
Kendrict tidak bisa berhenti untuk tersenyum. Bahkan kadang cowok itu tiba-tiba tertawa sendiri membuat para temannya menatap aneh. Putra yang sudah tahu apa penyebabnya hanya menggelengkan kepalanya.
Kemarin Kendrict tiba-tiba datang ke rumah Putra dengan wajah babak belur, tapi sahabatnya itu sangat sumringah. Putra adalah orang pertama yang tahu jika Kendrict dan Hana telah resmi berpacaran.
"Si Ken kenapa?" tanya Nita yang baru datang bersama dengan Devi.
Nita mengernyitkan dahinya melihat ekspresi Kendrict. Dia kini sedang membagikan cemilan yang tadi dibelinya.
"Lagi seneng kayaknya si bos," jawab salah satu di antara mereka.
Nita duduk di sebelah Putra untuk mengorek informasi mengenai Kendrict. Namun, cowok itu hanya mengangkat bahu tanda jika tidak tahu.
"Mulut lo jangan ember, Put!" peringat Kendrict malam itu memperingatkan Putra untuk tidak memberitahu siapa pun.
Sebenarnya Kendrict sudah sangat kebelet untuk memberitahu seluruh dunia jika sekarang Hana adalah pacarnya. Namun, gadis itu tidak mau jika orang-orang tahu.
"Kenapa? Lo sebenernya terpaksa ya terima gue?" tanya Kendrict dengan wajah masam.
"Bukan karena itu, Ken. Lo tau kalo temen-temen lo nggak suka sama gue, temen-temen gue juga nggak suka sama lo. Gimana reaksi mereka kalau tau ternyata kita malah pacaran?"
Kendrict terdiam mencerna ucapan yang Hana lontarkan. Akhirnya tidak ada pilihan lain selain menurut. Cowok itu paham betul bagaimana seandainya mereka tahu, pasti keduanya akan sangat ditentang.
Mengingat hal tersebut mendadak membuat Kendrict lesu. Melihat hal tersebut Nita mendekat dan mengangsurkan sekotak rokok.
"Gue beli tadi, Ken," kata Nita.
"Thank's," jawab Kendrict menerima rokok tersebut.
Dia segera menyulut rokok tersebut. Namun baru saja menghisap rokok yang masih utuh itu, tiba-tiba rombongan Hana muncul. Rombongan tersebut terdiri dari Hana, Arya, Adrian, dan Anggun.
"Ckck, ganggu aja!" gumam Angga yang rokoknya sudah direbut Anggun dan dia segera menginjaknya.
"Kalian beneran mau dikeluarin dari sekolah, ya?" tanya Anggun berkacak pinggang.
"Jadi cewek sok banget," gumam Nita tapi masih jelas terdengar di telinga Hana dan teman-temannya.
Hana melihat ke arah Nita, ekspresinya terlihat datar melihat Nita yang bergelendot manja di lengan Kendrict. Sementara Kendrict yang melihat hal itu langsung mendorong Nita menjauh, lalu dia segera mematikan rokok ditangannya.
"Gue lagi bosen masuk BK," kata Kendrict dan segera pergi dari sana.
Melihat sang bos pergi dari sana, teman-teman Kendrict yang lain segera mengekor. Sementara Nita menatap penuh kebencian pada Hana. Hana yang membalas tatapan Nita mengernyitkan dahinya.
"Ayo ke kantin, Han," ajak Anggun.
__ADS_1
"Kak, Arya nggak ikut ke kantin. Udah ada janji sama temen," pamit Arya.
Serempak ketiga orang itu mengangguk dan mempersilakan Arya untuk pergi lebih dulu. Lalu, Hana bersama dengan Anggun dan Adrian menuju kantin.
"Lo mau makan apa, Han?" tanya Anggun setelah mereka sampai kantin.
"Gue mau siomay. Lo yang mau pesen?"
"Iya, lo tunggu di meja aja biar nggak ada yang tempati mejanya. Lo mau apa, Dri? Nanti yang lain mau nyusul ke sini katanya."
"Gue mau mak ...."
Adrian belum sempat menyelesaikan perkataannya, Hana menyenggol lengan cowok itu pelan. Hal itu membuat Adrian dan Anggun kompak mengernyitkan dahi menatap Hana.
"Lo bantuin Anggun bawa pesenannya, dia pasti susah kalau bawa sendiri," kata Hana.
"Gue bis ...."
Hana segera memberi kode pada Anggun yang beruntung segera dipahami oleh gadis itu. Akhirnya Anggun pun mengajak Adrian untuk membantunya. Melihat hal tersebut membuat Hana tersenyum.
TING!
Suara notifikasi chat membuat Hana yang sedang memperhatikan Adrian dan Anggun dari tempatnya menjadi terkejut. Dia segera mengambil ponsel di saku roknya. Membaca chat tersebut membuat Hana tersenyum.
Hana berdehem untuk mengontrol rasa bahagia yang berlebihan ini. Jarinya segera mengetik pada layar ponselnya untuk membalas chat tersebut.
"Iya."
"Oke, nanti tunggu di gerbang belakang biar nggak ada yang tau."
Hana terdiam membaca isi chat dari Kendrict itu. Dia tahu jika pintu gerbang belakang sekolah hampir tidak pernah dibuka dan sering dijadikan sarana untuk membolos. Hana masih belum paham mengapa cowok itu memintanya menunggu di sana.
"Jangan bilang lo bolos lagi!" ketik Hana.
Sementara ini Hana menyetujui permintaan Kendrict sembari mencari tahu apa yang cowok itu inginkan. Chat terakhir Hana hanya dibaca oleh Kendrict, membuatnya sedikit dongkol. Ia yakin jika Kendrict sedang membolos.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...
Sesuai dengan janjinya, begitu bel pulang berbunyi Hana segera menuju belakang gedung sekolah. Sesampainya di sana, dia tidak menemukan sosok Kendrict. Hana pun segera mengirim chat pada cowok itu untuk menanyakan keberadaannya.
"Han!" panggil Kendrict yang entah berada dimana.
"Lo di mana, Ken?" tanya Hana menelusuri sekitar.
__ADS_1
"Di luar. Lo masih bisa manjat 'kan?"
"Hah?" tanya Hana bingung.
"Iya, lo masih bisa manjat 'kan? Lo lihat ada tangga deket situ? Lo bisa manjat lewat tangga."
"Lo nyuruh gue keluar manjat tembok? Gila lo?" tanya Hana yang ekspresinya sudah mulai kesal.
"Heh, nggak boleh ngatain gila ke pacarnya," kata Kendrict dari luar.
"Bodo amat, gue balik sendiri," ucap Hana membalikkan badan.
"Eh? Jangan dong! Gue mau pulang bareng lo," kata Kendrict panik, kepala cowok itu tiba-tiba muncul dari balik tembok tinggi itu.
"Ya lo aneh-aneh aja, masa gue disuruh panjat tembok!"
"Cuma di sini yang sepi, kalo lewat jalan biasa nanti ketahuan anak-anak," jawab Kendrict dengan wajah memelas.
"Ketemu di jalan aja," ucap Hana benar-benar pergi dari sana.
Melihat kepergian Hana, tubuh Kendrict merosot ke bawah. Cowok itu menghembuskan napasnya. Adegan romantis yang sudah Kendrict susun hancur seketika.
"Ckck, gagal. Udah sana lo balik!" perintah Kendrict pada Putra yang tadi dengan susah payah mengangkat tubuhnya.
Putra menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Gue sampai nggak tau mau ngumpat lo pake kata-kata apalagi."
"Banyak bac*t lo! Sana balik!" usir Kendrict.
Kendrict juga segera pergi dari sana ketika melihat sosok Hana yang berjalan di ujung jalan ini. Dia segera menggas motornya untuk menyusul gadis itu.
"Han!" panggil Kendrict semangat.
Hana yang merasa terpanggil menghentikan langkahnya dan berbalik. Dibelakangnya sudah ada Kendrict. Cowok itu menepuk jok belakangnya sembari tersenyum.
"Cepet naik!"
Hana segera naik ke motor cowok itu setelah memakai helmnya. Lalu, Kendrict menarik kedua tangan Hana dan melingkarkan pada perutnya.
Jantung Hana kembali berulah, detaknya bertambah cepat dari biasanya. Dia pun tanpa sadar menyembunyikan wajahnya di punggung Kendrict. Merasakan kepala Hana yang ndusel-ndusel di punggung, membuat Kendrict terkekeh.
"Han, jantung gue mau copot rasanya," kata Kendrict segera menutup kaca helmnya.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...
__ADS_1