
Hari Sabtu malam Minggu ini Kendrict berencana mengajak Hana kencan. Akhirnya dia bisa merasakan malam mingguan bersama pacar. Biasanya malam-malam kemarin hanya Kendrict habiskan bersama dengan teman-temannya saja. Namun, untuk pertama kalinya dia bisa merasakan kencan di malam Minggu seperti pasangan lainnya.
Kendrict sedang bersiap-siap, sejak tadi dia bingung memilih pakaian yang akan dikenakan. Cowok itu ingin terlihat sempurna di depan Hana dan pastinya harus sangat tampan. Kemarin Kendrict memberi kabar bahagia ke Aldi, sebenarnya berniat untuk pamer.
Aldi yang ternyata kalah start hanya bisa menelan kekecewaan. Tentunya ada rasa menyesal, mengapa dia dan Hana harus putus dulu? Walau mereka putus secara baik-baik, tapi tidak bisa dipungkiri jika Aldi masih berharap.
Kendrict bersiul bahagia. Tangannya sibuk menata rambutnya yang sedikit gondrong. Dia masih bingung dengan gaya rambut apa yang akan dipakai.
"Gimana bagusnya, ya?" gumam Kendrict. "Kayaknya besok gue mau minta ayang temenin potong rambut," lanjutnya.
Akhirnya setelah bimbang dan sedikit galau, Kendrict memutuskan untuk mengucir rambutnya. Ia pun segera menyambar kunci mobilnya dan keluar dari kamar yang sudah seperti kapal pecah. Baju, celana, dan sepatu berserakan tanpa dibereskan terlebih dulu.
Kendrict segera mengirim chat pada Hana jika dia on the way ke rumah gadis itu. Namun, belum ada tanda-tanda Hana membaca chat tersebut. Cowok itu segera meninggalkan rumahnya untuk menuju rumah Hana. Dia tidak mau sang pujaan hati menunggu terlalu lama.
Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai Kendrict berhenti di depan rumah Hana. Dia turun dari mobil dan memencet bel di pagar rumah. Tidak lama Mbak Jum keluar dan mempersilakannya masuk.
"Loh, Ken? Mau ketemu Hana?" tanya Mira yang sedang duduk di ruang tamu dengan sebuah majalah di tangan.
"Iya, Bun. Ken mau ajak Hana keluar. Boleh?" jawab dan tanya Kendrict.
"Boleh, tapi jangan pulang terlalu malam. Pantes Hana dandan lama, ternyata mau pergi sama kamu toh."
"Hana dandan, Bun?" tanya Kendrict.
"Iya, lihat aja nanti. Bunda panggilkan dulu, ya?"
Kendrict mengangguk dan menunggu di ruang tamu. Matanya jelalatan melihat sekitar. Pandangannya terhenti ketika melihat figura foto di atas meja kecil yang ada di sudut. Ia mengambil figura yang sepertinya baru diletakkan di sana, karena kemarin saat Kendrict ke rumah ini belum ada figura ini.
"Gemes," gumam Kendrict terkekeh melihat foto Hana ketika masih bayi.
"Udah lama nunggunya?" tanya sebuah suara mengagetkan Kendrict.
Kendrict mendongak menatap sosok itu. Matanya berbinar melihat penampilan Hana yang terlihat manis. Rambut gadis itu dikucir menyisakan poni yang menutup dahi.
"Ken?" panggil Hana mengernyit.
"Ken sampe melongo gitu. Hana pasti cantik malam ini," kata Mira.
"Iya, Bun. Hana cantik," ucap Kendrict setelah tersadar dari keterpesonaannya terhadap Hana.
Sementara Hana sudah salah tingkah dipuji oleh Mira dan Kendrict. Dia pun segera mengajak Kendrict keluar untuk menutup semburat merah yang muncul di kedua pipinya.
__ADS_1
"Kita berangkat dulu, Bun," pamit Kendrict melambaikan tangan pada Mira.
Namun, mendadak bulu kuduk Kendrict meremang ketika melihat Glen yang berdiri di belakang Mira menatapnya tajam. Cepat-cepat Kendrict berbalik dan segera menyusul Hana yang sudah sampai di sebelah mobil.
"Lo kenapa?" tanya Hana melihat ekspresi Kendrict yang sedikit aneh.
"Nggak papa, ayo masuk!"
Hana menurut dan segera masuk ke dalam mobil. Setelah memasang seatbelt, mereka segera berangkat.
"Kita mau ke mana?" tanya Hana.
"Lo pengen ke mana?"
"Loh? Gue kira lo udah punya rencana."
"Gue ngikut lo aja," kata Kendrict kalem.
"Gue juga bingung," balas Hana.
"Ke mall aja?"
Hana mengangguk sebagai jawaban dan Kendrict pun segera menginjak pedal gas. Tidak ada percakapan di antara keduanya selama perjalanan. Entah mengapa kini Hana merasa canggung.
"Lo udah makan? Mau makan dulu?" tanya Kendrict memecah keheningan.
"Boleh, mau makan di mana?"
"Ayo ikut gue," jawab Kendrict menggenggam tangan Hana.
Hana tidak protes, tapi ada aliran hangat yang menjalar ke seluruh tubuh ketika tangan besar itu menggenggam tangannya. Hana berjalan bersebelahan dengan Kendrict. Gadis iti diam-diam memperhatikan tubuh menjulang Kendrict.
"Makan di sini aja, ya? Cuma di sini yang nggak terlalu ramai."
"Oke."
Memang saat ini suasana mall sangat ramai. Kebanyakan pengunjung adalah muda-mudi yang menghabiskan malam Minggu bersama pasangan masing-masing. Setelah memesan, mereka menunggu sembari sesekali mengobrol.
"Ternyata lo gemesin waktu bayi," ucap Kendrict tersenyum dengan menopang dagu.
Hana membulatkan matanya. "Tau dari mana lo?"
__ADS_1
"Tadi gue lihat foto lo di ruang tamu. Gue jadi pengen lihat-lihat lagi."
"Nggak usah, itu foto aib," jawab Hana menutup wajahnya.
Tawa Kendrict pecah melihat Hana yang bersikap malu seperti itu. Akibat tawa Kendrict, beberapa orang memperhatikan meja mereka.
PLAK!
Hana menabok lengan Kendrict agar cowok itu menghentikan tawanya. Sementara Kendrict hanya bisa menurut dan berusaha meredam tawanya.
"Malu-maluin," gerutu Hana.
Pesanan mereka tiba dan keduanya segera menikmati makanan masing-masing. Setelah mengisi perut, keduanya memutuskan untuk menikmati sebuah wahana yang ternyata baru dibuka.
"Lo bener mau coba?" tanya Kendrict memastikan.
"Iya, kenapa? Lo takut?"
"Ckck, cowok gentle itu nggak takut hantu," ucap Kendrict sombong.
"Oke, ayo beli tiketnya," ajak Hana menarik tangan Kendrict.
"Han, tapi kalo nggak bisa selesaiin teka-tekinya kita nggak bisa keluar," kata Kendrict menahan lengan Hana.
"Tenang aja. Gue 'kan pinter."
"Hahaha, iya ya pacar gue ini 'kan pinter banget," kata Kendrict tertawa datar.
Hana sudah membeli dua tiket untuk mereka. Kini giliran mereka untuk masuk ke dalam tempat itu. Pertama kali mereka masuk, mereka di sambut oleh ruangan remang-remang.
"Itu ada petunjuk, Han!" tunjuk Kendrict.
Hana segera berjalan untuk mengambil sebuah kertas yang ada di atas meja. Namun, ketika tangannya hendak meraih kertas itu tiba-tiba sosok menyeramkan mengagetkan Hana. Membuat refleks Hana mundur ke belakang dan tubuhnya menubruk Kendrict.
"Katanya nggak takut?" tanya Kendrict mencoba meledek gadis yang masih menempel padanya ini.
"Gue bukannya takut, cuma kaget tadi dia tiba-tiba muncul," jawab Hana dan segera menjauh dari Kendrict.
Cowok itu tersenyum dan hanya manggut-manggut. Lalu, dia menoleh pada sosok di pojok ruangan. Kendrict mengacungkan jempolnya pada sosok itu. Sementara sosok itu hanya mengangguk-angguk sebagai jawaban.
"Ayo, Ken! Gue udah paham sama teka-tekinya," ajak Hana menarik lengan Kendrict agar mengikutinya.
__ADS_1
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...