
Sudah dua hari ini Hana masih belum masuk sekolah. Sebenarnya dia rindu datang ke sekolah dan entah bagaimana keadaan sekolahnya sekarang. Kemarin Hana dan Anggun banyak mengobrol. Setidaknya dengan kehadiran Anggun, Hana menjadi sedikit terhibur.
Mira tidak mempermasalahkan Hana yang masih ingin beristirahat di rumah. Beliau tidak memaksa gadis itu untuk segera kembali ke sekolah. Mira tahu bagaimana keadaan putrinya itu saat ini.
Hana melihat ponselnya, membaca semua chat yang masuk. Artikel tentang dirinya juga sudah dihapus beserta komentar-komentar jahat itu. Beban Hana kembali berkurang setelah dia tidak menemukan komentar itu.
Jarinya berhenti menggulir layar ketika sampai di sebuah chat. Ternyata kemarin Kendrict mengirim sebuah pesan untuknya. Hana membuka roomchat itu dan ada sebuah foto yang terkirim. Gadis itu terkejut melihat wajah Kendrict yang babak belur di layar ponselnya.
Entah cowok itu dalam keadaan sadar atau tidak, tapi yang pasti Kendrict memejamkan matanya di foto itu.
"Kayaknya kemarin lukanya nggak separah ini," gumam Hana masih memperhatikan wajah Kendrict.
Sebuah suara mengalihkan fokus Hana yang sedang duduk di halaman belakang. Memang sejak setengah jam yang lalu Hana duduk di halaman belakang untuk mendapatkan sinar matahari.
Tidak lama ada suara derap langkah mendekat. Hana menoleh ke belakang dan mendapati Mira dengan seseorang.
"Itu Hana lagi duduk di belakang," ucap Mira.
"Hai," sapa Kendrict mengangkat tangannya.
"Kalau gitu tante tinggal dulu, ya? Lain kali hati-hati, Ken. Jangan sampai jatuh lagi," kata Mira dan meninggalkan mereka.
Kendrict berjalan menghampiri Hana dengan langkah tertatih. Membuat gadis itu melihat kaki kiri Kendrict yang terbalut perban elastis.
"Lo kenapa?" tanya Hana.
"Gue kangen lo," jawab Kendrict cengengesan.
"Gue nggak tanya, itu muka lo kenapa?"
"Oh ini?" tanya Kendrict menunjuk wajahnya. "Jatuh dari motor."
Hana membulatkan mulutnya. "Terus ngapain lo di sini?"
"Gue udah bilang tadi, gue kangen lo."
Hana memutar bola matanya malas mendengar ucapan Kendrict. Gadis itu kembali sibuk dengan aktivitas yang tadi sempat terhenti. Kini dia kembali membalas chat-chat yang belum sempat Hana jawab.
"Lo nggak kangen sama gue, Han?" tanya Kendrict berusaha mengganggu Hana.
Hana sengaja mengabaikan cowok disampingnya ini. Dia sedang malas meladeni Kendrict. Namun, cowok itu tidak menyerah. Dia tidak suka diabaikan. Kendrict pun menoel-noel lengan Hana.
"Apa sih?" tanya Hana mengernyitkan dahi.
"Ckck, gue dateng ke sini jauh-jauh malah lo kacangi," jawab Kendrict memberengut.
"Nggak ada yang suruh lo datang ke sini."
__ADS_1
"Tadinya gue mau ajak lo jalan-jalan, tapi ternyata lo lagi sakit, ya?"
Hana diam tidak menjawab. Melihat hal itu membuat Kendrict menghembuskan napasnya menyerah. Cowok itu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Hana tanpa sepatah kata pun. Hana hanya melirik kepergian Kendrict.
Sebenarnya gadis itu sedikit merasa bersalah pada Kendrict. Sepertinya memang cowok itu datang untuk menghiburnya. Entah kemana Kendrict pergi.
"Ish, tumben banget tuh cowok nggak seusil biasanya," gumam Hana memutuskan untuk masuk ke dalam.
Hana pikir, Kendrict memutuskan untuk pulang. Namun, ternyata Hana salah. Kendrict sedang duduk di meja makan dan memakan cemilan yang baru dibuat Mira dan Mbak Jum.
"Sini, Han. Masakan bunda enak," panggil Kendrict meminta Hana untuk duduk bersamanya.
"Itu tadi bunda baru goreng pisang," jelas Mira.
Hana menghampiri meja makan dan duduk di depan Kendrict. Cowok itu mendekatkan piring berisi beberapa potong pisang goreng pada Hana. Hana mengambil sepotong dan memakannya dengan perlahan karena pisang itu masih sedikit panas.
Kendrict tersenyum melihat Hana memakan pisang goreng itu. Menurutnya ekspresi Hana lucu ketika makan.
"Nah gitu dong, Ken. Sering senyum biar gantengnya kelihatan," ucap Mira kembali mengisi piring dengan pisang yang baru diangkat dari penggorengan.
"Aih, bunda bisa aja. Biasanya Ken juga ganteng kok."
"Kalo senyum gantengnya nambah."
Kendrict terkekeh mendengar ucapan Mira. Sementara Hana hanya memperhatikan kedua orang itu. Mulutnya masih sibuk mengunyah.
"Oh ya, katanya kamu mau ajak Hana keluar? Bukannya kaki kamu masih sakit?" tanya Mira.
Melihat hal itu membuat Hana bergidik. Bisa-bisanya cowok itu melontarkan gombalan di depan Mira.
"Hana mau?" tanya Kendrict dengan ekspresi penuh harap.
"Kalau kalian mau keluar bunda izinin. Asal jangan lama-lama. Itung-itung refreshing," ucap Mira.
Cukup lama Hana terdiam, sebenarnya dia juga tidak nyaman ditatap secara bersamaan oleh Mira dan Kendrict. Mendadak Hana menjadi tertekan.
"Hmm, oke," jawab Hana.
"Yes," pekik Kendrict senang.
Hana pun masuk ke kamarnya untuk bersiap. Sementara Kendrict dan Mira saling tos telah berhasil melancarkan misi. Keduanya ternyata sudah berkomplot. Mira sengaja melakukan hal tersebut untuk menghibur Hana dan mengalihkan gadis itu dari masalahnya sejenak.
Tidak lama kemudian Hana kembali turun. Gadis itu mengenakan hodie oversizenya dengan celana jeans hitam dan tas selempang. Rambut sebahunya digerai tanpa ada hiasan apapun.
"Ayo berangkat!" ajak Kendrict. "Bun, kita berangkat dulu," pamitnya.
"Iya, hati-hati di jalan. Jangan ngebut, ya?"
__ADS_1
Kendrict mengacungkan jempolnya. Hana juga brrpamitan pada Mira. Kedua orang itu pun keluar dari rumah. Ternyata Kendrict mengendarai mobil. Hana masih belum membuka mulutnya hingga mobil yang dikendarai Kendrict melaju menjauh dari area perumahan.
"Lo kena skors lagi, ya?" tanya Hana sembari tangannya sibuk memasang seatbelt.
"Iya mungkin," jawab Kendrict mengangguk.
"Padahal bukan salah lo juga," gumam Hana lirih.
"Terus lo jadi balikan sama tuh anak taekwondo?" tanya Kendrict menoleh sekilas.
"Nggak," jawab Hana mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Bagus," ucap Kendrict tersenyum.
"Apanya yang bagus?"
"Bagus lo nggak terima mantan. Mantan itu harusnya dibuang pada tempatnya. Udah nggak guna mikirin mantan lagi."
"Nggak tau tapi kalo Aldi," ucap Hana.
"Lo masih ngarep sama tuh anak?" tanya Kendrict ngegas.
Hana hanya mengedikkan bahunya. Sementara Kendrict mendengus kesal.
"Gue masih belum cukup? Kenapa masih ngarep mantan nggak berguna lo itu?"
"Memangnya lo siapa?"
"Gue 'kan pacar lo."
"Gue nggak punya pacar."
"Kita udah sepakat waktu itu," ucap Kendrict.
"Kesepakatan kita udah berakhir," balas Hana tidak mau kalah.
"Gue nggak pernah ngomong kesepakatan kita selesai ...."
"Gue yang ngomong," potong Hana.
"Lo kayak gini karena belum bisa move on dari mantan? Mau gue bantu move on?"
"Nggak usah, makasih."
Hana kembali fokus pada jalanan yang mereka lewati. Tidak banyak kendaraan yang melewati jalan ini. Sementara Kendrict kembali fokus menyetir.
"Ngomong-ngomong ini kita mau ke mana?" tanya Hana.
__ADS_1
"Kenapa baru tanya sekarang, hm?" tanya balik Kendrict dengan senyum misteriusnya.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...