
Malam Minggu menjadi hari yang spesial bagi para muda-mudi. Selain besok adalah hari libur, biasanya para muda-mudi itu menghabiskan waktu di malam Minggu dengan menghabiskan waktu bersama. Entah bersama teman, pasangan, atau keluarga.
Hari ini Kendrict telah membuat janji bersama Nita. Mereka hendak menonton film yang katanya baru rilis di bioskop. Cowok itu telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan sejak lima menit yang lalu. Dia tidak tahu apakah Nita telah sampai atau belum.
Kendrict berjalan santai menuju bioskop yang berada di dalam pusat perbelanjaan ini. Suasana di tempat ini sangat ramai. Banyak orang lalu lalang di sekitar Kendrict.
Di luar sana hujan deras mengguyur, jadi wajar jika tempat-tempat tertutup seperti pusat perbelanjaan ini ramai dikunjungi.
Ponsel di saku Kendrict berdering, cowok itu segera mengambil benda pipih itu. Ternyata Nita yang menelponnya.
"Halo?" sapa Kendrict.
Kendrict mendengarkan Nita berbicara dari seberang sana sambil dia terus melangkah menuju tempat bertemu.
"Bentar lagi gue sampai, lo beli popcorn dulu aja," kata Kendrict.
"Gue udah lihat lo."
Kendrict mengakhiri panggilan tersebut dan sedikit berlari ke tempat Nita menunggu. Perempuan itu sedang berdiri seorang diri dengan tas berada di salah satu pundaknya.
"Ken," panggil Nita melambaikan tangannya dengan heboh.
Suara keras Nita membuat beberapa orang memperhatikan Kendrict. Membuat cowok itu mendengus kesal. Malam ini Kendrict terlihat sangat keren.
Cowok itu memakai kaos hitam yang sedikit menampakkan bentuk tubuh hasil olahraga dengan celana pendek selutut dengan sandal selop. Rambut Kendrict yang sudah mulai panjang dia ikat ke belakang, di tambah dengan bekas luka didahi dan hidung yang masih nampak.
Melihat penampilan Kendrict membuat Nita sempat melongo beberapa saat. Hingga cowok itu menjentikkan jarinya agar Nita segera tersadar.
"Lo belom beli popcorn?" tanya Kendrict.
"Belom, ini gue mau beli."
"Gue aja yang beli, lo tunggu di sini."
"Oke," ucap Nita dan memperhatikan punggung Kendrict menjauh darinya.
Cukup lama Kendrict mengantre untuk membeli popcorn dan juga minuman. Bahkan hampir saja kesabaran cowok itu habis. Namun, Kendrict berhasil menahannya. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, ia kembali menemui Nita.
Lalu, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam bioskop karena memang sudah ada pengumuman jika film tersebut akan segera diputar.
Nita sibuk mencari tempat duduk sesuai dengan tiket yang dipegangnya. Sementara Kendrict berjalan di belakang dengan membawa popcorn serta dua minuman.
__ADS_1
"Kita duduk di sini, Ken."
Kendrict hanya mengangguk dan segera duduk, dia menyerahkan popcorn serta minuman pada Nita.
"Loh? Lo nggak beli?" tanya Nita.
"Nggak, gue minum aja," jawab Kendrict menunjukkan minumannya.
"Lo beli yang large. Gue nggak habis, kita makan bareng aja."
Nita sudah membayangkan adegan romantis yang akan terjadi di dalam bioskop nanti. Dimana tangan mereka akan bersentuhan ketika mengambil popcorn dan selanjutnya mereka akan beradu pandang.
Kemudian, Kendrict akan terpesona dengannya dan Nita akan mendekatkan wajahnya pada cowok tampan itu. Tentu saja setelahnya Nita akan memberikan sebuah ciuman untu Kendrict.
"Lo bisa bawa pulang popcornya nanti," ucap Kendrict membuyarkan segala kehaluan Nita.
Lampu dimatikan dan film mulai diputar. Suasana bioskop menjadi tenang dan sedikit lebih mistis. Kendrict mulai serius menonton film tersebut. Sementara Nita tidak dapat fokus karena beberapa kali asyik memandang wajah serius Kendrict.
"Lo mau nonton film atau nontonin gue?" tanya Kendrict datar.
"Eh? Oh, iya."
Nita kembali mengarahkan pandangannya ke depan. Adegan demi adegan mulai bermunculan. Suasana bioskop mendadak heboh dengan beberapa teriakan penonton yang terkejut ketika hantu di film itu tiba-tiba muncul.
"Lo nggak takut, Ken?" bisik Nita.
"Nggak, lebih serem bokap gue," jawab Kendrict menyedot minumannya dengan santai.
Nita hanya mengangguk dan kembali fokus pada layar didepannya, tapi tangannya masih belum lepas pada lengan Kendrict. Sementara cowok itu diam membiarkan saja.
Kurang lebih selama dua jam mereka bertahan di dalam bioskop. Kendrict cukup puas menonton kali ini, apalagi dia mendapat tiket gratis. Ditambah ada tontonan tambahan dimana seorang pengunjung yang tiba-tiba kesurupan.
Melihat hal tersebut membuat mata Kendrict berbinar, dia terlihat sangat takjub. Namun, kesenangannya harus terpotong ketika penonton itu segera dibawa keluar oleh petugas bioskop.
"Ken, gue mau ke toilet sebentar," kata Nita.
"Ya udah sana."
Nita menitipkan tasnya pada Kendrict agar cowok itu tidak kabur meninggalkannya. Sementara Kendrict menunggu di depan toilet perempuan dengan bersandar pada dinding dan sibuk memainkan ponselnya.
Nita keluar dari bilik toilet dan berniat mencuci tangan. Namun, dua gadis di sebelah membuatnya kehilangan fokus. Diam-diam Nita menguping pembicaraan dua orang itu.
__ADS_1
"Gila, cowok di sebelah gue ganteng banget."
"Iya, tipe gue banget dia. Ajak kenalan yuk."
"Tapi kayaknya dia tadi bareng sama ceweknya."
"Ckck, lagian ceweknya nggak secantik itu. Cantikan juga gue."
Mendengar hal itu membuat Nita meremas tisu di tangan. Rasanya dia ingin menampol mulut dua orang itu. Nita tahu siapa yang dimasud kedua orang tersebut.
"Tapi kayaknya masih anak SMA."
"Nggak masalah. Berondong juga oke," kata seorang dari mereka memoleskan lisptik di bibir.
SRET!
"Astaga, maaf. Saya nggak sengaja, Mbak," kata Nita segera keluar dari toilet.
"Brengs*k! Bibir gue kecoret!" umpat perempuan itu.
Nita tersenyum puas dan dia segera menemui Kendrict. Cowok itu segera mengembalikan tas milik Nita. Kendrict pun pamit untuk pulang, tapi Nita memintanya untuk mengantar pulang.
"Gue tadi naik ojol, Ken. Kalau jam segini susah cari driver," ujar Nita beralasan.
Tidak ada pilihan lain selain menurut. Akhirnya Kendrict mengantar Nita terlebih dulu. Beruntung hujan sudah reda, jadi mereka tidak akan kehujanan. Nita bersorak girang melihat kesempatan yang jarang dia dapatkan.
Selama perjalanan Nita memeluk erat pinggang Kendrict. Tentunya wajah Nita juga sumringah. Dia tidak peduli dengan rambutnya yang berantakan terbawa angin karena tidak memakai helm. Nanun, tubuhnya dapat sedikit hangat karena memeluk Kendrict erat.
'Gue harus sering-sering ajak Ken keluar,' batin Nita.
Motor Kendrict tiba-tiba berhenti, membuat Nita mengernyitkan dahinya.
"Kenapa berhenti?" tanya Nita bingung.
"Nih, lo pake. Rambut lo ngehalangin spion gue," jawab Kendrict memberikan helmnya.
Nita mendengus, tapi dia menurut dan memakai helm milik Kendrict. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai rumah Nita.
"Thank's, Ken udah mau anter gue pulang," ucap Nita sembari berusaha membuka helm. "Kok susah, ya?"
Kendrict pun harus turun tangan membantu membuka helm tersebut. Helm itu berhasil terlepas dari kepala Nita.
__ADS_1
CUP!
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...