
Setelah melakukan prosesi kelulusan bersama dengan perpisahan, kini hari yang telah ditunggu oleh para siswa tiba. Yakni acara promnight. Malam ini suasana sekolah sangat meriah.
Banyak siswi kelas tiga yang berdandan khusus untuk hari ini, tidak ketinggalan juga para siswa yang mengenakan setelan jas agar dapat tampil keren.
Sejak tadi Hana bersama dengan panitia yang lain sudah cukup sibuk. Malam ini Hana juga tampil cantik dan anggun dengan dress warna mint, rambut sebahunya tergerai dengan sebuah jepit rambut di sisi kiri. Polesan make up natural membuat pesona gadis itu bertambah.
Anggun bersama dengan Vio yang telah belerja keras mendandani Hana malam ini. Tentunya tidak hanya Hana yang tampil menawan, teman-teman Hana yang lain juga terlihat sangat cantik malam ini.
"Udah, Han. Lo istirahat dulu, 'kan udah beres semua. Acara juga bentar lagi mau mulai," kata Adrian menahan Hana yang hendak menghampiri Arya guna menanyakan keperluan acara.
"Tapi ...."
"Ckck, duduk diem di sini!" kata Anggun menekan bahu Hana agar gadis itu duduk dikursinya.
Hana menghembuskan napasnya dan akhirnya menurut. Tidak lama acara pun dimulai. Dua orang MC berdiri di atas panggung untuk memandu jalannya acara.
Hana dipersilakan naik ke atas panggung untuk menyampaikan sambutan selaku ketua panitia juga sebagai perwakilan dari siswi kelas tiga. Gadis itu menyampaikan semua kata-katanya dengan lancar, sembari sesekali matanya menelisik di antara anak-anak yang duduk di bawah sana.
Tujuan Hana mencari keberadaan Kendrict yang hingga detik ini belum diketahui bagaimana kabarnya. Namun, nihil. Hana tidak menemukan sosok cowok itu di antara banyaknya para siswa.
Hana pun kembali ke tempat duduknya dan acara kembali dilanjutkan dengan makan malam. Makanan di antar ke meja masing-masing oleh pelayan. Acara kali ini berhasil menggandeng sebuah resto ternama berkat salah satu orang tua siswa menjadi donatur.
"Lo dari tadi celingukan cari siapa?" tanya Anggun pada Hana.
Hana terkejut mendengar pertanyaan Anggun. "Nggak, Nggun."
"Lo masih belum ketemu Ken?" bisik Adrian membuat lagi-lagi Hana terkejut.
Adrian memang cowok yang peka, dia sudah tahu hubungan diam-diam antara Hana dan Kendrict. Namun, memang cowok itu pura-pura tidak tahu. Hana mengangguk lesu sebagai jawaban dari pertanyaan Adrian.
"Lo udah tanya sama temen satu gengnya?"
"Gue cuma tanya sama Putra, gue nggak berani tanya sama yang lain. Mereka belum tau soalnya."
"Kalian ngobrol apa sih? Kenapa bisik-bisik gitu?" tanya Vio dengan pandangan menyelidik.
"Bukan urusan lo," jawab Adrian tersenyum miring dan memasukkan potongan daging ke mulutnya.
Sementara Vio mendengus kesal mendengar jawaban menjengkelkan Adrian. Anggun diam tidak menanggapi, dia makan dengan tenang. Namun, ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul.
Anggun berdehem pelan dan segera meraih gelas di depannya untuk membasahi tenggorokan yang tiba-tiba terasa kering. Beruntung tidak ada yang menyadari tingkah anehnya itu.
Malam ini Anggun juga tampil cantik dengan dress selutut tanpa lengan warna matcha. Rambut panjang Anggun di kepang menyamping. Tidak lupa juga dengan polesan make up natural hasil karyanya sendiri.
"Oke, acara yang ditunggu-tunggu oleh semua tiba. Duh, makin nggak sabar nih kita," ucap salah satu MC di atas panggung.
"Kakak-kakak yang cantik dan ganteng, di atas meja sudah disediakan topeng. Silahkan kakak-kakak sekalian pakai karena sebentar lagi acara puncak akan segera dimulai."
__ADS_1
Semua yang hadir serempak mengambil topeng masing-masing yang telah disediakan di meja. Mereka mengambil topeng itu dan beberapa sudah memakainya.
Tidak lama alunan musik diputar, membuat mereka serempak menoleh ke kanan dan kiri mencari sumber suara.
"Silahkan kakak-kakak sekalian turun ke lantai dansa untuk berdansa dengan pasangan masing-masing."
"Dan agar lebih seru lagi, akan ada peraturan selama prosesi dansa. Yaitu, setiap sepuluh menit kakak-kakak harus menukar pasangan dansanya."
"Apakah kakak-kakak sudah siap?"
"Siap!" jawab mereka serentak.
"Let's go! Kita mulai!"
Mereka semua langsung menuju tengah lapangan yang sudah disulap menjadi seperti lantai dansa. Beberapa anak sudah bersama pasangan masing-masing dan mulai berdansa.
BRUKK!!
Anggun tidak sengaja terdorong dan menabrak dada Adrian yang berdiri di belakangnya. Gadis itu pun segera meminta maaf.
"Sorry, Dri. Gue nggak sengaja," kata Anggun.
"Nggak papa. Lo belum ada pasangan, 'kan? Ayo dansa sama gue aja," ajak Adrian mengulurkan tangannya.
"Hah?"
"Oh, ... ah oke kalo gitu," ucap Anggun yang akhirnya menyetujui ajakan Adrian.
Kedua orang itu pun mulai berdansa bersama dengan yang lain. Jujur saja saat ini jantung Anggun berdetak kencang. Bohong jika Anggun sudah menyerah terhadap Adrian, nyatanya masih ada sedikit perasaan yang tersisa.
"Oke, sudah sepuluh menit. Sekarang ayo ganti pasangan kalian!" seru MC.
Anggun sedikit tersentak ketika Adrian langsung melepas tangannya, ada ucapan maaf keluar dari bibir cowok itu. Adrian berbalik dan beruntung dia kini berpasangan dengan Manda. Anggun menggelengkan kepalanya melihat ternyata Adrian sangat menikmati acara ini, cowok itu terlihat antusias.
"Yang belum dapat pasangan, nanti akan ada hukuman untuk seru-seruan. Jadi segera temukan pasangan kalian! Kita hitung sampai tiga! Satu ...."
Mendengar hal itu membuat Anggun membulatkan matanya. Dia kelabakan sendiri.
"Heh! Siapa yang buat aturan kayak gitu sih?" ucap Anggun kesal.
Pasalnya dia baru tahu ada peraturan seperti itu, selama rapat kemarin tidak ada pembahasan masalah peraturan tersebut.
"Dua ...."
Anggun pasrah, dia diam-diam berjalan hendak menyingkir. Namun, baru beberapa langkah ada yang tiba-tiba menarik tangannya.
"Eh?" kaget Anggun.
__ADS_1
"Ckck, lo ternyata," ucap sebuah suara yang tadi menarik tangannya secara tiba-tiba.
"Tiga ..., ayo lanjutkan dansanya. Bagi yang belum mendapat pasangan silahkan menepi, jangan jadi obat nyamuk di antara pasangan ini."
Meninggalkan area dansa dan Anggun yang masih melongo, Hana sedang menepi seorang diri. Gadis itu masih diliputi kegundahan akan hatinya. Ia duduk seorang diri di bangku taman dekat lapangan.
Hanya ada Hana seorang diri di sini, matanya menatap hampa pada keramaian di depannya. Malam ini Hana tidak sepenuhnya dapat menikmati acara.
"Kenapa nggak ikut dansa, hm?" tanya sebuah suara mengagetkan Hana.
Spontan gadis itu menoleh dan mendapati sosok yang sangat dikenalnya berdiri di kegelapan. Walau Hana tidak melihat wajah itu dengan jelas, tapi dia tahu persis jika sosok itu adalah Kendrict.
Hana berdiri dan hendak berjalan menghampiri Kendrict yang masih diam mematung.
"Duduk aja, Han. Kamu jangan mendekat," kata Kendrict.
Hana terdiam mengernyitkan dahinya. "Kenapa?"
"Ada alasan yang kamu nggak tau. Tapi, aku bakal cerita semuanya nanti."
"Cerita sekarang, Ken. Ceritain semua kenapa kamu jadi berubah dan kenapa kamu menjauh?"
"Aku pasti bakal ceritain nanti."
"Nanti kapan?" tanya Hana yang mulai hilang kesabaran.
Dia sungguh tidak paham mengapa Kendrict bersikap seperti ini. Mata Hana memanas, perlahan dia melangkah menghampiri Kendrict.
Sedikit demi sedikit mulai terlihat sosok cowok itu. Air mata lolos begitu saja ketika melihat Kendrict. Cowok itu mengenakan setelan jas berwarna milo dengan sepatu pantofel coklat. Namun, wajah tampan Kendrict tertutup topeng.
"Maaf, Han. Saat ini aku hanya berharap kamu bahagia dan menemukan kebahagianmu, walau jika bahagiamu bukan aku. Tapi, kamu harus tau kalau kebahagianku adalah kamu, Han. Kamu bakal terus jadi malaikat buatku," ucap Kendrict tersenyum getir dibalik topengnya.
Hana termangu mendengar penuturan Kendrict. Tiba-tiba pikirannya tidak bisa mencerna ucapan cowok itu. Sementara Kendrict tanpa menunggu respon dari Hana, dia segera pergi dari sana.
"Hah? Ken! Tunggu! Kamu ngomong apa barusan? Kenapa kamu ngomong kayak gitu?"
Hana berusaha mengejar langkah lebar Kendrict. Namun, gagal. Cowok itu hilang entah kemana, dia berbaur dengan anak-anak yang tadi berdansa.
Air mata sudah membanjiri wajah Hana, dia menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Kendrict. Mata Hana tidak sengaja melihat Putra, ia pun meraih ujung jas Putra.
"Mana, Ken? Lo pasti lihat, 'kan?" tanya Hana pada Putra yang kaget dengan tindakan Hana.
"Hah? Emang Ken dateng? Gue nggak lihat dia dari tadi," kata Putra bingung.
"Han? Lo kenapa nangis?" tanya Anggun menatap wajah Hana.
Hana tidak menjawab, malah tangisnya yang semakin kencang membuat beberapa anak memperhatikannya. Anggun yang tidak tahu sebab temannya itu menangis segera membawa Hana ke dalam dekapannya.
__ADS_1
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...