
Beberapa saat sebelum upacara dimulai....
Sebuah hal yang sangat langka menemukan seorang Kendrict berada di sekolah pada saat ini. Suasana sekolah masih sangat sepi, hanya satu dua anak yang tergolong rajin saja datang ke sekolah di jam sekarang.
Bahkan, para satpam dan petugas kebersihan merasa takjub sekaligus heran melihat anak nakal itu telah duduk manis di dekat pos satpam.
"Tumben udah berangkat, Mas?" tanya satpam yang bertugas di gerbang depan.
"Emang nggak boleh, Pak?" tanya balik Kendrict.
Cowok itu menguap lebar, masih ada rasa kantuk yang tersisa. Dirinya sengaja bangun pagi dan berangkat ke sekolah pagi bukan tanpa alasan. Kendrict sedang merencanakan sesuatu. Tentu rencananya tersebut akan membuat para penghuni sekolah ini terkaget-kaget.
Cukup lama Kendrict menunggu kedatangan seseorang di tempat ini. Setiap anak yang baru masuk area sekolah pasti akan dibuat terheran-heran oleh sosok pentolan sekolah sekaligus biang onar yang sedang duduk memperhatikan pintu gerbang.
Beberapa saat kemudian, sosok yang sedang ditunggu oleh Kendrict datang. Dia mengendarai sepeda motor matic yang melaju memasuki area sekolah. Kendrict segera membuntuti anak itu hingga ke tempat parkir.
"Lo yang nanti tugas jadi pemimpin upacara?" tanya Kendrict menepuk pundak anak itu.
Anak bernama Doni yang merupakan ketua ekskul paskibraka terkejut dengan kedatangan Kendrict. Bahkan dia belum sempat melepas helmnya. Dengan ekspresi bingung, Doni hanya mengangguk.
"Hari ini gue yang bakal jadi pemimpin upacara."
"Hah?"
"Nggak usah hah heh hah heh lo. Intinya nanti gue yang jadi pemimpin upacara. Serahin aja semuanya sama gue," kata Kendrict menepuk dadanya.
Setelah menyampaikan hajatnya, Kendrict langsung pergi dari sana. Tujuannya adalah tempat yang sunyi untuk tidur sejenak. Namun, ternyata Doni mengejarnya. Tentu cowok itu sudah mengumpulkan semua keberaniannya.
"Tunggu!" panggil Doni berusaha mengejar, "Woy! Tunggu, Ken!" teriak Doni membuat beberapa anak menoleh.
"Apa?" tanya Kendrict berbalik.
"Gue nggak bisa biarin lo ngerusak upacara nanti," kata Doni dengan pandangan sengit.
Benar, Doni tiba-tiba mendapat keberanian untuk menolak permintaan Kendrict tadi. Semua itu demi kelancaran acara upacara nanti. Dia tidak ingin anak nakal itu menghancurkan acara. Doni sangat cinta terhadap kegiatan paskibra dan tentunya dia sangat menghormati acara upacara yang sakral.
"Gue nggak pernah bilang mau ngerusak upacara," jawab Kendrict datar.
__ADS_1
"Apa tujuan lo sebenernya? Gue nggak akan biarin kalo lo menodai kesakralan acara upacara nanti," kata Doni serius.
"Ckck, lebay amat lo. Tenang aja, kalo nanti gue ngerusuh gantung aja gue di tiang bendera," ucap Kendrict dan pergi dari sana.
Doni masih belum tenang dan ketika para petugas yang nanti akan bertugas tahu hal tersebut, mereka menjadi heboh. Tentunya mereka tidak mau disalahkan oleh para guru dan pembina ekskul paskibra.
Namun, kekhawatiran Doni dan teman-temannya tidak terjadi. Mereka serempak menghambuskan napas lega. Bahkan merasa kagum dengan penampilan Kendrict yang gagah dan berwibawa. Tidak seperti biasanya, kini cowok itu terlihat rapi.
Setelah upacara selesai, Kendrict langsung pergi dari tempat penyimpanan atribut petugas. Cowok itu melengos ketika ada beberapa anak memujinya.
"Ckck, kirain beneran udah tobat tuh anak," ucap seorang anak yang tadi dikacangi Kendrict.
Kendrict naik ke atap dan merebahkan tubuhnya di dekat tumpukan meja yang tidak terpakai. Cowok itu masih ngeyel datang kemari walaupun sudah ada tanda larangan dari pihak sekolah.
"Gue cari, ternyata anteng di sini," ucap seseorang membuat mata Kendrict yang baru terpejam kembali terbuka.
"Nggak masuk kelas, Put?" tanya Kendrict.
"Males, lagian gue laper belum sarapan," jawab Putra menunjukkan bungkusan yang dibawanya.
"Lah? Lo belum makan?"
"Belum, gue sengaja ke sekolah pagi tadi buat nyegat si anak paskib."
"Lagian lo aneh-aneh aja. Rencana lo bener-bener di luar nalar. Biar apa sih?"
"Biar si ketua OSIS inget gue."
Putra hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Kendrict. Dia pun kaget ketika membaca pengumuman yang dibuat sahabatnya itu semalam. Kendrict memerintahkan semua anggota gengnya yang satu sekolah dengannya untuk mengikuti upacara.
"Anak-anak pada kaget pas lo nyuruh mereka semua buat ikutan upacara."
"Yang penting rencana gue berhasil," kata Kendrict tersenyum puas dengan mata terpejam.
Tidak membutuhkan waktu lama, cowok itu benar-benar masuk ke alam bawah sadarnya. Sementara Putra duduk di sebelah Kendrict dengan menikmati nasi bungkus yang tadi dibawanya.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...
__ADS_1
Suara bel tanda istirahat berbunyi, Kendrict membuka matanya. Tidurnya cukup nyenyak, cowok itu menoleh ke samping dan menemukan Putra yang sedang sibuk dengan game di ponsel serta sebatang rokok yang masih mengepulkan asap. Ternyata Putra menemaninya sejak tadi.
"Udah sadar?" tanya Putra tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Gue mau ke kantin," ujar Kendrict bangkit dari posisinya.
Cowok itu meninggalkan atap dan menuju kantin yang mulai dipadati oleh anak-anak yang baru keluar dari kelas. Banyak anak yang memperhatikan penampilan Kendrict hari ini.
Tidak seperti biasanya penampilan Kendrict terlihat rapi seperti ini. Bahkan rambut cowok itu ditata serapi mungkin. Entah ada angin apa hingga biang onar ini berubah.
Pandangan Kendrict menjelajah seluruh penjuru kantin. Tatapannya terhenti ketika melihat sosok yang dicarinya. Ada senyum tipis tercipta dari bibir Kendrict. Dia pun segera menghampiri salah satu meja.
"Ketua OSIS!" sapa Kendrict duduk di depan Hana.
Hampir saja Hana tersedak minumannya ketika melihat Kendrict yang tiba-tiba muncul. Ia memperhatikan penampilan Kendrict. Dahi Hana mengernyit merasa aneh dengan penampilan cowok itu.
"Gue ganteng, ya?" tanya Kendrict menaik-turunkan alisnya.
"Pede banget," cibir Hana dan kembali meminum minumannya.
"Lo nggak makan?" tanya Kendrict.
Hana hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. Lalu, Kendrict bangkit dari duduknya dan pergi dari sana. Hana yang melihat hal tersebut hanya mengedikkan bahunya. Dia kembali melanjutkan aktivitasnya.
Istirahat kali ini memang Hana hanya seorang diri pergi ke kantin. Teman-temannya sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Namun, tadi dia sempat janjian dengan Glen untuk bertemu di kantin.
Kini Hana masih menunggu kedatangan Glen yang masih belum terlihat. Gadis itu memainkan ponselnya sembari menunggu kedatangan sang kakak. Namun, sebuah mangkok tersodor tepat di depan Hana. Ia mendongak untuk melihat siapa yang memberikan mangkok berisi nasi soto itu.
"Kesukaan lo 'kan?" tanya Kendrict tersenyum pada Hana.
Sementara Hana mengernyit heran. Tangannya menjauhkan mangkok itu karena merasa tidak memesan makanan tersebut.
"Gue nggak makan," kata Hana menolak.
"Coba lo perhatiin isi mangkoknya. Lo suka soto yang nggak pake kecambah, terus lebih suka yang banyak kuahnya," ucap Kendrict kembali mendekatkan mangkok tersebut ke arah Hana. Membuat gadis itu sontak terdiam dengan mata fokus pada mangkok soto itu.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...
__ADS_1