tingkah Nita. Tidak lama kemudian Devi juga memutuskan untuk pulang. Ketika berada di ujung tangga, Devi menghentikan langkahnya. Ternyata Nita masih berada di depan tangga dan sepertinya sedang menelpon seseorang.


"Ayo ketemu! Gue chat alamatnya," kata Nita dan mengakhiri percakapannya dengan seseirang di seberang sana.


Devi mengernyit mendengar percakapan itu, ia bimbang apakah akan mengikuti Nita atau tidak. Namun, Devi memilih untuk tidak ikut campur. Dia juga tidak mau dirugikan dan nantinya akan mendapat masalah.


"Minggir! Lo ngehalangi jalan gue!" ucap seseorang mengagetkan Devi.

__ADS_1


Perempuan itu menoleh ke belakang dan mendapati Kendrict berdiri tepat dibelakangnya. Wajah cowok itu terlihat tak bersahabat. Devi segera menyingkir.


Kendrict berjalan melewati Devi dan melangkah menuju tempat parkir. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat Putra sedang bersama dengan seorang perempuan. Rasa penasaran Kendrict muncul dan ia merasa jika ini merupakan hal yang sangat langka.


Dia pun bersembunyi dibalik dinding untuk menguping pembicaraan Putra bersama dengan seorang perempuan yang tidak Kendrict kenal.


"Tumben tuh anak ngobrol sama cewek," gumam Kendrict.


Namun, sayang Kendrict tidak mendengar apa yang sedang dua orang itu obrolkan. Ingin rasanya lebih mendekat, tapi dia takut jika ketahuan.


"Pinter juga tuh anak. Ceweknya cantik juga," kata Kendrict masih bermonolog.


"Siapa yang cantik?"


Seperti maling yang tertangkap basah, Kendrict kaget bukan main. Cowok itu terlonjak dan spontan menoleh ke belakang. Kini di depannya berdiri Hana yang sedang melipat tangan di depan dada dan mengernyitkan dahi.


"Lho? Kamu baru keluar? Udah lama di sini?" tanya Kendrict salah tingkah.


"Siapa yang kamu sebut cantik tadi?" tanya balik Hana yang tidak mempedulikan pertanyaan Kendrict tadi.


"Itu lho yang lagi ngobrol sama Putra," jawab Kendrict menunjuk Putra.


"Yah, udah pergi anaknya."


Hana hanya menggelengkan kepalanya. Lalu, mata Hana tidak sengaja menangkap keberadaan Anggun yang sedang berjalan kearahnya. Gadis itu pun segera pamit pada Kendrict. Dia tidak mau terjadi keributan lagi.


"Aku duluan, ya? Anggun lagi jalan ke sini, nanti ribut lagi."


"Iya, kita ketemu di tempat biasa ya?"


Hana mengangguk dan segera pergi dari sana. Sementara Kendrict juga bergegas menuju tempat parkir dan segera menghampiri Hana.


Setelah mengantar Hana pulang, Kendrict juga segera pulang ke rumahnya untuk bersiap pergi bersama Hana nanti. Seperti biasa, rumah megah ini hanya di isi oleh para asisten rumah tangga saja.


Kendrict bersenandung kecil ketika sedang bersiap-siap. Sejak kemarin dia sudah menyiapkan pakaian yang hendak dipakainya hari ini. Juga dia sempat membeli parfum baru kemarin.


"Oke, udah ganteng gue," kata Kendrict percaya diri melihat pantulan tubuhnya di cermin.


Cowok itu pun segera berangkat menuju rumah Hana. Langit mulai gelap, tapi beruntung cuaca hari ini cerah. Kendrict tambah tersenyum lebar karena hari ini semesta mendukungnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Kendrict telah sampai di rumah Hana. Setelah berpamitan pada Mira, mereka segera berangkat. Hingga saat ini Hana masih belum tahu cowok yang sedang duduk disebelahnya ini hendak membawa ke mana.


"Nah, sampai," kata Kendrict.


Hana mengalihkan pandangannya yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya. Mata gadis itu berbinar melihat pemandangan indah di depan.


"Ayo turun!" ajak Kendrict.


Hana menurut dan segera turun dari mobil Kendrict. Tempat ini sudah sepi karena memang hari sudah mulai malam. Namun, dari kejauhan terlihat kerlip lampu dari perahu nelayan yang sedang melaut.


"Tumben kamu ajak aku ke pantai malem-malem?" tanya Hana menata rambutnya yang tertiup angin.


"Ckck, kamu pake baju kok kayak gini sih? Nggak dingin emang?"


Kendrict melepas jaketnya dan menyampirkannya di bahu Hana. Gadis itu mendengus mendengar pertanyaan cowok di sebelahnya itu.


"Ya, kamu nggak bilang tadi kita mau ke mana."


"Kan, karena aku mau kasih kamu kejutan. Bagus 'kan tempatnya?"


"Iya," jawab Hana tersenyum.


Namun, udara di tempat ini cukup dingin. Hana memasukkan tangannya di dalam saku jaket Kendrict. Gadis itu terkejut ketika tangannya menyentuh sesuatu.


"Ini apa?" tanya Hana mengambil sesuatu dari dalam saku.


Kendrict membulatkan matanya dan segera merebut kotak itu. Hal tersebut membuat Hana kaget. Sementara Kendrict berdehem.


"Itu buat kamu. Hadiah dari aku," kata Kendrict menyerahkan kotak tersebut.


"Hadiah?"


Kendrict mengangguk. "Buka dong. Aku harap kamu suka."


Hana menurut dan membuka kotak itu dan reaksi selanjutnya, Hana mendadak terdiam. Matanya membulat sempurna, bahkan mulutnya sedikit terbuka. Kendrict yang penasaran dengan reaksi Hana pun menundukkan kepalanya sedikit.


"Han?" panggil Kendrict.


"Ken, kamu serius kasih aku hadiah ini?" tanya Hana ragu pada cowok didepannya itu.

__ADS_1


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


__ADS_2