
PRANG!
Suara botol yang dilempar ke tembok membuat orang-orang di sekitar Kendrict terkejut. Saat ini cowok itu terlihat tidak bersahabat. Uratnya wajahnya menonjol serta giginya mengetat. Menunjukkan jika dia benar-benar murka.
Teman-teman satu geng Kendrict saling pandang melihat sang bos yang sangat menyeramkan. Semenjak pulang sekolah tadi Kendrict mencari anak-anak yang terlibat dalam keributan. Namun, para guru berhasil menahannya.
"Tenang, Ken. Lo nggak bisa selesaiin masalah kalo emosi gini," ujar Putra berusaha menenangkan sahabatnya.
"Mana bisa gue tenang, Nyet! Orang-orang brengs*k itu nggak tau apa-apa! Pengen gue robek mulut mereka semua."
Putra mengkeret dibentak Kendrict seperti itu. Baru kali ini dia melihat sahabatnya semurka ini. Ekspresi Kendrict sangat menyeramkan saat ini.
Sekarang mereka sedang berada di markas. Hari sudah gelap, tapi anak-anak itu masih bertahan. Asap rokok memenuhi ruangan ini. Kendrict meraih kunci motornya yang berada di atas meja. Hal tersebut kembali menarik perhatian teman-temannya.
"Mau kemana lo?" tanya Putra.
Namun, tidak ada jawaban dari Kendrict. Cowok itu hilang dibalik pintu. Angga menghampiri Putra yang masih menatap pada pintu.
"Cuma gara-gara cewek cebol, si bos bisa menggila kayak gitu," kata Angga menggelengkan kepalanya.
"Dia bukan cewek sembarangan. Cewek itu sangat penting buat Ken," jawab Putra. "Gue mau balik," lanjutnya dan pergi dari sana.
Perkataan Putra tadi membuat Angga beserta teman-temannya yang lain bertanya-tanya. Mereka saling pandang dan menjadi penasaran sebenarnya siapa si ketua OSIS yang bisa membuat Kendrict menjadi gila seperti itu.
Sementara itu, Kendrict memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Dia sedang malas pulang ke rumah sekarang. Pasti pihak sekolah juga sudah melapor pada orang tuanya perihal perilakunya di sekolah tadi.
Kendrict kembali mendapat peringatan dari sekolah. Dia mendapat hukuman skorsing karena dianggap sebagai provokator. Kendrict hanya menurut saja dengan keputusan sekolah.
Bahkan dia merasa senang mendapat jatah libur, sementara teman-temannya masuk sekolah seperti biasa. Lagipula walaupun orang tua Kendrict diundang ke sekolah, mereka tidak akan hadir.
__ADS_1
Kedua orang tua cowok itu benar-benar sibuk. Keduanya jarang berada di rumah. Namun, walaupun jarang berada di rumah mereka tetap dapat memantau pergerakan serta berbagai kegiatan Kendrict.
Mereka memiliki orang-orang yang ditugaskan untuk memantau kegiatan cowok itu. Kendrict dan Aldi sangat berbeda. Dua orang itu sangat bertolak belakang.
Aldi tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan kasih sayang melimpah ruah. Sangat berbeda dengan keluarga Kendrict yang gila kerja dan lebih senang mengejar materi hingga melupakan anak mereka.
Alhasil, watak keduanya sangat tidak sinkron. Aldi yang memiliki segudang prestasi dan selalu dapat menjadi kebanggaan orang tuanya, sementara Kendrict yang selalu membangkang.
Kendrict selalu dibanding-bandingkan dengan Aldi. Orang tuanya selalu menuntut agar Kendrict bisa menjadi seperti Aldi. Tentu saja akibat dari tuntutan orang tuanya tersebut, Kendrict menjadi sosok yang selalu menentang.
Dia tidak bisa dikekang, cowok itu memiliki kehidupan yang bebas. Maka dari itu, Kendrict sangat menbenci Aldi yang selalu terlihat sok sempurna dihadapan para orang tua.
Para orang tua senang memuji sepupunya itu. Kendrict muak melihat ekspresi menyebalkan Aldi yang seolah merendahkannya. Jadi, Kendrict berencana merebut semua yang telah sepupunya itu miliki.
Awalnya, salah satu target Kendrict adalah Hana. Namun, ternyata takdir berkata lain. Gadis yang tadinya hendak dia gunakan sebagai alat membalas Aldi, ternyata adalah sosok masa lalunya.
Kendrict pernah memiliki masa lalu yang indah. Sebelum sang oma meninggal, dia adalah anak yang baik. Kendrict pernah dititipkan kepada omanya ketika masih sekolah dasar. Orang tua Kendrict harus melakukan perjalanan bisnis cukup lama, ketika itu kurang lebih selama tiga tahun.
Kendrict dapat sejenak melupakan kepergian kedua orang tuanya. Dia menyibukkan diri bermain dengan sang oma. Dahulu Kendrict tidak memiliki seorang teman. Temannya hanya sang oma.
Namun, ketika omanya meningal akibat sakit membuat Kendrict berubah total. Dia menyayangkan perilaku keluarganya yang sangat memalukan. Baru saja orang tua mereka dikuburkan, mereka sudah meributkan perihal warisan.
Hal itulah yang membuat Kendrict membenci keluarganya sendiri. Mereka benar-benar tidak memiliki hati nurani. Tiap tahun hanya Kendrict yang rajin berkunjung ke makam omanya. Sementara anak-anak sang oma sibuk dengan urusan masing-masing.
CKITT!!
Kendrict mengerem motornya mendadak ketika hendak menghindari tiang di pinggir jalan. Ternyata dari tadi dia mengendarai sambil melamun. Akibatnya, motornya terpeleset dan cowok itu terjatuh dari motor.
Melihat Kendrict jatuh, beberapa orang di sekitar menghampirinya. Hendak melihat keadaan cowok itu.
__ADS_1
"Dek, nggak apa-apa?" tanya seorang pria paruh baya.
"Nggak papa, Pak," jawab Kendrict pendek dan berusaha bangkit, kemudian segera meraih motornya.
Selanjutnya, Kendrict melanjutkan perjalanannya. Dia sudah tidak mempedulikan rasa sakit dikakinya. Kendrict sudah terbiasa dengan luka dan rasa sakit. Menurutnya hal ini bukan apa-apa baginya.
Lelah setelah berputar-putar mengelilingi kota, Kendrict menghentikan laju motornya ke sebuah taman yang sepi. Dia membuka helmnya dan meraup udara dengan rakus.
Matanya terpejam menikmati semilir angin pada malam ini. Malam sudah sangat larut, benar-benar sudah tidak ada orang di tempat ini.
Suara derap langkah membuat mata Kendrict terbuka. Cowok itu langsung memasang ekspresi waspada. Dia tidak tahu siapa yang datang kemari, Kendrict sangat penasaran. Namun, rasa penasaran Kendrict langsung terjawab. Mereka adalah orang-orang suruhan sang ayah.
"Pak Malik sudah menunggu," ucap salah seorang di antara mereka.
Kendrict menghembuskan napasnya. Tersenyum miring, merasa kagum dengan para pria dengan setelan jas didepannya. Mereka dapat dengan mudah menemukannya.
Dia pun mengangkat kedua tangannya dan menyerahkan diri begitu saja. Kendrict sudah menerima nasibnya. Cowok itu digiring menuju mobil sedan hitam yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka.
Salah seorang pria tersebut mengendarai motor milik Kendrict. Mereka pun segera menuju rumah yang bagaikan neraka bagi Kendrict. Sepertinya malam ini memang malam terakhir untuknya.
"Pak Malik sudah menunggu di dalam," ucap pria tersebut begitu mereka sampai.
Kendrict segera turun dari mobil dengan sukarela dan berjalan tertatih masuk ke dalam rumah. Benar saja, di ruang tamu sudah ada Malik dan Zakia. Kedua orang tuanya lengkap menyambut kedatangan Kendrict.
Malik bangkit dari duduknya, rahangnya mengetat melihat sikap santai Kendrict. Tidak ada rasa takut dari sorot mata Kendrict, hal itu membuat Malik makin meradang.
BUGH!
"Papa!" pekik Zakia.
__ADS_1
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...