
Anak-anak yang terlibat keributan tadi masih diam, mereka saling lirik kanan dan kiri. Karena tidak ada yang berbicara, guru Bk mengancam mereka hendak memanggil orang tua ke sekolah.
Mendengar ancaman tersebut membuat suasana lapangan menjadi ramai, banyak yang protes. Sementara di pinggir lapangan banyak anak dari kelas satu, dua, maupun tiga yang menonton.
"Kalau orang tua kalian tidak mau diminta datang ke sekolah, coba jelaskan apa yang tadi terjadi. Pihak sekolah harus menindak tegas kejadian tadi. Para guru tidak bisa tutup mata melihat para siswanya melakukan kekerasan."
Kepala sekolah yang melihat ada Kendrict duduk di antara anak-anak hanya menggelengkan kepala. Lagi-lagi anak itu ikut terlibat, padahal beberapa hari yang lalu beliau mendapat informasi jika Kendrict sudah berubah.
Masih belum ada yang berani berbicara, hal tersebut membuat kepala sekolah memijit pelipisnya. Akhirnya beliau menggelar rapat darurat dan menyuruh anak-anak untuk bertahan di lapangan ini hingga keputusan hukuman untuk mereka selesai.
Terjadi keributan lagi, tapi keributan tersebut tidak sampai menimbulkan kericuhan kembali. Para keamanan sekolah menjaga anak-anak tersebut.
"Jangan berisik! Salah sendiri dari tadi disuruh jelaskan nggak mau," kata salah seorang satpam.
Hana duduk bersama dengan Anggun. Posisi mereka tidak jauh dari anak-anak yang tadi menyerangnya. Namun, Hana dikelilingi oleh anak-anak OSIS dan MPK.
"Sebenernya mereka pada kenapa, Nggun?" tanya salah seorang anak MPK.
"Mereka minta Hana mundur jadi ketua OSIS," jawab Anggun.
"Ini salah gue. Mereka marah karena gue," gumam Hana, matanya kembali memanas.
"Ssttt, bukan salah lo, Han. Memang mereka aja yang syirik sama lo. Tenang aja, gue selalu dipihak lo," ujar Anggun mengusap lengan Hana.
Dari tadi Anggun tidak melepaskan Hana, dia benar-benar peduli pada gadis itu. Anggun kembali ingat bagaimana dulu ketika mereka SMP, Hana juga mendapat perundungan seperti ini.
Sebenarnya mereka sangat beruntung bersekolah di sekolah ini. Sekolah ini sangat menjunjung tinggi etika dan melarang dengan tegas terjadinya berbagai bentuk kekerasan. Walaupun nyatanya masih banyak terjadi tindak kekerasan seperti yang sering dilakukan oleh Kendrict dan teman-temannya, tapi pihak sekolah berusaha untuk menghapus kekerasan tersebut.
Sekolah tidak segan memberi hukuman berat pada mereka yang melanggar tata tertib sekolah. Entah sudah berapa banyak anak bermasalah yang di skors dan bahkan paling berat adalah dikeluarkan dari sekolah.
__ADS_1
Keadaan sekolah menjadi kacau, para guru kini fokus pada anak-anak yang masih berada di lapangan. Alhasil, tidak ada proses belajar mengajar setelah jam istirahat berakhir ini.
Masih banyak anak-anak yang menonton dari depan kelas masing-masing. Sebenarnya mereka juga penasaran hukuman apa yang akan pihak sekolah berikan untuk mereka.
Kurang lebih setengah jam mereka menunggu di tengah lapangan dengan terik matahari yang menyengat, beberapa guru yang tadi mengikuti rapat darurat kembali ke lapangan.
Para guru tersebut segera mendata anak-anak yang ada di lapangan. Lalu, setelah semua selesai mereka diminta kembali ke kelas masing-masing. Termasuk Hana, gadis itu masih terlihat sangat ketakutan. Ditambah banyak anak yang memperhatikannya. Tatapan benci ditujukan untuk Hana.
"Han, ke UKS aja, ya?" tawar Ara.
"Iya, mending ke UKS dulu. Lo bisa istirahat di sana, nanti gue yang izin sama guru," tambah Adrian.
Akhirnya Hana menurut dan dia menuju UKS di antar oleh Ara dan Vio. Anggun tidak ikut karena setelah ini akan ada ulangan. Jadi gadis itu bersama dengan Adrian berjalan kembali ke kelas.
"Anteknya si jal*ng lewat nih," cibir seorang anak.
"Cuekin aja, jangan gegabah," ucap Adrian mendorong Anggun agar segera menjauh dari sana.
Anggun mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosi yang sebentar lagi pasti akan meledak. Berkat Adrian dia dapat melewati anak-anak bermulut jahat itu.
Sementara itu, Hana sudah berada di UKS. Ada seorang anak yang sedang bertugas. Tadi Hana menyuruh Ara dan Vio untuk meninggalkannya. Dia tidak mungkin menahan kedua temannya itu untuk menemaninya, karena setelah ini masih ada pelajaran yang harus mereka ikuti.
Akhirnya dua orang itu menurut dan menitipkan Hana pada anak yang sedang bertugas hari ini. Suasana UKS hening. Hana duduk di salah satu kursi di tempat ini. Tangannya merapikan rmabut yang acak-acakan. Kepalanya terasa berdenyut akibat jambakan tadi.
"Kak, tunggu di sini sebentar, ya? Saya mau ambilkan teh hangat untuk kakak," ucap anak itu.
Belum sempat Hana menjawab, anak tersebut telah pergi dari sana. Kini hanya Hana seorang diri yang ada di sini. Dia merenungi kejadian yang menimpanya. Memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan.
"Apa sebaiknya memang gue mundur jadi ketua?" gumam Hana.
__ADS_1
Namun, jika pilihan itu yang terbaik dia sudah siap. Hana tidak bisa tutup mata melihat anak-anak yang terpecah belah seperti tadi. Gadis itu akan membicarakannya lebih lanjut kepada guru yang bertanggung jawab nanti.
Suara ketukan pintu membuat fokus Hana beralih. Pintu UKS memang tadi di tutup oleh anak yang berjaga. Tujuannya untuk berjaga-jaga agar mereka mengira UKS sudah tutup. Hal tersebut dapat menjaga Hana agar tetap aman.
Hana berjalan mendekati pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu dengan tergesa seperti itu. Hana pikir ada seseorang yang harus segera ditolong. Jadi, gadis itu bergegas membuka pintu.
BYUURR!
Seseorang menyiram Hana dengan seember berisi air kotor. Air tersebut berhasil mengenai seluruh tubuh Hana. Seragamnya basah kuyup dan tentu saja Hana terkejut mendapat serangan seperti ini.
BRAKK!!
Anak yang menyiram Hana membanting ember tersebut dan segera kabur dari sana. Belum sempat Hana melihat siapa yang telah melakukan perbuatan seperti ini, anak tersebut sudah hilang di balik dinding.
Hana jatuh terduduk dengan air mata meleleh membasahi pipinya. Apakah kesalahannya sangat besar sehingga mereka sangat membencinya? Namun, kesalahan apa yang telah diperbuatnya sehingga dia mendapat perlakuan seperti ini?
Bau busuk menyebar di dalam UKS ini. Ada derap langkah yang terdengar. Tidak lama seseorang masuk ke dalam UKS. Anak itu terlihat terkejut melihat keadaan Hana yang terduduk di depan pintu.
"Kak, kakak kenapa basah kuyup gini?"
Ternyata anak yang bertugas itu sudah kembali dengan membawa segelas teh hangat. Melihat keadaan Hana, dia segera membantu gadis itu untuk berdiri.
"Nggak apa-apa, nanti kamu jadi ikut kotor," tolak Hana menepis pelan tangan anak tersebut.
"Di sini ada seragam ganti. Kakak ganti dulu, ya?"
Anak tersebut memberikan satu stel seragam pada Hana. Ia menerimanya dan tanpa sepatah kata pun pergi menuju kamar mandi.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...
__ADS_1