Malaikat Penolong

Malaikat Penolong
Bukan Untung Malah Buntung


__ADS_3

Akhirnya dengan terpaksa Hana mengatakan yang sebenarnya, hubungan antara dirinya dan Aldi. Dimana status mereka adalah mantan yang sudah beberapa bulan yang lalu putus. Hana terpaksa mengatakan hal itu agar Ken mau mengantarnya pulang. Jujur saja Hana sudah sangat lelah berjalan. Setelah mendengar penuturan dari Hana, Ken mengantar gadis itu sesuai janjinya juga akan mengembalikan sepeda milik gadis itu.


Hana pikir semuanya telah selesai sampai di sana, tapi ternyata pemikirannya salah. Keesokkan harinya di sekolah entah apa yang merasuki cowok itu, Ken terus menempel pada Hana. Bahkan tidak jarang cowok itu memintanya berfoto bersama. Tentu Hana sudah menolak berulang kali dan sudah menghindar dari kejaran cowok nakal itu.


“Lo ada hubungan apa sama Ken?” tanya Adrian dengan kernyitan di dahi.


“Nggak ada hubungan apa- apa,” jawab Hana, matanya masih fokus pada buku di depannya.


“Kenapa kayaknya Ken ngejar- ngejar lo terus? Terus kemaren lo sama dia kemana?”


“Dri,” panggil Hana, dia menutup bukunya.


“Ya?” tanya Adrian terkesiap.


“Pertama, gue nggak ada hubungan apapun sama Ken. Kedua, kemaren gue sama dia ambil sepeda di bengkel. Ken yang bawa sepeda gue ke bengkel,” jelas Hana dengan diselipi kebohongan.


“Tapi…”


“Ssstt, ada guru. Sana balik ke meja lo.”


Adrian mendengus dan mau tidak mau dia kembali ke bangkunya. Namun, pandangannya masih belum lepas pada Hana. Cowok itu masih merasa jika temannya itu berperilaku aneh dan mencurigakan. Memang Adrian perhatikan sejak pagi tadi Ken terus berada di sekitar Hana, jadi tidak salah jika dia berasumsi bahwa kedua orang itu memiliki hubungan khusus mengingat beberapa hari yang lalu sikap Ken sangat kejam pada Hana.


Namun setelah mendengar dari mulut gadis itu sendiri bahwa mereka tidak memiliki hubungan, membuat Adrian merasa sedikit lega. Dia tidak mau Hana jatuh ke dalam lingkaran setan yang Ken ciptakan. Suara bel mengejutkan Adrian dari lamunannya. Selama hampir dua jam lamanya Adrian gunakan untuk melamun alih- alih mendengarkan guru di depan menjelaskan materi.


Hana berjalan menghampiri Adrian untuk mengajak cowok itu ke ruang OSIS, hari ini memang ada rapat untuk membahas acara ulang tahun sekolah lebih lanjut. Namun, gadis itu mengernyitkan dahi saat melihat buku tulis cowok itu bersih tanpa ada coretan. Pasalnya Adrian paling rajin mencatat jika guru sedang menjelaskan materi.


“Dri, ayo ke ruang OSIS,” ajak Hana.


“Bentar, gue masukin buku- buku gue dulu.”

__ADS_1


Hana mengangguk dan duduk di depan Adrian, menunggu cowok itu selesai berkemas. Beberapa saat kemudian cowok itu telah selesai merapikan semua buku beserta peralatan tulisnya. Mereka keluar dari kelas yang hanya ada beberapa anak, anak- anak itu masih piket sebelum pulang ke rumah.


“Para sponsor gimana? Udah dapet?” tanya Adrian.


“Gue belum dapat kabarnya lagi, tapi beberapa udah ada yang mau sponsorin acara kita,” jawab Hana.


Adrian hanya mengangguk. Ruang OSIS sudah berada di depan mata, tapi langkah keduanya harus terhalang oleh tubuh tinggi Ken yang tiba- tiba berdiri di depan Hana, membuat gadis itu mau tidak mau mendongak untuk melihat wajah cowok itu.


“Kenapa?” tanya Hana.


“Lo nggak balik?” tanya balik Ken.


Tentu pertanyaan dari Ken membuat Hana maupun Adrian kompak mengernyitkan dahinya. Ada urusan apa cowok bengal di depannya ini bertanya padanya?


“Gue mau rapat, lo ada perlu sama gue?” tanya Hana.


Namun hanya gelengan kepala yang Ken berikan, selanjutnya cowok itu berlalu dari hadapan dua orang yang masih menampilkan ekspresi bingung.


“Kebetulan bapak kepala sekolah sudah meng- acc semua proposal yang kita ajukan dan akan membantu secara pribadi. Lalu untuk per kelas, kalian bisa mulai mengkoordinir mulai hari Senin depan,” jelas Hana.


Salah satu anak menunjuk tangan, tanda ada yang ingin dia sampaikan. Hana mengangguk dan mempersilakan anak itu mengajukan pendapatnya.


“Han, gue mau tanya. Untuk bantuannya itu dalam bentuk apa?”


“Rencana dalam bentuk sembako,” jawab Hana. “Oh ya, yang bertugas share informasi tentang event kita ini udah buat brosurnya?”


“Udah gue desain, tinggal share ke media sosial aja.”


Hana mengangguk- anggukan kepalanya, dia merasa puas dengan hasil kerja para anggotanya. Sebisa mungkin Hana menjaga kekompakan mereka agar acara dapat berjalan dengan maksimal dan sesuai harapan.

__ADS_1


Rapat pada hari ini telah selesai dan para anggota satu persatu mulai pamit untuk pulang. Sementara Hana masih membereskan kertas- kertas yang berserakan dengan dibantu Adrian. Setelah selesai, mereka pun bergegas untuk pulang. Hana mengambil sepedanya di tempat parkir. Senyum Hana terbit, pagi buta tadi seseorang yang mengaku teman Ken mengembalikan sepedanya. Hana menaiki sepedanya dan mengayuh untuk keluar dari area sekolah. Namun baru beberapa meter dari lingkungan sekolah, ada motor yang tiba- tiba menyuruhnya berhenti.


“Aldi?” panggil Hana mengernyitkan dahinya melihat cowok yang tadi menyuruhnya berhenti ternyata adalah Aldi.


“Ketua OSIS! Ayo pulang!” teriak Ken yang entah muncul darimana. Cowok itu berjalan mendekati Hana yang masih terdiam.


“Lo ada hubungan apa sama Kendrict?” tanya Aldi pada Hana.


“Ya? Gue nggak…”


“Dia pacar gue, nggak lihat lo di IG gue?” jawab dan tanya Ken yang sudah berdiri di sebelah Hana.


Hana membulatkan matanya. Apa- apaan cowok nakal ini? Mengapa tiba- tiba saja Ken mengklaim bahwa mereka berpacaran?


“Apa maksud…”


“Ssst, ayo pulang. Jangan terlalu lama deketan sama mantan, nggak baik. Turun! Aku yang boncengin kamu,” ucap Ken yang mendadak berubah.


Dengan bodohnya Hana menurut, dia turun dari sepedanya. Ken yang melihat Hana masih bengong, menarik tangan gadis itu untuk segera duduk di boncengan belakang.


“Pegangan!” perintah Ken.


“Hah?”


Ken mendengus dan dia akhirnya menuntun tangan Hana untuk memeluk pinggang cowok itu. Hal itu membuat Hana terkesiap kaget, ingin protes tetapi sepeda sudah melaju. Sementara itu Aldi yang sedaritadi melihat drama picisan itu mengepalkan tangannya emosi.


“Tenang aja, kita sama- sama untung kok,” ucap Ken tanpa menoleh ke belakang.


“Bukan untung malah buntung gue,” dengus Hana dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


Koreksi bila ada typo yeu 😗😗😗


__ADS_2